NovelToon NovelToon
Mercenary Of El Dorado

Mercenary Of El Dorado

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengawal / Teen / Action / Persahabatan / Epik Petualangan / Fantasi / Light Novel
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Protocetus

Alkisah di sebuah benua yang bernama El Dorado, kekayaan emasnya begitu mahsyur sehingga penduduk pulau tidak pernah bekerja apalagi kelaparan tetapi sekarang cerita itu hanyalah sekedar hikayat dari orang-orang tua.

Asalkan ada yang mau membayar dengan mahal, pasti ditemukan petunjuk dari hikayat itu untuk menemukan "El Dorado".

Daftar Arc:

1. Prologue: Cambiaso Dybala (Bab 1-3)
2. Muerte Prison Escape (Bab 4-13)
3. Arc of Lamh Laidr (Bab 14-33)
4. Pemberontakan Bangsa Gunung (Bab 34-51)
5. Fuego de Duchess Villareal (Bab 52–selanjutnya)
6. Age of Mercenario (Coming Soon)



Genre: Aksi, Petualangan, Fantasi Barat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Protocetus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 - Pegunungan McMahon

Tumpukan salju semakin tinggi, angin berhembus sangat kencang. Seorang pria paruh baya memasukan kayu-kayu terakhir ke dalam tungku perapian. Putri semata wayangnya sedang terbujur sakit yang membuat kedua kakinya lumpuh dan tubuhnya seakan mengering.

"Ayah dingin sekali ...," ucap gadis itu. Usianya sudah 15 tahun.

"Sebentar ya nak, nanti ayah akan cari kayu bakar lagi," dia mengelus kening anaknya dan mengganti handuk di kepalanya dengan handuk hangat.

Nama pria yang sedang merobek tirai jendela rumahnya adalah Sullivan. Kampungnya yang terletak di bagian utara pegunungan Federasi Gaelik sudah mengalami gagal panen dalam bertahun-tahun. Tidak ada tindakan serius yang diambil, baik dari kepala kampung maupun Count sebagai gubernur.

Bangsawan yang memerintah wilayah ini berasal dari keluarga Dalmatia. Mereka menjaga perbatasan antara Federasi Gaelik dengan Kerajaan Maritim Saluton. Pegunungan McMahon sebagai salah satu penghasil gandum negeri yang terbesar adalah daerah perbatasan mereka di selatan.

Sullivan menyekop salju yang menutupi pekarangan rumahnya. Tumpukan es yang sangat padat membuatnya harus mengalikan auranya ke sekop untuk dapat membersihkannya. Musim dingin kali ini sepertinya jauh lebih buruk dari tahun kemarin.

"Hey Sullivan! kau ada daging tidak? Aku ada buah-buahan." ujar Emyr, tetangga rumah menghampirinya. Dia memiliki lima orang anak.

"Kalau kayu bakar saja bagaimana? beberapa telur dan satu kendi kecil daging varanos untuk satu ikat kayu," balas Sullivan.

"Maaf kalau untuk kayu bakar aku bahkan tidak tahu kalau persediaannya cukup untuk melewati musim dingin. Kenapa tidak pinjam pada kepala kampung kita saja."

"Ayolah kita kan tahu sifatnya seperti apa. Claire memerlukan lebih banyak kehangatan agar dia mampu bertahan."

"Bagaimana keadaannya sekarang ... padahal dia dulu anak yang sangat cantik."

"Lebih baik kita bicarakan ini di dalam rumahku."

Emyr masuk ke dalam rumahnya. Dia sangat terkejut mendapati keadaan Claire. Pria itu ingin mengatakan hal yang sudah jelas secara lantang, tetapi Emyr hanya diam sembari memberinya buah gratis.

"Makanlah nak, yang banyak. Kami janji kau tidak akan kedinginan lagi."

"Iya Paman aku sangat senang buah measannya (sejenis buah kering sangat manis yang hanya tumbuh di McMahon)."

"Hehe makanlah nak, Emyr ... apa kau tidak jenuh keadaan selalu seperti ini. Si sialan itu selalu memajaki kita, belum lagi para ksatria itu bawahan Dalmatia itu berpikir bahwa mereka seakan paling hebat."

"Maksudmu?" Emyr terkejut mendengarnya.

"Pedang," Sullivan mengambil senjata yang dia simpan ketika masih menjadi tentara bayaran dulu.

Emyr mengangguk, dia juga masih menaruh dendam terhadap perbuatan Pariston yang membuat kedua anaknya yang masih bayi meninggal tiga tahun lalu karena mengusir karavan yang lewat. Sullivan menunggu sampai matahari terbenam sebelum memulai aksinya.

