NovelToon NovelToon
God Of Swords And Magic

God Of Swords And Magic

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Iblis / Perperangan / Anime / Barat / Tamat
Popularitas:29.6k
Nilai: 5
Nama Author: Liliani

Pantaskah seorang pangeran bertingkah seperti anak kecil? Apa yang kalian pikiran benak kalian?
Seharusnya seorang pangeran harus menjadi gagah dan berani seperti pangeran lainnya.

Tetapi seorang pangeran yang bernama Lukas, seperti kata orang yang tidak layak dipanggil sebagai pangeran, karena ia selalu bermain seperti bayi, selalu tidak sopan di depan semua keluarga nya, dan bukan hanya itu ia sangat lemah bermain pedang.

"Lukas jika kau terus bermain-main dan bertingkah seperti anak kecil, terpaksa ayah harus bawa kamu ke wilayah ***" teriak baginda raja.

Tetapi suatu kejadian menimpa kerjaan nya yang membuat Lukas harus kembali ke istana, karena para iblis berkeliaran di dunia manusia.

Lukas pun harus turun tangan untuk melenyapkan semua para iblis itu dan juga menyelamatkan keluarga nya yang telah tertangkap oleh raja iblis.

Mampukan Lukas menyelamatkan dunia manusia dari para iblis? Dan rintangan apa saja yang akan dilalui oleh Lukas menuju keberhasilanya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 : Dibunuh Atau Membunuh

Entah jalan apa yang aku pilih ini, jika aku sampai kalah aku akan mati, dan juga aku sampai mati akhirnya perjuangan ku untuk menyelamatkan kerajaan dan juga keluarga juga berakhir....

Singgg

Arghhh!

Biarkan aku mati yang terpenting dunia melihat nya...

Singggggg

Patsssss

"Uh... tapi aku tidak merasakan sakit!? dimana rasa tusukan dan potongan hebat mu itu!?" tanya iblis itu yang mulia meremehkan Lukas, Lukas terdiam saja ia tidak menjawab apa pun.

Singggg

Patssss

Bunyi pedang selalu berbunyi tetapi tidak ada satu pun bekas goresan atau pun luka yang tergores di seluruh tubuh iblis itu, Lukas sudah kelelahan melihat bahwa iblis itu tidak mempunyai kelemahan apapun.

"Aduh... kepalaku pusing" guma Delisha yang mulai tersadar dari pingsan nya, ia pun melihat sekeliling tempat itu dan menyadari bahwa itu bukanlah gua yang ia dan teman-temannya tempati.

"Di-dimana ini?" tanya Delisha dengan nada nya yang tidak terlalu terdengar oleh kedua penjaga iblis itu, penjaga itu pun tidak menyadari bahwa Delisha sudah tersadar.

Delisha melihat sebuah cahaya yang sangat basar terlihat dari kejauhan Lukas tengah bertarung disana dengan seorang iblis yang hampir menyerupai tinggi yang sama seperti iblis sebelum nya.

"Lu-lukas!" bisik Delisha yang semakin ketakutan melihat nya, tetapi Delisha tidak tinggal diam ia melihat situasi penjaga iblis itu bahwa mereka juga sedang menonton pertarungan itu.

Di kesempatan itu pula Delisha mencari cara untuk membangun kan teman-teman nya tanpa harus berisik dan tidak ketahuan.

Ditambah dengan keadaan Lukas yang kini sudah terluka parah, sebagai besar darah keluar dari mulut nya dan beberapa goresan di wajah dan tangan nya.

"Gi-gimana ya caranya!? ayo dong Delisha mikir cepet!" guma nya dan memukul-mukul kepalanya, Delisha hanya bisa panik sekaligus ketakutan melihat keadaan Lukas di sana.

"He... rupanya kau lemah ya seperti murid-murid lainya, senjata nya ada udah gak kuat hahahaha" tawa iblis itu yang mengenakan Lukas, Lukas melihat pedang nya itu yang kini sudah tertancap di tanah.

Kini tubuh nya sudah tidak bisa bertarung lagi, akibat salah satu kaki kanan nya yang terkilir membuat nya tidak bisa banyak begerak dan juga membuat luka nya semakin parah.

"Seperti nya kaki mu terkilir ya!? dan kakimu itu akan segera lumpuh nantinya jika aku membengkokkan kakimu itu bagaimana!?" ucap iblis itu.

Lukas terdiam ia menatap matanya ke arah gua itu, air mata mulai meneteskan dan iblis itu mengangkat kerah baju Lukas dengan jari yang panjang.

"Kau seperti nya ingin dibunuh ya dari pada kau membunuh" ucap iblis itu lagi, Lukas menatap nya dan menghapus air matanya "Ini semua karena kaum mu..." ucap Lukas dengan nada kecil.

"Ha!? kaum ku!? hahahaha, seperti nya kau harus berkaca, ini semua kan salah mu! jika kau tidak lahir di dunia ini mungkin kau! maupun orang lain tidak akan seperti ini!" ucap nya Lukas mengingat semua peristiwa waktu dimana ia dilahirkan.

"Ya... seperti nya itu akan jauh lebih baik, mending aku mati dari pada hidup itu akan membuat semua rakyat di kerajaan ini menderita dan diserang oleh kaum kalian" ucap Lukas lagi sembari tersenyum tipis. Delisha yang mendengar perkataan itu pun dengan cepat mentok telinga kedua teman nya itu.

Arghhhh

Suara jeritan yang sangat keras dari dalam gua membuat penjaga iblis dan juga Lukas terkejut dan langsung mengarah ke arah gua itu.

Brukkkk

Iblis itu segera berlari ke arah gua itu, dan langsung menjatuhkan tubuh Lukas seperti batu yang dilemparkan dan ditinggalkan begitu saja.

