Kelanjutan dari The Heaven Land 2
Setelah mengetahui siapa dirinya sebenarnya, Hao Chen mulai bertindak sebagai bentuk perlawanannya.
Dia tidak berusaha menghapus takdir, tapi dia berusaha mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih baik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gilang imannuel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 410. Hasil yang maksimal
Waktu pun terus berlalu dengan cepat, dan tanpa sadar waktu bagi Qin Yun serta Yi Que menunjukkan hasil mereka pun tiba, selama sisa hari yang dijalani oleh mereka berdua, Hao Chen hanya berlatih dengan santai ataupun mengobrol dengan Su Yao untuk mengisi waktu.
Disaat mereka berdua mengetuk pintu kamar Hao Chen, mereka berdua sangat terkejut melihat sosok cantik bagaikan seorang Dewi, entah itu Qin Yun ataupun Yi Que, mereka berdua sama-sama mematung dengan ekspresi tidak karuan.
Su Yao tersenyum lembut, "Kalian pasti, Qin Yun dan Yi Que bukan?"
"Ah! Iya! Iya!" mereka berdua mengangguk dengan cepat.
"Maaf kalau menganggu, siapa kau?" tanya Qin Yun dengan perasaan kagum, sebagai seorang wanita, dia entah mengapa terkagum saat merasakan karisma yang kuat dan diselimuti oleh kelembutan.
"Hem...bukankah Hao Chen sudah mengatakan siapa aku?" Su Yao tersenyum tipis dan mendekati Qin Yun.
"Hah?!! kau...kau, kau adalah Istrinya Hao Chen!" Qin Yun tercengang dengan ekspresi tak percaya.
Su Yao tersenyum dan mengangguk ringan, "Yup...aku baru saja selesai dari retreat setengah bulan yang lalu, jadi aku tidak sempat menemui kalian karena sedang sibuk, jadi kalian kesini untuk menunjukkan hasil kerja kalian bukan?"
"Ah! itu benar, dimana Hao Chen berada?" Qin Yun dan Yi Que kembali sadar, dan mencari keberadaan Hao Chen dikamarnya.
Disaat itu juga, sosok Hao Chen tiba-tiba muncul dibelakang mereka, "Oh...jadi kalian sudah selesai?"
Mereka berdua berbalik dengan ekspresi syok, "Bisakah kau bilang permisi dulu? tapi, kau baru dari mana saja?"
"Sudahlah, nanti kau akan tau sebentar lagi, jadi bagaimana dengan hasil pekerjaannya?" Hao Chen segera duduk bersila, dan meminta mereka berdua untuk menunjukkan hasil pekerjaan mereka.
Qin Yun dan Yi Que tersenyum bangga, dan mengeluarkan hasil pekerjaan mereka.
Sejumlah fluktuasi Energi dari Artefak dan Alat Roh peringkat Origin kelas menengah mengisi ruangannya, sehingga Hao Chen dan Su Yao tercengang dengan apa yang terpancar dari Artefak dan Alat Roh tersebut.
"Hehehehe...saat aku membuat Artefak, aku sebisa mungkin tidak menyia-nyiakan sebuah bahan, dan aku berhasil membuat tiga Artefak berdasarkan tiga bahan utama yang kau berikan." Ucap Qin Yun dengan perasaan senang.
Setelah itu Qin Yun mengambil sebuah Belati Biru, "Belati ini aku tempa dengan Tering Macan Guntur berserta bahan yang sangat cocok untuk atribut Petir, sangat tajam dan tidak mudah rusak bahkan ketika bertabrakan dengan sesuatu yang sangat keras, ditambah lagi bisa memberikan beberapa efek pelumpuh otot, dan memberikan serangan fatal yang menghancurkan bagian dalam seseorang. En, ini merupakan Artefak yang cocok untuk serangan diam-diam, dan peringkatnya adalah Origin menengah."
Hao Chen dengan senang hati mencoba untuk memeriksanya dengan teliti dan mengangguk puas. Dia bisa mengatakan bahwa Qin Yun telah menggunakan bahan-bahan ini secara efisien dan efektif sampai batas kemampuan mereka dan bahwa artefak ini disempurnakan dengan baik, selama itu bisa menemukan pemilik yang tepat, itu pasti akan menampilkan kekuatan besar.
Lalu Qin Yun mengambil dua pasangan Tombak kecil berwarna merah dan menyerahkannya pada Hao Chen, "Ini adalah Tombak kecil dari tanduk Banteng Awan Merah, dan aku membuatnya untuk pengguna Tombak yang sering kesulitan untuk bertarung dengan jarak dekat, sehingga Tombak ini bisa disatukan ataupun dilepas menjadi dua bagian, dan juga ada efek yang dapat menghanguskan apapun yang tersentuh olehnya karena efek dari bahan tombak ini, dan ini merupakan Artefak peringkat Origin kelas menengah."
