NovelToon NovelToon
SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Sistem
Popularitas:479
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

"Saat pedang musuh hampir mencabut nyawaku, sebuah suara mekanis mengambil alih kendali tubuhku dan mengubahku menjadi mesin pembunuh yang sempurna."

​​Jacob adalah pangeran kedua kerajaan Helios yang selalu berlindung di balik punggung kakaknya, George. Namun, sebuah pengkhianatan di medan perang membuat George lumpuh dan pasukan mereka terbantai. Di tengah keputusasaan, sebuah Sistem Auto Pilot aktif di dalam kesadaran Jacob. Sistem ini tidak memberikan misi atau hadiah cuma-cuma, melainkan mengambil alih kendali saraf otot Jacob untuk melakukan gerakan bertarung yang mustahil dilakukan manusia biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Negosiasi Mawar Merah

​Natali menatap Jacob dengan tatapan yang sangat tajam, seolah sedang menakar seberapa besar nyali pangeran yang ada di depannya ini. Dia memutar sepasang belati peraknya dengan sangat mahir hingga menciptakan suara desing logam yang membelah keheningan malam di hutan perbatasan.

​"Berani sekali kau memintaku menjadi sekutu, Pangeran Jacob. Apakah kau tidak tahu bahwa kepalamu dihargai ribuan keping emas oleh kerajaan Scolar?" tanya Natali dengan nada suara yang sangat dingin.

​Jacob tetap berdiri dengan tenang, membiarkan sistem memproses setiap getaran udara dan gerak-gerik wanita di depannya. Dia tahu bahwa satu langkah salah saja akan membuat belati itu bersarang di jantungnya sebelum dia sempat menarik napas untuk berteriak.

​{Sistem, analisa wanita ini. Jangan biarkan satu detail pun lolos dari pengamatanku.}

​[Analisa Panca Indra: Denyut nadi target tidak stabil. Terdeteksi adanya pola energi abnormal di sekitar leher yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah secara periodik. Target menunjukkan tanda-tanda rasa sakit kronis yang disembunyikan.]

​"Emas dari Scolar tidak akan bisa membeli kebebasanmu, Natali. Aku bisa melihat mawar merah di lehermu itu berdenyut dengan cara yang menyakitkan, seolah sedang mencekik nyawamu setiap kali kau bernapas," ucap Jacob sambil menunjuk tepat ke arah tato mawar tersebut.

​||||||||||||||

​Natali tersentak hebat hingga langkah kakinya sempat goyah karena terkejut. Dia tidak menyangka ada orang luar yang bisa menyadari rasa sakit dari segel sihir mawar merah miliknya, sebuah rahasia yang bahkan rekan sesama pembunuhnya tidak ketahui.

​"Bagaimana mungkin kau bisa melihatnya? Tidak ada satu pun manusia biasa yang bisa merasakan denyut segel ini!" teriak Natali sambil menerjang maju dengan kecepatan yang sangat mengerikan.

​Dua belati perak itu melesat seperti bayangan maut yang langsung mengincar titik vital di leher Jacob. Natali tidak lagi ragu untuk membunuh, dia merasa rahasia terbesarnya baru saja ditelanjangi oleh pangeran yang seharusnya tidak memiliki kekuatan apa pun ini.

​[Kondisi Darurat Terdeteksi. Mengaktifkan Mode Auto Pilot: Pertahanan Efisien.]

​Jacob merasakan otot-ototnya bergerak sendiri dengan cara yang sangat presisi dan efisien. Dia meliuk ke samping dengan gerakan yang sangat tipis, membiarkan ujung belati Natali hanya menyambar udara kosong tepat di samping telinganya.

​{Gila! Jika sistem tidak menggerakkan leherku tadi, kepalaku pasti sudah menggelinding di atas tanah!}

​Sistem memaksa tangan kanan Jacob untuk menyambar pergelangan tangan Natali yang baru saja meleset. Dengan satu putaran sendi yang sangat akurat, Jacob memanfaatkan berat badan Natali untuk menjatuhkan wanita itu ke tanah.

​||||||||||||||

​"Mari kita buat sebuah taruhan yang adil untuk masa depanmu, Natali," bisik Jacob sambil menekan sebuah titik saraf di dekat segel mawar tersebut untuk memberikan sedikit relaksasi sementara.

​Natali merasakan sensasi hangat yang sangat aneh menjalar dari sentuhan Jacob, membuat rasa sesak di tenggorokannya yang sudah dia rasakan bertahun-tahun menghilang secara tiba-tiba. Dia menatap mata biru Jacob dengan penuh kebingungan dan rasa ingin tahu yang sangat besar.

​"Jika aku kalah dalam pertarungan ini, silakan ambil nyawaku sebagai bayaran. Namun, jika kau yang kalah, kau harus menjadi tangan kananku dan membantuku menghancurkan mereka yang telah mengikatmu," tegas Jacob dengan nada suara yang sangat mantap.