"Ah.. Delisha! kau tahu kan seharusnya kau membangunkan kami dengan cara yang bagus kau tahu!" teriak Alfie yang mulai kesla dengan sikap Delisha.

"Hei kalian bertiga! rupanya kalian ingin kabur ya!? dan menyelamatkan Lukas!? itu tidak akan terjadi!" teriak Penjaga itu yang mulai menghalangi pintu keluar gua itu.

"Mingir kau!"

"Tak akan!"

Delisha mengerutkan wajah nya, tiba-tiba iblis itu datang dan menarik telinga kedua penjaga iblis itu "Mengapa kalian bisa membuat mereka terbangun!" teriak nya "Maafkan kami tuan kami tidak tahu, karena kami asik menonton pertarungan tadi" ucap nya lagi.

"Tetapi pertarungan tuan dengan Lukas cukup hebat" teriak salah satu penjaga itu yang memuji dirinya, tetapi hasil itu sia-sia malah telinga mereka dibuat lebih sakit lagi.

Aku memang tidak berguna.... sebelum dilahirkan.... cuaca saja tidak mendukung waktu aku lahir dulu ditambah dengan kerahasiaan ku waktu itu untuk menyembunyikan diriku dari para rakyat dan yang lainnya...

"Memang aku ini pembawa sial!" teriak Lukas yang terbating menatap langit biru angin bertiup kencang dedaunan mengikuti arah angin.

"Kau bukan anak pembawa sial" sebuah suara yang tiba-tiba membuat Lukas terkejut, Lukas mencari asal suara itu di sekitar nya.

"Kau-kau siapa!?"

"Aku bukan siapa-siapa, aku hanya ingin membantu mu saja, dengan kekuatan yang diberikan dewa itu kepada mu, gunakan kekuatan itu" ucap nya lalu seketika suara itu tidak terdengar lagi di telinga nya.

"Ke-kekuatan dewa!?"

Grepppp

Iblis itu kembali menarik kerah baju Lukas dan mulai bersiap-siap untuk membunuh nya "Untung saja... teman-teman mu sangat lemah sehingga mungkin mereka sudah terluka cukup parah" guma nya.

Flasback On

"Kau! mulai melawan iblis ini ya!" teriak nya yang langsung mencengkram Delisha dan yang lainnya.

"Arghhhh sakit!"

Patsssss

Lemparan yang sangat kuat ke arah dinding gua itu pun membuat mereka terluka sekaligus tak sadarkan diri disana. Mereka tertawa kencan "Tak kusangka manusia bodoh itu sangat lemah" guma salah satu prajurit lain.

"Sekarang kalian jaga mereka" ucap iblis itu, ia melangkah kembali ke tempat dimana Lukas berada.

Flasback Off

"Seharusnya ketika aku kesana kau seharusnya berlari dong" ucap nya dengan nada enteng, tak ada respon apapun dari Lukas ia hanya menatap langit sedari tadi, wajah putus asa nya mulai terlihat.

Iblis itu kebingungan, tiba-tiba ia merasakan sebuah aura besar tetapi kali ini bukanlah aura yang biasa, sebuah aura keputus asaan dan juga aura ketidakberuntungan.

"A-aura apa ini, dan me-mengapa ada gas aura sebesar ini! dan mengapa ada tali aura ini, berasal dari mana semua ini!" teriak iblis itu seperti orang aneh, ia menjatuhkan tubuh Lukas yang sudah pingsan.

Tiba-tiba Lukas terbangun lalu menatap iblis itu dengan mata tajam nya, beserta teman-temanya yang ikut keluar dari gua itu, sehabis memukul para penjaga itu.

"Ka-kalian siapa!" teriak iblis itu yang ketakutan setengah mati melihat aura kegelapan melekat pada diri Lukas beserta teman-temanya itu.

"Elemen Dark!"

1
lanjit
seharusnya kalimat bergaris miring jgn itu menggunakan tutup kurung krn dia berbicara sendiri
lanjut
kak mampir dan beri dukungannya ulang ke karyaku yang tadi dong pliss
itu kenapa kalimat teriak huruf besar semua setahu saya itu tidak perlu cukup diberikan ! di akhir kalimat
tambahan bonus bunga karena sudah mau berteman
bagus banget semangat terus kak. jangan lupa mampir di karyaku juga ya dan beri dukungannya. sekalian boleh minta folback nya agar bisa berteman
seharusnya tidak perlu pakai garis miring dan berikan tanda kurung
Lie Ara: sudah ya kk
total 4 replies
Rossemarry
semangat terus thor🤗
Nadja 🎀
selamat ya dapat juara 3 😁
Nadja 🎀: sama-sama 🤗
total 2 replies
🌸nofa🌸
selamat kak, juara 3👏👏👏
Lie Ara: Terima kasih kk 😊
total 1 replies
La miréz fleurr
Semangat thor
Bpearlpul
gerakan atau kerahkan?😅
Bpearlpul: minum aqua wkwk
total 2 replies
TheKings
Menjijikan
Kara
ceritanya bagus, tetap semangat berkarya
Angeldust
Next, semangat kakk! ceritanya menarik, tulisannya juga udah rapih dan enak dibaca ... kerenn 🥰
Lie Ara: makasih kk, semoga bisa menghibur
total 1 replies
⭕ BluJoker
Atau aku yg kebingungan?😁
⭕ BluJoker
Ia melihat tubuh Koa(Lukas) yg sudah..........
⭕ BluJoker: Itu biasa... semangat up👏
total 4 replies
sanaman_56
FG FC
sanaman_56
rombak dvsbbzcnjvkvbnnbfhbbxbhhooovcbbhnngbhjchbcbvvbvbb
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!