NovelToon NovelToon
ANKOT JAKARTA

ANKOT JAKARTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:472.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Asiih Suyadii

Hati adalah sebuah rahasia yang tidak akan pernah di ketahui oleh orang lain selain si pemiliknya sendiri. tentang sebuah perasaan pun Vanda hanya bisa menebak melalui sikap dan kebaikan orang kepadanya.

begitu pun cara pandang dia kepada Micky dan Saga. baginya Saga tidak lebih dari lelaki brengsek yang memainkan perasaan sesuka hatinya
dan Micky, tidak penting bagaimana penilai orang pada dirinya, Micky hanyalah lelaki baik dan lembut di mata Vanda

hanya saja kadang penilaian seperti itu menjadi sebuah kesalahan yang akhirnya membuat Vanda menyesal

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asiih Suyadii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ANKOT Tiga puluh dua

Sesuai kata Saga, setelah jam pelajaran pertama , siswa siswi diperbolehkan pulang. Kali ini bukan Saga yang menungguku, tapi aku lebih dulu mendatangi kelas Saga.

Saga keluar sambil menggantungkan tas di bahu sebelah kanan. Dia menatapku sekilas, lalu menatap teman kelasnya.

"Lo duluan aja, nanti gue susul" katanya.

Saga mendekatiku, tersenyum meski tipis dan kurasa sedikit dipaksakan.

"Lo tunggu sini ya, ada yang perlu gue selesaiin bentar" ucapnya

Setelah menepuk bahu ku, dia pergi. Meninggalkan aku yang  sendirian dan sudah menjadi fokus teman sekalas Saga. Yogi keluar sambil menggantungkan earphone di leher. Dia menatapku sebelum menunjuk ku seolah kami baru bertemu dalam kejadian tidak sengaja yang mempertemukan.

"Eh elo lagi" Katanya menunjuk "nunggu Saga?"

Aku mengangguk, menoleh kearah dimana Saga pergi tadi.

"Saga mau kemana sih?" Kutanya pada Yogi yang menyender pada dinding.

"Kalau Saga gak ngasih tahu, kayaknya gue gak ada hak buat ngasih tau deh" ucapnya.

Karena kesal, aku menatap kearah samping, dimana Dian sudah berjalan kearah kami dengan cengiran.

"Beb" sapanya pada Yogi.

"Lo kesekolah bawa HP Gi?" Kutanya begitu sambil menatap Dian yang sudah mengalungkan tangannya di leherku.

"Enggak, ini mp3 nya Saga" Yogi menunjukan mp3 berwarna hitam kearah ku.

"Oh" kataku singkat

"Eh elo mau ke singa apor ya?" Tanya Yogi tanpa melibatkan Dian dalam percakapan kami, kurasa dia sengaja.

Aku mengangguk, masih menatap kearah Saga hilang tadi. Kearah IPS yang lagi lagi membuat hatiku ingin marah.

"Yuk cabut" ajak Yogi pada Dian.

Dian menurunkan tangannya, sambil bersungut, dia menatap Yogi .

"Tadi aja dicuekin, giliran mau pulang ngajak" sungut Dian kesal "gelem penak e tok"

Aku hanya menatap keduanya, mereka berdada padaku, dan pergi begitu saja, aku duduk ditaman depan kelas Saga, setia menunggu lelaki itu sampai dia kembali, kalau dia masih ingat bahwa aku menunggunya disini.

Siswa perempuan kelas Saga yang tengah menyapu menatapku, karena merasa ditatap aku juga menatap kearahnya. Wajah putih dengan urat urat wajah yang menimbul kemerahan, mata sipit, rambut lurus rebonding serta leher hitam itu membuatku merasa aneh. Dia tampak cantik, andai lehernya berwarna senada dengan kulit wajahnya juga tangannya.

Dia menatapku, sambil menyapu lantai depan kelas, membuat rambut lurus rebonding itu terayun ayun. Perlahan karena mata kami bertemu, dia menarik sudut bibir. aku pun begitu.

"Nunggu siapa?" Akhirnya dia yang kalah adu tatap dan mulai berbasa basi denganku.

"Saga" jawabku ketus

"Oooh" sambil mengangguk kan kepala berkali kali, dia bercimbik.

