NovelToon NovelToon
KEMALA

KEMALA

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Nikahmuda / Cintamanis / Romansa-Percintaan bebas / Pernikahan kedua / Tamat
Popularitas:87.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Realrf

Kemala seorang wanita belia, yang sudah menjanda dua kali, semua suaminya meninggal secara misterius.

Takdir mempertemukan dia dengan seorang pria dikala hatinya masih merasakan sakit dan trauma terhadap pernikahan. Serta bayang bayang dari masa lalu yang masih terus mengejarnya.

Akankah cinta pria itu dapat menyembuhkan lukanya atau Kemala akan menjada untuk ketiga kalinya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Realrf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bersamamu

Galuh duduk di kursi yang ada di sisi ranjang. Ia tak mau bergeser sedikit pun, bahkan saat dokter datang memeriksa calon istrinya itu. Dengan raut wajahnya yang cemas tak henti hentinya Galuh mengetuk ngetuk lantai dengan ujung sepatunya.

Dokter masih terus memeriksa Kemala. Memasang alat di lengannya Kemala yang kecil untuk memeriksa tekanan darahnya, setelah melepaskan alat tensi darah. Dokter itu menempelkan stetoskop di dada Kemala.

'Sial kenapa dokter itu terus menyentuh kemala.'

Galuh menatap tak suka pada pria berjas putih yang ada di hadapannya. Selain rasa rasa cemas yang mencengkeram dadanya, ada kilatan cemburu yang terpancar jelas di raut wajah Galuh.

"Apa dia punya trauma dengan sesuatu?" tanya dokter itu, sambil membereskan peralatannya.

"Saya tidak tahu, Dok! dia langsung tidak sadarkan diri setelah masuk ke dalam ruang tamu," jawab Galuh dengan mengeryitkan keningnya.

"Dugaan saya dia baru saja melihat hal yang membuatnya trauma. Saya sarankan untuk membawa pasien ke psikiater untuk menyembuhkan traumanya."

"Anda tidak perlu khawatir, sebentar lagi dia akan siuman. Saya permisi dulu." Dokter itu mengangkat kakinya melangkah.

Galuh pun turut mengantarkan dokter itu sampai ke luar kamar. Dokter itu membalikkan badannya.

"Biarkan pasien istirahat dengan baik, usahakan jangan pernah membiarkan dia sendirian." Dokter itu menepuk bahu Galuh pelan.

"Saya permisi dulu."

"Baik Dokter. Terima kasih," ucap Galuh. walaupun dia sempat kesal karena dokter menyentuh Kemala sesuka hatinya.

Setelah dokter itu berlalu, Galuh pun menarik pintunya hendak menutupnya.

"Galuh!"

Mendengar namanya di panggilan Galuh pun menghentikan tangannya. Seorang wanita paruh baya dengan kebaya warna pastel yang melekat di tubuhnya, berjalan cepat ke arah Galuh.

"Gimana keadaan Kemala?" tanya Mama Shinta panik.

"Mama pengen liat." Shinta melangkah ingin menerobos masuk. Namun, di halangi oleh tubuh Galuh.

"Enggak boleh, Kemala harus istirahat, Ma."

"Ck, pelit amat. Awas ya kalau sampe Kemala lecet. Mama nikahin kalian sekarang, mumpung pak penghulu masih di sana," ketus Mama Shinta dengan kesal.

Mau ku juga gitu, Ma. Andai Kemala bisa dan bersedia aku akan menikahinya saat ini juga.

Galuh menghela nafas panjang.

"Kemala hanya butuh istirahat, Ma. Galuh akan menemani Kemala, maaf Galuh ga bisa ikut acara pernikahan Damar."

"Enggak apa apa, Mama akan bicara sama jeng Lia dia pasti mengerti. Kamu temani Kemala aja di kamar. Mama mau ke acara dulu. Kalau butuh apa apa bilang aja ke Mama, jangan biarkan Kemala sendirian."

"Iya."

"Awas ya kalau sampe Kemala kenapa napa. Mama sunat ulang kamu," imbuh Mama Shinta.

"Iya iya Ma, sebenarnya anak Mama itu siapa sih?!" ketus Galuh kesal.

"Jelas kamulah , makanya Mama harus tegas sama kamu!"

