NovelToon NovelToon
Second Love

Second Love

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:333.8k
Nilai: 5
Nama Author: fieThaa

Cinta pertama Ellea An Noor adalah ayahnya. Surga satunya yang dia miliki di dunia ini. Dia yang pernah berjanji tidak akan membuka hati kepada lelaki manapun harus dikejutkan atas permintaan sang ayah yang di luar prediksi.

Menikah karena ingin berbakti itulah yang dilakukan oleh Ellea dan Ahlam, putra dari kerabat ayah Ellea. Tanpa adanya pendekatan dan hanya bermodalkan kesepakatan mereka memutusakan untuk maju ke jenjang pernikahan. Merelakan kebahagiaan mereka direnggut agar bisa membuat orang tua mereka merasakan kebahagiaan.

Akankah pernikahan tanpa cinta yang mereka lakukan akan menghasilkan kebahagiaan? Atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Siluet Kesedihan

Gundukan tanah merah sudah ada di depan mata. Wajah Ellea masih basah sama seperti tanah merah di hadapannya. Rifal Addhitama, nama yang sudah terukir indah di nisan yang akan ditancapkan sementara. Rasanya, Ellea ingin bangun dari mimpi buruk.

Setelah doa dan permohonan maaf dari perwakilan pihak keluarga selesai, Ellea dan keluarganya mulai menaburkan bunga dan air mawar. Dadanya begitu sesak. Ulu hatinya terasa sakit.

"Apa masih mau di sini?" tanya Ahlam ketika keluarga sudah pulang sebagian. Ellea menggeleng pelan.

"Ayah, El pulang, ya. El janji El akan sering datang jenguk Ayah. El pasti kangen Ayah."

Ahlam mengusap lembut pundak sang istri. Dia tahu betapa sakitnya hati Ellea sekarang. Betapa sedihnya karena merasakan sebuah kehilangan. Ahlam merangkul pundak Ellea menjauhi pemakaman. Ada sebuah kesedihan yang mereka bawa. Ada luka menganga setelah meninggalkan tempat itu. Luka dan sedih yang tidak akan ada obatnya. Selamanya akan hinggap di hati mereka.

Di dalam mobil pun wajah Ellea masih terlihat begitu sendu. Ahlam menggenggam tangannya dengan begitu erat dan meletakkan kepala Ellea di bahunya. Perlahan, tangan Ellea pun melingkar di pinggang Ahlam. Berkali-kali Ahlam mengecup kening Ellea.

Tibanya di rumah, tenda sudah terpasang untuk acara tahlilan. Ellea mulai gontai dan tubuhnya dipapah oleh sang suami. Mereka yang sudah berada di sana memaklumi. Membiarkan Ellea beristirahat.

"Jaga Ellea terus, Am."

Perintah Baba Radit dijawab anggukan kepala oleh Ahlam. Ellea sudah duduk di tepian tempat tidur dengan wajah yang begitu sendu.

"Mas siapkan baju ganti dulu. Barulah--"

"Temani aku. Jangan pergi seperti Ayah."

Ahlam merasa sakit mendengar ucapan yang terlontar dari bibir Ellea. Dia yang masih tidur terpisah dengan Ahlam kini terlihat nyaman berada di dalam pelukan sang suami di atas ranjang. Tangannya sama sekali tak melepaskan pinggang Ahlam.

"Kamu belum makan, Sayang. Makan dulu, ya."

"Aku tidak lapar."

Ahlam tidak memaksa. Dia sangat mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Ellea saat ini. Dia tetap menemani Ellea di atas kasur hingga terdengar dengkuran begitu halus. Ahlam mengusap lembut pipi Ellea yang begitu dingin karena air mata yang terus membasahi.

"Cukup ya menangisnya. Kamu boleh kehilangan, tapi kamu juga berhak mendapatkan kebahagiaan."

Kecupan lembut Ahlam berikan di kening Ellea dengan begitu dalam. Tangan Ellea yang memeluk tubuhnya membuatnya semakin merasa sakit. Apalagi, deru napas Ellea yang menerpa dadanya membuat dadanya nyeri.

"Mas janji, Mas akan memberikan lebih banyak cinta untuk kamu."

.

Acara tahlilan malam pertama baik Ahlam maupun Ellea tidak turun. Keluarga mendapat kabar jika Ellea sedang tertidur. Mereka tidak ingin mengganggu Ellea. Biarlah Ellea istirahat karena sudah pasti dia begitu lelah menghadapi kenyataan.

Keluarga besar Wiguna semua hadir, termasuk para kurcil yang ikut memakai kopiah dan baju Koko. Di tengah seriusnya acara tahlil berlangsung, ada saja ucapan yang membuat telinga panas.