Kulihat air mukanya berubah, mungkin dia salah satu diantara gadis yang menginginkan Saga.

"Siapa nya Saga?" Sambil memunguti sampah didepan kelas dia bertanya dengan suara mendayu dayu yang dibuat.

"Temen" jawabku jelas.

"Pantesan, dianggurin Saga" katanya.

Aku menatap siswi perempuan yang sudah berdiri dengan tong sampah. Saat ingin kutanya lebih lanjut, Saga sudah kembali dengan kertas karton yang ada ditangannya.

"Cabut sekarang atau nanti?" Tanyanya dengan nada tidak secuek tadi.

"Sekarang aja" aku berdiri, membersihkan rok abu abu.

Kami berjalan beriringan tanpa pembicaraan sedikitpun, Saga sibuk memainkan kertas karton nya, begitupun aku sibuk menunduk dengan pikirannya berkecamuk.

Di parkiran, kutatap Micky berdiri diatas motor. Dia menatapku, mata kami bertemu, tapi dia tidak tersenyum, mungkin marah. Bagaimanapun, Micky pernah menyatakan perasaannya, jadi dia memiliki rasa marah yang berhak dia tunjukan sebagai balasan ungkapannya.

Tidak banyak kuperdulikan, sebab begitu mata Saga juga menatap Micky, dia langsung menarik tanganku kearah motornya lebih cepat.

Kami meninggalkan sekolahan menuju kerumahku dengan kebisuan yang lagi lagi masih setia. Entahlah, ingin aku memulai tapi leher ku terasa tercekat, sedangkan mulutku terasa kaku utuk memulainya. Jadi biarkan sunyi ini mengalir sampai aku dan saga mulai jenuh.

Hebatnya, lima belas menit sampai di rumah pun, Saga masih bertahan dengan diamnya. Aku turun, dan dia mengikuti ku dari belakang.

"Mau nungguin?" Tanya ku

"Iya" jawab Saga cuek, dia duduk di kursi depan.

Dan aku bingung sendiri "yaudah aku ganti dulu" kataku langsung bergegas masuk kedalam. Sudah lah fokus pada pakaian mana yang akan kukenakan.

Aku tidak ingin membuat saga menunggu terlalu lama, jadi kupakai apapun yang sekira nya nyaman saja. Aku tidak tahu ketempat mana, bisa jadi luar negri, bisa jadi hanya tempat yang punya penyebutan sama dengan nama negara.

Jadi celana jeans berwarna biru keputihan serta kemeja kotak kotak menjadi pilihan untuk pergi dengan Saga. Tidak lupa tas ransel hitam. Sepatu putih yang memudahkan. Aku keluar, membawa kamera dan juga ponsel, tidak lupa dompet yang berisi kartu pengenal serta ATM, dan uang cash.

Aku menuruni tangga, dan mama tampak sibuk membuat kue, kudengar dia mulai menawarkan hobi membuat kue pada tetangga, maksudnya menawarkan kue kue buatannya.

"Ma Vanda mau pergi sama Saga" teriakku.

Tidak kudengar apa yang Mama ucapkan, karena saat ini aku sudah ada didepan pintu.

Saga menatapku, menatap sangat lama seolah terpesona. Matanya masih menatapku dari atas sampai bawah, lalu kudengar meski pelan bibirnya bekecap, entah memuji entah mencaci. Tapi matanya tidak bohong, matanya berbinar binar, seperti terpesona.

"Kenapa? Aneh ya?" Tanya ku was was.

Dia menggeleng, lalu berdiri sambil memasukan kertas yang dia baca ke saku celana belakang. Dia mengusap puncak kepalaku, yang seketika membuat menegang.

"Cantik kok" katanya sudah berjalan pergi.

Gila? Saga itu keturunan dukun atau apa, kenapa mudah sekali membuat hatiku berdentum, hanya dengan mengusap juga tambahan senyum manisnya.

Aku mengikuti Saga. Naik diatas motor trilnya tanpa banyak bicara.

"Elo mau ke Singapura pakai seragam abu abu?"

Saga tertawa "Singapura?" Ulangnya masih dengan tawa "nanti mampir rumah"

Deg

Aku terbungkam, Saga akan mengajakku kerumahnya. Kerumah Saga.

