NovelToon NovelToon
Mencintai Sahabatku

Mencintai Sahabatku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:90.9k
Nilai: 5
Nama Author: yati ayung

Naima jatuh cinta kepada Vino, mereka tidak mengetahui bahwa mereka memiliki ayah yang sama. Naima lahir karna kekhilafan seorang tuan besar 19 tahun silam. sejak lahir Naima hanya tau bahwa ayahnya sudah meninggal.

Naima memiliki 2 sahabat bernama Ana dan Alan, namun sayangnya Ana harus pindah ke belanda mengikuti orang tuanya yang di pindah tugaskan. Alan menjadi satu-satunya sahabat yang selalu ada buat Naima.

peristiwa 19 tahun itu terungkap ketika Vino dan Naima mempertemukan kedua orang tua mereka.

Untuk memisahkan Vino dengan Naima, Lastri menikahkan Naima dengan Alan. Akankah Alan mampu mempertahankan pernikahannya yang tercipta tanpa cinta?

bagaimana kisahnya?
let's chek it out..! jangan lupa tinggalkan like and vote untuk karya pertamaku.. kritik dan saran dari kalian sangat penting untuk selalu memperbaiki karya ini.

selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yati ayung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Tinggal Berdua

Setelah beberapa hari Naima di rawat dirumah sakit, Akhirnya hari ini Naima di ijinkan pulang. Dengan menggunakan kursi roda Alan mendong Naima dan membantu masuk ke dalam mobil. Semua keluarga turut serta mengantarkan ke rumah baru Alan dan Naima. Alan memang sudah memiliki rumah pemberian dari orang tuanya. Dan setelah menikah Alan ingin hidup mandiri sengan tinggal terpisah dari orang tuanya.

Setelah sampai rumah Naima langsung di antar ke kamar untuk istirahat.

"Sementara ibu akan tinggal disini untuk merawat Naima Lan" Lastri berbicara pada Alan.

"Nggak apa-apa bu, Saya sendiri yang akan merawat Naima. Kasian Dito sendiri di rumah bu. Kalian semua tenang saja" Alan memegang bahu Lastri

"Biarkan Alan melakukan tugasnya bu Lastri. Dia anak yang mandiri" Mama Alan ikut berbicara

"Saya percaya anak saya bisa merawat Naima" tambah papa Alan

"Baiklah kalau begitu, tapi kalau kamu butuh sesuatu, telpon ibu ya Lan" Lastri mengusap pipi Alan.

Setelah semua merasa lebih baik satu persatu keluargapun pulang ke rumah masing-masing. Tinggal Alan dan Naima saja. Untuk sesaat Alan bingung harus berbuat apa.

Perlahan Alan membuka pintu kamar. Alan ingin memastikan keadaan Naima.

"Naima. Apa kamu lapar? aku masakin yah" Alan mencoba memecah keheningan.

"Nggak Lan. Nanti saja. Apa semua sudah pulang?" Naima bertanya

"Iya, ibu, mama papa, mama Sinta dan papa Arya sudah pulang. Tinggal aku dan kamu disini"

"Kenapa ibu ikut pulang, aku ingin ibu disini Lan"

"Aku yang menyuruhnya Nai, kasian Dito sendirian"

"Huuffttt" Naima menarik napas

"Kenapa? Apa kamu keberatan tinggal berdua denganku" Alan duduk di tepi ranjang

"Bukan itu maksudku Lan. Aku.."

"Kamu tenang aja Nai, aku nggak akan ngelakuin hal yang aneh-aneh sama kamu. Aku cuma ingin merawat kamu seutuhnya" Alan tersenyum

"Aku tidak mau merepotkan kamu Lan, aku bisa melakukan keperluanku sendiri. Kamu tidak usah khawatir" Naima memalingkan wajahnya

"Terserah kamu saja" Alan kemudian bangkit dan pergi meninggalkan Naima.

Semua terasa canggung. Ini pertama kalinya Alan dan Naima tinggal berdua sebagai suami istri. Naima yang tidak mencintai Alan merasa sangat risih ketika berdekatan dengan Alan. Tidak bisa se akrab dulu ketika mereka hanya bersahabat tidak ada rasa canggung ataupun sungkan. Semuanya telah berubah.

Malam itu Alan masuk ke kamar untuk tidur.

