NovelToon NovelToon
Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: athania

Dalam Novel ini mengandung beberapa unsur dewasa untuk 21+.
Mohon bijak dalam membaca

Nafiza dan Brian mereka baru saja menikah. mereka menikah bukan karena saling mencintai, melainkan dijodohkan oleh kedua orangtua mereka.
Kedua orangtua nafiza dan brian adalah teman dekat mereka sering melakukan kerjasama bisnis sehingga mereka memutuskan untuk menikahkan kedua anaknya.
Nafiza baru berumur 17 tahun dan masih sekolah kelas XII sedangkan brian berumur 25 tahun sedang menjalankan perusahaan milik ayahnya meski begitu pernikahan ini dibolehkan karena mereka berasal dari keluarga kaya dan terpandang.
Tetapi nafiza dan brian sama-sama tidak saling menyukai, mereka mau menikah hanya untuk menuruti keinginan kedua orangtua mereka dan berkomitmen untuk sama-sama tidak akan saling jatuh cinta juga tidak tidur bersama. Lalu bagaimana kisah rumah tangga nafiza dan brian? sanggupkah mereka untuk tidak saling jatuh cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon athania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Yang Harus Di Tepati

Malam semakin gelap, jam dinding menunjukan pukul 23.00. Brian dan Nafiza baru saja tiba di rumah setelah melakukan kencan dua versi, yang pertama adalah kencan ala anak SMA keinginan Nafiza, sedangkan satu lagi kencan biasa yang di inginkan Brian. Mereka kini telah berada di dalam rumah yang terlihat sepi tentu saja hanya satpam yang menjaga rumah yang masih bangun, sedangkan Bi Inah dan asisten rumah tangga yang lain sudah beristirahat.

Kryuuuuuuukkkk

Terdengar suara dari perut Nafiza, dengan cepat ia memegangnya dan tersenyum kecut ke arah Brian.

"Kamu lapar?" Tanya Brian.

"Hehe iya, kita hari ini kan belum makan malam. Kamu tadi sepertinya lupa"

"Oh iya maaf Nafiza aku benar-benar lupa mengajakmu pergi tapi kita belum makan, aku akan meminta Bi Inah membuatkan makanan. Tunggu sebentar ya" Brian baru akan melangkahkan kakinya menuju kamar Bi Inah tetapi tangannya di tahan oleh Nafiza.

"Tidak usah kasihan pasti Bi Inah sedang tidur pulas, bagaimana jika kita memasak makan malam bersama?" Usul Nafiza.

"Memangnya kamu mau masak apa?"

"Aku cuma bisa memasak nasi goreng. Aku memang payah sekali belum bisa memasak apa-apa untukmu" Nafiza menundukan wajahnya.

"Tak apa, aku suka dengan nasi goreng buatanmu waktu itu. Ayo kita siapkan bahan-bahannya" Brian memegang tangan Nafiza mengajaknya ke dapur.

Nafiza memakai celemek bersiap untuk memasak, ia memeriksa persediaan nasi sedangkan Brian bergerak sesuai perintah Nafiza menyiapkan alat-alat dan bahan sayuran lalu mencucinya. Nafiza mulai memotong sayuran, rambutnya masih tergerai dan membuatnya susah untuk bergerak dia lupa mengikatnya. Beberapa kali ia menggibaskan rambutnya.

Melihat hal itu Brian kemudian mengambil pelan helaian rambut Nafiza dan menjatuhkannya, Nafiza sedikit terkejut.

"Jangan bergerak dulu" Brian berusaha mengikat rambut Nafiza walaupun tidak terlalu rapi yang penting terikat. Perlakuan Brian yang sederhana ini tetap membuat jantung Nafiza berdebar.

"Seperti dalam drama korea saja, hihi" Nafiza tertawa bahagia dalam hati.

"Terima kasih" Nafiza menyunggingkan senyumnya.

"Jangan sampai ada rambut pada masakanmu"

"Iya. Tolong ambilkan bumbunya di laci" Brian masih membantu Nafiza.

Hampir setengah jam berlalu, kemudian nasi goreng sederhana buatan Nafiza dan Brian sudah matang dan tersedia di meja makan.

"Bagaimana rasanya apakah enak?" Tanya Nafiza melihat Brian sudah memakan satu suap makanannya.

"Tidak enak" Jawab Brian singkat sambil terus mengunyah.

"Aaaahhh masa tidak enak, padahal aku membumbuinya dengan sepenuh hati" Nafiza memasang wajah kecewa, penasaran ia pun menyendokan nasi goreng buatannya ke mulutnya.

"Tidak enak kalau makannya cuma sedikit" Ucap Brian tiba-tiba.

Bruuusss

Nafiza sedikit batuk dan tersedak mendengar ucapan Brian. Ia segera meminum air putih di depannya.

"Brian berhentilah mengucapkan kata-kata gombal secara tiba-tiba. Aku bisa mati tersedak mendengar perkataanmu" Brian terkekeh melihat reaksi Nafiza.

"Iya, sudah makannya pelan-pelan. Rasanya enak kok walaupun nanti masakanmu akan aneh sekalipun aku akan selalu memakannya"

"Berhenti menggombal Brian!!" Nafiza membuka matanya lebar-lebar.

