NovelToon NovelToon
Married With Ketos

Married With Ketos

Status: tamat
Genre:Ketos / Nikahmuda / Romansa / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: Rsawty

Bagaimana jadinya jika dijodohkan dengan ketua osis yang selalu menghukum mu disekolah? Konyol? Yah tentu saja!

Itulah yang terjadi dengan gadis bernama Bianca Dealova Christabel. Dijodohkan dengan ketos yang minim ekspresi. Hemat dalam mengeluarkan kalimat. Agam Ezekiel Arbyshaka, the king disekolah SMA Garuda.

Namun, siapa sangka dibalik cover kalem, dingin nan bijaksana, tersimpan sebuah sisi liar yang baru diketahui oleh Bianca setelah menikah dengannya.

"Dasar ketos nyebelin!"

"Shit! I'm addicted to that girl's lips."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rsawty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terciduk

"Gam, apa pernikahan kamu dan Bianca diundur dulu sampai kamu sembuh total?" ucap Bastian tiba-tiba. "Lagi pula, Bianca gak bener-bener hamilkan? jadi, gak ada alasan buat kalian cepat-cepat nikah."

Agam dan Bianca tak langsung menjawab melainkan saling tatap terlebih dahulu mendengar pertanyaan sekaligus pernyataan itu.

"Diundur aja pah." jawab Cantika mewakilkan dua remaja itu sebab tak menjawab pertanyaan dari papanya. Ia ingin membuat Agam kesal.

"Enak aja lo!" Agam melemparkan tatapan maut pada Cantika. "Bocil, diem aja!" Lalu menoleh pada papanya. "Gak pah jangan di undur."

Enak aja diundur! pernikahan itu sudah dinanti-nantikan oleh Agam. Kalau diundur lagi, takutnya, Bianca nanti tak memilihnya dan lebih memilih cowok yang bernama Lucas itu?

Tidak, tidak! Agam tak bisa membayangkannya. Menangis dipojokan nantinya dia!

"Yakin Gam?"

Agam mengangguk mantap.

"Kayaknya lebih baik diundur dulu deh Kak. Perhatikan kondisi lo juga, itu lebih penting. Kan gak lucu, kalo saat pesta tiba-tiba lo pingsan dipelaminan."

Langsung saja Agam menggeleng. "Gak Bi, aku baik-baik aja! cuma sedikit sakit aja dibagian kepala. Dikit doang." Agam mencotohkan sedikitinya dengan jari telunjuk dan jempol.

Sakitnya ini tak ada bandingannya dengan sakit jika Bianca lebih memilik lelaki lain ketimbang dirinya.

Bastian menghela napas. "Yaudah kalo itu memang kemauan kamu." Jika itu keputusan Agam. Beliau tak bisa apa-apa. Lagipula, Bastian juga tak akan cemas lagi perihal Agam yang tak akan memperlakukan Bianca dengan baik. Sebab Agam memang benar-benar mencintai gadis itu.

Lalu Bastian menoleh pada Cantika yang masih setia mengunyah camilannya. "Tika, ayok pulang, Abang baik-baik saja. Nanti besok pagi kita kesini lagi jemput Abang pulang."

Bastian masih mempunyai urusan dikantor. Beliau kesini hanya karena membawa Cantika menjenguk Agam. Gadis kecil itu begitu mengkhawatirkan kakaknya.

Cantika mengangguk kecil, berjalan ke arah nakas dan meletakkan kantong kresek berisi beberapa snack di dalamnya diatas nakas.

"Kak Bia, ini camilan Cantika masih banyak, Kakak ambil aja." Dia berbalik badan dan menatap kakaknya.

"Abang."

Raut wajah Cantika berubah menjadi sedih membuat Agam yang melihatnya mengerutkan dahi. Tumben sekali adiknya itu mengeluarkan ekspresi seperti itu kepadanya.

Cantika menundukkan kepala. "Semoga kakak gak cepat sembuh dan selamanya tetap berada disini!" setelah mengatakan itu Cantika langsung berlari keluar dari sana dengan tawa ngakak.

Bastian geleng-geleng kepala sambil mengikuti Cantika keluar. Padahal tadi yang memaksanya kemari adalah anak bungsunya itu.

Sementara Agam yang dilanda kekesalan sudah mau beranjak ingin mengejar Adiknya tersebut ingin mengulek-uleknya menjadi bubur. Tapi Bianca menahannya.

"Udah, jangan emosi, namanya anak kecil."

"Kesel tahu Bi!"

"Yaudah. Tarik nafas dalam-dalam." Agam menurut, menarik nafasnya dalam dalam. "Tahan!" ditahannya nafasnya satu detik.

Dua detik.

"Tahan!"

Tiga detik.

"Tahan!"

Empat detik.

Lima detik.

Enam detik. Muka Agam sudah memerah kehabisan napas.

"Tahan, sampe besok!"

Agam membuang napasnya panjang. "Mati dong gue!"

