Aku yang awalnya tinggal bersama mamah dan juga kakek nenekku harus berpisah karena sebuah kecelakaan, mereka semua meninggal. Aku diambil oleh ayahku yang telah menikah lagi dengan perempuan lain.
Setelah tinggal bersama ayahku hidupku tak pernah damai, aku selalu diperlakukan seperti seorang pelayan jika tidak ada ayah dirumah.
Tapi kehidupan ku tiba tiba berubah, saat bertemu dengan seorang laki laki yang tak sama sekali aku kenal, tapi dia seperti mengenalku.
Apakah dia orang dari masa laluku, atau siapa, dia memperlakukan dengan lembut dan juga sangat perhatian, dia begitu membuatku takut, tapi saat aku terus menghindar dia terus mengejarku.
Dan suatu hari aku mengetahui kalau dia telah melenyapkan seseorang, sedangkan hatiku sudah terikat dengannya, lalu apa yang harus aku lakukan, haruskah aku melaporkannya pada polisi atau membiarkannya ?
Ini adalah sambungan cerita psikopat Tampan dosenku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririn dewi88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 Siapa dia
"Kat kenapa kau tak akan pulang "
Aku menatap Dian dan mengelengkan kepalaku " Em, aku akan mengerjakan tugas dia perpustakaan saja, "
"Kenapa tak dirumah "
"Aku ingin menyelesaikan disini saja, kalau dirumah tak akan beres "
"Tapi kan sekarang ada Kakak mu yang membela "
"Tapi kan dia tak ada setiap hari bisa membelaku "
"Hemm, ya sudahlah aku tak bisa menemanimu tak apa kan "
"Tak apa Dian, kau pulang saja "
"Dah Kat "
"Dadah "
Aku melihat Dian yang keluar dari dalam perpustakaan. Aku kembali mengerjakan tugasku, aku juga sudah bilang pada Kakakku untuk tak menjemput.
Aku kembali larut mengerjakan tugasku, bukannya apa-apa kalau aku pulang pasti aku akan disibukan dengan kerjaan rumah.
Aku mengelilingi perpustakaan dan mengambil buku-buku yang aku butuhkan.
"Emm, sepertinya ada disini jawabannya "
Aku kembali duduk dan membuka demi lembar buku ini, tak lupa aku pun membacanya. Mencari jawaban yang pas dan cocok.
Saat aku melihat jam tangan ku ternyata sudah jam 7 malam, tapi aku belum ada niatan untuk pulang, karena masih banyak juga yang harus aku kerjakan.
...----------------...
"Kesempatan anak itu masih ada disini, awas saja akan aku kerjain. Kau akan malu Kat, aku akan membuatmu malu dan celaka "
Perempuan itu berlari dan tak sengaja bertabrakan dengan laki-laki mabuk yang selalu berkeliaran disekitar sekolahnya.
"Ist apaan sih awas-awas "
"Mana duit, minta duit sini "
"Ga punya ih awas ahh "
Perempuan itu mendorong laki-laki mabuk itu dan berlari kearah sekolah, tapi tiba-tiba keluar idenya. Perempuan itu balik lagi dan menghampiri laki-laki itu.
"Mau duit "
"Ya mana duit "
"Tuh didalam sekolah ada anak perempuan didalam perpustakaan, duitnya ada di dia. Paksa saja cepat sana-sana "
"Beneran kan ga bohong "
"Beneran, sana masuk sana cepet minta duit sama dia "
"Oke oke "
Laki-laki itu berjalan sempoyongan masuk kedalam sekolah, penjaga juga sudah tak ada.
"Sekarang tinggal kabur, jangan sampai ada orang yang tahu "
Perempuan itu berlari dengan cepat menjauhi sekolah, biarkan Kat habis oleh laki-laki itu.
...----------------...
Bruk bruk
Aku yang mendengar suara orang terjatuh segera bangkit dan melihat keluar perpustakaan tak ada orang, lalu itu siapa.
Aku yang sudah ketakutan segera mengambil tas, aku membereskan buku seadanya. Aku takut itu orang jahat. Aku mengendap-endap keluar dan menutup pintu dengan pelan juga.
"Aduh semoga saja bukan setan "
Aku berlari dan saat belok aku malah bertabrakan dengan seseorang, "Mana duitnya sini "
"Aku ga punya uang "
"Ahh bohong kau bohong "
Aku mencoba untuk melepaskan pegangan laki-laki yang membawa botol alkohol, dia memegang tanganku dengan erat sekali.
"Aku bilang aku tak punya uang lepaskan "
"Ahh, kau hanya membual saja "
Prang, laki-laki itu memecahkan botol minumnya dan melukai tanganku " Akhh, " aku memegang luka yang dibuat oleh laki-laki itu.
Aku berlari menjauhinya, tapi laki-laki itu mengejarku, "Tolong siapa saja tolong aku, tolong "
Aku mencoba meminta tolong semoga saja ada yang masih disekolah dan bisa menolongku. Aku masuk kedalam kelas yang tak terkunci dan menutup pintunya.
Laki-laki itu mengedor-ngedor pintu, aku mencoba untuk menahannya, laki-laki itu meski mabuk tapi tenaganya besar aku sampai kewalahan.
"Tolong, siapa saja tolong aku "