NovelToon NovelToon
ISTRIKU MASIH SMK

ISTRIKU MASIH SMK

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:426.2k
Nilai: 5
Nama Author: Momo_chan76

[COMPLETED]

Namaku Ferdi Alvaro aku adalah seorang guru Fisika di SMK Negeri 76 Cirebon. Awal nya hidup ku baik-baik saja, sampai akhirnya aku bertemu dengan Syarla Evita dia adalah muridku. Entah kebetulan atau apa keluarga ku dan keluarga nya bertemu dalam sebuah pertemuan bisnis.

Karena sebuah kesialan yang akhirnya membuat aku dan Syarla terjebak dalam situasi yang sulit di artikan dan membuat keluarga kami salah paham. Aku di tuduh memperkosa Syarla, oleh sebab itu aku di paksa menikahi syarla.

Sebuah pernikahan rahasia tanpa Cinta membuat hidup ku menjadi sangat rumit. Andai saat itu mereka mau mendengarkan perkataan ku, bahwa aku tak sedikit pun menyentuh syarla. Namun nasi sudah menjadi bubur untuk apa aku meratapi nasib ini.

Entah bagaimana kelanjutan hubungan rumah tangga kami, karena aku sampai saat ini belum mengerti arti Cinta sesungguhnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momo_chan76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23. BELAJAR MENGGENDONG BAYI (II)

Setelah mempunyai bayi, Ferdi dan Syarla setiap malam sering terbangun. Karena bayi mereka seringkali menangis di tengah malam sehingga Ferdi ataupun Syarla harus terus berjaga.

Ferdi selalu merasa kasihan pada Syarla hampir 24 jam dia sibuk menjaga "Bara" anak mereka, karena Ferdi tidak bisa menggendong bayi jadi ia tidak terlalu banyak membantu Syarla.

Ferdi bertekad untuk belajar bagaimana cara nya menggendong bayi yang benar, anak nya selalu menangis jika di gendong Ferdi.

Pagi ini Ferdi berniat pergi mengunjungi mamahnya untuk memintanya mengajari Ferdi bagaimana cara menggendong bayi.

Awal nya Ferdi berniat untuk mengajak Syarla berkunjung bersama, namun melihat Syarla yang masih tidur pulas karena tidak tidur semalaman tentu membuat Ferdi berpikir dua kali untuk mengajaknya.

Syarla yang masih tidur lalu terusik saat mendengar langkah kaki Ferdi mendekati nya, "Eunghh_" Suara lenguhan Syarla pelan tapi terdengar jelas oleh Ferdi.

"Sudah bangun sayang?"

Syarla mengerjapkan kedua matanya, sedikit heran karena ini hari minggu tetapi Ferdi sudah sangat rapih di pagi hari.

"Mau kemana?" Tanya Syarla dengan suara pelan karena belum benar-benar sadar.

"Aku mau pergi kerumah mamah, sudah lama aku tidak kesana." Jawab Ferdi.

Mendengar itu Syarla langsung bangun dari posisi tidur nya berniat untuk ikut dengan Ferdi tapi Ferdi menahan Syarla, "Sudah kamu sebaiknya istirahat saja, kasihan semalaman tidak tidur jagain Bara." Tutur Ferdi dengan nada khawatir.

Syarla diam sejenak, memang benar Syarla sangat lelah setelah semalaman begadang. Tapi ia juga merasa tidak enak hati jika tidak ikut dengan Ferdi.

"Sebenarnya aku juga ingin sekali mengunjungi mamah, tolong sampaikan salam aku untuk mamah ya."

"Iyah sayang, aku pergi dulu ya."

"Oh iya, sebelum kesana jangan lupa beli makanan kesukaan mamah. Yang di tempat biasa, mamah pasti suka kalau kamu beliin itu."

Hampir saja Ferdi lupa untuk membawa buah tangan , untungnya Syarla mengingatkan. Syarla memang sangat perhatian terhadap keluarga Ferdi, oleh sebab itu mamah Ferdi sangat menyayangi Syarla menantu mereka.

