NovelToon NovelToon
Nikah Kontrak

Nikah Kontrak

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: shy. ineng

Perjodohan adalah hal keramat yang paling tidak aku sukai. Menurutku di jaman serba modern seperti sekarang ini tidak perlu yang namanya jodoh menjodoh.

Hal yang tidak aku suka malah menghampiriku, orangtuaku menjodohkanku dengan anak sahabat mereka.


Bagaimana kisah mereka?
Novel ini merupakan kelanjutan MBA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shy. ineng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Naura Come Back

Beberapa haripun berlalu, Melewati masa pingit yang menyiksa. Hari yang ditunggupun tinggal sehari lagi. Varel yang terlihat gugup dan gelisah melupakan kegalauan di hatinya beberapa hari yang lalu. Dia memfokuskan pikirannya hanya pada pernikahannya dengan Nasya.

"Ngak pernah gue bayangkan bahwa gue akan menikah dengan wanita yang begitu gue benci dulu." Ucap Varel pada Edho yang duduk di sampingnya.

"Benar kata orang, Benci dan cinta itu beda tipis." tambah Edho.

"Iya begitulah. Kehadiran Nasya di sisi gue membuat gue melupakan rasa sakit yang gue rasakan karena cinta."

"Cinta pernuh misteri, banyak hal yang tak terduga terjadi. Seandainya suatu saat lo bertemu kembali dengan Naura. Apa yang akan lo lakukan?"

"Entahlah, gue tidak berpikir sejauh itu, gue hanya fokus untuk menata masa depan. Naura hanyalah masa lalu buat gue."

"Kan seandainya aja."

"Gue ngak ingin berandai sejauh itu. Itu sangat tidak mungkin terjadi. lo tahu lah bagaimana Naura sangat tidak ingin bertemu denganku. Dia hanya memutuskan hubungan kami by ponsel aja. Untuk sekarang gue cuma fokus memenangkan hati Nasya selama setahun kedepan sesuai perjanjian kami.

"Lo ngak penasaran gitu, apa alasannya doi mutusin lo? "

"Kan sudah jelas, dia sudah tidak mencintai gue. Alasan apa lagi coba."

"Ya kali kan ada yang lain."

"Kenapa sih jadi bahas Naura. Pusing gue jadinya." Gerutu Varel. "Kangen banget sama Nasya deh." Ucapnya tersenyum membayangkan wajah Nasya.

"Sabar bro, tinggal sehari lagi kali. Ngak sabar banget deh."

"Sabar gue, enam hari aja gue tahan."

"Tahan, tapi ngeluh terus bilang kangen."

"Lo belum ngesain rasanya jadi gue. Katain aja gue sesuka hati lo. Nanti suatu saat giliran lo kayak gini, baru gue balas juga katain lo balik."

"ih kok jadi marah, dasar bucin."

"Sana lo, pusing gue kalau liatin lo terus di sini."

"Kok ngusir gue sih, Jahat. Edho memasang muka mode sedih.

"Najis, ngak cocok muka lo di gituin." Melempar Edho mengunakan bantal.

"Ngomonh-ngomong, tuh momot lo udah siap tempur belum?"

"Edho, lo ngomongin apa sih." Muka Varel memerah kalahin kepiting rebus.

"Gue tuh tanya serius, Lo udah ada persiapan untuk tempur di malam pertama?"

"Belum mikir sejauh itu,Edho. Hati Nasya belum berhasil gue taklukan, gimana mau tempur coba."

"Haha, Edho tertawa ngakak, sambil memegangi perutnya. "Momot lo yang sabar ya, menunggu itu pasti menyakitkan." Edho berucap seolah-olah berbicara pada seseorang.

"Najis lo,Edho.Senang banget kayaknya liatin gue menderita." Giliran Varel membuat mukanya dengan mode sedih.

"Haha, Edho masih dengan tertawa ngakaknya tak memperdulikan Varel dengan mode sedih."

"Ada yang push up tiap malam nih." Goda Edho pada Varel.

"Sudah nah, Edho."

"Oke. gue diam. Berusaha membungkam mulutnya. Tetapi dia tetap terus tertawa tanpa henti, hingga sakit perut.

***

Mi, udah ada kabar dari Naura belum? tinggal sehari lagi lo pernikahan ku. Masa dia ngak datang sih!" Ucap Nasya keluar dari kamarnya.

"Dia datang sayang, jangan sedih gitu dong. Masa mau jadi pengantin mukanya sedih gitu." Nancy menghampiri putrinya tersebut dan mencubit pipinya gemes.

"Mana ponsel Nasya, Nasya pengen telpon dia sekarang juga!"

"No, masa pingitmu belum berakhir. Ponselmu ada di papi, minta aja kalau berani."

"Mami," Nasya merenggek manja pada Nancy maminya.

"Sudah ah, kembali ke kamar mu sana."

"Ngak mau!"

"Mau jadi pengantin kok cemberut gitu." Suara seseorang ikut menimpali obrolan antara Nancy dan Nasya.

"Naura!" Teriak Nancy dan Nasya bersamaan, ketika mereka menoleh ke sumber suara. Tanpa aba-aba Nasya berlari memeluk Naura yang sudah merentangkan kedua tangannya.

"Jahat, kenapa datang ngak kabarin Kak sih." Masih memeluk Naura sangat erat.

