NovelToon NovelToon
Love And Scandal

Love And Scandal

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:174k
Nilai: 5
Nama Author: Nicegirl

Mendapati suaminya bercinta dengan adik kembarnya hingga hamil seolah belum cukup membuat Rana menderita, hingga Mamanya meminta Rana untuk berbagi suami dengan adik kembarnya itu, Rania. Karena merasa dirinya ikut andil menjadi penyebab perselingkuhan itu, Rana pun harus mengikhlaskan suaminya menikahi Rania, meski hatinya luar biasa hancur dan kecewa. Belum lagi sikap Rangga yang semakin lama semakin mengabaikan keberadaan Rana, demi Rania yang sedang mengandung anaknya.



Hadirnya sosok Ananta yang selalu menghibur dan membesarkan hatinya, membuat Rana sadar akan rumah tangganya yang mulai tidak sehat lagi. Rana pun menjadi bimbang, antara berpisah dengan Rangga dan kembali pada mantan kekasihnya itu, atau tetap mempertahankan rumah tangganya dan membuat Rania pergi dari kehidupan mereka?
Follow IG @si_nicegirl

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nicegirl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permainan?

Pov Rania 1

Saat itu hujan lebat mengguyur jalan tol saat taksi yang Rania, Sammu dan putri mereka tumpangi melewatinya untuk menuju ke rumah Rana, tempat mama Tian tinggal sekarang.

Rencananya mereka akan menghabiskan liburan musim dingin di Jakarta, untuk menghindari cuaca yang terkadang ekstrim di Sydney, sekaligus menemani mama Tian yang baru saja kehilangan suaminya.

“Pelan-pelan saja, Pak. Jarak pandangnya pendek sekali,” saran Sammu pada driver taksinya, ia melirik sekilas ke belakangnya dimana Rania tengah mengusap lembut rambut putri mereka yang tertidur pulas dengan paha Rania sebagai bantalannya.

“Iya, ini sudah pelan, Pak. Hujannya saja yang semakin deras.”

Ya benar, hujan semakin deras, jarak pandang terbatas, dan lampu jalan sama sekali tidak membantu. Sama halnya dengan mobil lainnya.

“Apa kita harus menyalakan lampu hazardnya, Hon?” tanya Rania. Entah kenapa perasaannya saat itu tidak tenang, sekakan ada peristiwa yang akan terjadi, entah apa.

“Tidak bisa, Honey. Lampu hazard tidak diperkenankan digunakan saat sedang hujan lebat, karena akan membingungkan pengendara lainnya. Bias lampunya juga malah akan menyilaukan pengendara yang lain nanti. Lampu hazard hanya bisa digunakan saat kita berhenti karena darurat saja,” jawab Sammu.

Dan tepat saat itu, kaca taksi yang dipenuhi dengan air hujan membiaskan lampu hazard yang berasal dari kendaraan di depan mereka, panik karena silau lampu beserta dengan truk besar yang berhenti di depan mereka, driver taksi membanting stirnya ke kiri jalan hingga taksi itu menabrak pembatas dan terguling entah berapa kali hingga posisi mobilnya menjadi berlawanan arah.

Kejadiannya begitu cepat, dan Rania hanya melihat bagian dalam mobilnya yang rusak parah dan putrinya sudah tidak ada lagi di sampingnya.

Dengan panik Rania meneriakkan nama Suami dan putranya itu,

“Sammu! Jingga!”

Rania seketika terduduk saat tersadar dari mimpi buruknya. Bukan mimpi buruk, lebih tepatnya peristiwa buruk yang pernah ia alami. Napasnya memburu seolah baru saja dikejar binatang buas, dan matanya membola lebar saat menyapu pandangannya ke sekeliling kamar yang gelap itu.

