NovelToon NovelToon
Magical Trader

Magical Trader

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Time Travel / Kehidupan alternatif / Peradaban Antar Bintang
Popularitas:25.5k
Nilai: 5
Nama Author: Harie Insani Putra

Sebagai operator warnet, Dennis aktif di salah satu forum dan sering berbagi analisa tentang pergerakan koin kripto. Dari forum inilah Dennis mendapat tawaran pekerjaan dari Dian Hartanto. Dia adalah seorang penambang bitcoin sekaligus trader koin kripto.

Menerima tawaran itu menjadi awal kehidupan Dennis berubah. Ia bahkan tak percaya harus mengalami musibah terkena sambaran arus listrik yang berasal dari petir yang menyambar sumur. Meski dokter mengijinkan pulang, ia tak benar-benar sembuh. Dennis bisa membaca pikiran orang, bisa mengetahui isi komputer dan ponsel hanya dengan menyentuhkan jarinya.

Kemampuan aneh Dennis itu sungguh terjadi. Namun satu hal yang tak ia sadari, di balik kemampuan yang dimilikinya itu, justru mengancam jiwanya. Terlalu banyak yang diketahui Dennis membuatnya harus disingkirkan oleh orang-orang misterius.

Siapakah mereka? Apa saja yang diketahui Dennis lewat kemampuan anehnya itu? Ikuti petualangan Dennis dalam Magical Trader.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Harie Insani Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Kepulangan Mr. Joe dari Amerika membawa misi penting sekaligus kabar bahagia dari Tuan Zorka.

Sesuai kesepakatan, Konsorsium ID333 akan mendapatkan gelontoran dana besar untuk menjalankan bisnis di Indonesia.

Sementara Mr. Joe diwajibkan untuk memberikan perlindungan kepada para Rustler dan membantu memerangi Alien Wrangler. Termasuk menemukan Hanz dan menyerahkannya kepada Zorka.

Setelah menyetujui perjanjian itu, Mr. Joe diperkenalkan dengan para Rustler yang sejak lama sudah berada di Indonesia. Zorka ingin Mr. Joe bekerjasama dan selalu berkoordinasi dengan mereka.

“Tugas kita bertambah sekarang. Aku ingin kalian merekrut orang-orang baru yang bertugas untuk keamanan,” perintah Mr. Joe menceritakan semua rencana yang disusunnya.

“Cari keberadaan orang yang bernama Hanz. Perkuatan keamanan di apartemen Zerch dan Zarkum,” ucap Mr. Joe tegas.

“Siap..!” jawab semua orang yang berkumpul di ruang kerja Mr. Joe.

***

Setelah pertarungan yang melelahkan dan dimenangkan oleh Layla dan kawan-kawan, mereka langsung segera pergi membawa dua orang tawanan.

“Paksa agar mereka mau mengaku!” pinta Layla kepada Mustafa.

“Cepat katakan. Siapa yang menyuruh kalian dan bagaimana bisa mengetahui keberadaan kami?” bentak Mustafa tidak sabar.

Dua orang itu bergeming membuat Pak Sodik geram. “Biar aku saja,” ucapnya dan meminta Hanz mengantikannya untuk menyopir.

“Kalau hanya seperti itu, orang ini tidak akan bicara. Coba kalau begini,” Pak Sodik menarik rambut kedua orang itu hingga bagian kepalanya keluar dari pintu mobil samping. “Jalankan sekarang Hanz.

“Gila kamu, Sodik. Bagaimana kalau kepala mereka diserempet mobil?” sahut Hanz.

“Tujuanku memang begitu. Biar saja mati sekalian,” ancam Sodik. “Percepat lagi mobilnya, Hanz!”

Dua orang tadi berteriak ketakutan saat mobil melintas di samping mereka.

“Cepat jawab atau lehermu bisa patah kena pohon di depan sana!” teriak Pak Sodik dengan nada keras. “Percepat lagi, Hanz. Aku tidak sabar melihat mereka mati!”

