NovelToon NovelToon
Pura pura AMNESIA

Pura pura AMNESIA

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Identitas Tersembunyi / Gadis Amnesia / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yutantia 10

Callista, wanita muda yang terdampar dipinggir pantai dan ditemukan oleh nelayan bernama Biru.

Saat dia tersadar, dia pura pura amnesia demi bisa tinggal bersama Biru. Bukan tanpa alasan dia melakukannya. Callista merasakan kejanggalan terjadi saat dia terjatuh di laut. Pasalnya, tak ada satupun yang berusaha menolongnya. Bahkan samar samar dia bisa melihat paman dan bibinya tertawa melihatnya tenggelam.

Callista menunggu usianya 21 tahun untuk kembali kerumahnya. Dia akan mengambil alih semua warisan dari kedua orang tuanya yang saat ini ada dibawah kekuasaan paman dan bibinya. Sejak kecelakaan itu, dia baru sadar jika paman dan bibinya tidak tulus menyayanginya selama ini. Mereka hanya mengincar hartanya saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JUAL MAHAL

POV CALLISTA

Mungkin yang dikatakan Biru benar. Mungkin aku memang salah paham. Tapi tetap saja, aku kesal padanya. Aku kesal dengan sikap cueknya, apalagi itu didepan Safa. Auto anjlok harga diriku.

Aku menangis mengingat bagaimana Safa menertawakanku tadi. Belum lagi saat Biru tak mengejarku saat aku ngambek, pasti Safa makin puas tertawa.

"Cal, kok nangis?" Tanya Biru bingung.

Aku menyeka air mata sambil menatap kesal padanya. Dasar gak peka, harusnya dia duduk disebelahku, merangkulku, menyeka air mataku, bukan malah berdiri kayak patung. Bikin aku makin kesel aja. Mungkin bener kata Santi. Aku harus jual mahal dikit biar Biru menghargaiku, syukur syukur gantian dia yang ngejar aku.

Teringat dulu saat cowok cowok ngejar aku. Sikap mereka kadang bikin aku eneg. Mungkin kalau jual mahal dikit Biru jadi gak eneg dan malah penasaran sama aku.

"Udah sana pergi cari ikan. Cari yang banyak biar dapat uang banyak. Kan istri kamu ini jago ngabisin duit." Sinisku sambil kembali rebahan memunggunginya.

"Makan dulu yuk. Emang gak lapar apa sejak siang belum makan?"

Darimana dia tahu kalau aku belum makan sejak siang? Pasti Santi nih yang ember. Tapi aku gak boleh luluh. Kemarin aja aku sampai tak terhitung mengajaknya makan. Kali ini giliran aku balas dendam. Ingat, pembalasan lebih kejam.

"Gak lapar." Sinisku.

Krucuk krucuk krucuk

Mataku mendelik mendengar suara yang tak seharunya keluar. Dasar cacing lucnut, gak tahu diri, tiap hari udah dikasih makan, masih aja mempermalukan aku.

Kudengar Biru tertawa renyah. Tuh kan diketawain, bikin aku malu aja.

Sayup sayup aku mendengar langkah kaki. Jangan jangan Biru berjalan mendekatiku. Jangan jangan dia akan naik keranjang lalu memelukku dari belakang. Ahhh...aku kok jadi deg degan gini. Tahan Cal, tahan, entar kalau dia meluk, kamu harus segera menghempaskan. Enak aja habis bikin kesel mau peluk peluk.

Loh loh, kangkah kakinya kok terdengar makin jauh.

Ceklek

Aku terkejut mendengar suara pintu. Jangan jangan, bukannya mendekat, Biru malah menjauh. Aku membalikkan badan. Oh My God, ternyata Biru sudah gak ada dikamarku. Aku memukul mukul guling lalu melemparkannya kelantai. Kirain bakal dirayu dipeluk peluk, eh malah ditinggalin tanpa perasaan. Gini amat sih nasibku. Kirain jual mahal bakal dikejar, eh malah ditinggal.

Ceklek

Mendengar gagang pintu ditarik, gegas aku membalikkan badan memunggungi pintu.

"Aku bawain kesini makanannya, makan yuk."

Segera aku menggigit bibir bawah agar tak tertawa atau teriak saking senengnya. Biru membawakanku makanan, astaga...aku gak lagi mimpikan?

"Cal, makan yuk."

Tahan Cal, tahan. Lagi on mode jual mahal. Jangan mudah dirayu.

"Kalau gak mau ya udah, aku bawa kedapur lagi."

"Jangan!" Seruku sambil membalikkan badan. Yaelah, lemah banget sih Cal. Gitu doang mode jual mahalnya?

Kulihat Biru menahan tawa. Sepertinya dia puas karena telah berhasil membujukku.

Aku duduk lalu meraih salah satu piring yang dipegang Biru. Fyi, Biru itu masuk kekamarku sambil membawa dua piring. Gak romantis bangetkan? harusnyakan sepiring berdua. Benar benar pria yang menyebalkan, untung ganteng.

