Pernikahan, Yasmin berpikir jika ia menikah dirinya akan hidup bahagia. Kehidupan sehari-hari ada yang mencukupi dan ia tidak perlu capek-capek kerja. Malah sebaliknya, laki-laki yang ia kenal baik dan tidak pelit ternyata adalah seorang yang pemalas tidak mau bekerja. Sebut saja namanya Hendro.
Kehidupan rumah tangga yang tidak di penuhi oleh Hendro di tambah lagi suaminya ini ternyata menikah secara diam-diam dengan tetangga samping rumahnya yang bernama Susi, janda empat kali di cerai.
Penasaran bagaimana Hendro dan Susi bisa menikah? Apakah Yasmin dan Hendro akan bercerai? Sama saya juga penasaran, yuk ikuti cerita mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 31
"Kualat, makanya jangan jadi pelakor!" Ledek bu Aminah yang sengaja memancing emosi Susi.
"Dasar nenek peyot. Pergi sana!" Usir Susi yang saat ini sedang duduk berjemur di halaman rumahnya.
"Eloknya rupa tak berguna jika hati tak selaras. Susi, selamat menikmati karma." Ucap bu Nani meneriaki.
Dada Susi terasa sesak, panas hatinya pada akhirnya wanita ini memutuskan untuk masuk ke dalam rumah.
Sangsi sosial yang di rasakan Susi, tak sebanding dengan rasa sakit yang di alami oleh Yasmin dulu.
"Brengsek!" Umpat Susi.
"Jangan suka menyumpah, tidak baik." Tegur Hendro.
"Lama-lama aku muak sama tetangga di sini. Sukanya ikut campur urusan orang aja!"
"Biarin aja, gak usah di dengar." Kata Hendro sambil menyusun barang.
"Bang, aku mau operasi plastik. Aku gak mau punya wajah jelek begini," ujar Susi.
"Kita nabung dulu lah, kecelakaan kemarin uang kamu keluar banyak."
"Kamu jual kek warisan bapak mu itu. Heran, punya suami gak berguna banget selain di atas ranjang," ucap Susi yang selalu merendahkan suaminya.
Braaaak.......
Tiba-tiba saja Hendro menghempaskan barang yang sedang ia susun.
"Lama-lama aku muak sama kamu. Susi, jangan mentang-mentang kamu punya segalanya kamu bisa merendahkan aku terus. Sudah di kasih musibah bukanya berubah malah makin menjadi-jadi," ucap Hendro dengan nada marah.
"Udah mulai berani ya sekarang," sahut Susi.
"Kenapa memangnya?" Tanya Hendro menantang.
"Kalau bukan kamu yang menggoda aku, tidak mungkin aku mau sama kamu!"
"Ya kamu aja kegatalan. Mau aja di goda....!"
"Pantas aja kamu itu janda empat kali. Sudah mulut kasar, hypersex lagi. Merasa tinggi seperti langit." Hendro mengeluarkan unek-unek yang selama ini ia pendam.
"Bagus ya, udah bisa melawan. Gak ingat selama ini kamu makan dari siapa? Yang kamu pakai sekarang ini dari siapa?"
"Setelah ku rasakan, Yasmin tidak begitu buruk untuk di jadikan istri. Menyesal aku selingkuh sama kamu," ucap Hendro.
"Heh bang Hendro, gaya mu selangit. Kamu itu laki-laki pemalas, selain di atas ranjang kamu itu gak bisa ngapain-ngapain. Cih,....kalau makan masih minta sama aku gak usah belagu...!" Cibir Susi merendahkan.
Plaaaak.........
Hendro yang sakit hati mendengar ucapan Susi langsung menampar wajah istrinya.
Susi kesakitan, untuk kesekian kali wanita ini di pukul oleh laki-laki, Hendro adalah laki-laki kelima yang menampar wajah Susi.
"Mulai sekarang, kamu aku talak!" Ucap Hendro sungguh mengejutkan Susi.
"Gak, abang gak boleh talak aku. Aku gak mau jadi janda lagi...!" tolak Susi.
"Aku tidak peduli,...!" Seru Hendro.
"Setelah aku cacat seperti ini abang tega meninggalkan aku. Dasar laki-laki tak berguna...!"
Hendro marah besar, pria ini memutuskan untuk mengemasi barang-barangnya.
"Dasar laki-laki tidak tahu diri. Sudah di beri enak main kabur aja. Bajingan kamu Hendro...!"
Teriakan Susi di depan rumah mengundang rasa penasaran para tetangga. Sudah langganan, para tetangga yakin jika saat ini Hendro pasti akan menceraikan Susi sama seperti keempat mantan suaminya dulu.
Hendro membawa tasnya, pria ini keluar dari rumah Susi.
"Perempuan gila...!" Umpat Hendro.