"Yaudah mati aja! darah tinggi gue kalo punya suami kaya lo!"

"Tau ah! intinya gue ngambek!" Agam bersidekap dada, memonyongkan bibirnya satu centi.

"Ngambek aja ngambek! gue keluar nih." Bianca beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu.

Saat tangannya hendak meraih gagang pintu. Agam pun mulai merengek.

"Ihh Bi aaa aku ngambek kok ditinggal sih!" Agam menendang-nendang udara.

Bianca menghela napas kasar. Kenapa lelaki ini menjadi bayi besar seperti ini?

Aura Agam yang semula dingin, datar, dan galak itu menjadi lenyap begitu saja. Apakah kejadian semalam mampu membuat otak Agam tergeser?

Gadis itu mendekat kembali kebrangkar Agam untuk duduk kembali di sisinya. "Yaudah. Mau apa hm?"

Agam merentangkan tangannya dengan mata berkaca-kaca. "Cuddle." pintanya melengkungkan bibir.

Langsung saja Bianca memeluk Agam yang dengan posisi setengah bersandar untuk memenuhi permintaan cowok itu. Ia tak ingin membuatnya semakin merajuk.

Kena kamu Bianca! Agam tersenyum devil, mengeratkan lilitan tangannya di pinggang Bianca. "Bi.."

Bulu kuduk Bianca merinding mendengar bisikan tersebut, hembusan napas Agam menerpa daun telinganya. Demi apapun, ini geli sekali.

Bianca mencoba melepas pelukan Agam. Tapi cowok itu mengurungnya dengan semakin mengeratkan pelukannya. "Butuh asupan.." ucap Agam dengan deep voice.

"Jangan gila!" Bianca memberontak. Mau lepas dari kungkungan seorang Agam Ezekiel Arbyshaka? tak semudah itu!

Lelaki itu menyingkap rambut Bianca yang menutupi area favoritnya.

Cup

Begitu bibir basah Agam menyentuh kulit lehernya, Bianca memejamkan mata erat. Rasa sakit juga geli mendominasi disana. "Emm.."

Setelah memberi satu tanda dileher Bianca, Agam terkekeh serak. "Geli Bi?"

"Eumm." Bianca mengangguk kecil sambil mencoba melepas pelukan Agam padanya. "Kak Agam, Jangan gini, ini rumah sakit."

"Kalo gak dirumah sakit, kamu mau?"

"Mau apa sih?!" Kalau ada orang yang masuk bagaimana?! kenapa Agam tak kenal tempat sih?!

"Reproduksi."

Mata Bianca membelalak. Tentu saja ia paham apa yang dimaksud lelaki ini. Dasar mesum! "Reproduksi! reproduksi pala lo! inget, belum sah!"

"Dua hari lagi Bi, buat duluan apa salahnya?"

"Gak ada, masih sekolah! ih lepas Kak!"

Pandangan mereka teralih bersamaan kearah pintu saat pintu tersebut terbuka. Menampakkan Nathan yang kaget, mengangakan mulut, syok dengan apa yang dilihatnya.

Secepat kilat Nathan kembali menutup pintu. Tak kalah cepat juga Agam dan Bianca melepas pelukan dan sama-sama kembali keposisi semula.

Bianca mengerlingkan matanya keatas, canggung dan malu. Sedang Agam mencoba mengendalikam ekspresinya agar terlihat cool dibalik malunya.

***

Saat mendapat kabar jika Agam masuk rumah sakit. Sepulang sekolah, Nathan, Camella dan Bella langsung meluncur ke rumah sakit ketempat Agam dirawat untuk membesuknya.

Nathan dan Bella dengan Camella diboncengannya menghentikan motor mereka dikawasan parkiran rumah sakit.

Setelah melepas helm, Camella menyerahkan pushy pada Nathan. "Ngerepotin gue aja." ujarnya kemudian berlalu dari parkiran menuju koridor rumah sakit.

"Kalian berdua belum baikan?" Nathan dan Bella menatap punggung Camella.

"Gimana mau baikan. Gue aja gak tahu apa penyebab dia diemin gue."

"TUNGGU MELL!" Nathan mengejar Camella yang belum seberapa jauh jaraknya darinya, begitu juga Bella.

Ketiga remaja yang masih mengenakan seragam putih abu-abu itu berjalan menelusuri koridor rumah sakit, tak sengaja berpapasan dengan Bastian dan Cantika yang baru saja dari kamar rawat inap Agam. "Loh kalian--"

"Hai om, hai Tika." sapa Nathan ramah.

"Hai kak Nathan." Sapa balik Cantika tersenyum.

"Kalian mau jenguk Agam?"

Nathan, Camella dan Bella mengangguk.

"Oh, kamar Agam di nomor 108."

Setelah Bastian pamit pulang dan berlalu dari sana.

Ketiganya melanjutkan kembali langkah menuju kamar dimana Agam di rawat.