“Sammu! Jingga!” Panggilnya dengan keringat yang bercucuran di seluruh tubuhnya, sebelum akhirnya merintih kesakitan karena denyutan nyeri di kepalanya, bersamaan dengan ingatan patah-patahnya selama di rumah sakit,

‘Maaf, kami tidak bisa menyelamatkan nyawa suami dan juga putrinya. Hanya Rania yang berhasil kami selamatkan, itu pun berkat mukjizat Tuhan pastinya mengingat luka berat di kepalanya, Rania termasuk beruntung karena nyawanya masih dapat di selamatkan, meski harus terbaring koma karenanya.’

“Tidak bisa diselamatkan? Sammu? Jingga? Arrgghhh itu pasti bohong! Sammu … Jingga … Di mana kalian!” teriak Rania sambil turun dari tempat tidurnya, namun kakinya terlalu lemah hingga ia jatuh terduduk.

Rania terus merangkak sambil memanggil nama Suami dan putrinya, ia semakin frustasi karena tidak mendapatkan respon dari keduanya,

“Sammu! Jingga! Kalian di mana?” teriak Rania lagi.

Rania tersentak kaget saat melihat pintu yang terbuka, cahaya terang tiba-tiba memenuhi kamarnya, ingatannya kembali pada kecelakaan itu, dimana cahaya lampu hazard di depan taksinya begitu menyilaukan matanya, sontak saja Rania menutup wajahnya sambil teriak histeris,

“Awas! Sammu! Jingga!”

“Rana kamu kenapa? Rana sadar sayang ini Mama!” Samar-sama terdengar suara mama Tian, namun Rania terlalu takut untuk membuka kedua matanya dan menghadapi kenyataan kalau ia telah kehilangan Anak dan juga suaminya dalam kecelakaan maut itu.

“Rangga!” teriak mama Tian sebelum melangkah menjauh dan Rania meringkuk di sudut kamar. Ia menangisi nasibnya yang begitu menyedihkan, rasanya ia tidak akan sanggup melalui hari-harinya tanpa Sammu dan Jingga.

“Kenapa Tuhan … kenapa?” isaknya lirih.

Seandainya Rania tahu kalau mereka akan terlibat kecelakaan, Rania pasti akan membatalkan kepergiannya ke Jakarta. Dan mungkin saja saat ini ia masih hidup bahagia bersama Suami dan putri mereka.

“Arrgghh! Kenapa harus mereka? Kenapa?” Rania kembali histeris. Seandainya ia tidak diselamatkan, ia tidak akan menderita seorang diri seperti sekarang ini. Dan ya, Rania berharap nyawanya juga tidak tertolong.

“Jangan ambil mereka, jangan!” raung Rania sekeras mungkin, ia ingin mengeluarkan semua kesedihan dari dalam hatinya.

“Rana, kamu kenapa, Nak?” suara mama Tian mengalun lembut di sela isakannya. Tangannya terasa menyapu punggung Rania setelah mamanya itu duduk di sisinya, dan Rana duduk di sisi satuya lagi.

Saat itu Rania baru menyadari kalau ia tengah berada di rumah Rana. Merasakan perhatian yang begitu besar dari mama Tian dan juga Rana, membuat tangisan Rania terdengar semakin pilu. Ingin sekali ia mencurahkan seluruh kesedihannya pada mereka, namun mulutnya terasa terkunci, dan malah tangisannya yang semakin hebat.

“Kenapa aku jadi seperti ini? Kenapa?” isak Rania pilu.

“Apa kamu mimpi buruk, Nak? Kenapa kamu ketakutan seperti ini? Sst, jangan takut, itu hanya mimpi. Bukalah matamu, Nak. Dan kamu akan percaya kalau apa yang baru saja kamu hadapi itu hanyalah sebuah mimpi,” mama Tian membujuknya, namun Rania terlalu takut untuk membuka matanya. Ia takut bayangan kecelakaan itu akan menghantuinya lagi.

“Aku takut, Ma … Aku takut!”

“Ada Mama, Nia dan juga suamimu, Rangga. Apa yang kamu takutkan lagi? Kami semua akan melindungimu.”