"Kau yang gila....!" Teriak Susi histeris. Wanita ini tak bisa berbuat banyak karena tangan kanannya masih patah.
"Perempuan hyper.....!" cibir Hendro.
"Bajingan....!" Umpat Susi.
"Nih ibu-ibu, lihat kelakuan Susi. Kalau suaminya gak bisa puasin dia, Susi akan main sendiri dama alat ini...!" Ujar Hendro memberitahu para tetangga seraya melempar alat yang biasa di gunakan Susi untuk memuaskan dirinya sendiri.
"Hendro bajingan....!" Umpat Susi menahan malu.
Hendro pun akhirnya pergi, Susi terus berteriak mengumpat pada Hendro.
"Susi, sepertinya kamu ini gila...!" Ujar salah seorang tetangga.
"Tidak waras....!"
Saat Susi sadar jika sekarang banyak orang yang sedang menonton dirinya, Susi yang malu akhirnya masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan para tetangga.
Di sisi lain, saat ini Yasmin tengah berdebar menunggu hasil alat tes kehamilan yang iseng ia beli kemarin.
Yasmin sangat berharap jika dirinya hamil karena sudah satu bulan ia telat datang bulan.
Keringat dingin, harap-harap cemas Yasmin akhirnya terbayarkan. Wanita ini tercengang tidak percaya melihat garis dua di alat tes kehamilan tersebut.
"Dari menikah dengan bang Hendro dan sekarang dengan mas Bagas, baru sekarang tes kehamilan ini bergaris dua." Ucap Yasmin masih tidak percaya.
Yasmin merahasiakan tes kehamilan yang ia lakukan pagi ini. Yasmin ingin pergi ke Dokter seorang diri untuk memastikannya. Jika memberitahu Bagas sekarang, Yasmin takut hasilnya nihil dan membuat kecewa suaminya.
Bu Mita masih berada di luar kota sedangkan Bagas sudah berangkat kerja sejak tadi. Tidak mau membuang waktu, Yasmin akhirnya memutuskan langsung pergi ke klinik yang berada tak jauh dari komplek perumahan.
Setibanya di klinik, Yasmin mendaftar terlebih dulu lalu menunggu antrian. Setelah menunggu hampir setengah jam, akhirnya nama Yasmin di panggil. Wanita ini langsung melakukan pengecekan oleh Dokter.
"Ya Tuhan, semoga hasilnya benar-benar positif." Ucap Yasmin dalam hati.
Tak berapa lama Dokter memanggil Yasmin kembali.
"Bu, bagaimana hasilnya?" Tanya Yasmin tidak sabar.
Dokter yang bernama ibu Dewina tersenyum lalu menjawab.
"Selamat, anda hamil."
Yasmin tersenyum, kedua matanya berkaca-kaca.
"Bu, serius saya hamil?" Tanya Yasmin tidak percaya. "Tolong jangan patahkan harapan saya, bu. Sudah sekian tahun saya menunggu kehamilan ini."
"Iya, saya serius. Usia kandungan mbak Yasmin sudah memasuki delapan minggu atau dua bulan."
Setetes air mata jatuh membasahi pipi. Impian memiliki seorang anak akhirnya terkabul juga. Yasmin benar-benar merasa bahagia sekarang.
Dokter memberikan obat dan Vitamin. Setelah itu Yasmin langsung pulang ke rumah.
Di rumah, Yasmin sudah tidak sabar menunggu kepulangan suaminya. Waktu terasa lambat sekali berjalan. Rasanya sudah tidak sabar untuk memberikan kejutan pada suaminya.
Pukul setengah empat sore, terdengar suara mobil Bagas memasuki pekarangan rumah. Yasmin bergegas turun menyambut kepulangan suaminya.
"Mas,.....!!"
Yasmin langsung bergelayut manja pada suaminya.
"Eh, kenapa sayang? sepertinya bahagia banget, ada apa hem?" Tanya Bagas lembut.
"Mas, mandi dulu. Aku punya kejutan untuk mas," ujar Yasmin membuat suaminya penasaran.
"Kejutan apa hem? Ulang tahun mas udah lewat loh."
"Udah, mas cepat mandi. Cepat mas....!" Rengek Yasmin.
"Kamu ini kenapa sih? Ayo cepat kasih tahu sama mas!"
"Gak mau, nanti aja setelah mas mandi." Tolak Yasmin.
"Nakal....!" Seru Bagas seraya mencubit hidung istrinya.
"Sakit,....!"
"Maaf...maaf....iya, mas mandi dulu....!"
Bagas penasaran dengan kejutan yang akan di berikan istrinya ini apa lagi melihat Yasmin sejak tadi tersenyum-senyum sendiri.
rupa nya katak jandaku diartikan ada sorang janda dan ada seorang lelaki yang menclaim janda itu adalah miliknya