"Aku hampir saja lupa, terimakasih sudah mengingatkan sayang."

"Yaudah hati-hati ya."

Sebelum pergi Ferdi mencium kening Syarla terlebih dahulu, kegiatan tersebut sering terulang setiap hari. Padahal mereka sudah bukan pengantin baru lagi, tapi orang lain mungkin akan menganggap sebaliknya.

Mereka selalu nampak manis setiap harinya, jarang terdengar pertengkaran. Karena keduanya saling mencintai dan mengerti keadaan pasangan masing-masing.

Seperti yang di ingatkan oleh Syarla sebelum kerumah orang tuanya, Ferdi menyempatkan untuk membeli makanan kesukaan orang tua Ferdi. Dia membeli banyak sekali makanan, sudah seperti orang yang akan mudik ke kampung halaman.

Sebelum datang kerumah orang tuanya Ferdi juga sudah menghubungi terlebih dahulu, sehingga mereka begitu antusias saat Ferdi datang.

Setelah kelahiran Bara, Ferdi jadi lebih sibuk jadi tidak sempat mengunjungi orang tuanya. Malahan sebaliknya, orang tua Ferdi lah yang sering datang mengunjungi Ferdi dan Syarla. Sekaligus mengunjungi Bara cucu pertama mereka.

Hal pertama yang di lakukan oleh Ferdi saat pertama kali datang kerumah orang tuanya adalah mencicipi masakan mamahnya yang sudah tertata begitu banyak di meja makan.

Kali ini rumah tidak terlalu ramai karena adik nya tidak ada di rumah, ia sedang sibuk kuliah. Namun hal tersebut tidak menyurutkan antusias Ferdi saat menikmati jamuan yang disiapkan oleh mamahnya.

"Masakan buatan mamah memang yang terbaik tidak ada yang bisa mengalahkan." Puji Ferdi dengan girang nya.

"Hmm, paling juga muji karena lagi ada maunya." Sindir ayah nya Ferdi, lalu di sambut oleh gelak tawa dari mamah Ferdi.

Ferdi menahan tawa mendengar sindiran dari ayahnya, "Ayah juga pasti sependapat dengan ku kan?"

"Kamu pasti tahu bahwa masakan mamah mu ini selalu membuat ayah jatuh cinta setiap harinya." Gombal Ayah Ferdi.

Mamah Ferdi tersipu malu mendengar pujian dari suaminya, "Ayah sama anak sama saja kelakuannya." Kata Mamah Ferdi lalu tertawa pelan.

Mereka bertiga menikmati makan bersama dengan gelak tawa, moment seperti ini jarang terjadi. Apalagi setelah Ferdi menikah, Ferdi jarang sekali berkumpul dengan kedua orang tuanya karena mereka tidak tinggal bersama.

Kadang hal tersebut membuat Ferdi sedih, namun ia tahu bahwa kini dirinya sudah menjadi kepala keluarga jadi ia harus bertanggung jawab terhadap keluarga kecilnya.

Setelah selesai makan, mereka bertiga melanjutkan obrolan di ruang keluarga. Ferdi merasa ini adalah waktu yang tepat untuk meminta orang tuanya mengajarkan bagaimana cara menggendong bayi yang benar,  agar Bara anak nya nyaman jika di gendong oleh Ferdi.

"Mah, ada yang mau Ferdi tanyakan."

Kedua orang tuanya mengernyit, wajah Ferdi begitu serius saat mengatakan kata-kata itu.

"Kamu mau nanya apa?" Tanya mamah Ferdi.

"Aku ingin belajar menggendong bayi."

Krik

Kedua orang tuanya terdiam lalu saling bertatapan, Ferdi jauh-jauh mengunjungi orang tuanya dan inilah salah satu alasan Ferdi.

Wajah serius Ferdi malah membuat kedua orang tuanya tertawa lepas, Ferdi sangat polos.

"Kenapa ketawa? Aku serius." Kata Ferdi dengan nada tegas.

