NovelToon NovelToon
Turn On

Turn On

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Duniahiburan / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Symott

Bagaimana jika seseorang yang memesan kamar malam ini adalah bos sendiri?
akankah mundur? atau justru menikmati malam bersama?

Deandra menjelma menjadi dewi rembulan yang anggun di saat malam hari namun di siang hari dirinya hanyalah seorang office girl biasa.

simak lanjutan Ceritanya di sini
@Symott

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Symott, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merawat Arson

Dea menutup teleponnya dan segera mencari taxi , rasa khawatirnya menggebu setelah mendengar rengekan minta tolong dari Arson barusan.

Arson menelepon jika dirinya sedang tidak baik-baik saja . Dan hanya Honey ( Deandra) yang bisa menolongnya.

"Maaf Pak , bisakah Anda menunggu sebentar? Saya akan kembali lagi membawa teman saya " pinta Dea.

"Baik Mba , saya tunggu di sini ya"

Untung saja Pak Sopir taxi pengertian dan mau menunggu Dea menjemput Arson.

Dengan langkah ragu Dea melangkah ke tempat yang dimaksudkan oleh Arson. Sebuah gang kecil dan gelap . Semakin berjalan ke depan suasananya semakin sunyi.

"Halo... Kau di sana? Arson? " Dea memanggil Arson untuk memastikan keberadaannya.

~Drap

~Drap

"Aku.. Sudah datang..." Celingukan.

"Akkhh shh... Tolong "

Dea menoleh dengan cepat , sepertinya dia mendengar suara rintihan dari sudut kiri. Saat melihat ke sana betapa terkejutnya Dea melihat bahwa Arson tergeletak dengan banyak luka.

"Arson!! " dengan cekatan Dea mendekati Arson.

"Astaga apa yang terjadi padamu.. Kenapa begini " Dea meraih kepala Arson dan meletakkannya di pahanya.

Ada banyak luka do tubuh Arson dan bau amis darah juga bisa tercium . Baju Arson koyak , sobek sana sini dengan bekas luka dan darah menempel di sana.

"Ada apa denganmu? Kenapa bisa begini "

Melihat kondisi Arson yang demikian, Dea ikut sedih . Rasanya seperti ada sisi dalam tubuhnya yang ikut merasakan rasa sakit yang sedang dirasakan oleh Arson.

"Aku... Shhh.. Tidak apa-apa.. Hanya.. Shh awhh " mencoba duduk.

"Siapa yang tega melakukan ini? kenapa kau tidak meminta bantuan? Setidaknya kau bisa menelepon polisi atau bantuan kan hmm . Jangan sok jagoan " cecar Dea.

Arson justru tersenyum mendengar Dea yang cerewet itu. Perasaannya menghangat karena mendapatkan perhatian dari Dea.

"Apakah kau khawatir padaku ?"

BLUSH

Sebuah pertanyaan itu mampu membungkam mulut Dea dan membuatnya merasa canggung.

"Kita ke rumah sakit oke.. Biarkan kau mendapatkan perawatan dari Dokter."

Arson menggeleng " Bawa aku pulang ke rumah mu saja " tersenyum tengil.

Dea tak habis pikir dengan sosok yang bersandar di pundaknya ini. Dia sedang terluka bukannya menurut di bawa ke rumah sakit justru memilih untuk pergi ke rumah Dea.

"Di rumah ku tidak ada obat obatan.. Kau bisa ..."

"Kalau begitu pergilah.. Biarkan saja aku sendiri di sini. Sana Pergi ."

Dea melotot, sedang sakit saja masih keras kepala.

~

~

Di dalam taxi Arson masih bisa menahan rasa sakitnya, bukannya menolak untuk mendapatkan perawatan medis. Tapi, jika itu terjadi maka bisa membahayakan Dea juga.

Jadi lebih baik Arson beristirahat di rumah Dea dulu sampai keadaan membaik.

"Yakin Mas tidak mau ke rumah sakit? Nanti infeksi titanium loh Mas."

"Titanium? " beo Dea.

"Tetanus Pak , bukan Titanium.. " Dea menyanggah perkataan sopir taxi.

"Ohh salah ya , bapak pikir sama karena hampir mirip ."

"Mungkin besok saya akan bujuk ke rumah sakitnya Pak. Maklum lah cemen takut sama jarum suntik jadi begini " akal akalan Dea membuat alasan.

Arson menatap garang. Harga dirinya menjadi jatuh karena ucapan Dea barusan. Bagaimana mungkin pria gagah sepertinya takut jarum suntik? Pandai sekali beralasan.

"Oalah Mas Mas... Sama jarum suntik aja takut . Tapi suka main jarum jaruman heheh"

"Yang suka bukan saya Pak , tapi sebelah saya ini '

"Ehh.. Tidak Pak saya tidak begitu "

"Tidak perlu malu Mba, wajarlah sama suami sendiri ya kan Mas.. "

"Suami? " Dea melirik ke arah Arson.

"Biasalah Pak cewek suka ga mau mengaku . "

"Pak .. itu kita turun di depan " Dea memutuskan pembicaraan agar tidak semakin absurd.

Dengan segenap tenaga Dea memapah Arson masuk ke pekarangan rumahnya.

"Arga buka pintunya ya tolong "

Klak

Tak perlu menunggu lama pintu sudah terbuka.

"Kakak tum... Ehh Kak kenapa Kakak ini??? " Arga kaget melihat Kakaknya pulang membawa seseorang yang babak belur.

"Ohh dia habis senam jadi kaya gini , bantu papah Dek" Arga meraih lengan kanan Arson membantu berjalannya.

"Senam? Ahh kakak ngada ngada dehh masa senam sampai babak belur gini."

"Bicaranya nanti lagi , kita urus dulu mayat hidup ini "

Kltak

"Awhh shh... Sakit" Dea mengusap kepalanya yang di jitak oleh Arson.

"sembarangan kalo ngomong"

"Katanya sakit tapi masih bisa jitak kepala orang , mana sakit lagi shh"

1
Sya.Luv` ✿
😍
Sya.Luv` ✿
🙏
Sya.Luv` ✿
😍
Sya.Luv` ✿
next part?
Nonoy
Luar biasa
Yan ika
😍😍
kadek15
hilang 2 muncul 1🤦‍♀️
kadek15
biasa kalo sudah ketemu pawang yg pas pasti keluar sifat aslinya😆😆
kadek15
gk kapok² mahkluk 2 ini🤦‍♀️
kadek15
hamil anak dinosaurus 😂😂
kek mana cerita hamil tapi ngadu ke arson kan arson belum pernah masukin pentungannya ke liang lahatmu lampir
kadek15
Arson bucin berat kpd Deandra
kadek15
iiiihhh Si Dinosaurus carmuk👊👊
kadek15
jangan sampe Arson sudah beristri
⭐️asteri
Terimakasih thor.. walau sambil raba2 baca beberapa part terakhirnya
ardiana dili
Terima kasih thor
ardiana dili
lanjut
Zerazat
ooh ternyata Arga bukan saudara kandungnya Dheandra yo
My dream
lama " buciin romantisme OTW. gaaas.... happy wedding Deandra and Arson 😍❤️🔥
My dream
Titanium temannya mas perak 😁🤣
My dream
next kak ❤️🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!