​Natali menggigit bibirnya dengan keras hingga mengeluarkan sedikit darah, dia tidak sudi kalah dari pangeran yang dianggap lemah oleh dunia. Dia segera berguling menjauh dan kembali menyerang dengan teknik yang jauh lebih mematikan.

​"Kesepakatan yang menarik, Pangeran. Jika aku kalah, aku akan menjadi tangan kananmu, pangeran, jika kau kalah, kau harus jadi budakku!" teriak Natali sambil menciptakan puluhan bayangan melalui teknik gerak tipu miliknya.

​Wanita itu bergerak secepat angin, menciptakan ilusi yang membuat Jacob seolah sedang dikepung oleh pasukan pembunuh bayaran dalam jumlah banyak.

​||||||||||||||

​[Analisa Selesai: Seluruh bayangan tidak memiliki denyut jantung. Target asli berada di sudut empat puluh lima derajat di belakang pengguna. Mengambil alih kendali penuh untuk serangan balik.]

​Jacob memejamkan matanya, membiarkan sistem yang menuntun setiap gerak ototnya untuk mendeteksi keberadaan Natali yang asli melalui getaran langkah kaki. Saat Natali muncul dari balik bayangan untuk menusuk punggungnya, Jacob berputar dan menghantamkan sikunya tepat ke ulu hati wanita itu.

​Natali terbelalak, seluruh tenaganya seolah menguap dalam sekejap karena hantaman yang sangat telak pada pusat energinya. Dia tidak sempat memberikan perlawanan saat Jacob kembali menyerang titik saraf di tengkuknya untuk mematikan kesadarannya secara instan.

​"Pertarungan ini sudah berakhir bahkan sebelum kau menyadarinya, Natali," ucap Jacob dengan suara rendah saat menangkap tubuh wanita itu yang mulai lunglai.

​Tubuh Natali akhirnya pingsan sepenuhnya di dalam dekapan Jacob, wajahnya terlihat jauh lebih tenang setelah rasa sakit dari segel mawarnya diredam oleh titik saraf tadi. Jacob menghela napas panjang saat merasakan kendali sistem mulai terlepas, meninggalkan rasa lelah yang luar biasa di sekujur tubuhnya.

​{Sistem, pastikan dia tetap tidak sadarkan diri sampai kita sampai di perkemahan. Aku tidak ingin ada drama tambahan di tengah jalan.}

​Jacob segera menggendong Natali dan membawanya menuju kuda yang dia sembunyikan di balik pepohonan rindang. Dia memacu kudanya dengan kecepatan tinggi kembali menuju perkemahan Helios sebelum fajar menyingsing.

​||||||||||||||

​Derap langkah kuda Jacob terdengar sangat nyaring saat memasuki area gerbang utama perkemahan yang dijaga ketat. Raja Ferdinand yang sedang menunggu dengan cemas di depan tenda komando langsung menatap putranya dengan ekspresi yang sangat marah.

​"Jacob! Ke mana saja kau pergi semalaman dan siapa wanita asing yang kau bawa dengan cara seperti itu?" bentak Raja Ferdinand dengan suara yang menggelegar hingga membuat para penjaga menundukkan kepala.

​"Apakah kau membawa pembunuh bayaran ke dalam jantung pertahanan kita sendiri? Jawab aku sebelum aku menyuruh pengawal untuk mengeksekusinya sekarang juga!" sambung sang raja sambil menunjuk ke arah Natali dengan jari yang gemetar karena emosi.

​Jacob mengabaikan gertakan ayahnya dan terus berjalan masuk ke dalam tenda dengan langkah yang sangat mantap. Dia meletakkan tubuh Natali di atas kasur empuk miliknya dengan sangat hati-hati, sebuah tindakan yang membuat kemarahan Raja Ferdinand semakin memuncak.

​Tatapannya kemudian beralih kepada sang raja yang sudah berdiri di ambang pintu tenda dengan wajah yang memerah karena tidak dihargai sebagai pemimpin tertinggi. Jacob berdiri tegak, memancarkan aura kepemimpinan yang sangat kontras dengan dirinya yang dulu.

​"Dia bukan pembunuh biasa, Ayah. Dia adalah senjata paling mematikan yang akan memastikan benteng Scolar runtuh tanpa perlu kita mengorbankan satu pun nyawa prajurit tambahan," jelas Jacob dengan nada suara yang penuh wibawa.

​Jacob berjalan mendekati meja strategi yang dipenuhi oleh peta-peta tua dan pion kayu yang berdebu. Dia menatap ayahnya dengan pandangan yang sangat serius, seolah sedang memberikan perintah militer yang tidak boleh ditentang.

​"Cukup dengan pertanyaannya. Ayo kita bahas strategi untuk menaklukkan benteng."

1
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!