Tepat didepan pintu nomor 108. Nathan menekan handle pintu untuk membukanya perlahan tak terlalu lebar. Mendapati dua remaja yang sedang berpelukan diatas brangkar.

Agam dan Bianca.

Matanya membulat kaget juga dengan mulut menganga akan apa yang dilihat dengan mata kepalanya sendiri. Secepat kilat Nathan kembali menutup pintu menyandarkan punggungnya di pintu, mengusap-ngusap dadanya. "Mata gue ternodai." gumamnya.

"Loh kok gak masuk Nath! ayok!" desak Bella.

Nathan melipat bibir menggaruk pelipisnya kikuk. "Didalem ada adegan dewasa yang gak layak dilihat anak-anak seperti kita."

***

1
AL
mulai dari sini ya.. boleh manpir ke nove temanku dong kk di Aleta ya krya purwastuti
꧁☆ ⃟⃟Lybu•°Achaa♡ hiatus
persis banget kayak aku kalo lagi dandan atau gabut pasti karang lagu sendiri ngga ngurus nyambung apa ngga nya 😭
Tapi cuma itu yang bisa ngilangin rasa gabut kalo ngga pas lagi sendirian pasti gitu biar ngga terlalu bosen dan bingung mau ngapain jadi ya gitu 😂😭
꧁☆ ⃟⃟Lybu•°Achaa♡ hiatus
curiga endnya entar Bianca lagi melahirkan ngga lama setelah itu Agam kecelakaan terus meninggal.
E F
ga suka diakhir2
bagus awal akhir kok jd
Qaisaa Nazarudin
Padahal dari awal nya bagus alur cerita nya,Tapi makin kesini makin gak jelas, Terlalu BERTELE-TELE,,
1-BIANCA YG SUDAH BERSUAMI,TAPI MASIH BERHUBUNGAN DENGAN LELAKI LAIN, APAPUN ALASANNYA TETAP AJA GAK DIBENARKAN..
2-AGAM SEBAGAI SUAMI TAPI KAYAK PECUNDANG,DAN GAK TEGAS, BISA2 MEMBIARKAN ISTERI NYA DIDEKATIN LELAKI LAIN, DENGAN ALASAN TERLALU BUCIN KE BIA..Ckkk jadi kecewa deh,maaf ya thor..🙏🙏
Qaisaa Nazarudin
Samuel ini mmg udah Gila ya...
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Gak milih SAHABAT kamu aja??Kenapa harus Bia, Bia itu udah jadi isteri orang,Kamu Nikah aja dengan SAHABAT kamu..
Qaisaa Nazarudin
Setelah Bia menyerahkan dirinya ke Agam,Bermulalah Bia yg akan sakit hati dan tersakiti dengan poto Agam dengan cewek di Club itu..
Qaisaa Nazarudin
CINTA sih boleh, BODOH jangan, SAYANG boleh tapi pake OTAK..
Qaisaa Nazarudin
Mending Agam nyuruh Bia pulang kerumah ORTUNYA untuk koreksi dirinya,biar sadar nih CEWEK..
Qaisaa Nazarudin
Harusnya biarkan aja dia di PERKOSA sama Lucas,Biar dia tau Rasa..Jadi CEWEK bego banget,udah gitu ngaku dia yg salah,Kenapa gak ngomong,kalo Lucas itu lebih memilih Sahabat nya di banding kamu sih..hais kesel aku..🤦🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Rasain tuh Bianca,kesel aku,Cewek Bodoh..
Qaisaa Nazarudin
BianTerlalu Banyak DRAMA... yang terlihat salah sekarang itu kamu,bukan dia..Kenapa gak ngomong jujur aja.haiss kesel aku.. Sekarang Lucas itu bukan nya CINTA,tapi OBSESI..
Qaisaa Nazarudin
Aku juga Greget sih sama Bia,kenapa sih plin plan banget,Kapan mau putusnya,Ingat lho Bia,kamu itu udah Berdosa nyelingkuhin Suami kamu,Jangan sampai Agam.hilang sabar sama kamu..
Qaisaa Nazarudin
Gak ngalah apanya?? Lo udah KALAH duluan, Sekarang beda statusnya,Bia bukan SELINGKUH tapi married lho..
Qaisaa Nazarudin
Itu ke itu aja alasannya Bia untuk mengangkat call dari Lucas,Ckk heran deh,Apa dia gak mikir gimana perasaan Agam..
Qaisaa Nazarudin
Gila Samuel,maniak..
Qaisaa Nazarudin
Samuel..Apakah Sam juga mau bertanggungjawab seperti Nathan?
Qaisaa Nazarudin
Jangan2 Sherly juga hamil lho..
Qaisaa Nazarudin
berarti Nathan sama Agam menikahi cewek yang sama2 mereka sukai dari lama,Cuman caranya mereka bersatu aja yg beda2,Satu lewat perjodohan,satunya lagi lewat obat perangsang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!