Menceritakan seorang CEO cantik yang bernama Raihana Fika Cantika dia selalu dituntut dia seorang wanita mandiri sejak dia masih SMP kedua orang tua sudah meninggal menjadikannya wanita cuek dan ketus kepada siapapun
Tapi pertemuan dengan seorang pelajar SMA ini membuat selalu darah tinggi karena ulah yang dia buat
Dia bernama Arka Bryan Dhekson
Gimana kelanjutannya langsung aja kita simak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isma wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pancingan
Arka sudah mengganti bajunya dengan piayama tidurnya ketika dia keluar dari ruang gantinya dia terbeku didepan pintu karena melihat Hana duduk diatas kasur dengan penampilan yang sangat sexy menampakkan paha mulus dan dadanya
"Astaga Kaka ini kenapa?kok bisa pakai baju itu malam ini"Batin Arka
Hana yang tadi fokus keponselnya dan tak mengetahui kehadiran Arka pun menatap ruangan yang Arka gunakan dia menatap heran Arka yang yang hanya berdiri tanpa mengeluarkan suara
"Ngapain berdiri disitu?"Ucap Hana
Arka tetap diam Hana sadar jika penampilannya lah yang membuat Arka diam disana dan dia pun menghampiri Arka
"Ka aku mohon jangan mendekat!aku takut khilap"Ucap Arka
Hana tetap mendekati Arka dan bahkan memeluk pinggang Arka
"Khilap kepada istri sendiri memang kenapa?"Ucap Hana
Arka diam bahkan hampir sulit bernafas dibuatnya
Hana melongak menatap Arka dia tersenyum melihat ekspresi Arka yang begitu takut
Hana mengelus wajah Arka
"Kenapa Arka setakut itu?jika aku memintamu membuat ku hamil bagaimana?"Pancing Hana
Arka menelan ludahnya dengan sangat susah payahnya
"Kenapa diam?bukankah kamu bilang jika aku mengandung anakmu pasti cantik dan tampan seperti mu apakah kamu tidak mau membuktikannya?"Ucap Hana
"Atau malah kamu yang menganggapku seorang Kaka Arka buktinya saja kau tidak mau memberi nafkah batin padaku"Ucap Hana sambil mengelus-ngelus dada Arka
"Sekarang jam berapa ka?"Ucap Arka
"Belum jam 10 malam"Ucap Hana yang mengira akan menuruti pancingannya
"Baguslah aku harus belajar ka soalnya 2 hari lagi aku akan ikut cerdas cermat antar sekolah"Ucap Arka
Hana diam tapi ada rasa kagum dihatinya,Arka memang anak yang nakal bahkan berandalan tapi dia ternyata memiliki hal yang bisa dibanggakan juga
Hana pun melepaskan pelukannya dan Arka langsung pergi menuju ruang belajarnya
"Maaf Arka jika aku harus begini kepadamu aku takut kamu akan pergi tanpa alasan tapi jika aku hamil setidaknya itu bisa menjadi alasan kita tetap bersama"Batin Hana
Arka pun mulai membaca kisi-kisi yang diberikan kepala sekolah kepadanya walaupun dia sudah hapal dan mengerti kisi-kisinya tapi ini juga menjadi alasannya untuk menjauh dari Hana
"Aku tidak mau melakukannya itu karena kau belum mencintaiku sepenuhnya"Batin Arka
Tanpa sepengetahuan Arka Hana juga masuk keruang belajar Arka karena ruang belajar Arka juga terhubung dengan kamar Arka dan Hana langsung memeluk leher Arka dan menatap apa yang dipelajari Arka
"Emangnya susah yah soalnya?"Tanya Hana
Arka kembali gugup dan dia hanya mengangguk
"Hey kamu kok jadi banyak diam sekarang kenapa?"Tanya Hana
"Gak papa ka!"Ucap Arka
"Kamu itu suka ngomong masa iya kamu sekarang jadi pendiam seketika kan aku bingung"Ucap Hana
"Aku lagi mau fokus belajar dulu ka jadi gak punya kata-kata di otakku"Ucap Arka
Hana tertawa dengan jawaban Arka
"Oh gitu!kamu ikut cerdas cermat ini udah berapa kali"Ucap Hana
"2 kali ka kelas 1 sama kelas 2 karena ini lomba sekali setahun!"Ucap Arka
"Juara gak?"Tanya Hana
"Iyah juara kelas satu juara 2 kelas dua juara 1"Ucap Arka
"Sepertinya jika kita memiliki anak nanti akan cerdas sama sepertimu"Ucap Hana
Arka menatap Hana
"Apakah Kaka sangat ingin mengandung anak ku?"Tanya Arka
"Kau suamiku Arka ya jelaslah siapa lagi yang bisa membuatku hamil jika bukan kamu?"Ucap Hana
"Dan juga umurku sudah matang dan bahkan pantas memiliki seorang anak"Ucap Hana
Arka diam dan Hana mencium pipi Arka secara tiba-tiba membuat Arka terkejut tapi Hana malah tersenyum
"Jika kamu juara aku akan meminta hadiah padamu dan sebaliknya kamu juga boleh minta hadiah padaku"Ucap Arka
"Ya sudah kamu semangat yah belajarnya suamiku"Ucap Hana dan tersenyum setelahnya dia pergi
Arka menatap Hana yang keluar dari ruang belajarnya
"Aku akan akan juara lagi ka!"Ucap Arka dengan mantap
jam sudah menunjukkan tengah malam dan Arka pun memutuskan untuk tidur dia melihat Hana ternyata sudah tertidur
Arka tersenyum dan dia juga merebahkan dirinya baru saja merebahkan dirinya Hana langsung memeluk Arka dengan sangat erat tapi Arka dan malah mengelus rambut Hana
"Maafkan aku ya ka masih belum memberimu nafkah batin"Ucap Arka
Dan berapa lama dia juga tertidur sambil memeluk Hana