‘Nia? Rangga? Rangga suamiku?’ Rania bertanya-tanya di dalam hatinya hingga tangisannya terhenti. Perlahan ia mengangkat wajahnya untuk menatap sosok Rangga yang berdiri menjulang di depannya,

“Rangga …”

Rania menatap tidak berkedip pada Rangga, untuk beberapa saat matanya saling terkunci dengan Rangga sebelum akhirnya sentuhan lembut Rana di lengannya membuat tatapan intensnya teralihkan pada kakak kembarnya itu,

“Rania …” pancing Rania.

“Ya Na. Aku Nia. Ada aku juga di sini, kamu jangan takut ya,” ucap lembut Rana.

‘Apa Rana sedang memainkan bertukar peran untuk menghibur aku? Sebegitu sayangnya kah Rana padaku?’ batin Rania sebelum memeluk erat Rana dan tangisnya pun kembali pecah. Hingga pertanyaan Rangga tentang bagaimana caranya Rania pindah dari tenpat tidur membuatnya melepaskan pelukannya,

“Kakiku? Ada apa dengan kakiku? Kenapa bisa tidak kuat melangkah? Apa aku lumpuh?” Rania sungguh ketakutan saat itu.

“Kamu tidak lumpuh, Nak. Kamu koma selama dua bulan, kakimu hanya tidak terbiasa jalan lagi. Kamu hanya memerlukan terapi untuk mengembalikan lagi kekuatan kakimu itu,” jawab mama Tian.

Rania mendengarkan semua penjelasan mama Tian. Dan akhirnya ia dapat mengambil kesimpulan sendiri kalau apa yang sedang keluarganya mainkan itu hanyalah cara untuk menjaga kesehatan mental Rania.

Rania mencoba bangkit dengan bantuan Rana, namun tenaganya tidak kuat menahan tubuh Rania hingga mereka nyaris terjatuh bersama-sama, untungnya Rangga dengan cepat membantu Rana menopang sisi tubuh Rania satunya lagi.

“Hati-hati, aku tidak mau memperparah kondisimu!” Ucap Rangga.

Mendapatkan perhatian yang begitu mendalam dari pria itu membuat Rania yang tengah rapuh itu begitu terharu karenanya. Hingga ia berusaha keras untuk bisa berjalan kembali, dan menunjukkan pada semuanya kalau ia tidak selemah kelihatannya.

***

Karena banyak permintaan update, Nice up lagi nih bab barunya hehe.

Jangan lupa vote, hadiah, like dan komennya yaa … Bagikan juga cerita ini ke sesama pecinta novel lainnya, terutama pecinta novel tema konflik rumah tangga. Banyak pelajaran yang akan bisa kita petik dari novel ini nantinya.

Happy reading.

1
Nia Rahmi
upp lg thor🙏
Nuryanto Yanto
lanjut kak 💪
Nuryanto Yanto
lanjut up kak
Yusi Lestari
akhirnya ketahuan juga perbuatan bejat rangga dan rania.ngapain kamu mikirin emakmu lha wong emakmu udah tahu semua
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
uppppppp
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
rangga rania klian akan sengsara
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
kasian kmu rana😭😭😭😭😭 smua pda nyakitin kmu termasuk mama mu
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
duhhhh ananta ago rebut lgi milikkk mu dri rangga
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
kan kan kthuan kan😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
berharap rana balik lagi krmh nya dgn bgitu kthuan
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
gila kmu rangga aku sumpahin klian hancur se hancur nya nanti😭😭😭😭😭😭😭😭
raa
yey.. ketahuan...
Nia Rahmi
gak usah deh mikirin mama gila kamu itu,dialh biang semua kesengsaraanmu
Yusi Lestari
aku kok gak yakin kalau rangga dan rania bakal ketahuan kayaknya ini masih dibuat rahasia sama author
Nia Rahmi
benci banget dgn mereka bertiga ini...thor kasi karma yg setimpal ya sama rania rangga dan mama tian..mereka ini pengkhianat dan gak punya hati
raa
ketauan gk nih..
anggel
cerai ajah lki model gitu
Wasni
Hah sedih aq bacanya😭😭
falea sezi
males bertele. tele
Wasni
Kpn update lg kk??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!