Pariston sering bertindak sewenang-wenang kepada penduduk kampung. Dia semakin congkak karena dekat dengan keluarga Dalmatia. Istri yang berasal daripada keluarga cabang. Sullivan tidak peduli apa yang akan terjadi selanjutnya, dia hanya ingin agar anaknya tidak kedinginan lagi.

"Kau mau ke mana hey, malam dingin pula. Mau aku temani tidak Sullivan?" ujar salah satu penduduk kampung yang sudah seperti penjaga Pariston.

"Tidak perlu kehadiranku di sini untuk bertemu dengan Pariston. Aku memiliki urusan yang harus diselesaikan dengannya sekarang."

"Hahaha sudahlah ikut aku saja, kau pasti kesepian kan. Sullivan si pendiam jadi pandai melawak lagipula Pariston sedang tidak ada di dalam ru--."

Srat!

Satu anak panah melesat kencang mengenai pipinya. Emyr adalah orang yang menumbangkannya dengan lesatan dari busur. Dross dan Son, ayah dan anak maju untuk mendobrak pintu rumah besar yang terkunci.

"Aku tidak mau makan telur ikan ayah!" ucap salah seorang anak Pariston. Mereka sedang menikmati makan malam.

"Itu telur mahal pemberian pamanmu. Cepat habiskan," tegas Pariston.

"Dia masih 8 tahun suamiku," balas istrinya.

"Gara-gara kau anakku jadi manja."

"Kenapa menyalahkan aku, kita tidak kurang apapun?"

Keluarga itu bahkan tidak sadar kalau ada sekelompok orang yang masuk ke dalam rumahnya. Sullivan sekilas memperhatikan pertengkaran mereka sebelum bertepuk tangan.

"Hey kau siapa! kenapa dia tidak memberitahuku dulu," teriak Pariston.

Sullivan tidak menjawabnya, dia hanya membuat pedangnya mengalirkan kekuatan api. Pariston cepat-cepat menyuruh anak dan istrinya untuk bersembunyi, tetapi perutnya telah ditusuk Sullivan ketika dia lengah.

"Suamiku!"

Buk!

Son yang berumur 17 tahun mendorong istri Pariston hingga membuatnya terjatuh dalam keadaan pingsan. Dross dan beberapa lainnya dengan cepat menawan keempat anak Pariston, dia hanya dapat terbaring dengan keadaan berlumuran darah.

"Kenapa! siapa ... kau, apa salahku pada kalian. Jawab bisu," ucap Pariston.

"Waktu itu aku berlutut kepadamu, meminta bantuan. Akan tetapi kau tidak peduli bahkan kau tidak mengenal orang-orang di sini. Mulai sekarang aku adalah rajanya," jawab Sullivan.

Srat!

"Ayah!"

Tangisan mereka membuat penduduk kampung yang lain beramai-ramai memasuki rumah Pariston.

"Hey Sullivan serahkan dirimu beraninya kau merampok rumah ketua kita!" Beberapa penduduk kampung datang untuk membela Pariston.

"Bukan seperti itu caramu memanggil seorang pemimpin," ucap Sullivan.

"Kau ini jadi banyak bicara ya sekarang!"

Tiga orang maju menyerangnya. Sullivan dapat dengan mudah menghindari serangan dan kuasa aura mereka. Tanpa ampun Sullivan menebas salah satu tangan penduduk kampung.

Aaarrrggghhh!

Dia memandangi tangannya yang telah terpotong. Teman-temannya yang lain menjauh, serangan darinya hampir tidak dapat terlihat. Tiga orang pun tidak mampu untuk mengalahkannya.

"Hey di sana yang bersembunyi di bawah meja dapur!" teriak Sullivan melampiaskan amarahnya.

"Ampuni kami pak Sullivan! jangan bunuh kami," ucap pelayannya.

"Baik akan aku ampuni mulai sekarang tugas kalian bukan di sini. Periksa bahan perlengkapan di gudang dan kumpulkan senjata. Untuk yang lain langkah pertama kita adalah menjadikan tempat ini sebagai benteng!"

"Sesuai keinginanmu pak ketua," ucap Emyr.

Dross membuka gerbang bawah tanah yang dibukakan menuju gudang. Ruangan bawah tanah di dalam rumah Pariston memanjang seperti terowongan bawah tanah dengan jalan yang bercabang.

Mulut Dross menganga lebar melihat barang-barang yang ditimbun oleh Pariston. Barang-barang itu adalah hasil upeti yang mereka bayarkan selama ini. Beberapa ksatria Dalmatia pernah datang dan membakar lima rumah penduduk karena menuduh mereka semua tidak membayarkan penghasilan.

