Quirinus pikir, setelah menikah bersama wanita yang dicintai dan mencintainya akan mendapatkan kehidupan bahagia, damai, dan tidak pernah menemui masalah apa pun. Tapi ternyata, ia keliru. Masalah memang tidak pernah muncul dari hubungannya dengan sang istri, namun justru masa lalu.
Saat usia pernikahan menginjak satu tahun dan Annora tengah mengandung anaknya, karirnya sebagai seorang model dan aktor melambung tinggi. Ketika ia mulai terkenal itulah titik di mana seorang wanita dari masa lalu Quirinus muncul dan mengaku bahwa memiliki anak bersamanya.
Ujian cinta Quirinus dan Annora begitu luar biasa. Sanggupkah mereka bertahan dalam ikatan pernikahan yang masih seumur jagung itu atau justru sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 31
Indahnya hidup jika setiap permasalahan bisa diselesaikan dan bicarakan secara baik-baik. Tidak perlu ada amarah dan emosi menggebu untuk menghadapi lika-liku kehidupan. Memiliki hati dan jiwa yang begitu lapang pun bisa menjadi kunci utama rumah tangga Quirinus dan Annora tetap utuh, tanpa ada kata perpisahan. Mungkin, ada sedikit kecewa itu wajar dan manusiawi.
Berita tentang Quirinus yang memiliki anak dari hasil kenakalan remaja pun mulai bisa diterima oleh masyarakat, terutama Hulos—Hugo’s Lovers. Itu adalah nama khusus penggemarnya.
Kebanyakan memaklumi dan tidak lagi menghujat Quirinus sebagai pria tidak bertanggung jawab. Apa lagi berani mengakui dan klarifikasi juga. Sehingga berita tidak lagi simpang siur. Ya ... meskipun pasti ada saja yang masih belum terima dengan kenyataan Quirinus memiliki anak lain. Sebab, kebanyakan orang mendambakan pasangan Annora dan Quirinus yang selalu tampil mesra.
Tidak sedikit penggemar yang tidak setuju kalau Quirinus merawat putranya di dalam rumah yang sama dengan Annora. Mereka takut kalau bocah itu berbuat sesuatu yang buruk dengan mencelakai. Sepasang suami istri itu sejak tadi duduk di sofa dengan posisi tanpa jarak, membaca komentar yang masuk ke dalam media sosial.
“Semua terserah padamu, aku akan mengikuti apa maumu. Kalau kau bersedia hidup ditambahi satu orang anak lagi, maka akan ku jemput Austin. Tapi, kalau tidak, hanya uang bulanan yang ku kirim dan sesekali menengok dia,” ucap Quirinus. Baru kali ini ia ikut membaca pendapat penggemarnya, biasanya selalu Annora yang aktif mengecek isi kolom komentar.
“Em ... dia laki-laki, mungkin bisa jadi kakak dari anak kita,” balas Annora seraya mengusap perut yang sudah membuatnya mulai merasakan engap.
“Tapi ... Austin sedikit nakal.”
Annora menggelengkan kepala, tidak sepakat dengan penilaian suami. “Tidak ada anak yang nakal. Mereka hanya kurang diarahkan saja.”
Quirinus membalas berupa senyuman, mengeratkan pelukan hingga kepalanya menempel pada pipi sang wanita. “Pemikiran orang berhati mulia memang beda, tidak pernah melihat dari sudut pandang keburukan.” Semakin menurunkan posisi, dia berhenti ketika menemukan bagian tubuh Annora yang empuk. Namanya juga lelaki, tahu saja mana yang nyaman dijadikan bantal. “Betapa beruntugnya pria brengsek seperti aku yang bisa mendapatkan wanita sepertimu.” Dia labuhkan kecupan di dada yang kulitnya tak tertutup kain.
Annora menggeliat geli, awalnya hanya kecupan, tapi semakin lama berubah merasakan ada sesap di sana. “Hei ... pasti kau menginginkan sesuatu kalau cara menduselnya sudah seperti ini.” Dia sedikit menjambak rambut Quirinus supaya berhenti membuatnya ... terangsang.
Quirinus meringis, sedikit mendongak dan mengedipkan sebelah mata. “Setelah dipikir-pikir, sudah lama sekali kita tidak bercinta. Aku sibuk kerja pagi, siang, sore, malam. Kemudian ada skandal yang menyebabkan perasaanmu sedikit kalut. Jadi ... bagaimana kalau sekali ini saja?” mohonnya dengan wajah mengiba seperti seorang anak yang tengah meminta mainan pada ibunya.
Annora menggeleng, kemudian mendorong bahu suaminya supaya sedikit menjauh. “Perutku sudah besar begini, tidak bisa membayangkan mau menggunakan gaya apa. Duduk saja napasku sudah engap, apa lagi dihentak.” Jelas itu adalah sebuah penolakan.
Quirinus langsung berubah bersimpuh di depan Annora, tepat sekali wanita itu memang tidak bisa duduk dengan posisi paha rapat.
“Please ... anakku pasti rindu karena jarang ditengok daddynya.” Dia menelusupkan tangan ke balik baju, mengusap permukaan kulit yang kemudian mendapatkan tendangan dari dalam.
Suami absurd
Suami rupa madu mulut racun
Perjodohan Arini