Biru tiba tiba meraih tangan kananku. "Ini yang katanya terluka karena masak?" Tanyanya sambil memperhatikan kedua jariku yang terbungkus plester.

"Aku masak sampai berdarah darah, eh kamu malah makan masakan wanita lain." Sindirku sambil menarik tanganku.

"Berdarah darah sampai berapa liter?" Tanyanya sambil tertawa kecil.

Dih, menyebalkan banget kan. Bukannya simpati malah diketawain. Nyesel aku udah mau makan. Harusnya mode jual mahalnya lebih dimahalin lagi.

"Ketawa aja sampai besok." Ketusku sambil beranjak dan keluar kamar. Aku duduk di karpet depan tv lalu melanjutkan makan. Kulihat Biru ikutan keluar lalu duduk disebelahku. Ceileh, dikejar juga diriku.

"Baperan amat sih. Lagi dapet ya? Aku tadi cuma becanda."

Tak kuhiraukan ucapannya. Terus saja aku makan tanpa bicara bahkan meliriknya.

"Aku minta maaf kalau udah bikin kamu kesel hari ini."

Tahan Cal tahan, jangan baper dulu meski dia udah minta maaf. Kata maaf itu tak sebanding dengan harga dirimu yang diinjak injak didepan Safa.

"Kamu cemburu ya, liat aku sama Safa?"

Aku hampir saja tersedak mendengar pertanyaannya. Banget, cemburu banget. Hatiku berteriak seperti itu. Tapi mulutku berkata lain demi gengsi.

"Enggak, ngapain juga cemburu. Kata Dilan, cemburu itu hanya untuk orang yang tidak percaya diri. Kamu tahu sendirikan, kalau percaya diriku sangat tinggi." Jawabku santai. Aku gak boleh kelihatan cemburu. Semangat jual mahal Cal, jangan kasih kendor.

"Udah nonton Dilan? kapan? kok gak ngajak aku? Dulu katanya mau nonton sama sama."

Ya elah, salah ngomongkan. Gara gara mode jual mahal, jadi lupa mode pura pura amnesianya. Lupa kalau lagi pura pura gak inget mas Dilan dan mbak Milea.

"Belum, cuma lihat potongan iklan." Kilahku.

"Belum ya, kirain udah. Emm..gimana kalau malam ini kita nonton Dilan?"

Mau...mau banget. Gimana nih, lanjut jual mahal apa nyerah? Kalau boleh jujur, mode ini begitu menyiksaku.

"Aku capek, mau tidur aja. Emangnya kamu gak kelaut?"

"Enggak. Aku juga capek, gara gara nyariin kamu."

"Lagian siapa juga yang nyuruh kamu nyariin aku?" ledekku sok menang karena ternyata dia mencemaskanku. Buktinya dia sampai kecapekan gara gara nyariin aku. Girang tak terkira hati ini.

"Bu De yang nyuruh nyariin kamu."

Bluummm

Aku seperti terhempas kedasar laut yang paling dalam. Baru saja berada diatas awan saking senengnya karena Biru mencariku karena cemas, eh...ternyata karena disuruh Bu De. Hancur sudah hati ini. Keterlaluan kamu Biru. Kalau aja gak ganteng, udah aku bejek bejek lalu lempar kelaut biar dimakan piranha.

"Tapi...kalau gak disuruhpun, aku tetap nyariin kamu."

Heis...pinter kali nih orang menjungkir balikkan hatiku.

"Kamu mencemaskanku?"

"Enggak, cuma karena gak ada yang buatin aku kopi."

Njiirrr, seketika aku melotot dengan gigi bergemeretak. Gak kira kira bener ucapan nih laki.

"Hehehe....becanda." Ucapnya sambil cekikikan. "Habisnya kamu gak kayak biasanya. Baperan amat."

Sumpah, ni orang bener bener mencabar kesabaranku. Karena isi piringku udah ludes, aku beranjak meninggalkannya menuju dapur sambil membawa piring kotor.

"Cal, ngambek ya?" Teriaknya.

"Cal, Callista."

Tak kuhiraukan panggilannya. Segera saja aku mencuci piring bekas makanku lalu menaruhnya dirak. Setelah itu aku membereskan dapur yang sedikit berantakan.

Biru menyusulku kedapur lalu mencuci piring bekas makannya.

"Cal, bikinin aku kopi ya?"

Lagi lagi kuabaikan perintahnya. Aku memilih mencuci wadah kotor bekas gulai dan perlengkapan lainnya yang kotor. Bodo amat dia minta kopi atau lainnya.

"Cal, Callista."

Kali ini aku tambah mode baru lagi. Mode pura pura budeg.

"Nyonya Biru."

Wadah yang aku pegang seketika terjatuh saking terkejutnya. Untung wadahnya terbuat dari plastik sehingga tidak pecah. Bisa bisanya Biru memanggiku seperti itu tepat ditelingaku. Sontak aku langsung gelagapan. Ditambah lagi wajahnya yang terlalu dekat itu seperti mau mencium pipiku. Ya Allah, mana tahan aku kalau seperti ini. Jantungan mendadak yang ada.