Setelah memeriksanya cukup detail, Hao Chen segera menyerahkannya pada Su Yao untuk dicoba.
Saat Su Yao memainkan Tombak tersebut, dia nampak sangat anggun dan menawan seperti seorang Dewi, gerakan halus dan kuat membuat caranya memainkan Tombak layaknya seperti sedang menari.
"Em...sangat bagus, jika ini merupakan Artefak peringkat Kuno aku akan membayar untuk memilikinya." Ucap Su Yao dengan ekspresi puas.
Qin Yun segera membusung dadanya dengan bangga, lalu segera memegang sebuah sayap merah cerah yang indah, dia mengambilnya dengan hati-hati seakan memegang harta yang mudah rusak.
"Ini adalah karya terbaikku diantara dua Artefak sebelumnya, dan ini merupakan Artefak peringkat Origin kelas Atas! karena peringkat bahan yang kau berikan, aku harus menuangkan segala upaya untuk meningkatkan sampai seperti ini." Ucapnya dengan mata berbinar-binar.
"Apakah kau menginginkannya?" tanya Hao Chen dengan ekspresi serius.
Qin Yun sedikit gugup dan segera menjelaskan, "Itu...memang ini sedikit tidak benar, tapi karena bahan yang merupakan sebuah sayap. Aku kepikiran untuk membuat sebuah Artefak tipe penerbangan, walaupun Star Shuttle sangat bagus untuk berpergian kemana-mana, tapi sayap ini dapat meningkatkan kecepatan dan mobilitas Cultivator dan dalam momen kritis bahkan memberikan dorongan dengan beberapa perlindungan."
Hao Chen segera menghela nafas panjang, dan segera tersenyum tipis saat ia memegang Artefak tersebut.
Tanpa banyak bicara, dia segera melirik Yi Que untuk memintanya memperlihatkan hasil kerjanya.
Yi Que tersenyum tipis dan segera mengeluarkan sebuah benda aneh dari cincin penyimpanannya, ketika ia mengaliri kekuatan Roh pada benda tersebut, cahaya biru segera bersinar terang, dan segera membentuk sebuah Meriam tangan yang cukup besar.
"Ini adalah Meriam Roh Kelas 7, namanya adalah Meriam Penghancur Udara. Aku menggunakan Logam khusus yang dijadikan sebagai bagian cangkang untuk mengatasi dorongan ketika serangan dilancarkan, dan aku meminta bantuan Qin Yun untuk memurnikan sebuah bahan yang aku campurkan dengan Logam Langka untuk dijadikan sebagai Intinya. Dengan kekuatan yang aku miliki sekarang, aku bisa melepaskan tiga tembakan yang sanggup menghancurkan gunung." Jelas Yi Que.
Kedua wanita tersebut mungkin tidak terlalu memahaminya dengan baik, tapi Hao Chen sangat paham dengan cara kerja dan proses pembuatan Alat Roh tersebut, dan ia pernah membuat Meriam Roh yang jauh lebih kuat dari yang Yi Que buat.
"Kalau begitu, apakah hanya ini saja? dari kelihatannya kau memiliki sesuatu yang jauh lebih luar biasa dari ini." Ucap Hao Chen dengan anggukan puasa.
Yi Que segera berkeringat saat ingin mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanannya, dan ketika itu dikeluarkan olehnya, hawa bahaya yang mengerikan segera terpancar dengan kuat, dan ada semacam Energi yang tak terkendali dari dalamnya.
"Kau membuat Amunisi Pemusnahan?!" Hao Chen segera tercengang dengan apa yang ia lihat.
"Benar, karena Logam Langka yang kau berikan berhubungan dengan bentrok energi, serta menciptakan gelombang ledakan yang kuat, aku secara tidak sengaja menemukan sebuah Alat Roh yang bernama Amunisi Pemusnahan, dan aku segera membuatnya dengan sekuat tenaga. Namun, karena proses pembuatannya yang sangat berbahaya, aku hanya bisa membuat Amunisi Pemusnahan kelas 5." Ucap Yi Que dengan ekspresi pucat melihat Amunisi Pemusnahan yang sebesar sebuah meja.
"Hao Chen, apa itu Amunisi Pemusnahan?" tanya Qin Yun dan Su Yao secara bersamaan.
