Lin Xiaomi bertransmigrasi ke dalam novel sebagai gadis bangsawan yang terkenal terobsesi pada Duke Jiang Xuan, pria dingin dan kejam yang ditakuti semua orang.
Demi menghindari akhir tragis, ia memutuskan menjauh dan hidup santai. Namun, sebuah Sistem Gosip membuat semua isi pikirannya dapat didengar orang-orang di sekitarnya.
Rahasia demi rahasia pun terbongkar, sementara takdir terus mempertemukannya dengan Jiang Xuan. Tanpa disadari, hubungan mereka perlahan berubah dan alur novel mulai menyimpang dari cerita aslinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anshuu_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gosip Mulai Menarik.
Keesokan paginya, Lin Xiaomi masih terlelap dengan damai.
Sinar matahari pagi telah menyelinap masuk melalui jendela, sementara kicauan burung di luar terdengar bersahutan.
Namun, semua itu sama sekali tidak berhasil membangunkan Lin Xiaomi.
Ia masih meringkuk nyaman di balik selimut, bahkan sesekali memeluk bantal sambil bergumam pelan dalam tidurnya.
Di sisi lain, sistem hanya bisa terdiam.
[Host memang benar-benar hobi tidur.]
Sementara itu, Lin Mingyu berniat menemui adiknya sebelum berangkat keluar.
Ia melangkah menuju halaman dalam, lalu berhenti di depan kamar Lin Xiaomi.
Setelah mendapat izin dari pelayan, Lin Mingyu mendorong pintu perlahan dan masuk ke dalam.
Begitu pandangannya tertuju ke arah ranjang, ia langsung terdiam.
Lin Xiaomi masih terlelap pulas.
Selimutnya sudah berantakan, rambut panjangnya acak-acakan menutupi sebagian wajah, sementara bantal guling dipeluk erat seolah itu adalah harta paling berharga.
Lin Mingyu hanya bisa menggeleng pelan.
"Dasar gadis ini..."
Sudah hampir tengah hari, tetapi adiknya sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda ingin bangun.
"Xiaomi, bangun."
Lin Mingyu memanggil adiknya dengan suara tenang.
Namun, tidak ada jawaban.
"Xiaomi."
Tetap sunyi.
Melihat adiknya masih terlelap, Lin Mingyu akhirnya mengulurkan tangan dan menggoyangkan bahunya pelan.
"Xiaomi."
Seketika, Lin Xiaomi langsung terduduk.
"Ah! Gempa! Tolong!"
Teriaknya panik sambil menoleh ke sana kemari.
Lin Mingyu yang tidak menyangka reaksi itu hanya bisa terdiam beberapa saat.
Tatapan Lin Xiaomi akhirnya berhenti pada sosok di hadapannya.
Ia berkedip beberapa kali.
"...Kakak?"
Barulah ia menyadari.
Tidak ada gempa.
Yang ada hanyalah Lin Mingyu yang sedang menatapnya dengan ekspresi bingung bercampur heran.
Lin Mingyu menggeleng pelan melihat tingkah adiknya.
"Sudah sadar?"
Lin Xiaomi mengusap matanya sambil mengangguk kecil.
Lin Mingyu lalu berkata dengan nada lembut namun tegas,
"Cepat bangun. Tidak baik kalau terus tidur seperti ini. Matahari sudah tinggi."
Lin Xiaomi mengerucutkan bibirnya.
"Sebentar lagi..."
"Tidak ada 'sebentar lagi'. Cepat bersiap. Kakak tidak ingin melihatmu menghabiskan sepanjang hari di atas ranjang."
Lin Xiaomi hanya bisa menghela wajah pasrah sambil perlahan menyingkirkan selimutnya.
"Pelayan," panggil Lin Mingyu.
Tak lama kemudian, beberapa pelayan memasuki kamar dan membungkukkan badan.
"Salam hormat, Tuan Muda."
Lin Mingyu mengangguk pelan.
"Bantu Nona bersiap. Jangan biarkan ia kembali tidur."
"Perintah akan segera kami laksanakan."
