NovelToon NovelToon
Takdir Sang Penanda Langit

Takdir Sang Penanda Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:727
Nilai: 5
Nama Author: Leon Messi

Nama adalah hal yang sakral di dunia Haochun, Nama adalah berkah Dewa, nama adalah kekuatan. Manusia tanpa nama bukanlah siapa-siapa, semua manusia yang tak bernama hanyalah orang-orang buangan dan kriminal.

Karena hak pada Berkah dan Nama mereka dicabut.

Mereka akan dipanggil dengan sebutan apapun yang orang inginkan. Meskipun mereka bisa membuat nama sendiri, tetap saja itu tak memiliki makna apapun.

Nama lahir adalah kehormatan mutlak di dunia ini. Dan inilah kisah tentang anak Klan Bangsawan kelas satu. Dia memiliki Inti Spritual yang sangat buruk. Saking buruknya, bahkan tidak seorang pun sebelum dia di dunia Kultivasi yang memiliki Inti spritual seperti itu.

Sehingga dia dianggap sebagai aib keluarga. Berkah namanya miliknya dicabut layaknya hukuman bagi

penjahat keji.

Dimulailah kisah anak buangan yang membawa nasib baik dan buruk bersamaan.

Berjuang tanpa kekuatan Berkah Nama seperti yang dimiliki orang lain. Huang Kai yang berganti nama menjadi Feng Yan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4

Bocah Jenius Keluarga

Huang

Delapan tahun yang lalu...

Aula Tetua klan Huang sedang melakukan pertemuan keluarga saat ini.

Mereka akan membicarakan perihal perjodohan untuk jenius masa depan klan. Dikalangan klan bangsawan perjodohan bukan hanya karena faktor persahabatan ataupun persaudaraan.

Perjodohan anak-anak bangsawan berarti juga membentuk sebuah aliansi antara dua pihak. Bila terjadi pembatalan perjodohan berarti sebuah penghinaan dan pengkhianatan atas klan tersebut, si gadis yang sudah mengalami pembatalan pertunangan juga disebut Janda. Sama seperti wanita yang sudah menikah.

"Karena sudah dijodohkan kakeknya, Kai'er sudah ditunangkan dengan Feiying dari keluarga Xiao. Bagaimanapun perjodohan ini sudah dilakukan oleh ayahku kepala keluarga sebelumnya dengan paman Xiao Yong kepala keluarga Xiao saat ini". Dan juga menurut pengantar pesan keluarga Xiao, mereka akan datang besok untuk berkunjung". Kepala keluarga Huang menjelaskan.

"Keluarga Xiao walau hanya klan kelas tiga, tapi mereka tidak terlalu buruk. Padahal belum lama ini mereka hanyalah klan biasa namun dalam waktu singkat berhasil merangkak ke posisi saat ini. Kudengar gadis kecil Fengying ini juga tidak terlalu buruk, baik dari segi penampilan maupun dari segi kemampuan. Ia termasuk anak yang jenius. Yah, bagaimanapun juga kita tidak bisa membandingkan jenius biasa dengan tuan muda Huang Kai." Ucap Huang Li Shu tetua utama klan Huang.

"Hanya saja sangat disayangkan perjodohan ini dilakukan saat mereka belum lahir, biasanya perjodohan dilakukan saat anak-anak sudah berhasil berkultivasi. Baru bisa dinilai apakah benar-benar layak atau tidak di sandingkan." Balas tetua kiri Huang Wu dong sambil mengusap jenggot panjangnya.

"Hahaha kalau tuan muda Kai'er aku sudah yakin akan mendapatkan Inti Spiritual tunggal saat berhasil membuka meridiannya. Kuharap ia akan mendapatkan akar spiritual Api.' ucap Huang Shaosheng tetua kanan dengan perasaan bangga.

Semua orang sangat setuju dengan pendapat tetua kanan sambil menganggukan kepala.

"Bagaimanapun juga perjodohan sudah dilakukan tidak ada lagi yang bisa kita lakukan. Semoga saja gadis kecil itu tidak mengecewakan kita semua" timpal kepala keluarga.

"Perintahkan pelayan untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut tamu kita. Segalanya harus terlihat baik, jangan sampai mempermalukan keluarga. 66

"Baik tuan, saya sudah memerintahkan para pelayan menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut dan melayani tamu kita." Kepala pelayan keluarga menjelaskan.

"Yunshang, bagaimana pelatihan Kai'er sejauh ini?" Tanya ketua klan yang juga sebagai ayah dari Huang Kai si anak jenius.