"Naura pengen kasih kejutan buat kakak.Maaf ya Naura baru datang sekarang."

"Ngak apa-apa, kedatangan Naura sudah membuat kakak senang."

"Kakak tambah cantik aja." Puji Naura melepaskan pelukan di antara dirinya dan Nasya.

"Nuara juga tambah cantik, ayo kita kekamar kakak aja yuk." Menarik Naura untuk mengikutinya.

"Sebentar kak, Naura belum saliman sama Mami." Menepis tangan Nasya dan menghampiri Nancy, memcium punggung tangannya, mereka berpelukan erat.

"Terima kasih sayang sudah datang, Mami kangen banget sama Naura."

"Naura juga kanget banget sama Mami," melepaskan pelukan.

Naura dan Nancy melepas kangen dengan bercerita banyak hal. Menjelang malam, Naura mendatangi Nasya di kamarnya. Terlihat Nasya rebahan di kasur big sizenya.

"Kak, Naura masuk ya." Suara Naura mengkagetkan Nasya.

"Masuk, kak lo ngungguin kamu dari tadi."

Mendapat ijin dari sang empunya kamar, Naura masuk dan ikut duduk di samping Nasya.

"Naura..." Ucap Nasya memulai pembicaraannya dengan Naura.

"Kamu ada masalah apa?" Bertanya dengan serius pada Naura.

"Ngak masalah, biasa aja."

"Kakak merasa kamu kayak menghindar dari kakak beberapa bulan terakhir."

"Apaan sih kak, biasa aja kok. Cuma kakak kan tahu sekarang Naura sibuk mengantikan kakek mengurus perusahan kita di negara K. Jadi ya Naura agak sedikit sibuk." Tersenyum memamerkan gigi putihnya.

"Syukurlah, kakak pikir kamu ada masalah. Awas ya kalau ada masalah ngak cerita ke kakak."

"Kakak tambah cantik tahu, pantasan kak Varel klepek-klepek."

"Biasa aja ah, Naura juga cantik. Jadi, gimana nih perasaan kakak setelah bertemu kembali dengan kak Varel."

"Ya begitulah, awal pertemuan kami sangat lucu.Nasya mulai menceritakan ketika dia mengatai Varel tukang modus hingga pernah menonjok Varel. Hingga mereka bertemu karena di jodohkan.

Respon Naura hanya tertawa lepas membayangkan situasi yang dialami Nasya.

"Varel itu tipe cowok yang romantis banget. Dia sering nyanyiin kakak, gombalin kakak dengan kata-kata gombalnya dan over protektif. Bayangain aja, telat balas pesan dari dia satu menit aja, dia samperin langsung ngak mau tahu itu jam berapa dan seberapa jauh jarak antara kita." Cerita Nasya begitu semangat.

"Varel itu tipe cowok idaman wanita. Berasa kesal banget kalau jalan bareng dia, mata cewek-cewek ngeliat dia tanpa berkedip sedikit pun, rasanya pengen aku jitak aja muka mereka." Nasya terus bercerita tentang Varel tanpa henti.

"Kamu kalau ketemu langsung dengan Varel, kamu akan percaya semua ucapan kakak barusan."

Melihat mata Nasya yang berbinar-binar menceritakan tentang Varel membuat Naura merasa lega.

Sebelum kakak bertemu dengannya, aku lebih dulu mengenalnya. Merasakan perhatian dan romantis seorang Varel. Mungkin dia tidak sering menyanyikan aku lagu atau gambalin aku dengan kata-kata gombal tetapi perhatiannya yang membuat aku merasa dia sangat romantis. tetapi dia hanyalah masa lalu buatku. Aku akan melupakan kisah cinta singkat kami.Batin Naura.

.

.

.

.

.

1
Marhaban ya Nur17
drama ikan terbang 😃
Marhaban ya Nur17
pantes aja darah varel cocok ama vera 🤔 eh anaknya wkwkwwkk
Marhaban ya Nur17
laahhh kirain varel ama naura biasa aja g kumful gtu
Marhaban ya Nur17
apa itu
Marhaban ya Nur17
penasaran neh
Marhaban ya Nur17
kenayakan suara hati
Marhaban ya Nur17
eh jangan di tanyain kli bang edho pst g jujur tuh
Marhaban ya Nur17
waduh ada udang di balik bakwan neh se naura 🤔
Marhaban ya Nur17
sukurin
Marhaban ya Nur17
sinetron" g kelar"
Marhaban ya Nur17
yo ws naura ama edho aja
Marhaban ya Nur17
sabodo teuing lah nasya
Marhaban ya Nur17
naura ama nasya bulshit semua om do 😠,sok"an males gw wkwkwkw
Marhaban ya Nur17
bodo amit ama otak lu nasya 😡 sok"an se lu
Marhaban ya Nur17
gw paling males deh klo ada yg karakternya kaya naura 😞 munafik wkwkwk
Marhaban ya Nur17
oon tuh se nasya 😃
Marhaban ya Nur17
sabar bang 😬 emang ujian pernikahan besar y wkwk
Marhaban ya Nur17
kebanyakan gaya neh nasya,,, udh jelas" varelnya jg suka eh malah sok"an nolak lagi
Marhaban ya Nur17
semangat varel
Marhaban ya Nur17
good neh sikap varel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!