"Aku cinta kamu. Meskipun kamu duda, aku enggak peduli. Aku pasti bisa membuatmu jatuh cinta padaku," ucap Berliana.
"Satu tahun. Jika kamu mampu bertahan dan membuatku jatuh cinta padamu, maka pernikahan kita berlanjut. Tetapi jika tidak, kita bercerai. Deal?" tanya Dion memulai kesepakatan.
"Oke, aku setuju. Aku yakin Mas Dion akan jatuh cinta padaku sebelum jangka waktu satu tahun pernikahan kita," jawab Berliana penuh keyakinan.
Berkat kekerasan yang selalu ia dapatkan, kematian kedua orang tua dan adik-adiknya serta dendam tak kunjung padam akibat ulah pihak ketiga, membuat dirinya tumbuh menjadi sosok Sadisme. Tidak ada wanita yang sanggup seranjang dengannya. Tanpa Berliana tahu bahwa suaminya itu tengah menyembunyikan identitas dan karakter aslinya.
Sanggupkah Berliana Cahaya Mahendra menjadi dermaga cinta terakhir suaminya, walau tubuhnya akan hancur dan terkoyak?
Simak kisahnya💋
Update Chapter : Setiap Hari.
🍁Merupakan bagian dari Novel : Bening🍁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 - Menguak Tabir
Sepanjang perjalanan dari Kalimantan ke Bali, Berliana terus memikirkan pembicaraan antara dirinya dengan Arumi beberapa jam sebelumnya.
"Apa? Suamiku bernama Dewa Anggara? Lantas kenapa dia mengganti namanya menjadi Dion Ananta?" tanya Berliana terkejut usai mendapati fakta baru tentang nama asli suaminya dari Arumi.
Arumi pun menjelaskan dengan perlahan tanpa menghakimi. Dirinya sangat kenal dengan baik Dewa alias Dion, mantan suaminya yang saat ini menjadi suami Berliana.
"Mas Dewa pria yang baik, Ber. Dia menikahiku hanya karena saat itu aku telah diperk*osa oleh mantan suamiku di sebuah gubug yang cukup jauh dari rumahku. Mas Dewa baru saja kembali lagi ke desa ini setelah dari luar negeri. Akan tetapi tiba-tiba datang rombongan warga memergoki kami yang saat itu aku masih belum mengenakan baju sama sekali. Dan aku yakin itu ulah mantan suamiku sebab aku tak mau rujuk dengannya. Otomatis aku dan Mas Dewa dipaksa menikah. Mau tak mau akhirnya kami menikah saat itu juga." Arumi menjelaskan dengan linangan air mata mengenang masa lalunya.
"Jadi kalian menikah bukan karena cinta?" tanya Berliana lirih khawatir Arumi tersinggung.
"Aku sudah menganggap Mas Dewa sebagai abangku sendiri sejak kecil," jawab Arumi seraya tersenyum.
"Se_jak kecil? Maksudnya?" tanya Berliana semakin dirundung penasaran kian mendalam.
Akhirnya Arumi bercerita masa kecilnya bahwa ia dan Dewa sudah saling mengenal dan berteman baik. Hidup di area warung remang-remang milik Emak karena ibu kandung Arumi adalah Bunga, salah satu kupu-kupu malam favorit di sana.
Bunga adalah orang yang merayu dan mengajak Dewa untuk mendapatkan tambahan pundi-pundi rupiah. Namun pada akhirnya membuat Dewa yang saat itu masih remaja terjebak menemani tante-tante paruh baya yang haus belaian dari lelaki muda.
"Selama pernikahan, kami tak pernah menyentuh lebih dalam kecuali pernah berciuman. Itu pun tanpa sengaja karena Mas Dewa tengah di bawah pengaruh alkohol."
Deg...
Seketika ada kelegaan dalam hati Berliana namun juga terbesit keraguan. Sebab ia yakin suaminya adalah pria normal yang cukup mustahil tak tergoda dengan Arumi yang menurutnya cantik untuk ukuran gadis desa walaupun menyandang status janda.
"Kamu pasti enggak percaya?" skak Arumi menatap Berliana yang secara refleks termenung melihatnya namun menjawabnya dengan anggukan lalu berubah gelengan kepala tanpa sadar. Hal itu membuat Arumi sedikit tersenyum tipis melihat tingkah Berliana yang menggemaskan.
Arumi sangat memakluminya. Karena pasti di luar sana banyak orang berpikiran keduanya walaupun menikah tanpa cinta dan hanya seumur jagung, tetaplah Dewa sebagai lelaki normal akan menyentuhnya. Selain menjalankan kewajiban sebagai suami untuk memenuhi nafkah batin istrinya, tentunya untuk pemenuhan kebutuhan ragawinya sendiri sebagai seorang pria.
"Di antara kami berdua tidak ada saling cinta. Hanya pernah sekali hampir melakukan itu karena Mas Dewa sengaja dibuat mabuk oleh mantan suamiku dengan meminum alkohol tanpa disadari. Berujung pada akhirnya bukan malam yang indah tetapi berkat malam itu aku tahu bahwa Mas Dewa telah berubah menjadi sosok yang berbeda. Setelah mengasariku, ia menangis hingga melukai dirinya sendiri. Aku pun ikut menangis melihatnya. Ia mencurahkan semua isi hatinya, mulai dari kematian keluarganya hingga akhirnya dirinya terdampar di desa tapal batas bersama Rommy yang konon katanya mantan anggota," tutur Arumi.
"Mantan anggota?" tanya Berliana semakin terkejut.
