Seorang gadis miskin nan bodoh yang terjebak untuk menyelesaikan misi dalam sebuah game. Rasa frustrasi yang memuncak membuat Mila nekat memakai uang hasil kerja kerasnya kemarin itu untuk membeli kuota. Bermodalkan ponsel lawas dan beberapa giga kuota, karmila berhasil mendownload sebuah game yang berjudul ‘My Kepet pet’. Game ini adalah sebuah game pertarungan hewan dan permainan misi dengan iming-iming berhadiah uang.
“Keren nih game, bisa dapet duit beberan nggak ya? Coba aja lah, aku lagi frustasi.”
Ponsel Mila telah menyala, menampilkan gambar-gambar dengan warna dan suara yang menarik. Mila sangat asyik bermain game tersebut, beberapa saat kemudian notifikasi gagal terdengar keras.
Tet Tot!!
“What?! Aku kalah? Bahkan game pun nggak rela aku menang?” Mila melongo melihat kegagalannya.
“Aaaa .... ini sungguh tidak adil!!” teriak Mila.
Bagaimanakah cara Karmila menyelesaikan semua misinya demi mendapatkan hadiah uang tunai? Siapakah pemilik game tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
"Gimana kalau kamu berubah jadi manusia sebentar dan terbangin kita ke sana pake pesawat dari Via" Mila menatap Deon.
"Aku? Lebih baik kamu memikirkan cara yang lain." Deon menolak dan bersembunyi dibalik rambut Mila.
"Kalian kenapa sih?! temen kita lagi susah disana! Udah lah, aku minta ketapel raksasa!" Mila merasa geram dengan Deon yang tidak mau berpikir cepat.
Oke!
"Kenapa ketapel raksasa?" Deon bertanya, dia heran dengan cara berpikir Mila.
"Benda paling simpel dan yang pastinya harganya murah." Mila memposisikan ketapel raksasa itu. Ia meraih tubuh Elvan dan Via bersamaan, lalu meletakkannya di depan karet ketapel itu. Mila menarik karet ketapel itu sekuat tenaga kebelakang, mengarahkannya lalu melepaskan genggamannya.
Awas kalo meleset gue tampol loeeeeee!!!!! ucap Via sepanjang waktu terbangnya. Elvan memeluk bola bulu halus itu, sehingga terlihat seperti bola dengan dua permukaan. Satu sisi permukaan halus dan di sisi lainnya peemukaan kasar.
Apa loe peluk-peluk gue! Lepasin nggak! Protes Via saat di udara.
"Bisakah kamu diam sebentar?" Elvan semakin mengeratkan pelukannya.
"Mila, kamu bercanda kan? Kita tidak mungkin bisa sampai ke sana."
Mila tidak menanggapi kata-kata Deon. Ia mulai menarik karet ketapel itu kebelakang dan mengikatnya pada sebuah batang pohon dengan sulur kering yang ada di sana. Sebelumnya, Mila telah mengarahkan ketapel itu menuju sarang.
"Kamu ikut nggak?" teriak Mila yang sudah bersandar pada karet besar itu. Deon tampak ragu.
"Aku tinggal nih ya." Mila mengancam.
Tanpa aba-aba Mila memotong sulur itu dengan pedangnya. Ia terpental jauh, beruntung Deon melompat kearah Mila dan mengeratkan cengkramannya pada buah kenyal milik Mila. Tindakan Deon membuat Mila memekik keras.
"Deoonnn!!!! Aku pasti akan menghajarmu nantiii!!!!" Mila menggelengkan kepalanya.
Deon menikmati momen-momen itu walaupun hanya sesaat. Mila mendarat di atas gunung batu itu, tempatnya sangat gersang dengan angin yang kuat. Mila melihat Via, Jingga, dan Elvan bersembunyi di balik sarang itu.
"Deon!! Kemari kamu!" Mila masih belum sadar dengan bahaya yang mengintai mereka.
"Tenanglah, kita akan menyelesaikannya nanti."
"Apa tenang-tenang? Kamu udah berani menyentuhku!" teriak Mila dengan memejamkan matanya.
"Mila tenanglah, lihatlah dibelakangmu. Kamu telah membangunkan para bayi elang itu." Deon bergerak ke sana ke mari.
"Apa? Hanya bayi elang, kamu nggak usah alihin perhatianku."
"Aku berkata yang sebenarnya. Bayi elang ini sedang kelaparan dan kita adalah makanannya."
Mila menolehkan kepalanya dan benar saja, para bayi elang itu telah siap untuk makan siangnya. Mila mengeluarkan pedangnya, tetapi Deon melarangnya.
"Ingatlah Mila, mereka burung yang langka dan sudah punah." Deon berharap Mila tidak membunuh mereka.
Ada dua ekor bayi burung elang, mereka menatap tajam kearah Mila saja sebab Deon bersembunyi di balik leher Mila. Mila melangkah mundur hingga tubuhnya membentur pinggiran sarang. Seekor bayi elang melompat kearah Mila, membuat Mila mengayunkan tangannya berharap sang bayi elang terpental jauh.
Kenyataannya bayi elang itu menusukkan cakarnya ke dalam tangan Mila, membuat Mila berteriak kesakitan "Argh!"
"Mila!" Deon berlari mendekati bayi elang itu dan melakukan hal yang mengejutkan. Ketiga orang yang bersembunyi dibelakang sarang itu pun berdiri dan melihat apa yang terjadi. Hal yang tersaji di depannya membuat ketiga orang itu pun melongo.
"Sungguh kekuatan cinta membuat kita melakukan hal diluar nalar," ucap Elvan.
...***...
Ada rekomendasi novel bagus nih kakak, judulnya 'Lelaki Bayaranku' karya Iren. Mampir yah teman-teman 😍👇
Menceritakan wanita yang nyaris sempurna hidup dan fisiknya.
Sangat cantik, pintar dan tajir. Namun, kesepian dan butuh cinta.
Keadaan memaksa nya untuk menikah, dan dia membutuhkan lelaki untuk bisa dinikahinya.
Dan lelaki yang dinikahinya harus mau menerima bayaran untuk pernikahan itu dan menjadi suaminya, sebagai suami bayaran.
Karena dia belum bisa sepenuhnya mempercayai kata cinta. dan tidak ingin terhutang budi oleh seseorang karena telah menikahinya.
Namun siapa sangka, lelaki yanh di nikahinya itu, seorang bocah yang masih dibawah umur, yang diidolakan banyak kaum hawa.
Agung. Seorang lelaki bocah yang ternyata mempunyai kehidupan yang sempurna juga, dia di idolakan oleh hampir semua kaum hawa di sekelilingnya. Bahkan setelah menjadi suami Alexa ,Agung pun di idolakan dan di incar oleh para kaum hawa yang ada dalam ke hidupan Alexa.
Lalu, akankah Alexa mampu mempertahankan Agung tetap jadi milikny?
Akankah Agung tetap setia?
Dan akankah Alexa kuat dengan semua masalah yang dihadapinya?
Dimana masalahnya ternyata penghianatan dari orang-orang terdekatnya?