"Setelah itu, ajak Nona berjalan-jalan di taman. Tidak perlu keluar dari kediaman."
"Baik."
Lin Mingyu kemudian menoleh kepada Lin Xiaomi.
"Kakak ada urusan di luar. Jangan membuat masalah, dan tetaplah berada di dalam kediaman."
Lin Xiaomi mengangguk pelan.
"Baik, Kakak."
Setelah Lin Mingyu pergi, suasana kamar kembali hening. Sedangkan para pelayan segera mulai mendekat sambil membungkukkan badan.
"Nona, izinkan kami membantu Anda bersiap."
Lin Xiaomi yang masih mengantuk hanya mampu mengangguk pelan.
"Kalau begitu, aku serahkan pada kalian."
Beberapa pelayan segera menyiapkan air hangat, sementara yang lain mengambil pakaian dari lemari.
Tak lama kemudian, Lin Xiaomi selesai membersihkan diri.
Para pelayan memakaikannya hanfu berwarna hijau muda dengan sulaman bunga yang anggun.
Rambut panjangnya disisir rapi, lalu dihiasi jepit rambut dari batu giok.
Salah seorang pelayan tersenyum puas.
"Nona terlihat sangat cantik hari ini."
Lin Xiaomi menatap pantulan dirinya di cermin perunggu.
"Rupanya menjadi nona bangsawan memang cukup merepotkan."
Para pelayan hanya tersenyum kecil mendengar gumaman itu.
"Nona, apakah kita akan menuju taman sekarang?"
Lin Xiaomi mengangguk pelan.
"Ayo. Kakak sudah berpesan agar aku tetap berada di dalam kediaman."
Beberapa pelayan pun mengikuti di belakangnya saat mereka berjalan keluar menuju taman keluarga Lin.
Begitu keluar dari paviliun, angin sepoi-sepoi langsung menyambut mereka.
Lin Xiaomi berjalan santai menyusuri jalan setapak yang dipenuhi batu alam.
Di sepanjang jalan, berbagai bunga bermekaran dengan warna-warna indah, sementara kolam kecil yang dipenuhi ikan koi menambah suasana taman menjadi semakin tenang.
"Indah sekali..."
Lin Xiaomi berhenti di tepi kolam.
Matanya mengamati ikan-ikan yang berenang bebas di dalam air jernih.
"Tidak heran orang-orang kaya suka tinggal di tempat seperti ini."
Beberapa pelayan yang berdiri di belakang hanya saling berpandangan, lalu tersenyum tipis mendengar gumaman nona mereka.
Lin Xiaomi kembali melangkah.
Sesekali ia melihat para pelayan dan pengawal yang berlalu-lalang di dalam kediaman.
Baru beberapa langkah, suara sistem kembali terdengar.
[Ding! Terdeteksi gosip baru di sekitar Host.]
Langkah Lin Xiaomi langsung terhenti.
"Hah? Di dalam kediaman juga ada gosip?"
[Benar, Host.]
[Jarak target kurang dari lima puluh langkah.]
Lin Xiaomi langsung menoleh ke kanan dan kiri.
"Di mana?"
[Di balik paviliun depan.]
Rasa penasaran mulai muncul.
Lin Xiaomi berpura-pura menikmati bunga-bunga di taman sambil perlahan berjalan ke arah yang ditunjukkan sistem.
Beberapa pelayan mengikuti dari belakang tanpa menaruh curiga. Saat jaraknya semakin dekat, terdengar suara dua pelayan wanita yang sedang berbincang pelan.
"Katanya, Tuan Muda akan segera menerima perintah dari Istana."
"Benarkah? Bukankah usianya masih muda?"
"Justru karena itulah. Seluruh ibu kota tahu kemampuan Tuan Muda."
Lin Xiaomi yang mendengarnya langsung menghentikan langkah.
Dalam hati ia bergumam,
"Jadi mereka sedang membicarakan Kakak?"
Sistem segera memberikan pemberitahuan.
[Ding! Host berhasil mendengarkan gosip.]
