Maaf kalo banyak typo dan kata-katanya kurang nyaman karena ini karya pertamaku,semoga suka serta terima kritik & sarannya ya kakak-kakak🙏🏻.
Seorang gadis jenius yang berprofesi sebagai dokter,ilmuan,sekaligus wakil sebuah organisasi dunia yang paling disegani karena keahlian disegala bidangnya.
dulu dia gadis kecil polos yang penakut tetapi setelah dibuang keluarganya karena mengalami kecacatan saat kecelakaan saat ia masih berusia 6 tahun,hingga ia bertemu dengan seorang pemuda yang ternyata salah satu anggota organisasi dunia yang sangat disegani,pemuda itu mengangkatnya sebagai adik dan menyembuhkan ia serta melatihnya menjadikan ia gadis tangguh.
meninggal karena kegagalan dalam uji coba sebuah penemuan barunya sebab tidak ada yang percaya penemuan barunya yaitu berpindah dimensi atau ruang dan waktu,tetapi ternyata penemuannya berhasil sehingga ia berpindah dimensi walau hanya jiwanya saja dan memasuki tubuh putri yang disia-siakan.
ok segitu aja,kelanjutannya baca aja😘
Judul awal = Transmigration the Queen of Qultibvation World
Judul sekarang = Time Travel Yu Jin Ru
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wicky Nur Sakinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TTYJR 4 ~~ Tidak Bisa Dibiarkan
...Happy reading and Enjoy💐...
.......
Ketika mengingat Won So, Jin Ru mendadak sedih, dia memikirkan bagaimana nasib Won So sekarang, apakah dia sedang menangisinya atau mungkin marah padanya karena tidak mendengarkan nasihatnya.
Jin Ru yang memikirkan itupun menghela nafas lelah dan memilih tidur dari pada berlarut-larut dalam pikirannya.
Sementara Itu......
"APA KAU BILANG?! GADIS SAMPAH ITU SUDAH MULAI BERANI MELUKAIMU DAN MEMUKULI PELAYAN LAINNYA?
..tapi bagaimana mungkin? bukankah dia hanya gadis sampah yang cacat dan tak berguna?, kau jangan coba-coba berbohong kepadaku Min Bo."
Tampak seorang wanita dengan penampilan mewah duduk di kursi kebesarannya sembari menghardik sang pelayan yang saat ini tengah berlutut dihadapannya.
"Hamba tidak berani berbohong yang mulia selir, nubi ini melihat sendiri bagaimana ganasnya tuan putri Yu Ling saat melawan kami. Saya bahkan orang yang terkena imbas pertama kali." kata pelayan yang bernama Min Bo, masih dengan posisi berlututnya sembari menunduk hormat.
Ternyata pelayan itu adalah pelayan yang sebelumnya menghina dan ditanyai oleh Jin Ru atau Yu Ling. Pelayan yang mengaku bahwa dirinya adalah pelayan kepercayaan selir Mu. Sementara itu, wanita yang duduk di kursi kebesarannya ternyata adalah Selir Mu.
Tampak wajah selir Mu menggelap ketika mendengar pelayan setianya menyebut gadis sampah itu dengan sebutan 'tuan putri'.
"Min Bo, kenapa kau menyebut si sampah itu tuan putri? apa kau sudah bosan hidup?, berani sekali kau menyebutnya tuan putri di hadapanku. Dasar pelayan rendahan." kata selir Mu yang memang tak suka jika ada yang memuji atau menghormati Yu Ling.
Sontak pelayan itu tersadar akan apa yang diucapkannya barusan, tapi diam-diam dirinya berpikir 'apa salahnya menyebutnya tuan putri..?? lagi pula tuan putri tidak seburuk yang orang-orang katakan malah aku lebih suka dengan sikap tuan putri Yu Ling." begitulah pikirnya.
Namun dipermukaan dirinya mencoba bersabar dan menurut saja karena sudah tau sifat dan tabiat dari junjungannya ini, akhirnya Min Bo pun meminta maaf pada Selir Mu.
"Mohon maafkan hamba yang mulia Selir, nubi ini bersalah... mohon kemurahan hatinya, nubi ini tidak akan mengulanginya lagi yang mulia Selir." kata Min Bo sembari bersujud dan membenturkan kepalanya sebanyak 3 kali dengan sungguh-sungguh dihadapan Selir Mu.
Selir Mu yang melihat itu pun akhirnya melepaskan pelayan setianya itu dan tidak melanjutkan perkara penyebutan Yu Ling.
"Baiklah, aku akan melepaskanmu kali ini. Tapi ingat, tidak ada lain kali. Sekarang katakan, apalagi yang kau ketahui tentang si sampah itu?." tanya Selir Mu.
