Bukan cerita tentang percintaan... Ini cerita tentang seorang wanita narapidana yang membalaskan dendamnya termasuk dendam teman satu sel-nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab - 31 Membalasmu Saja Tidak Cukup.
Setelah pergi dari penjara wanita Nora akhirnya pergi ke penjara laki - laki untuk pertama kalinya ingin menemui Brox. Rafael menemani nya masuk ke dalam ruangan bertemu, tak ingin membiarkan Nora menghadapi Brox sendirian.
Nora duduk dengan saling menggenggam tangan bersama Rafael, tak ingin menyembunyikan apapun lagi di hadapan Brox.
"Apa ini? Wah... wah... jadi benar selama ini kalian selingkuh di belakang ku," sinis Brox setelah melihat tangan Nora dan Rafael serta tubuh mereka berdua yang saling menempel.
"Kenapa? Apa aku yang salah disini? Kau yang lebih dulu mengkhianati ku! Tidak! Tapi sejak awal kau sudah membohongiku. Kau pikir aku tidak tau hubungan mu dengan Bianca dan tentang anak kalian! Cih! Kalian berdua menjijikan!" Nora membalikkan kesalahan Brox.
Mata Brox terdapat keterkejutan, lelaki itu mengepalkan kedua tangan yang berada di atas meja. "Jadi maksudmu, kamu hanya membalasku!"
"Membalasmu saja tidak cukup ba jingan! Kau dan Bianca bahkan meracuni aku selama bertahun - tahun, saat tubuhku melemah kau menjebak dan memasukkan ku ke dalam penjara! Kau ingin menguasai hartaku brengsek! Sekarang rasakan apa yang aku rasakan di dalam penjara saat itu! Aku akan segera mengirimkan hadiah padamu, tunggu saja!" Nora lalu berdiri masih dengan menggenggam tangan Rafael. "Ayo pergi, sayang."
"Selamat sore Tuan Brox, selamat menikmati hadiah mu nanti," ejek Rafael kemudian merangkul bahu Nora dengan mesra keluar dari ruangan penerima tamu.
"Brengsek kalian! Lihat saja nanti saat aku keluar dari penjara!" teriak Brox marah.
Diluar di dalam mobil, Nora menyandarkan kepalanya di dada Rafael di jok belakang dengan Felix menyetir mobil di jok kemudi membawa mobil keluar dari daerah penjara.
"Sekarang mau kemana?"
"Hari ini istirahat dulu, aku ingin berbaring malas seharian." Nora memeluk erat tubuh Rafael.
Rafael menaruh wajahnya di kepala Nora, mengelus kepalanya penuh sayang.
Seminggu kemudian Jerome masih tak menampakkan batang hidung nya, mungkin masih mencari keberadaan kekasihnya Amanda karena ingin mengaman kan dari Nora.
Nora sedang di ruangan kantor sedang mencari kampus yang dekat agar Rafael mau kuliah mengambil jurusan bisnis agar Perusahaan Anna dapat diurus Rafael, jika berhasil mengambil Perusahaan mantan suaminya dari tangan Jerome kemungkinan ia akan mengurus Perusahan nya sendiri.
"Sayang, kemarilah. Lihat ini, kampus ini dekat tapi bagus. Paling 20 menit bolak balik rumah dan kampus, gimana?" Nora sudah berhasil membujuk kekasih nya itu untuk kuliah.
"Hm, boleh. Tapi sesuai kesepakatan kita, aku kuliah karena kamu meminjamkan uang padaku bukan memberikan padaku. Suatu hari aku akan menggantinya, oke."
"Oke, besok kita datang ke kampus ini." Ujar Nora.
"Bukti - bukti dari Leticia mau kamu apakan?" tanya Rafael.
"Kirimkan pada Tamara dan Jerome dengan anonim, lalu suruh seseorang agar memeras mereka dengan rekaman itu. Bagaimana menurutmu?"
"Good idea, oke. Aku akan segera mengurusnya bersama Tuan Thomas. Kalau begitu aku akan pergi menemui Tuan Thomas, kamu akan dijaga Felix. Aku pergi, bye." Rafael mengecup bibir Nora sekilas lalu berbalik pergi.
Bibir Nora tersenyum melihat punggung tegap lelaki yang bisa ia andalkan, berharap bisa bersama sampai kematian memisahkan mereka.
Sore hari Rafael belum kembali, Nora pulang dari Perusahaan dijaga oleh Felix. Ia merasa ingin menengok Ibu Rafael lagi, juga sekalian akan mengatakan keinginan nya untuk bersama Rafael.
"Felix, bawa aku ke rumah sakit tempat Ibu Rafael dirawat."
"Baik, Nyonya."
kwkwkkw