Hanz segera menginjak pedal gas. Wajah dua orang tadi semakin memucat mengetahui ada pohon besar di depan sana. Rambut mereka pun sudah acak-acakkan terkena angin yang berhembus kencang.

“Katakan sekarang, atau kalian sebentar lagi akan bertemu dengan malaikat maut!” teriak Sodik memegangi tubuh mereka berdua.

“Sudah, aku akan buka mulut. Jangan bunuh kami!” teriak salah seorang membuat Sodik segera menarik tubuh mereka masuk ke dalam mobil.

Hanz dan yang lain-lain akhirnya bisa bernapas lega. Sejak tadi mereka tampak gugup dan tegang menyaksikan ulah Sodik kepada dua orang itu.

“Mr. Joe, dia yang memerintahkan kami. Mereka tahu keberadaan kalian dari salah satu ponsel milik kalian,” ucap orang itu dengan napas tersenggal-senggal.

Sontak, semua memeriksa ponsel. Sodik, Mustafa dan Kosim curiga dengan ponsel hadiah yang mereka terima dari manajemen apartemen.

“Ponsel ini dulu hadiah pemberian mereka,” ucap Sodik.

“Kalau begitu buang saja ponsel kalian. Aku yakin mereka memasang pelacak lokasi di ponsel itu,” pinta Hanz.

“Buang? Lantas bagaimana aku berkomunikasi dengan keluargaku nanti?” Protes Sodik mempertanyakan keingingan Hanz.

“Gampang, Dennis akan membelikan kalian ponsel baru!” sahut Hanz dengan enteng.

Dennis hanya menganggukan kepala. Ia mulai memahami perannya sekarang untuk menyiapkan semua keperluan dana yang dibutuhkan.

Setelah mendapat kepastian Dennis akan mengganti ponsel mereka, Sodik, Mustafa dan Kosim pun segera mengambil kartu di dalam ponsel mereka lantas melemparkannya lewat jendela mobil.

“Satu persoalan sudah terjawab. Kita aman sekarang. Tinggal mencari tahu siapa Mr. Joe,” ucap Hanz berharap Sodik melanjutkan interogasinya.

“Kalian jawab pertanyaan itu, sekarang! Jangan membuatnya marah, dia bos kami. Kalau kalian berbohong, maka nyawa kalian taruhannya,” ucap Sodik bertele-tele dan tegas.

“Mr. Joe adalah pimpinan konsorisum ID333. Dia yang memerintahkan kami untuk membuntuti kalian,” sahut salah seorang yang sejak tadi sudah mau berbicara.

“Apa hubungan kalian dengan manajer apartemen?” tanya Hanz lagi.

“Giliranmu sekarang bicara. Dari tadi hanya diam!” Sodik memukul kepala seorangnya lagi.

“Tidak tahu. Kami hanya diperintah!” sahutnya singkat.

“Apa kalian tukang pukul yang disewa manajer apartemen itu?” Kali ini Sodik sendiri yang membuat pertanyaan.

Orang tadi hanya menggelengkan kepala hingga membuat Sodik semakin tidak sabar. “Jangan menggelengkan kepala. Kamu punya mulut. Cepat bicara!” bentak Sodik menampar wajah orang itu.

“Kami bukan tukang pukul seperti itu!”

“Kalau bukan tukang pukul, kalian itu siapa?” Sodik benar-benar kesal karena tak mendapatkan informasi yang jelas.

“Kami bekerja sebagai petugas keamanan di perusahaan trading Mr. Joe. Jadi, kami hanya menjalankan perintah saja.”

“Jadi kalian tidak tahu hubungan Mr. Joe dan manajer apartemen?”

Orang tadi menggeleng lagi.

“Sudah kubilang kalian punya mulut. Jangan menggeleng kalau memberikan jawaban!” bentak Sodik.

“Sudah, Sodik. Sita saja ponsel mereka. Biar Dennis yang mengurusnya,” ucap Hanz mulai sebal dengan cara Sodik membentak dua orang itu.