Min Bo agak ragu untuk mengatakan bahwa putri Yu Ling tidak mengingat apapun, akhirnya dia tidak mengatakan tentang putri Yu Ling yang bahkan tak mengingat namanya sendiri.
"Tidak ada yang mulia Selir, nubi hanya mengetahui sifatnya yang berubah saja menjadi dingin seperti yang mulia putra mahkota dan pangeran ke 4, selebihnya tidak ada yang mulia Selir." kata Min Bo dengan sedikit berbohong.
Selir Mu pun langsung percaya dengan ucapan pelayan setianya itu, tidak terlintas dibenaknya bahwa pelayan setianya itu akan berbohong kepadanya. Akhirnya selir Mu membiarkan Min Bo pergi untuk melanjutkan pekerjaannya.
Setelah Min Bo pergi Selir Mu berpikir tentang kata-kata Min Bo yang mengatakan bahwa Yu Ling berubah menjadi dingin serta ganas dalam melawan para pelayan istana. Padahal yang dia tau, baik pelayan maupun prajurit di istana ini semuanya bisa bela diri bahkan ada yang bisa berkultivasi.
"bagaimana mungkin si sampah itu bisa berubah secepat itu, padahal dia hanya tidak keluar kediaman selama 3 hari. Sebenarnya apa yang terjadi selama 3 hari itu, dari informasi yang kudapat dari mata-mataku, si sampah itu hanya menangis seharian selama 2 hari pertama, adapun hari terakhir...bahkan mata-mataku tidak mengetahui apa yang terjadi." batin Selir Mu.
"Sepertinya aku harus menemui Selir Liu, Selir Jia, Selir Son, dan Selir Bing untuk membicarakan masalah ini"
Selir Mu bangkit dari duduknya dan segera memanggil pelayan setianya itu untuk membantunya bersiap-siap.
"MIN BO!! kemarilah, siapkan aku air mandi dan pakaian. Aku akan menemui para selir."
..
Disisi lain lebih tepatnya di kediaman putra mahkota~
tuk......
tuk......
tuk......
Terlihat seorang pemuda tampan dengan aura yang tidak biasa sedang bersantai, tangan kanannya memegang cawan berisi ginseng yang dibeli dari negeri seberang sedangkan tangannya kirinya mengetuk-ngetuk meja kayu.
Jika orang lain melihatnya mungkin mengira jika pemuda itu sedang bersantai tapi sebenarnya ia sedang memikirkan suatu hal.
"Sudah 3 tahun berlalu, Ling'er apakah benar kalau kau memang sudah pergi, tapi mengapa kau meninggalkan Gege mu ini. Apakah gege ini bersalah padamu hingga kau pergi dari gege?
..Ling'er, apakah kau tidak tau.. gege sangat merindukanmu hingga gege hampir gila memikirkan mu, apa kau sudah tak menyayangi gege lagi?"
Pemuda itu sepertinya sedang mabuk, dirinya mulai meracau memanggil-manggil nama seseorang yang dirinya bahkan tidak yakin orang itu sudah mati atau belum.
Terdengar helaan napas dari bibir tipis pemuda itu, seolah beban dalam pikirannya begitu berat dan hanya dirinya seorang yang harus menanggungnya.
"Ling'er kalau kau disini mungkin gege masih bahagia, Gege sangat merindukanmu." gumam pemuda itu.
Dia melihat pemandangan diluar sana dengan pandangan kosong.
Hingga...
Tok tok tok
Suara ketukan pintu menyadarkan pemuda itu, namun dia sama sekali tidak mengalihkan pandangannya.
"Yang mulia putra mahkota, ini hamba Zio San hendak melapor." kata orang dibalik pintu yang bernama Zio San.
"Hm, masuk." jawab pemuda tadi.
Ternyata dia adalah putra mahkota kekaisaran ini, Ming San Zhun.
Tak lama, Zio San masuk ke ruangan dan langsung memberi salam pada San Zhun.
"Salam hormat hamba kepada yang mulia putra mahkota Ming, semoga kekaisaran Ming selalu diberkahi." kata Zio San yang hanya dibalas deheman dan anggukan kepala oleh San Zhun.
Zio San tidak mempermasalahkannya karena seperti itulah sifat junjungannya, datar dan dingin. Sifat itu muncul semenjak putra mahkota kehilangan adik perempuan kesayangannya yaitu Ming Yu Ling Zhu.
Kaisar dan permaisuri sempat memberitahukan akan kematian adiknya itu segera setelah dirinya pulang dari kekaisaran Zhu karena menghadiri pernikahan pamannya, tapi sampai detik ini San Zhun masih meragukan kematian adiknya.
Ada alasan yang mendasarinya, pertama jika memang adiknya itu telah meninggal kenapa tidak ada upacara pemakaman.
