Egin seorang gadis muda , anak pejabat yang memilih hidup mandiri sejak meninggalnya mamanya. Dengan mengubah penampilannya seperti gadis culun, Egin sering dibully di sekolah, namun semua dibuatnya tercengang karena kehebatannya yang tidak terduga. Bahkan Orland cowok paling ganteng di sekolah yang awalnya cuek menjadi jatuh cinta dibuatnya. Egin juga bisa mengungkap misteri dibalik meninggalnya mama tercinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Re, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 Mendapat Pesanan
" Enak Pak?" tanya Naya pada Yoga
" Egk hek ( suara tersedak ) " Yoga yang kaget ditanya langsung tersedak
" Udah...aku tidak bakalan minta kok, gak usah sampai keselek gitu, doyan apa suka!" ledek Satya yang tau sahabatnya sedang dilanda asmara.
Yoga ingin menjawab Satya namun tidak bisa karena dia tersedak.
" Ini minumnya Pak Yoga" Naya segera mengambilkan segelas air minum untuk Yoga.
" Terima kasih " kata Yoga setelah meneguk air minum pemberian Naya.
" Sama-sama Pak Yoga"
" Terima kasih juga pudingnya, sangat enak nyonya " katanya lagi dengan canggung harus memanggil bagaimana.
" Yah dihabisin " seru Satya saat mendekat ke arah Yoga dan Naya
" Kamu sendiri yang bilang gak bakalan minta!" Yoga membela diri.
" Maaf Pak Satya, lain kali akan saya buatkan lebih banyak lagi Pak " kata Naya.
" Tidak perlu repot-repot nyonya," sahut Satya
" Saya buatkan lagi besok , Pak Yoga pasti juga akan setuju, bukan begitu Pak?" tanya Naya
" Pasti..pasti saya setuju nyonya. Terima kasih sudah repot untuk kami"
" Tidak repot sama sekali Pak Yoga"
Setelah banyak berbasa basi, mereka melanjutkan diskusi penataan ruang yang tinggal finishingnya saja.
Orland, Egin dan Pak Yansen bersamaan datang ke toko.
Orland dan Egin bersalaman dengan Naya dan mencium punggung tangan Naya. Tiap kali mereka bertemu selalu menghormati Naya seperti itu.
" Kalian kok sudah pada pulang? Biasanya kan agak sore baru pulang?" tanya Naya pada Orland.
" Ada rapat ma " jawab Orland
" Ooo begitu, tidak ke tempat Rendra?"
" Nanti Ma. O iya kenalin Ma. Ini guru olah raga yang baru di sekolah "
Pak Yansen mengulurkan tangannya pada Naya
" Yansen "
" Naya "
" Katanya rapat, kok kamu gak ikut?" tanya Yoga
" Aku kan hanya guru honorer kak, tidak perlu ikut rapat. "
" Lho bro....ini siapa? " tanya Satya
" Ini Yansen adikku bro, kenalin "
" Yansen"
" Satya"
" Ooo jadi Pak Yansen ini adiknya Pak Yoga?" tanya Naya kemudian
" Iya Bu Naya" jawab Yansen
Setelah semua saling kenal, merekapun melanjutkan obrolannya.
Egin menerima pesan singkat di ponselnya.
Ada customer yang memesan souvenir untuk dikirim ke luar pulau.
Egin menerima pesanan tersebut. Dan segera memberitahukan lewat group wa.
***
Di rumah Rendra
" Wah.....Bram kita dapat orderan lagi " kata Rendra senang.
" Iya bro, makin terkenal ya produk kita" jawab Bram
" Bersyukur Nak.....semua berkat yang Maha Kuasa" kata Nenek.
"Amin ....iya Nek " jawab Rendra dan Bram bersamaan.
" Bro coba loe cek apa saja bahan yang habis. Ini kata Egin, yang pesan adalah hotel yang ada di tempat wisata. Ada permintaan logo hotelnya minta disertakan" kata Rendra
" Beres Bro, sebentar gue cek" jawab Bram
" Gue juga bantu cek, lihat stock juga"
" Ini berapa pcs ya? kok Egin belum share."
Rendra menanyakan di group kuality dan tanggal deadline pengiriman kapan
Egin menjawab bahwa pesanan ada 5000 pcs dan waktu yang diberikan dua minggu.
Bram dan semua anak geng motor ke depannya akan sering lembur untuk mengerjakan pesanan kali ini.
Karena hanya mereka dan anak muda dikampung Rendra yang fulltime.
Sedangkan yang lain semua bersekolah. Setelah dicek, banyak bahan yang memang harus beli karena stocknya tinggal sedikit.
