⚠️ Warning..!! Rate 21++
"pelan pelan tuan, saya sedang hamil"
"A..APAA.. MAKSUDMU?"
"siapa yang telah menanam benih di rahimu?
"apa maksud tuan?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rieda mustafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31. Gelap Mata
***Banyak Typonya 🙏
Happy Reading***


...•••••••••...
Rei pun ikut meneteskan air mata. Tak menyangka pria yg dia kagumi dan dia banggakan hanyalah seorang pria pengecut, pria tak bertanggung jawab dan yg memperlakukan wanita dengan kasar.
Rei tak bisa berkata kata lagi setelah mengetahui kenyataan bahwa kakaknya sendiri yg telah tega menghancurkan wanita yg sangat dia cintai.
Setelah Rei mendengar cerita dari Mar. Rei pun segera pulang ke NY. Rei sudah sangat kecewa dengan kakaknya.
...••••••...
Dengan mengendarai mobil sendiri. Rei melajukan mobilnya dengan kecapatan di atas biasanya. Rei sudah di kuasai amarah. Dan juga kekecewaan.
Tak butuh waktu lama hanya sekitar 3 jam Rei telah sampai di halaman rumahnya.
Rei langsung membuka pintu mobil dan menutup dengan keras. Rei mencari sosok pria yg telah menjadi kakaknya itu.
Namun Rei tak menemukanya. "Thomm.. kemana kau brengsek" teriak Rei.
Tania yg sedang duduk di ruang tengah sambil nonton tv kesukaanya pun kaget. "Reii.. apa yg kau katakan? Kau sangat tidak sopan memanggil nama kakakmu hanya dengan menyebut namanya" bentak Tania.
Sebelum menjawab pertanyaan Tania. Rei mendengar deru mobil di depan rumah. Rei langsung menghampiri kakaknya.
Tanpa ba bi bu.. Rei langsung menghajar Ansel
Bugh.. bugh.. bugh.. Rei memukuli Ansel tanpa ampun. Ansel yg mendapat serangan tiba tiba pun tak melawan dan membalas pukulan Rei.
Tania yg melihat pertengkaran mereka berdua pun berteriak.
"HENTIKAAANNN....!" Teriakan Tania. Namun Rei belum juga berhenti memukul.
Kali ini Rei dengan menyebut setiap kesalahan dan kejahatan Ansel.
"Ini pukulan untuk wanita yg sangat aku cintai Bughh... dan ini untuk kedua anakmu yg kau telantarkan Bughh.. dan yg ini pukulan atas penyiksaan hati dan juga fisik wanita yg telah melahirkan kedua anakmu bugh.. bugh.. bugh.." Rei memukul Ansel tanpa ampun
Mendengar ucapan setiap pukulan yg ia terima, Ansel terdiam pasrah. Yaa dia memang salah. Telah menelantarkan Mar juga anaknya.
Ansel langsung membalas pukulan Rei kali ini. Agar Rei berhenti menyerangnya. Bughh.. pukulan Ansel yg langsung melumpuhkan Rei.
"Dah..dahri hh mahnahh kauhh tauuhh sehmuanyahhh Reiihhh?" Tanya Ansel sambil nafasnya naik turun.
"Ahpah kauh luhpah.. ahnakh kehcilh yahng kauh temuih tahdih sihang hahh?" Rei balik tanya
"Apah maksudmuh Rei?"
"Diah.. anakhmuh kak. Aku benar benar tak menyangka jika dirimu adalah pria pengecut" ucap Rei
"Apa kau tau kak. Dia sudah berjuang hidup untuk kedua anakmu. Dia datang kepadamu untuk mengajak kerja sama. Namun apa yg kau lakukan kak. Kau malah menuduhnya nya wanita murahan." Ucap Rei lagi.
"Dia sudah merawat dan membesarkan kedua anakmu. Bahkan rela kerja siang malam untuk kebahagiakan mereka"
"Apa maksudmu Rei?" Tanya Tania. Yg sejak tadi menyaksikan keributan di antara kedua anaknya.
"Tanya saja pada anak yg kau banggakan itu mom" jawabnya
"Thom.. apa maksud dari ucapan Rei.? JAWAAABB..!" bentak Tania pada Ansel
"Mom.. maafin Thom.. Thom.. telah ngecawain momi". Jawab Ansel
"Momi tidak percaya dengan kelakuanmu Thom. Hikzz.. " tangisan Tania pecah. Kecewa dengan kelakuan anaknya
"Kenapa kau mengikuti jejak papimu Thom? Momi benar benar sakit, lebih sakit dari perlakuan papimu."