"Kamu tidur disini?" Naima bertanya dengan gugup

"Nggak apa-apa kan? kita kan sudah menikah." Alan tersenyum melihat Naima yang terlihat gugup

"Alan aku nggak mau tidur satu ranjang sama kamu" Naima menaikkan selimutnya.

"Hahaha, kamu tenang aja, aku cuma mau ambil bantal. Aku akan tidur di luar" Alan mengambil bantal dan kembali keluar dari kamar.

Alan tidur di sofa yang berhadapan dengan Tv di ruang tamu. Sebenarnya ada kamar satu lagi. Atapi Alan memilih tidur di sofa supaya gampang memantau kondisi Naima.

"Miris sekali, aku tidur di sofa d rumahku sendiri. Apa kita akan seperti ini terus Nai. Menikah tapi tidak saling memiliki" Alan berbicara sendiri, menepuk-nepuk bantal kemudian merebahkan tubuhnya.

Malam itu Alan tidak kunjung tertidur. Pikirannya melayang entah kemana. Merasa miris akan nasib pernikahannya. Alan tersenyum getir sampai tiba-tiba Alan mendengar suara terjatuh dari dalam kamar.

"Naima!" Secepat kilat Alan berlari menuju kamar.

Melihat Naima yang meronta meraih kursi rodanya, Alan segera meraih tubuh Naima dan membangunkannya duduk di kursi roda

"Kamu nggak apa-apa Nai, Kamu kalau butuh apa-apa bilang sama aku ya" Alan bersimpuh di hadapan Naima

"Aku nggak berguna Lan. Aku nggak berguna!" Naima berteriak histeris, Air matanya mengalir deras

"Ini cuma sementara Nai" Alan memegang tangan Naima.

"Nggak Lan, aku nggak mau menyusahkan siapapun. Pergi Lan. Pergi!" Naima semakin histeris

"Naima. Kamu mau apa biar aku bantu ya" Alan memperhalus suaranya

"Aku tidak butuh bantuan siapapun. Apa aku terlihat sangat lemah? Aku tidak lemah Lan." Naima memukul-mukul kakinya, menyesali dengan apa yang telah terjadi padanya.

"Aku tidak ingin kamu kenapa-napa Nai!" Alan berteriak, kesabarannya habis untuk menyadarkan Naima.

"Kalau kau tidak ingin aku membantumu hanya karna aku adalah suami yang tidak kau inginkan, ijinkan aku membantumu sebagai sahabat yang peduli padamu" Alan kembali memelankan suaranya, sementara Naima hanya menunduk sambil menangis.

"Ijinkan aku menjadi sahabatmu lagi Naima" Alan kembali memegang tangan Naima.

"Aku janji Nai, hanya sebatas sahabat"

"Alan.. Hiks hiks" Naima masih menunduk

Alan memeluk Naima.

"Sungguh Nai, aku juga sakit melihat kamu seperti ini" Alan mengelus-ngelus punggung Naima dengan lembut.

Setelah itu Alan menggendong Naima dan meletakannya di tempat tidur.

"Aku akan tidur disini, agar kamu gampang jika membutuhkan sesuatu"

Alan tidur di lantai beralaskan bedcover. Semua berjalan baik setelah mereka akhirnya tertidur pulas.

1
Rajwa Alfiyah
Luar biasa
Arini Hidayati
semangat thor
Arini Hidayati
nela siapanya vino thor...
Author_Gesreck: kalo baca dari awal, pasti tau bun. Nela teman kuliah Vino yang naksir Vino
total 1 replies
Arini Hidayati
next thor
Arini Hidayati
lanjut thor
fbrn
Dito jangan sampe jahat
miss lie
🥰
miss lie
🥰🥰🥰
Arini Hidayati
lanjut thor
Author_Gesreck
makasih supportnya kaka
fbrn
lanjut kak penasaran banget semangat 🔥
Arini Hidayati
lanjut thor
Arini Hidayati
lanjut...
Arini Hidayati
next thor
Yuma Akane
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L
FB on???
Author_Gesreck: always on
total 1 replies
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L
🤣🤣🤣🤣🤣
pelukis_senja
sampai disini dl ya author cantik....tetap semangat menulisnya yaa....lope2 dah🥰
Author_Gesreck: thnkyou kakak... aku terhura udah di kunjungi
total 1 replies
pelukis_senja
sabar yaaa Alan😋
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: kyk ga da cwe lain
total 1 replies
pelukis_senja
modus biar bisa cari kesempatan dalam dana umum ini mah🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!