“Selesaikan dengan kemampuan magicalmu,” pinta Hanz kepada Dennis.

Sodik bingung ketika Dennis memegang lengan salah seorang dari mereka. Apalagi ketika Dennis memejamkan mata. Dennis sempat mendengar Sodik berbisik kepada Mustafa.

“Apakah dia paranormal?”

“Sssttt…!” Hanz memperingatkan agar Sodik diam dan meminta semua agar tenang.

Sodik langsung tak bersuara sedikit pun. Ia mencari posisi duduk yang nyaman sambil terus mengawasi tindakan Dennis yang menurutnya janggal.

“Apa itu magical? Magic, kan seperti paranormal,” bathin Sodik masih penasaran dan menduga-duga tentang siapa Dennis.

Sementara itu, Dennis mulai memasuki pikiran salah seorang dari mereka. Ia terus mencari tahu identitas dan aktifitas mereka selama ini. Satu pertanyaan yang harus dijawab adalah, apa hubungan mereka dengan para Alien yang menyamar menjadi manajer apartemen?

Jawaban pertanyaan itu belum didapatkan Dennis. Ia pun segera membuka mata.

“Bagaimana, Dennis?” sambar Sodik penasaran.

Hanz memalingkan wajahnya. Dennis hanya menggelengkan kepala.

“Belum ada informasi kaitan antara mereka,” Dennis memberitahu Dennis.

“Mungkin karena kamu sedang sakit hasilnya tidak maksimal. Kamu coba lagi dengan orang satunya. Pasti ada informasi yang bisa menjelaskan keberadaan mereka,” pinta Hanz.

“Kenapa tidak nanti saja, Ayah? Kita bisa melakukannya di rumah,” ucap Layla merasa kasihan mengingat Dennis masih menahan sakit dan kelelahan.

“Terserah kamu saja, Dennis. Kamu bisa melakukannya nanti saat tiba di rumah,” ucap Hanz setuju dengan saran Layla.

“Kalau begitu, bisa jelaskan apa yang baru saja dilakukan Dennis?” tanya Sodik sangat ingin mengetahui perbuatan Dennis.

“Dia itu dukun!” sahut Layla asal.

Sodik terkejut. “Apa benar kata Mbak Layla?” tanya Sodik kepada Dennis yang tersenyum sinis.

“Percaya saja ,Pak Sodik. Dia itu dukun cabul!” pungkas Layla menegaskan ucapannya tadi.

Sodik menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia merasa bingung mengartikan ucapan Layla.

Melihat kebingungan itu, Dennis memilih diam dan tak mengucapkan sepatah kata pun sampai mereka tiba di rumah. Bahkan, Dennis pun langsung pergi mengurung dirinya di dalam kamar.

1
REY ASMODEUS
energi, frekuensi dan getaran,.. ini bagian dari rahasian dunia.. kalau bisa terpecahkan maka segala hal yang masih sulit di wujudkan, bisa terwujud
REY ASMODEUS
novel ini lebih ke alur cerita konspirasi ya ? seru sih... tetap lanjut ya. keren ceritanya
REY ASMODEUS
wihhhhh mantap.........
Mimi Gndhs
Aku tunggu lanjutannya
Mimi Gndhs
Andaikata alien bnran ada gmn ya thor
BuayaBanjar 77
mantab thor
Nisa Deeba
menegangkan thoorrr
Gusnihtmh
lanjut thooorrr
Adi Bayu
rame
Adi Bayu
nyimak thooorrr
Matahari Timur
panggil aku jika perlu bantuan
Eka Aja
lanjut thoorrr
donadoni
Lanjut dan semangat kak thoorrr
AYU
wah wah
AYU
pantau dulu
AYU
kasih kode nih, ada apa ya kak
AYU
bagus ceritanya
Eka Aja
Gak sabar gimana caranya ngambil HD CCTV
Nisa Deeba
Buat yang suka cerita Alien, novel ini cocok dibaca. Kisahnya logis dan penulisannya rapi
Nisa Deeba
mantabssss semakin rame
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!