"Tidakkah kau merasakan sakit saat papimu memperlakukan momi dengan semaunya? Tidakkah ada sedikit hati nurani momi yg menurun ke kamu? Momi tidak bisa memaafkan kamu Thom" ucapnya
"Maafin Thom mom. Thom benar benar menyesal" ucapnya
"Minta maaflah pada ibu dari kedua cucu momi hikz"
"Dan jangan berani muncul di hadapan momi. Sebelum kamu datang dan membawa kedua cucu momi beserta ibunya." Ucap Tania penuh penekanan. Lalu Tania masuk dan mengurung diri di kamar.
Sedangkan Rei menatap benci pada kakaknya. Ansel menatap Rei dan pandangan mereka bertemu. Rei langsung mengalihakan pandanganya dan masuk rumah.
Kini Ansel sendiri di luar. Ansel menatap poto Mar yg di dapat dari Jimmy. "Mar.. aku akn menemukanmu kembali. Aku akn membawamu dan kedua anak kita" janji Ansel sambil menatap potonya.
Ponsel Ansel berdering. Ansel langsung menggeser tombol hijau.
"Hallo.. beri aku kabar terbaikmu. Jangan kecewakan aku lagi" ucap Ansel dengan nada tinggi. Ansel sudah lelah menerima kabar yg selalu tak pasti.
"Tuaan.. nona Mar tinggal di kawasan Rumah elite. Komplek SANTAKLAS di kota Chicago" ucap anak buah Ansel.
"Hemm.. baiklah" jawab Ansel lalu menutup ponselnya.
Ansel pun membenarkan informasi ini. Karena Rei juga ada di kota itu. Sedangkan perusahaan Fernando juga di sana.
Lalu Ansel segera masuk mobil. Dan segera meluncur ke kota Chicago, sebelum Mar membawa kedua anaknya pergi lagi.
...•••••...
Mar menatap kedua wajah anaknya. Mar menangis pilu saat melihat mereka. Alexa yg sejak tadi menemani Mar sudah beberapa kali menghibur dan menenangkan.
"Mungkin Yuki sangat sakit hati pada papa dari kedua anaknya. Sehingga air mata Yuki tak bisa berhenti" pikir Alexa
"Bik.. kita akn segera pindah dari tempat tinggal ini. Kita sudah tidak aman disini biik" ucapnya
"Sayang.. kemanapun kau mengajak bibik pergi. Bibik takkan menolak. Asalkan bibik selalu bersama kalian" jawabnya
"Sebaiknya kita segera berkemas bik. Kita bawa baju secukupnya saja" usul Mar. Yg di setujui oleh Alexa
"Kamu sudahi kesedihanya nak. Bibik gak sanggup melihatmu seperti ini terus" ucap Alexa
"Biiii hikzz.. maafiin akuuh. Pria itu terlalu sering menyakitikuuhh hikz.."
"Tenang sayang.. ada bibik di sini. Kamu jangan merasa sendiri. Bibik akn selalu bersamamu" ucapnya
"Bibik beresin baju bibik dulu" ucap Alexa yg di angguki Mar
Mar kembali menatap wajah kedua anaknya. Dan membelei lembut pipi mereka. "Maafin bunda nak.. kali ini bunda akn menjauhkan kalian lagi dari papa kalian. Papa kalian terlalu sering menyakiti bunda" ucap Mar.
Lalu Mar bangkit dan mengambil koper kedua anaknya. Mar bermaksud membawa baju tak begitu banyak. Karena Mar suatu saat akn kesini lagi. Mar memasukkan baju Sello terlebih dahulu. Kemudian baju Sellin.
Setelah dirasa cukup, Mar pergi ke kamarnya dan memasukkan beberapa potong bajunya.
Mar mengambil ponselnya. Dan mengetik sesuatu pada kontak seseorang .
Mar.
Lou.. aku titip perusahaan padamu. Jaga dulu. Jika selama 1 minggu aku belum ada pinjaman. Lelangkan perusahaan itu.
Lou.
Bos.. bu bos mau kemana? Dan aku bisa apa tanpa bu bos?
Mar
Lou aku butuh ketenangan. Tolong rahasiakan ini pada siapapun. Kamu tenang aja. Aku yakin kamu bisa di percaya. Dah dulu yaa.
Maafin aku lou. Aku belum bisa cerita padamu.
Mar pun kembali memberskan yg sekiranya sangat ia butuhkan.
Mar menatap jam dindingnya yg sudah menunjukkan pukul 04.50 Ternyata sudah sangat pagi.
Mar pun gegas masuk kamar mandi dan segera membersihkan diri.
Setelah selesei Mar segera membuat Roti panggang untuk sarapan pagi ini. Kedua pengasuh yg biasa mengasuh anaknya. Sedang bersiap untuk ikut k3mana mereka pergi.
...***Bersambung***...
benar hipersex tuh engsel pintu😂😂😂