***

Setelah membereskan dapur bersama-sama Brian dan Nafiza memutuskan untuk pergi ke lantai atas kamar mereka berada, Nafiza mengganti pakaian di kamarnya, mencuci muka dan menggosok gigi, ia sudah mengenakan pakaian tidur kemudian pergi ke kamar Brian, dia sudah duduk bersandar di ranjangnya menunggu Nafiza.

"Mendekatlah" Nafiza langsung merebahkan tubuhnya di samping Brian dan memeluknya.

"Apa aku boleh bertanya?"

"Katakanlah kamu mau menanyakan apa?" Brian mengelus pelan kepala Nafiza.

"Apa kamu sudah memutuskan akan melakukan apa pada Septa?"

"Aku sudah melaporkannya pada orangtuanya"

"Lalu bagaimana menurut orangtuanya?"

"Dia akan di pindahkan ke luar negri, Nafiza sebenarnya dia sudah sering berpindah-pindah sekolah. Dia suka membuat onar, dia juga punya memiliki masalah dalam hal menyukai. Jika dia menyukai sesuatu maka dia harus mendapatkannya dan jika tidak dia akan selalu menuntutnya sampai dapat. Itu karena dia adalah anak tunggal dan kedua orangtuanya selalu memanjakannya tanpa memperhatikannya. Dia bisa melakukan cara kotor dan jahat, beruntung kamu tidak sampai di lukai olehnya" Mendengar itu Nafiza semakin mengeratkan pelukannya pada Brian.

"Aku jadi takut bertemu dengannya"

"Tenang saja kamu tidak akan bertemu dengannya lagi, sekarang sudah larut malam sebaiknya kita tidur" Brian menurunkan tubuhnya memeluk Nafiza. "Sebentar lagi ujian, kamu harus rajin belajar jangan memikirkan hal lain. Masalah ini sudah selesai"

"Iya" Nafiza memejamkan matanya.

"Kamu harus lulus, aku sudah sangat sabar menunggumu untuk memenuhi janjiku"

"Janji apa?" Nafiza membuka matanya mendongakkan kepalanya ke arah Brian.

"Untuk melakukan itu" Brian mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum menyeringai, seolah mengerti Nafiza langsung membalikkan tubuhnya membelakangi Brian, ia malu jika membayangkannya.

"Ingat kamu tidak boleh menolaknya lagi!" Ucap Brian sambil tertawa.

"Sebentar lagi habislah aku" Nafiza menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

1
Qaisaa Nazarudin
BODOH nin BEGO Brian,, Kamu lepaskan dia sekarang malah dia akan memakai rencana yg lain lg utk menjebak mu, Harusnya jgn di beri peluang ke org yg kek gini..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Untung aja ortunya juga sudah tau, Setelah ini harap Brian bisa bersikap tegas ke Sabrina, Kalo bisa pecat aja, Mending cari sekretaris yg cowok aja,Apa lagi sekarang Brian sudah menikah dan sering pergi keluar kota, jgn sampai jadi bumerang utk rumah tangga nya..
Qaisaa Nazarudin
Kamu yg jauh lebih dulu mengenal Brian, Kenapa Brian belum menjadi milik mu, Kenapa kamu gak kamu bilang langsung ke Brian supaya dia menikahi mu?? Dan itu membuktikan kalo Brian mmg gak ada rasa ke kamu, Vuma kamu yg bertepuk sebelah tangan,,🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Noh sekarang kamu rasakan apa yg Brian tlah rasakan,,
Qaisaa Nazarudin
Dari sini kamu harusnya sudah belajar dr kesalahan mu Nafiza, kangan sampai berulah lg, gak ada yg namanya temen antara cewek dan cowok,Apalagi Septa nekat banget,padahal dia udah tau status kamu, Berarti dia emang bukan cowok yg baik..
Qaisaa Nazarudin
Nafiza akan merasakan apa yg Brian rasakan saat dia melihat poto Brian dgn Sabrina nanti..
Qaisaa Nazarudin
Itu mah udah jadi Obsesi bukan lagi suka apalagi Cinta..
Qaisaa Nazarudin
Modus banget,Apa Brian gak peka dgn tingkah lakunya nih cewek,,
Qaisaa Nazarudin
pasti Brian tau siap Septa ya..
Qaisaa Nazarudin
Latanya udah mengenalndr kecil dan udah menganggap adek, Tapi kenapa masih manggil Nafiza dgn NONA??🤫🤫
Bu sul Nganjuk
Brian kamu romantis banget ya..... 😁😁😁
Bu sul Nganjuk
penuhi janji mu, nafisa...... 😁😁
Bu sul Nganjuk
tambah seru thor, tunggu upnya ya thor 😁
juli8ri
masik nyimak
Aikim
seru
Suzieqaisara Nazarudin
kenapa suaminya selalu manggil istri nya Nona..katanya udah kenal dari kecil,adek kek apa kek..
Masitah Spt
. ..
Imha Dimas
aduh anak siapa sich ini 🤭🤭🤭 ganteng maxsimal klu ini mah, jadi halu Dech akuX 😂 aku padamu Thor 🥰🥰🥰🥰🥰
Dobinca
ahh suka banget novelmu Thor..ringan..dan sangat menghibur..thank u Thor 🥰🥰🥰
Dobinca
astaga...sumur..semak..melon..tukang gali🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!