"Ternyata benar ya dengan rumor yang beredar," ucap salah satu kolega bisnis mendiang ayah Rifal.

"Anaknya gak berbakti banget. Di acara ini aja malah gak ada."

Darah Agha sudah mulai mendidih mendengar gunjingan tersebut. Sayangnya, acara sedang berjalan dengan khusyuk dan mereka tidak tahu jika pria yang ada di samping mereka yang memakai baju Koko putih, celana hitam dan bermasker putih adalah Gavin Agha Wiguna. Titisan singa si raja hutan yang menakutkan.

Setelah acara tahlil selesai, Agha mulai mendekat ke arah sang paman, yakni Baba Radit. Dia menceritakan apa yang di dengar. Hembusan napas kesal pun keluar dari mulut sang baba.

Radit mulai berdiri dan memberikan sepatah dua patah kata sambutan. Tatapannya yang teduh tak membuat raut sedihnya bisa disembunyikan.

"... Saya meminta kepada siapapun jangan pernah menyebarkan rumor perihal keponakan saya, putri dari almarhum Rifal Addhitama. Siapapun yang menggunjing atau bahkan menyebarkan berita hoax tentang keponakan saya, saya akan memprosesnya secara hukum."

Raditya Addhitama adalah anak ketiga dari almarhum Addhitama yang begitu kalem, beda dari dua saudaranya. Wajahnya yang begitu teduh membuat para pekerja di kantornya sangat menghormatinya. Namun, ketika seorang pria berwajah malaikat marah, khodamnya akan keluar dan lebih sadis dari mereka yang sangar.

Dua pria yang sudah menggunjing Ellea pun mulai ketakutan. Mereka berdua hanya bisa menunduk dalam karena sebuah kesalahan yang sudah mereka lakukan.

Sampai acara tahlilan selesai pun Ellea dan Ahlam belum keluar kamar. Mereka tidak ingin mengganggu dan membiarkan Ahlam dan Ellea terlelap.

Di sepertiga malam, Ellea terbangun. Dia sedikit terkejut ketika melihat wajah sang suami ada di hadapannya. Dia juga lebih terkejut ketika tangannya masih betah berada di atas perut Ahlam.

Ellea teringat akan wajah Ahlam yang begitu mencemaskannya. Bahkan dia rela meninggalkan proyek ratusan miliar hanya untuk menemaninya. Tangan Ellea mulai mengusap lembut pipi Ahlam sebelum dia turun dari tempat tidur.

Ellea menatap dirinya di cermin. Dia tersenyum dengan begitu tipis. Siluet kesedihan masih nampak begitu jelas di wajahnya. Ellea membersihkan tubuhnya dan mengambil air wudhu tepat di jam dua pagi.

Digelarnya sajadah dan dia mukena pun sudah dia pakai. Baru saja niat solat tahajud, air matanya sudah berlinang. Namun, Ellea tetap melanjutkan. Di dua rakaat itu air matanya terus mengalir. Seakan tengah mengadu kepada sang maha pencipta jikalau dia tengah berduka.

Disujud terakhir, air mata begitu deras mengalir sampai dia tak sanggup untuk bangun. Tubuhnya bergetar hebat. Cukup lama menitikan air mata dalam sujudnya, Ellea mulai duduk di antara dia sujud. Air matanya belum juga surut.

Selesai solat, Ellea tak beranjak dari sajadahnya. Dia menengadahkan tangan dan berdoa cukup lama. Ahlam yang sudah terbangun ketika mendengar gemericik air di kamar mandi pura-pura tidur dan sesekali membuka mata memperhatikan Ellea.

Ellea berniat untuk tak beranjak, menunggu adzan subuh. Namun, ternyata matanya tak kuat menahan kantuk. Ellea pun meringkuk di atas sajadah bagai bayi yang berada di dalam kardus.

Ellea terkejut ketika dia terbangun tubuhnya sudah berada di atas tempat tidur. Dia melihat ke sekeliling. Suaminya baru saja keluar dari kamar mandi.

"Udah bangun?"

Ahlam menghampiri Ellea yang masih mengenakan mukena. Dia mengecup kening Ellea dengan begitu dalam.

"Yuk, solat subuh biar Mas imami kamu." Lontaran ajakan yang membuat Ellea sedikit tercengang.

"Tolong siapakan baju Koko, sajadah dan sarung. Mas mau ambil wudhu dulu."