"Terserah deh, terserah yang mulia kanjeng ratu," sindir Galuh sambil membungkuk ala ala pengawal kerajaan majapahit.

Shinta memanyunkan bibirnya, lalu melengos pergi.

Setelah Shinta berlalu, Galuh pun menutup pintu perlahan. Ia melangkah mendekat ke ranjang di mana kemala terbaring dengan raut mukanya yang terlihat ketakutan. Galuh duduk di tepi ranjang, ia meraih tangan lentik yang mengenggam erat selimut yang menutupi tubuhnya.

"Apa sebenarnya yang terjadi padamu,"ujar Galuh dengan menatap sendu wajah pucat yang ada di hadapannya.

Dengan lembut Galuh menyisihkan anak rambut yang Kemala. Ia memandang lekat kedua kelopak mata yang masih tertutup itu. Galuh mencoba menerka seberapa banyak rahasia yang di simpan Kemala. Bagi Galuh Kemala bagaikan puzzle yang misterius.

Sepertinya kamu bukan seorang wanita biasa Kemala. kau menyimpan begitu banyak cerita untuk dirimu sendiri. Aku harap, aku akan menjadi seseorang yang kau percaya untuk membagi semua ceritamu," gumam Galuh lirih, tangannya tak henti mengelus punggung tangan Kemala.

Galuh mengecup hangat tangan yang ia genggam. Tubuh di balik selimut itu mulai menggeliat kecil. Sebuah ******* lirih keluar dari mulut mungilnya.

Seketika tubuh Kemala bangun terduduk dengan matanya terbuka lebar, dengan nafas yang tersengal-sengal. Kemala meremas dadanya yang terasa sesak hingga membuatnya meringis menahan sakit.

"Kau sudah sadar. Apa terasa sakit?" cerca Galuh dengan panik.

Kemala terkejut saat melihat Galuh ada di sampingnya. Sesak di dadanya semakin terasa, seperti himpitan batu besar yang membuatnya sulit bernafas.

Melihat wajah Kemala yang begitu pucat, serta keringat dingin yang membasahi tubuhnya membuat Galuh semakin cemas.

"Aku akan memanggil Dokter."

Galuh bangun dari duduknya, akan tetapi langkahnya terhenti saat tangannya di tarik.

Galuh menoleh ke arah Kemala. Wanita itu tertunduk sambil terus memegangi dadanya dengan satu tangan.

"Mas - jangan pergi," ucap Kemala dengan nafasnya yang tersengal. Ia mendongakkan wajahnya, menatap Galuh dengan matanya yang sudah berkaca kaca.

Galuh kembali duduk di tepi ranjang. Tangannya meraih jemari Kemala, mengenggamnya erat.

"Aku hanya akan memanggil dokter. kau sangat pucat bahkan kau sulit untuk bernafas," ucap Galuh kesal.

Sebenarnya dia tidak tega dengan keadaan Kemala, akan tetapi di juga kesal karena Kemala terus mengelengkan kepalanya.

"Enggak usah mas," lirih Kemala.

"Kenapa kamu keras kepala, terbuat dari apa kepalamu ini hem." Galuh menyandarkan kepala Kemala di dadanya.

Merengkuh tubuh mungil itu dalam pelukannya. Tangan Galuh mengusap lembut punggung Kemala yang masih basah karena keringat dinginnya.

Perlahan tapi pasti. Ritme nafas Kemala semakin teratur. Namun, tubuh Kemala bergetar, Galuh bisa merasakan bajunya yang basah karena air mata Kemala.

Kedua tangan mungil itu melingkar di pinggang Galuh, semakin menenggelamkan wajahnya di dada yang hangat itu.

"Ssst.. tidak apa apa. Menangislah, aku ada di sini untukmu," ucap Galuh dengan terus mengerakkan tangannya di punggung Kemala.

Tangis Kemala semakin pecah. Air mata yang tadinya jatuh tanpa suara, kini terdengar meraung. Menumpahkan semua rasa sakit yang selama ini tersemat dalam hatinya.

"Tenanglah."

Cukup lama Kemala menangis dalam dekapan Galuh. Sekarang ia lebih tenang walaupun masih sesenggukan. Galuh melepaskan pelukannya. Dengan satu tangannya ia merasa segelas di atas nakas.