"Maafkan mamah, ekpresi kamu itu loh lucu sekali."

"Lagian kamu ini ada-ada saja, minta di ajarin gendong bayi kok wajah nya tegang sekali kaya tentara mau berperang. " Tutur Ayah Ferdi yang masih tidak bisa berhenti tertawa.

"Aku serius ingin belajar gendong bayi, aku tidak tega setiap hari Syarla harus menjaga Bara 24 jam tanpa henti. Setiap kali aku menggendong Bara, dia pasti menangis semakin kencang. Aku bingung, mangka dari itu aku kesini untuk meminta bantuan dari mamah."

Kedua orang tuanya terharu mendengar itu, Ferdi begitu peduli terhadap istrinya. Bangga tentu saja, anak pria satu-satunya kini sudah menjadi seorang ayah yang sangat baik kepada istrinya.

"Sini mamah ajarin, coba kamu contohkan biasanya kamu menggendong Bara seperti apa." Tutur Mamah Ferdi.

Ferdi mengikuti perintah Mamah nya, ia memperagakan apa yang di perintahkan oleh mamahnya.

Mamah Ferdi memperhatikan apa kesalahan yang membuat Bara selalu menangis jika di gendong oleh Ferdi.

"Jangan terlalu kencang menguncang bayi ketika di gendong, apalagi Bara baru berusia beberapa bulan."

"Kamu juga harus menimang nya dengan pelan, tangannya jangan terlalu kaku harus rilexs buat bayi nya senyaman mungkin."

Masukan yang Mamah Ferdi berikan membuat Ferdi akhirnya mengerti, apa saja yang harus ia lakukan agar anak nya nyaman jika di gendong oleh dirinya.

Banyak sekali masukan dari mamah Ferdi, awalnya Ferdi berpikir menggendong bayi adalah hal yang mudah tapi ternyata setelah di lakukan itu bukan hal yang mudah. Namun Ferdi tidak akan menyerah.

Ia ingin membantu Syarla istrinya, tidak mau melihat nya kelelahan sendiri. Ia memikirkan bagaimana kondisi Syarla jika harus menemani Bara setiap malam tanpa henti itu pasti akan berpengaruh buruk terhadap kesehatan Syarla. Tentu Ferdi sebagai seorang suami tidak ingin Syarla sampai sakit, karena ia begitu mencintai istrinya.

Bersambung...

1
Metro Kdw
lucu
Iin Nurchayati
bs jd pelajaran... sebagai istri g boleh egois harus ngerti keadaan suami, suami jg g boleh main pukul j apapun alasannya. saling menjaga perasaan pasangan... apapun alasannya g ada Deket dngn lawan jenis stlh menikah, apa lg berduaan
Iin Nurchayati
harusnya jangan sampai main tangan... jelas2 istrinya masih labil+dia cemburu. siapa yg g cemburu denger suaminya ngaku masih single... seenggaknya ngaku sudah tunangan kan bisa. gue aja ikut kesel😅😅
Ayum Maryam
ceritanya bagus
reni
suamiku lebih mbanting mejikom daripada mukul q soalnya dah q ulti klau maen tangan auto q pulang aja g balik lagi 🤣🤣🤣🙈
reni
tor adegan ehem2nya Napa dskip😁
Reza Talita
kak lanjut donk kak cerita bagus banget
manda_
cemburu
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu
manda_
😂😂🤭🤭
manda_
lanjut
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya
Natasya
lanjutt
Gina Maria
menurut aku novel ini simpel GK bertele-tele ceritanya rinagan mudah dicerna pokoknya bagus manis & romantis,💖
Gina Maria
novel termanis yang ku baca😘💖
Ani Susiani
ferdi jadi suami idaman
Dewi Kurnia
lanjut
Aini Erni
👍
ha?
mampir thor
Momo_chan 76: mksihh 😍
total 1 replies
4My_4hy🌺
mampir KK othor 😚
Momo_chan 76: maksih ya😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!