[Selamat! Anda memperoleh 10 Poin Gosip.]
Mata Lin Xiaomi langsung berbinar.
"Eh? Semudah ini dapat poin?"
[Benar, Host.]
[Semakin bernilai sebuah gosip, semakin besar poin yang akan diperoleh.]
Mata Lin Xiaomi langsung berbinar.
"Kalau begitu, bukankah aku hanya perlu berjalan-jalan setiap hari?"
[Secara teori, benar.]
Lin Xiaomi tersenyum puas.
"Ternyata menjadi penonton gosip juga ada manfaatnya."
Ia pun melanjutkan langkahnya menyusuri taman. belum lama berjalan, suara para pelayan di balik paviliun kembali terdengar.
"Dengar-dengar, Duke Jiang Xuan akan kembali ke ibu kota dalam beberapa hari lagi."
"Benarkah? Kudengar kali ini beliau kembali setelah berhasil memadamkan pemberontakan di perbatasan."
"Benar. Bahkan Kaisar sendiri akan menyambut kepulangannya."
Mendengar nama itu, senyum di wajah Lin Xiaomi perlahan menghilang.
"...Kenapa harus dia lagi?"
Sistem segera berbunyi.
[Ding! Gosip penting terdeteksi.]
[Target utama: Duke Jiang Xuan.]
Lin Xiaomi langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan.
"Semoga aku tidak pernah bertemu dengannya."
Namun, sistem justru memberikan jawaban yang membuatnya terdiam.
[Berdasarkan perhitungan sistem, kemungkinan Host bertemu Duke Jiang Xuan dalam waktu dekat mencapai sembilan puluh delapan persen.]
"Apa?!"
Lin Xiaomi langsung menoleh ke arah langit dengan wajah putus asa.
"Kenapa takdirku seburuk ini?"
[Host tidak perlu khawatir.]
Suara sistem terdengar tenang seperti biasa.
[Selama Host tidak mengubah alur utama, kemungkinan bahaya akan jauh lebih kecil.]
Lin Xiaomi memandang langit tanpa semangat.
"Itu yang kamu bilang."
"Dalam novel yang kubaca, setiap kali tokoh utama berkata 'tidak akan terjadi apa-apa', beberapa saat kemudian pasti langsung terjadi masalah."
Sistem terdiam, Sulit membantah ucapan host-nya.
Lin Xiaomi kembali berjalan menyusuri taman dengan kedua tangan di belakang punggung.
Sesekali ia berhenti untuk melihat bunga, memberi makan ikan koi, lalu melanjutkan langkahnya.
Baginya, menikmati suasana seperti ini jauh lebih menyenangkan daripada terlibat dalam urusan para bangsawan.
Namun, belum sempat ia benar-benar bersantai—
Seorang pelayan bergegas menghampirinya.
"Nona."
Lin Xiaomi menoleh.
"Ada apa?"
Pelayan itu membungkukkan badan memberi hormat.
"Tuan Muda baru saja mengirim pesan. Beliau meminta Nona bersiap karena sore nanti Anda akan diajak menghadiri jamuan makan di kediaman Perdana Menteri."
Mendengar itu, senyum Lin Xiaomi langsung membeku.
"...Kediaman Perdana Menteri?"
Bukankah...
Di sanalah gosip pertama yang diceritakan sistem akan berlanjut?
Mata Lin Xiaomi langsung berbinar.
"Ini jauh lebih menarik daripada harus mengintip di Paviliun Yuelai."
Ia menyunggingkan senyum tipis.
"Kalau begitu, aku bisa makan melon secara langsung."
Sistem segera memberikan tanggapan.
[Benar, Host. Jamuan di kediaman Perdana Menteri akan mempertemukan banyak tokoh penting. Peluang munculnya gosip bernilai tinggi juga akan meningkat.]
Lin Xiaomi langsung mengangguk puas.
"Bagus. Sepertinya perjalanan kali ini tidak akan sia-sia."
🙏🙏 klau gk ska gk usah d baca gitu aja repot jgn ska mengritik orang gimna klau posisi itu berbalik kepda anda