Jantungku makin berdebar saat Biru memelukku dari belakang. Tangannya bergerak meraih tanganku yang penuh busa lalu mengguyurnya dengan kran sampai sisa sabunnya hilang.

"Tangan kamu sakit, biar aku aja yang nyuci piring."

Waduh, kalau kayak gini, mana kuat aku lama lama jual mahal. Biru melepaskan tangaku lalu berpindah kesebelahku. Menggeserku sedikit dan mengambil alih pekerjaanku mencuci piring.

"Bisa tolong bikinin aku kopikan? Gak usah manis manis, cukup kamu aja yang manis."

Glodak

Gak salah denger. Biru nggombalin aku? Yakin masih mau jual mahal?

"Cal, kok bengong?"

"Hah, eh iya." Buru buru aku merebus air dan menyiapkan gula beserta kopinya.

1
LENY
KL GAK MAU HAMIL GAK USAH NIKAH🙈
LENY
GANI INI BIANG MASALAH LAGIAN CAL DUH GAMPANG BANGET DI PROVOKASI HAK PERCAYA BENAR SAMA SUAMI. ITU BARU GANI KEL YG BIKIN RIBUT GMN KL ORANG LUAR YG SENGAJA MAU HANCURIN RMH TANGGA KALIAN. PAYAH CAL
LENY
DASAR JALANG KURANG AJAR SEGERA USIR DIA CAL
LENY
BAGUS CAL SDH SAATNYA BENALU PARASIT PEMBUNUH INI DIPENJARA DAN DIUSIR DARI MU 😡👍👍
LENY
RASAIN TUH TANTE SOFI SUAMI SELINGKUH 🤮
LENY
BENAR2 KANIA INI GAK TAHU MALU DUH
LENY
PAK DE BU DE BAIK SEKALI
LENY
SMG KAK KEN BENAR2 BAIK TAK SEPERTI ORANG TUANYA🙏
LENY
TAPI SMG JEN INI TDK JAHAT SEPERTI BPK IBU DAN ADIKNYA KENIA
LENY
JGN MINDER BIRU KAMU NNT SUKSES ASAL LANJUTIN KULIAH KAMU CERDAS BAIK JUJUR ULET❤👍
LENY
YA SDH SAATNTA JUJUR PADA BIRU DAN SDH TAHU BIRU ORANG YG TULUS BAIK JUJUR DAN BERTANGGUNG JAWAB. BIRU BISA BANTU KAMU MENGHADAPI RANTE DAN OM MU YG JAHAT ITU CAL.
LENY
RAMA INI GAK TAHU DIRI KSYSKNYA DIA YG SDA RASA SAMA CAL TAPI CAL NYA BENER2 ANGGAP TEMAN BAIK GAK ADA RASA SAMA RAMA
LENY
RAMA HRS NYA RAHU DIRI JG CAL SDH MENIKAH. MUSTINYA CERITAIN AJA CAL SAMA BIRU SUAMI KAMU DIA BISA DIPERCAYA KOK
LENY
NAH BARU KAPOK KAMU CAL SEKARANG BIRU SDH GAK PERDULI. GMN GAK DIGANGGU COWOK PAKAIAN MENGUNDANG BEGITU UNTUNG MASIH SELAMAT GAK DIPERKOSA SAMA COWOK2 DIPANTAI🙈😡
☠️⃝🖌️M⃤ Muppin🍓: ✨ Halo Sahabat Pembaca! ✨
Aku baru saja merilis cerita terbaru berjudul “SCARLET MEMORIES” 🖤
Kisah tentang Diana— yang diusir oleh orang tuanya, dikhianati, dihancurkan, dan ditinggalkan dalam kondisi hamil.

Saat ia mulai sembuh karena satu pria yang tulus…

lelaki dari masa lalunya kembali,
membawa rahasia yang bisa menghancurkan segalanya.

✨ Baca SCARLET MEMORIES sekarang.
Berani jatuh cinta, berarti siap terluka lagi.
❤️ Like & komentar kalau kamu siap ikut terseret dramanya.
total 1 replies
LENY
LAH BENER DIKAMPUNG PAKE BAJU TERBUKA GITU NNT DIPERKOSA BARU TAHU KAMU CAL MENGUNDANG SYAHWAT LAKI2🙈
LENY
CAL BIKIN MASALAH AJA KIRAIN BELI SKINCARE DLL PAKE UANG SENDIRI TERNYATA DUH BISA BANGKRUT BIRU.
LENY
SDH CAL TERUS TERANG AJA SAMA BIRU BIAR DIA BISA BANTU TAKUT SAFA NNT BILANG KE KANIA TTG CALISTA BAHAYA
LENY
WAH SAFA INI DIA YG MUTUSIN BIRU KOK DIA GAK RELA YA ANEH
LENY
BETUL BIRU KULIAH LG SAMPE S2 BIAR SAFA TAHU RASA DAN PAK LURAH JG
LENY
MAKANTA JGN ISENG AKHIRNYA BIKIN MASALAH TERUS KASIHAN BIRU. SDH GAK BISA APA2 BIKIN MASALAH LAGI 🙈🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!