Gadis berusia 18 tahun jauh-jauh merantau menuju ke kota besar untuk mewujudkan mimpinya. Impian untuk melanjutkan pendidikannya setinggi-tingginya. Namun saat ia ingin membuka jalan untuk mencapai itu, datang seseorang yang awalnya bersedia untuk membantunya tapi tidak cuma-cuma.
Pernikahan yang diinginkan orang itu, gadis ini menyetujui dan akhirnya mereka berdua jatuh cinta. Persyaratan diawal sudah tidak berguna. Tetapi untuk benar-benar bersatu perjalanan mereka tidak mudah. Banyak rintangan dan tantangan yang dihadapi.
Akankah gadis ini bisa menjalaninya dan mereka berdua bisa bersatu kembali ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara Sety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tigapuluh satu.
Akhirnya semua pekerjaan di Bar telah selesai, Bar sudah terlihat rapi. Sekarang sudah pukul dua dini hari, saatnya semua pegawai bar itu pulang dan menikmati liburan mereka besok hari.
Bening yang melihat Anissa pun mengekor dibelakangnya. Bening ingin meminta maaf dan tidak ingin Anissa marah padanya.
Dari kejauhan Dave melihat Bening yang mengikuti Anissa. Dave mengira kalau Bening akan pulang bersama Anissa hari ini. Padahal ia ingin menawarinya tumpangan.
Anissa yang merasa kalau Bening mengekor padanya pun langsung menoleh dan segera menghentikan supaya Bening tidak mengikutinya lagi.
"Lo ngapain ngikutin gue ?." tanya Anissa ketus.
"Aku minta maaf Anissa. Aku ngerti apa yang kamu khawatirkan." jawab Bening merasa sedih.
"Kalau ngerti, kenapa lo lakuin. Perasaan gue udah gak enak dari awal gue masuk kerja tadi sore." ungkap Anissa.
"Aku minta maaf. Kamu jangan marah lagi. Kalau kamu marah aku pulang sama siapa ? Aku tinggal dimana ?."
"Minta saja ke calon suami mu itu."
Anissa pun mencoba pergi meninggalkan Bening, tetapi tetap saja Bening mengikutinya di belakang.
Anissa serta Bening sudah sampai di jalan raya. Anissa mencoba supaya Bening berhenti mengikutinya, Anissa pun mencoba berlari supaya Bening kehilangan jejaknya, tetapi Bening pun juga melakukan hal yang sama, Bening melepas sepatunya dan berlari tanpa menggunakan alas kaki.
Saat mereke berlari menuju ke jalan besar, terlihat dari kejauhan sebuah mobil mini cooper berwarna merah sudah menunggu ingin mengegas dan sepertinya ingin menabrak orang.
Pengemudi mobil itu pun melihat Anissa sudah lewat ia pun bersiap untuk mengegas mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ternyata targetnya adalah Bening.
BRUKKKKK....
Mobil itu menabrak tubuh Bening sampai Bening harus terlempar cukup jauh dari lokasi kejadian. Anissa yang berada di depan sangat terkejut melihat kejadian itu. Setelah menabrak Bening, mobil itu pun pergi melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan lokasi kejadian. Anissa yang melihat sahabatnya terkapar di jalanan pun berlari kembali untuk membantu sahabatnya itu.
Anissa yang melihat kondisi Bening pun sangat khawatir, keluar banyak darah dari dahinya, ia pun memberikan pertolongan pertama untuk sahabatnya itu, ia merobek baju hem nya lalu menekan dahi Bening yang berdarah.
Anissa pun mencoba mencari pertolongan untuk Bening tapi nihil, ia tidak mendapatkannya. Di jam segini sangat susah untuk mencari kendaraan apalagi bantuan.
...****************...
Dave yang ada di bar pun berpamitan kepada keluarganya untuk kembali ke apartemennya karena besok ia akan bekerja.
"Ma, Yah, Kak, semuanya aku pamit balik dulu besok ada meeting."
"Kamu balik kemana Dave ?." tanya Dean.
"Aku balik ke apartemen kak. Kenapa ?."
"Aku ikut nginep di apartemen mu ya..." ucap Dean.
"Ya udah kalau gitu ayo..." ajak Dave.
"Eh tunggu, tunggu, Dave kamu gak antar Bening pulang ?." tanya bu Yani.
"Oh tadi Dave lihat, Bening udah pulang sama Anissa sahabatnya. Ya udah mungkin mereka mau menghabiskan waktu bersama." ungkap Dave.
Dave dan Dean kakaknya itu pun meninggalkan Bar dan menuju parkiran lalu masuk ke mobil dan Dave membawa mobilnya itu menuju ke apartemennya. Dave sudah tidak sabar untuk beristirahat karena besok ia harus bekerja.
...****************...
Dave pun melajukan mobilnya ke jalanan besar dekat bar, saat ingin melewati mobilnya ia dihentikan oleh seseorang wanita dengan menggunakan hem putih dengan sedikit noda merah di sana tetapi bagian bawahnya sudah robek. Wajah wanita itu sepertinya habis menangisi sesuatu. Keadaan wanita itu sungguh memprihatinkan.
Wanita itu berdiri di depan mobil Dave, mau tidak mau Dave harus memberhentikan mobilnya mendadak. Wanita itu pun menggedor-gedor kaca mobil Dave, Dave pun membukakan kaca mobil untuk wanita itu.
"Tolong saya, teman saya mengalami kecelakaannya. Kondisinya sangat buruk." ucap wanita itu.
Dave pun menyadari sesuatu, kalau perempuan yang sekarang meminta tolong kepadanya yaitu Anissa sahabat Bening.
"Anissa ?." ucap Dave terkejut.
Dave pun keluar dari mobil nya dan bertanya apa yang terjadi pada Anissa dan dimana Bening bukankah mereka pulang bersama ?.
"Dave kamu disini tolong aku Dave tolong."
"Iya kenapa ? tolong apa ?."
"Bening Bening..."
"Iya dimana Bening ?."
Anissa pun menunjuk ke arah badan Bening yang tergeletak dengan penuh darah. Dave yang melihat itu pun langsung berlari dan menggendong Bening dan membawa masuk Bening ke dalam mobilnya untuk segera dilarikan ke rumah sakit.
"Anissa masuk ke mobil." perintah Dave.
Dave pun menaruh tubuh Bening di bangku mobil belakang dipangkuan sahabatnya Anissa.
Bening sekarang dalam kondisi tidak sadar dan banyak darah yang keluar dari tubuhnya.
Dean kakak Dave yang berada di dalam mobil pun ikut terkejut dan bertanya kepada Dave apa yang terjadi.
"Dave ada apa ?."
"Kita harus ke rumah sakit sekarang. Nyawa Bening dalam bahaya."
Mendengar itu Dean menoleh kearah belakang mobil dan memperhatikan wajah seseorang yang dibelakang. Ternyata Dean baru menyadari itu adalah Bening.
Dibelakang Anissa sudah mulai panik dengan kondisi Bening yang sepertinya semakin kehilangan banyak darah.
"Dave bisakah kamu membawa mobilnya lebih cepat ?." teriak Anissa
"Ini sudah sangat cepat. Kenapa kamu tidak membawanya ke rumah sakit ?." tanya Dave.
"Tidak ada mobil yang lewat selain mobilmu dijalan itu."
Dave memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi untuk menyelamatkan nyawa Bening. Untung saja di jam segini jalanan sangat sepi.
Bersambung...
Sesusah itu nyari novel yang bagus, terakhir baca novel yang bagus sekitar sebulan yang lalu, itu pun pembacanya dikit banget.
Judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung gini