Kedua ketika kaisar dan permaisuri ditanyai masalah adiknya mereka selalu mengalihkan pembicaraan dan menyuruhnya untuk melupakan dan mengikhlaskan kepergian adiknya itu.
Yang ketiga jika memang adiknya meninggal karena penyakit mematikan, penyakit apakah itu dan bagaimana gejalanya?.
Tidak ada jawaban itu semua itu, sebab itulah San Zhun meragukan kematian adiknya.
"Katakan." kata San Zhun atau putra mahkota
"Hamba ingin melapor tentang penyelidikan kematian tuan putri Ming Yu Ling Zhu. Ternyata beliau masih hidup dan saat ini beliau ada di pavilliun Lotus.
Dan ada kabar bahwa baru-baru ini beberapa pelayan dari Selir Mu dipukuli oleh tuan putri Ming Yu Ling Zhu hingga babak belur dan bahkan ada yang sekarat." kata Zio San.
Ya, selama 3 tahun ini San Zhun menyuruh orang kepercayaannya, Zio San untuk menyelidiki tentang kematian adiknya namun entah mengapa begitu sulit untuk dicari kebenarannya.
Mungkin ditutupi oleh kaisar, permaisuri, dan para selir yang tidak suka dengan Yu Ling.
San Zhun yang mendengar itupun mengepalkan tangannya erat dan mengetatkan rahangnya sampai giginya bergemeletuk, San Zhun menatap tajam kearah Zio San sedangkan yang ditatap menganggukan kepalanya.
San Zhun pun langsung bangkit dari duduknya dan segera pergi ke pavilliun Lotus tempat Yu Ling tinggal saat ini.
..
Kembali ke Selir Mu.
Saat ini dirinya sudah berada di pavilliun Mawar yang merupakan kediaman Selir Liu.
Disana sudah berkumpul para selir yaitu Selir Mu, Selir Liu, Selir Son, dan Selir Bing.
Sebenarnya masih banyak selir-selir di kekaisaran Ming tetapi Selir yang sering menganiaya Yu Ling hanyalah mereka karena mereka termasuk dalam jajaran selir Agung dan selir kehormatan kekaisaran.
Mereka tidak menyukai Yu Ling karena dirinya adalah keturunan langsung dari kaisar dan permaisuri, status anak mereka lebih rendah dari Yu Ling yang mereka anggap sampah.
Itulah sebabnya mereka begitu suka menganiaya Yu Ling karena menurut mereka hal itu sedikit mengobati ketidaksenangan mereka.
Saat ini mereka berkumpul untuk membahas masalah perubahan sikap Yu Ling.
"Ekhem, jadi si sampah itu sudah mulai berani melawan, begitu Selir Mu?." tanya Selir Son kepada Selir Mu.
"Ya itu benar Selir Song, lalu bagaimana ini?" ucap selir Mu.
"Haishh menurutku dia itu hanya berpura-pura saja selir Mu, bagaimana mungkin si sampah itu berubah hanya dalam waktu 3 hari?." kata Selir Bing.
"Ya, aku setuju pendapatmu selir Bing." kata Selir Son.
"Aku juga semula berpikir seperti itu, tapi karena aku sudah melihat sendiri bagaimana pelayan-pelayan ku babak belur, aku agak percaya dengan kesaksian Min Bo" sanggah Selir Mu sambil bergidik ngeri mengingat luka-luka yang dialami pelayan-pelayannya.
Sedangkan Selir Liu sedang diam saja karena memikirkan perkataan Selir Mu.
"Kalau memang begitu, gadis itu tidak bisa dibiarkan, tapi untuk sekarang ini kita santai saja dulu. Walau dia bisa bela diri atau sifatnya berubah tapi dia tetap tidak bisa berkultivasi. Racun yang digunakan selir Bing sangat ampuh, kalau tidak.. bagaimana cacat gadis itu sampai sekarang tidak bisa disembuhkan"
Akhirnya Selir Liu bersuara dan disetujui semua Selir disana.
Ya, segala cacat yang dialami Yu Ling disebabkan oleh sekumpulan selir ini, namun tidak ada yang tau selain mereka. Orang-orang mengira Yu Ling memang tidak berguna dan begitu sial sehingga tidak ada yang mau mendekatinya.
"Lihat saja anak sialan itu juga akan menyerah dengan sendirinya dan memilih untuk mati menyusul para pelayannya." kata Selir Liu sembari tersenyum miring yang kembali di angguki oleh Selir-selir lainnya.
.......
.......
.......
...TBC...
...See You👋🏻....
...Sudah direvisi...
...Thanks for Reading💐....
^^^1527 kata.^^^
lebai amat Thor