Ellea segera menyiapkan apa yang suaminya inginkan. Setelah air wudhu sudah mereka ambil, solat pun dimulai. Hati Ellea begitu damai dan tenang mendengar lantunan ayat Al Qur'an dari bibir suaminya. Meskipun, tak sefasih dan seindah qori nasional apalagi internasional. Baginya, suara sang suami begitu merdu.

Selesai solat, Ahlam membalikkan tubuh dan Ellea segera meraih tangan sang suami. Menciumnya dengan begitu dalam.

"Ya Allah, inikah yang Engkau bilang pelangi setelah badai? Suka setelah duka? Bahagia setelah air mata?"

"Ayah, apa ini alasanmu ingin cepat-cepat bertemu bunda? Ayah percayakan aku pada sosok yang Soleh seperti Mas Ahlam."

...***To Be Continue***...

Boleh minta komennya??? Banyakin dong ...

1
Maya Lara Faderik
cerita mu menarik Thor..semua keluarga dady aska dan askara dari asmara org tua agha dan Ahlam sudah ku baca , termasuk Rasit,eca , Alessya berkembar Gea,Reksa,Restu keluarga Rayyan orang tua Elia semua keturunan Ayunda dan rion 👍👍👍 memang terbaik Thor begitu juga kisah anak agha si tuan ,Pangeran dan adik si tuan ,..semangat ya Thor,..
sangat menjiwai karektor, inspirasi cerita yang paling baik untuk dijadikan pedoman dalam hidup,..
Maya Lara Faderik: anak anak memang nakal keras kepala ,apa yang benar bagi mereka membuat mereka tanpa sedar telah membuat kesalahan yang mengecewakan namun anak anak harus diberikan peluang untuk kesempatan untuk berubah , jangan biarkan anak anak terjerumus ke dalam jurang dalam dan tersesat .
total 1 replies
Maya Lara Faderik
yah'!!!..nangis lagi airmata tak bekerjasama,..sabar ya Ellea kamu wanita baik bahkan aku sendiri ikut menangis..semoga persalinan kamu lancar .. setiap wanita akan merasa takut disaat akan melahirkan tak kira operation atau normal sakitnya sama cuma beza rasa nya saja , kuat dan semangat Ellea tuhan berserta mu🙏
Maya Lara Faderik
😄😄🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣😄😄😄😄
setelah banyak mengeluarkan air mata seperti hujan akhirnya mentari muncul selepas badai ketawa ngakak habis ...bagai org gila pula ketawa tak henti henti 🤣🤣🤣🤣🤣...ada ada saja Thor ..tapi menarik dan lucu Thor menjiwai , seperti realiti.. mantap Thor inspirasi selalu Thor 👍👍👍👍
Maya Lara Faderik
aduh..hidung dah penuh dengan hingus'!..mata pun dah pedih air mata tak henti,.. henti keluar.. kepada dah pusing NIE .. tersentuh thoor ...
Maya Lara Faderik
/Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry/.. nangis lagi ni air mata tak sporting langsung..nyesek....thorr..
Maya Lara Faderik
ya ampun ..hari ini full menangis terisak2 dari kisah ibunya elyna sampai ke anaknya Ellea air mata tak henti henti ..sampai bilakah aku berhenti menangis menjadi tangguh dengan novel mu Thor inspirasi cerita yang menarik..
Maya Lara Faderik
vest juga si Ahlam nie ...
Maya Lara Faderik
waduh 🤣🤣,..apalah ..tulis wasiat manjat kelapa pun si apang pon ..
mungkin ini yang dikatakan setelah banyak mengeluarkan air mata disuggahi kelakuan absdul mereka nie ada-ada saja..
Maya Lara Faderik
air mata tak Sporting langsung bab ini membuatkan aku. sesak keluarga diaorang nie semua dalam favirot ku terutama si kulkas
Maya Lara Faderik
yang tak berpendidikan itu cuma orang yang suka merendahkan orang lain..rugi sekolah tinggi namun IQrendah
Siti Nurjanah
awal nangis ko sekarang jd ngakak ampe sakit perut/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Siti Nurjanah
baru jg bab k 2 udah berderai/Sweat//Sweat//Sweat//Sweat/
Ocanya gava
Luar biasa
Ucie
ada aja ya kosakatanya😅😅😅
Naomi Willem Tuasela
♥️♥️
Naomi Willem Tuasela
♥️♥️♥️
Setiawati
cerita yang menyentuh hati.... air matapun tak terasa mengalir dgn sendirinya /Cry//Cry/
falea sezi
orang kaya gampang lo cari ginjal
Yus Nita
syukuriniiin...
kena azab tuh sijalang
Yus Nita
apakah ayah zeyn pelaku ny..
nyari mampos melawan 2 klrga raksasa./Sneer//Sneer//Sneer/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!