Seketika itu aku tidak mampu berucap lagi, bungkam oleh kalimat Saga barusan. Kami melintasi depan sekolahan, menghindari jalan berlubang dan sesekali Saga membunyikan klakson utuk menyapa pengguna jalan.

Di perempatan jalan, Saga berbelok melanjutkan jalannya terus hingga membelokkan motornya pada rumah bercat dinding putih modern. Sederhana namun indah. Banyak bunga bunga yang terawat rapi didepan halaman, ada rumput Jepang di samping rumah Saga, pohon rambutan serta beberapa pohon kelapa yang terlihat dari depan rumahnya

Saga menghentikan montornya, mengijinkan aku menjelajahi halaman depan rumah Saga. Tidak berpagar dan halamannya masih berbentuk tanah tapi lebih banyak ditutupi rumput Jepang.

"Mama gue hobi sama tanaman" jelas Saga. Dia berjalan lebih dulu kerumahnya, aku membututi dari belakang.

Ada beberapa sangkar burung yang di jejer didepan rumah, dua buah kursi dari kayu serta meja. Diatas meja dihiasi bunga, dipinggiran teras rumah ada dinding setinggi lutut yang berfungsi sebagai pagar.

Saga membuka pintu, mempersilahkan masuk dan aku terkejut. Terkejut karena ada foto seseorang yang tidak aku inginkan untuk di gantung didinding rumah Saga

1
Rubi Azmi
astaga..sumpah lucu banget
auliasiamatir
waoo keren
𝐂͢𝐞ℓ᰻ᥢ𝐞⍣
Thor,,ini novel yg pernah gw baca nyesek banget.
Awal baca rada2 gemes gk nemu apa yg sebenarnya mslh mereka.
pas mo akhir ya allah,,ko gini banget.
Benar2 gk nyangka & gk bs nebak.
Aku baru baca 4 novelmu thor,,bagus2😊.
Kaya real banget ada di kehidupan kita,,tepat dan lugas bahasanya.
Aku berharap novel athor di bs di film kan🤲🏽..Aamiin.
Sukses sllu y thor,,jaga kesehatan biar bs nulis buat readermu😊.
Agus Leo Sindon
saga kali y Yg donorin mata ke vanda
Nikmah Fitriah
Kecewa
Mariam Mahadi
Assalamualaikum
Endang Winarsih
Angkot 2, lanjut thooor sy tunggu cerita selanjutnya
Endang Winarsih
sy kesel sa saga,
Endang Winarsih
lanjut thooor
Endang Winarsih
mampir thooor
☘👑ʜᴀᴘsᴀ ͪ͢ ͦ ᷤ ͭ ͤ ᷝ💣
ini kisah nyata atau bukan sih thor
sedih bgt
gk kebayang jadi Vanda 😭😭😭😭
☘👑ʜᴀᴘsᴀ ͪ͢ ͦ ᷤ ͭ ͤ ᷝ💣
aku benerin dikit ya thor Benteng bukan bendeng 😁
☘👑ʜᴀᴘsᴀ ͪ͢ ͦ ᷤ ͭ ͤ ᷝ💣
nah di Gumawang Belitang ternyata
☘👑ʜᴀᴘsᴀ ͪ͢ ͦ ᷤ ͭ ͤ ᷝ💣
duh Palembang nya daerah mana sih
jangan2 tetangga desa ku 😂
aku juga tinggal di perbatasan Palembang loh, di pematang (mesuji)
kami mah emang bukan asli Palembang dulu nya nenek kakek kami yg transmigrasi
jadi kami disini emang bahasa Jawa
💕💕syety mousya Arofah 💕💕
trnyta bneran in kisah nyta,,,Y Allah ,,,,Thor q GK bisa bayangin saat othor brda d posisi ini,,,tp q salut Krn othor ttp smngat,,,
💕💕syety mousya Arofah 💕💕
thooorr jawab ya,,, ini bnran kisah nyta author ?
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Lanjut
panggilajamamak
mewek ihh
panggilajamamak
sagaa
Anggi Novia Gustina
Novel pertama yg menurutku seru bgt sampe baca full sampe tamat.. bagus bgt ka ceritanyaa bener2 terbawa perasaan bacanya🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!