Hao Chen segera menjelaskannya dengan ekspresi serius, "Amunisi Pemusnahan adalah salah satu karya gagal yang telah aku sempurna selama beberapa tahun terakhir, dan merupakan sebuah senjata pemusnah massal yang memiliki kekuatan destruktif yang mengerikan, dan alat ini dapat dijadikan sebagai Rudal jarak jauh ataupun Bom yang ditanamkan, bahkan aku sendiri benar-benar tidak menyangka ada orang yang cukup gila untuk menciptakan hal semacam ini."
Dikehidupan sebelumnya, Amunisi Pemusnahan adalah sebuah keberadan yang setara dengan Bom Nuklir ataupun Bom Hidrogen, selain memberikan daya ledak tinggi serta merusak, akan ada kerusakan lingkungan dan tercemarnya udara akibat ledakan yang tercipta, bisa dikatakan Amunisi Pemusnahan adalah senjata paling mematikan yang diciptakan oleh umat manusia biasa.
Hao Chen segera mengambil nafas sejenak dan menatap Qin Yun serta Yi Que dengan kagum, awalnya dia menduga bahwa hasil kerja mereka bagus, tapi itu telah melampaui ekspetasi awalnya, dan mau tidak mau dia harus mengakui kemampuan mereka.
Setelah itu ia segera berbicara dengan ekspresi tenang, "Aku kagum dengan hasil kerja kalian, jadi aku akan memberikan tawaran pada kalian berdua, menjadi bawahan-ku atau aku akan merekomendasikan kalian kepada beberapa Pasukan yang kuat dibintang ini?"
Qin Yun dan Yi Que saling memandang, tawaran yang dikatakan oleh Hao Chen benar-benar sangat menarik, terutama untuk rekomendasi untuk memasuki sebuah Pasukan yang kuat, tapi mereka justru tersenyum tipis dan menatap kearah Hao Chen.
"Hehehehe, kami berdua telah memutuskan ini sejak lama saat kau memberikan kami sebuah kesempatan, jadi kami memilih untuk menjadi bawahanmu, dan tentunya kami memiliki alasan tersendiri." Ucap Qin Yun dengan penuh keyakinan, dan Yi Que segera mengangguk setuju.
"Hah...baiklah kalau begitu." Hao Chen segera menyerahkan sebuah kertas yang berisikan sebuah Rune yang aneh.
"Apa ini?" mereka berdua bertanya-tanya.
Hao Chen tersenyum tipis dan berkata, "Itu adalah Rune Jiwa yang aku buat sendiri, jika kalian mengkhianatiku maka Rune Jiwa yang terpasang pada tubuh akan segera membunuh orang tersebut dengan cara yang paling kejam, tapi itu tidak berarti kalian tidak mendapatkan keuntungan, dengan adanya hal tersebut aku bisa mengetahui jika kalian berada dalam bahaya, dan memancarkan aura dariku sehingga orang-orang dapat tau kalian ada bawahan-ku."
"Yosh...sudah terpasang!" tanpa basa-basi mereka berdua segera memasang Rune Jiwa tersebut, bahkan mereka langsung memberikan jempol dengan ekspresi senang.
"Sepertinya, mereka sudah mengambil keputusan ini sejak lama, apakah mereka berdua mampu melihat masa depan?" tanya Su Yao dengan ekspresi tak berdaya.
Hao Chen segera menghela nafas berat dan berkata, "Hah...bakat mereka berdua memang luar biasa dalam bidang masing-masing, tapi dengan dua orang ini tinggal bersama kita aku takutnya ada banyak keributan yang menghiasi tempat ini, mungkin aku butuh lebih banyak Kristal Dewa lagi."
"Eh? kau kekurangan? tapi bukannya didalam Dunia Kecilmu..." Su Yao tercengang saat mengatakan bahwa Hao Chen kekurangan harta.
"Shtt...ini akan menjadi rahasia kita berdua saja, dan bukan sesuatu yang baik untuk mereka berdua jika terus banyak berharap padaku, jadi kita nikmati saja proses ini tanpa mengeluarkan dana dari Dunia Kecilku." Ucap Hao Chen sambil mengedipkan matanya.
"Ah...aku mengerti." Su Yao juga membalas kedipan tersebut.
Walaupun sebenarnya, Hao Chen tidak ingin rugi untuk pengeluaran yang belum pasti, dan dia tidak akan pernah mau mengeluarkan sesuatu yang berasal dari Dunia Kecilnya, jika itu tidak menguntungkannya ataupun memberikan manfaat baginya.
"Ini adalah bisnis yang menguntungkan." Batin Hao Chen dengan ekspresi licik khas seorang pembisnis handal.