Dan untuk jumlah pesanan yang sangat banyak tentu saja kurang.
Rendra membuat daftar list untuk semua bahan-bahan yang dibutuhkan, dan mengirimnya ke Egin.
Egin yang sudah membaca rincian dari Rendra, memgambil kertas dan mengkalkulasi berapa nominal yang akan dibutuhkan untuk membeli semua bahan tersebut.
Setelah dikalkulasi , dia share nominalnya supaya semua tau. Egin selalu transparant pada semua temannya mengenai keluar masuknya uang.
Cyntia yang ada di rumahnya sendiri, membaca pesan Egin di group wa, dia yang pegang keuangan menjawab bahwa uang masih sangat cukup untuk membeli semua keperluan itu.
Pengelolaan keuangan mereka cukup baik dan tertib . Tiap kali ada pembayaran dari customer, mereka simpan.
Seminggu sekali tiap hari jumat, mereka bagi hasil seperti gaji mingguan.
Semua tercukupi dari hasil penjualan.
Semua yang membaca di group sangat senang, selain produk mereka jadi terkenal, mereka juga bisa mencukupi kebutuhan sendiri dan tidak merepotkan orang tua.
Tidak jadi beban untuk siapapun.
Sementara Rendra dan Bram serta anak geng motor sudah mulai membuat tanpa membuang waktu lagi setelah Egin mengirim gambar desain yang diinginkan customernya.
Sambil mengobrol
" Bro...mumpung gak ada cewek-cewek gue mau nanya sama loe" kata Rendra
" Tanya aja bro, loe gak usah sungkan sama gue" jawab Bram
" Loe kenapa tidak sekolah?"
" Gue sudah malas. Lebih baik kayak gini"
" Loe kan anak orang kaya"
" Bokap dan Nyokap udah kayak petasan di rumah kalau ketemu. Untung saja mereka sudah pisah."
" Jadi maksud loe, bokap nyokap cerai?"
" Bener bro, gue dan adik gue korban broken home"
" Sorry bro, gue baru tau soal ini"
" Gak papa. Sejak bokap nyokap cerai, kita tinggal sama nyokap semua. Bokap masih mensupply semua kebutuhan kami"
" Setidaknya loe tau siapa bokap nyokap loe bro! Gue dari kecil sampai besar gak tau siapa orang tua gue. Gue hanya tau Nenek"
" Tiap kita ada masalah bro. Kita semua saudara disini. Untung gue ketemu Egin dan diajarin jadi baik. Kalau enggak gak tau deh gue mau jadi apa "
" Loe benar bro, gue juga gak tau gimana mencukupi kebutuhan gue dan nenek. Makin lama Nenek makin tua dan gak mungkin jualan di warung terus. "
" Kita harus memajukan usaha ini bersama bro. Buruan kita gambar di kayu dulu nanti tinggal dipotong sama anak-anak yang lain "
" Oke, bentar lagi mereka mau pada kesini"
" Mantap "
Rendra bergegas dengan sangat cekatan menggambar di kayunya.
Kerjasama yang kompak dan sangat baik akan menghasilkan kualitas produk yang baik juga.
***
Mendengar pembicaraan Egon dan Orland mengenai pesanan, Pak Yansen bertanya
" Kalian ada usaha apa? Sepertinya sangat sibuk"
" Kami ada usaha souvenir Pak "
" Wah hebat , jarang ada anak muda yang mau ambil peluang seperti kalian"
" Iya Pak , awalnya ya kami tidak menyangka bisa jadi seperti ini." jawab Orland
" Sudah sampai mana saja pemasarannya?"
" Pengiriman kita ada dalam kota, luar kota, luar pulau bahkan dibantu Om Yoga sampai ke luar negeri"
" Bapak bangga sama kalian"
" Terima Pak Yansen"
" Pak, kami permisi dulu, mau beli semua bahan hari ini untuk menghemat waktu.
Om Yoga, Om Satya maaf kami tinggal dulu."
" Hati-hati di jalan ya, jangan lupa makan " sahut Yoga
" Ma, Orland pamit dulu" kata Orland sambil mencium punggung tangan mamanya
Begitu juga dengan Egin.
" Hati-hati ya di jalan" kata Naya
" Baik Ma"
" Baik Tante"
maaf ini tanya yah author 🙏🙏
aku team Orland - Egin. feel nya dapet banget.
mau munculin karisma Richard jg ga ngaruh. krn ngerasain "soul" itu susah lho.
jgn dibuat goyah thor. pasangan ini udh kuat banget "soul" nya