Sullivan membagi-bagikan bahan pokok yang diperlukan kepada para penduduk kampungnya. Mereka dengan senang hati menerima Sullivan sebagai pemimpin baru meski itu tidak ada bedanya dengan membuat Federasi dan Dalmatia marah.

Sullivan dengan cepat mengirimkan pesan kepada penduduk kampung lain untuk ikut membantunya. Baik ia atau Dalmatia, maupun pihak Federasi belum dapat melakukan pergerakan yang signifikan karena keadaan yang sangat tidak memungkinkan.

Percikan api muncul di sela-sela dataran yang membeku. Pada pertengahan musim dingin, beberapa kampung Pegunungan McMahon terisolasi dari daerah luar. Hanya perlu menunggu waktu sampai api kecil itu semakin membesar dan melahap sekelilingnya.

Liam merasa kesal kenapa dia disuruh oleh Bob mengantarkan bahan makanan bersama Dybala lagi. Mereka berdua sudah mengantarkan karung-karung gandum selama beberapa hari menuju ke salah satu kampung tetangga.

Makanan-makanan itu dibeli dari Villareal atas perintah dari penguasa Lamh Laidr. Duchess Sofia, menggantikan Coutinho yang sedang sakit tetap membuka keran perdagangan meski dalam jumlah yang tidak terlalu banyak kepada negeri-negeri tetangga.

"Hah ... hari-hari mengantarkan ini lagi, untung cuaca dari tadi pagi tidak terlalu dingin." ucap Liam sembari menurunkan muatan dari kadal besar.

"Ah nak Dybala terima kasih atas makanannya," ujar pria tua dengan postur bungkuk datang menghampiri mereka.

"Hey pak tua bukan dia tapi aku ...," rungut Liam.

"Oh berarti anak ini yang namanya Dybala. Kau pasti Cahan kan?"

"Bukan bapak, Cahan itu putra daripada Bob. Kalau paman ini namanya Liam. Ini kali kedua kita datang ke kampung ini," jawab Dybala.

"Aku sudah sering lupa, maklum ... kalian tidak ingin beristirahat di rumahku dulu? aku sudah siapkan cemilan untuk menghangatkan badan."

"Tidak perlu bapak, kami baru saja mulai. Ada satu kampung lain yang harus kami datangi."

"Sudah jangan banyak berbicara, fokus kita pada pekerjaan."

"Siap paman!" Dybala mengangguk, dia mengangkut lima karung sekaligus tanpa menggunakan aura.

"Huhu pamer," Liam tidak ingin kalah.

Buk!

Liam hendak mengambil karung yang keempat, tetapi dia terjatuh. Orang tua itu tidak kuasa menahan tawa. Setelah menaruh semua bahan makanan di penyimpanan perbendaharaan kampung itu, Dybala dan Liam bergegas menuju ke perkampungan lainnya.

1
itsme.adhisty_deer03
kak aku mampir cerita nya bagus terus keren Walid nya 🤣
Protocetus: siapa walidnya? Pak Margrave kah? 😂
total 1 replies
Koke
Spanyol tah ini?
Otherplane
Yes, akh udah baca, kayaknya menarik
Aegis
ngincer susu🥴
Barou Cool: gimana Thor masak endingnya udah dikasih tau 🤣
total 2 replies
Aegis
tadi aja sok, kakek pembalap ini🥴
Aegis
haris diewek dulu🥴
Aegis
kalo ada elipisis tanda baca lain di depan elipsis bang, ...! kaya gitu
Aegis
si bro siap-siap mau menjadi pahlawan di saat kritis🥴
Aegis
tinggal makan ae cacingnya, enak kan cacing jenis itu🥴
Aegis
pembunuh biasanya kebal racun
Aegis
ini bahasa malay kah?
Aegis
ini bandit jahat apa bandit baik? pake bahas soal pajak segala🥴
Aegis
emang gak usah nanem?
Protocetus: setahu saya ya orang-orang Nomaden kyk Turk itu dia kerja paling cumn ngurusin kambing makan. Dah sama ngambilin susu kenyang
total 1 replies
Aegis
mampir bang🤭
Ryuuto ★★
absen
azure
ngeri-ngeri namanya ya/Shame/
Dhatu Lukita
⭐5 buat akak, aku agak sulit memahami tokoh2nya nih kak. tpi kayaknya seru nih tema medieval2 gitu gak sih😁.

semangat berkarya terus yaa 💪💪💪

terbaik lah buat akak.
Dhatu Lukita
halo kak, aku mampir disini yaa😄, soalnya aku kirang suka sepak bola.
maap ya heheh.🙏.
azure
hmph
azure
terlalu gegabah🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!