"Yang aku tahu mendiang Ayah kandung Mas Dewa juga seorang anggota kepolisian, bersahabat dengan Rommy tersebut. Namun naas saat ada penggrebekan di warung remang-remang milik Emak, Rommy meninggal dunia akibat terkena tembakan dari petugas. Mas Dewa sendiri yang menguburkan jenazahnya di hutan dekat area perbatasan. Setelah itu Mas Dewa merantau ke negeri tetangga hingga saat dewasa kembali ke desa ini justru membawa sial untuknya harus menikahi janda sepertiku," tutur Arumi seraya menghela nafas dalam.
"Jadi sebelum menikah dengan suamiku, Mbak Arumi sudah berstatus janda?" tanya Berliana lirih.
"Iya, janda tanpa anak karena keluarga mantan suamiku menuduh diriku mandul. Menikah selama tiga tahun tapi belum pernah hamil. Akhirnya aku diceraikan secara paksa tapi mantan suamiku tetap mengejarku karena tak pernah rela jika aku bersama lelaki lain" cicit Arumi.
Mengalirlah cerita Arumi bahwa pernikahannya dengan Dewa alias Dion hanya seumur jagung yakni satu bulan saja. Pada akhirnya Dewa menceraikan Arumi sesuai permintaan Arumi sendiri.
Selain karena tak ada cinta, juga karena ulah mantan suami Arumi yang tak terima Dewa menikahi Arumi. Tentu saja Arumi tak tega bila mantan suaminya itu akan menjahati Dewa terus-menerus.
Tak lama setelah perceraiannya, Dewa menikah dengan wanita bernama Indah. Yakni wanita desa seberang yang jatuh hati pada Dewa. Namun ternyata Indah menipunya sebab sudah hamil duluan dengan lelaki lain sebelum menikah.
Indah sengaja menjebak Dewa karena ayah kandung bayinya tak mau bertanggung jawab. Akhirnya Indah meminta cerai saat usia pernikahan mereka baru berjalan dua bulan. Sebab Dewa juga mengasarinya.
Indah takut tubuhnya semakin terkoyak dan keguguran. Akhirnya mereka bercerai dan menurut informasi dari Indah sendiri bahwa Dewa belum juga menyentuhnya lebih dalam. Hal yang sama terjadi seperti pernikahan pertama Dewa dengan Arumi.
Sedangkan pernikahan ketiga Dewa bersama Puspa pun harus kandas yakni tiga bulan saja. Keduanya menikah karena sejak lama wanita ini menyukai Dewa. Dan Dewa menerima pernikahan tersebut hanya karena balas budi pada orang tua Puspa yang membantunya menyembunyikan identitas aslinya selama ini.
Puspa meminta cerai karena Dewa juga tak menyentuhnya selama tiga bulan pernikahan mereka. Dewa sengaja pisah kamar dan tak menyentuh Puspa karena ia tak mau sadismenya kambuh hingga melukai wanita itu.
Berujung Puspa selingkuh akhirnya Dewa sempat naik pitam dengan memukul Puspa. Dan sekarang Puspa telah menikah dengan seorang pria bule tetapi sudah berusia lanjut hanya demi mengejar materi semata.
"Mas Dion menyimpan rapat identitasnya dan berhasil membungkam beberapa pihak sehingga rahasia masa lalunya dan fakta ketiga pernikahannya tertutup secara rapat dari siapapun. Indah sudah meninggal usai melahirkan buah hatinya dengan lelaki lain yang menghamilinya sebelum menikah dengan Mas Dewa. Puspa sudah tak tinggal di desa ini. Aku tak tahu sekarang ia tinggal di mana bersama suami bulenya. Mbak yakin kamulah cinta sejati Mas Dewa. Sebab saat melihat pernikahan kalian, aku melihat Mas Dewa sangat cocok bersanding denganmu dan senyum terus terpancar dari wajahnya. Mbak harap kamu bisa bersabar, aku yakin Mas Dewa bisa sembuh dan kembali menjadi lelaki normal. Semua hanya butuh waktu dan Mbak yakin doa serta cintamu padanya akan sangat membantu mempercepat kesembuhannya. Jangan pernah lepaskan genggaman tangannya. Sudah cukup kebahagiaan masa kecil dan remajanya terluka dan ternoda. Aku berharap Abang bahagia bersama kamu untuk selamanya," ucap Arumi seraya berlinangan air mata dengan tangan yang menggenggam erat kedua tangan Berliana.
"Doakan semoga aku tetap kuat dan bisa terus menggandeng tangannya hingga akhir, Mbak." Berliana pun menitikkan air mata mendengar kisah pilu suaminya di masa lampau.
"Mbak selalu doakan kalian berdua. Semoga Allah selalu meridhoi pernikahan kalian dan dijauhkan dari siapapun yang berusaha menggoyahkannya," ucap Arumi tulus mendoakan.
"Amin..." jawab Berliana.
☘️☘️
Di ketinggian lebih dari 36.000 kaki di udara, Berliana terus memikirkan sebuah nama yang terucap saat berbincang empat mata dengan Arumi.
"Apa Mbak kenal dengan mendiang Ayah kandung Mas Dion, ehm... maksudku Mas Dewa suamiku?" tanya Berliana didera rasa penasaran tentang keluarga suaminya.
"Aiptu Doni Anggara," jawab Arumi.
Otaknya tengah berpikir keras tentang sosok mendiang Ayah kandung suaminya yang juga anggota kepolisian sama seperti Papanya.
"Apa Papa kenal dengan mendiang Ayah kandung Mas Dion?" batin Berliana bertanya-tanya.
Bersambung...
🍁🍁🍁