"Minumlah," ujar Galuh sambil menyodorkan gelas itu tepat di bibir Kemala.

Kemala mengangguk kecil, lalu meneguk air dari gelas itu.

'Lihatlah, kau begitu bergantung kepadaku, tapi kau bahkan tak mau mengakuinya. Dasar wanita, menyebalkan!'

"Terima kasih Mas. Maaf bajumu jadi kotor," ucap Kemala, saat melihat baju Galuh yang basah karena air matanya.

Galuh meletakkan kembali gelas di atas nakas.

"Bagaimana sekarang, bajuku kotor dan acara di luar masih berlangsung, merepotkan!"

"Maaf mas," lirih kemala lagi.

"Maaf saja tidak akan membuat bajuku bersih!"

"Terus?"

Galuh tak menjawab. Ia mulai melepaskan kancing kemeja yang di pakainya. Kemala menundukkan kepalanya saat Galuh mulai melepaskan bajunya.

"Cepat bersihkan." Galuh melemparkan kemejanya di pangkuan Kemala.

Kemala menangkapnya dengan gelagapan.

"Cuci di kamar mandi sana!" ucap Galuh sambil menunjuk arah kamar mandi. "Harus bersih dan kering sekarang juga. kalau enggak kering aku pake bajumu!" ancam Galuh.

"Eh ..!"

Kemala hendak bergegas turun dari ranjangnya. Namun, Galuh segera memeluknya.

"Aku bercanda, serius amat sih. Lagi pula mana mau aku memakai bajumu."

"Mas."

"Biarkan seperti ini sebentar lagi. Aku ingin memelukmu lebih lama," lirih Galuh.

Kemala pun terdiam. Sebenarnya ia pun sangat merasa nyaman, ia pun meringsek kedalam pelukan Galuh.

Pupil Kemala melebar, saat mendengar suara detak jantung Galuh yang begitu kencang.

"Kau dengar itu Kemala. Jantungku berdetak lebih cepat saat kau di sampingku."

Wajah Kemala menghangatkan, mungkin sekarang warnanya sudah merah seperti tomat. Kemala memegang dadanya, karena jantungnya yang berdegup semakin kencang sampai membuatnya sakit.

1
Nolyathi Puding
lanjut
Lina Ina
thor cerita nya sudah habis ke
Realrf
Heh kok bisa nyantol di sini/Hey/
A-yen94 (Ig: a_yen94)
Kasihan Kemala 😞
A-yen94 (Ig: a_yen94)
Aku juga capek 🤧
Isna Maria Prianti
apa ya kira kira 😏
Sahidah Sari
lah gmn sih km damar td km diem aja saat di ajak nikah sama Irna trs skr km merasa kecewa
Sahidah Sari
knp damar ,ga mau km nikah sama Irna
Sahidah Sari
mau. nikah sama siapa Irna coba
Sahidah Sari
waduh bisa2 nya pak Bisma nampar Irna , harus kalian itu sadar ,,bnr ga di kata kan sama Irna itu
Sahidah Sari
mngkn ini yg Irna ga suka mama nya selalu membanding2kan dia sama isna,,
Sahidah Sari
knp Irna berkata seperti itu ys
Sahidah Sari
haha damar rugi banyak nih 🤣🤣
Sahidah Sari
ya Allah mama Shinta segitu ingin nya dia melihat Kemala dan Galuh segera nikah
Sahidah Sari
lah Irna dan damar malah main taruhan mereka berdua
Sahidah Sari
gedek banget aq liat Tantri ,,ganjen banget jd cewek,, dah tau Galuh cuek aja masih aja nyesel
Sahidah Sari
mau km ga pake baju sekali pun mana tergoda Galuh sama km tp klu itu Kemala mngkn dah panas dingin Galuh 🤣
Sahidah Sari
sok datar gitu ngomong nya padahal dalam hati deg degan tuh Galuh 🤣🤭
Sahidah Sari
nah loh Kemala bisa salah paham nih sama kalian berdua 😂🤭
Sahidah Sari
🤣🤣🤣 astaghfirullah Galuh sampai mimpi cium mala ternyata yg dia cium damar 😂🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!