"Seperti biasa ia selalu membuatku kagum hari demi hari. Setiap malam bocah itu juga masih membaca kitab-kitab. Pengetahuannya dibandingkan para seniornya yang lain juga lebih baik. Siapa sangka bocah itu juga sudah bisa melakukan gerakan teknik-teknik tinggi klan kita. Hanya tinggal menunggu waktu saja saat ia bisa membuka jalur meridian-nya dan mendapatkan ranah

Kultivasi awal pemurnian tubuh." Yunshang dengan bangga menjelaskan kemampuan keponakan yang ia latih sejak kecil.

"Ia juga sudah sabar ingin mempraktikkan teknik tinggi dengan esensi alam. Selama ini ia tidak puas hanya bisa meniru gerakannya saja. Bahkan saat ini ia bisa mengalahkan seniornya di ranah pemurnian tubuh tahap awal hanya dengan teknik beladiri dan esensi nama saja. Berkah Dewa yang ia dapatkan lebih kuat dari siapapun di klan." Yunshang kembali menjelaskan seberapa kuat keponakannya itu.

"Hahaha, bagus Yunshang kau memang tidak mengecewakan ku. Aku memilihmu untuk melatihnya ternyata sudah tepat. Anakku memang luar biasa, kuharap ia bisa melampaui para leluhurnya kelak." Huang MingShi berkata dengan bangga dan penuh harap.

"Sekalian beritahu dia kalau besok tunangannya akan datang?. Aku tidak

Ingin dia melakukan kesalahan saat menyambut tamu dari keluarga Xiao."

"Kepala keluarga tenang saja, aku memang akan menemuinya setelah ini, kalau begitu aku permisi dulu." Ucap Yun Shang sambil memberi hormat, kemudian berlalu pergi dari aula tetua.

Sementara itu di atas bukit kecil di belakang kediaman kepala Klan Huang terlihat seorang anak lelaki sedang berlatih pedang sendirian. Ia adalah bocah jenius klan Huang yang terkenal.

Di usia yang belum genap sepuluh tahun ia sudah berhasil melatih tubuh nya mencapai tahap tempering tubuh tahap sembilan, yang mana tahap itu adalah tahap puncak sebelum seorang pendekar bisa berkultivasi.

Siapapun tidak bisa membuka meridian-nya sebelum berhasil melatih tubuh ke tahap puncak tempering tubuh.

Apabila memaksa berkultivasi maka tubuh orang itu tidak akan sanggup menampung dan menahan esensi alam

Yang berhasil diserap untuk diolah. Otot tubuh, tulang dan organ dalam bisa hancur bahkan bisa menyebabkan kematian. Selain itu dengan melatih tubuh mental dan jiwa seseorang akan semakin kuat dan stabil.

HUANG KAI nama anak jenius kebanggaan klan Huang itu. Meski sudah sangat ingin membuka dan mengolah meridiannya, namun keinginan itu masih harus di pendamnya untuk satu bulan kedepan.

Klan tidak ingin ia terburu-buru untuk berkultivasi, selain itu mereka berencana untuk mengundang sekte-sekte utama untuk memamerkan sang jenius. Walaupun sebenarnya mereka sendiri tidak kekurangan sumber daya untuk pelatihan, tapi lebih baik membiarkan ia berlatih di luar klan, untuk menambah wawasan. Sekaligus mendapat hubungan baik dari salah satu sekte kuat di kerajaan.

Meskipun Sekte dan klan-klan besar

Tidak pernah bersinggungan, tapi tetap saja hubungan baik dengan sekte-sekte kuat akan menambah nilai tersendiri untuk klan.

Hari ini Huang Kai terlihat berlatih ilmu pedang, walau masih bocah namun ia sudah menjadi penggila beladiri. Walau lebih sering berlatih seni pedang Huang Kai terkadang juga dilatih seni tombak sesekali oleh pamannya Yunshang. Paling tidak dasar-dasar dari teknik senjata yang lain selain pedang. Agar ia bisa lebih mudah memahami gerakan lawan-lawan yang akan dihadapi kelak.

"Kai'er, istirahat lah dahulu, jangan terlalu kau paksakan tubuhmu." ternyata Yunshang sudah sampai di tempat Huang Kai berlatih.

"Eh, paman sudah datang.

"Apa pertemuannya sudah selesai?" Tanya bocah itu sambil menoleh pada pamannya yang tiba-tiba sudah ada

Dibelakang.

"Belum, hanya saja aku tidak terlalu suka berada dekat dengan orang-orang tua itu. Sangat membosankan sekali, lebih baik aku disini menemanimu." ucap Yunshang dengan reaksi sedikit malas.

"Hahaha, paman suatu hari kau pasti akan jadi tetua dan duduk disana hampir setiap hari. Aku yakin kau akan menyukainya." kata Huang Kai dengan nada menggoda pamannya.

"Paman aku sudah tidak sabar melatih teknik khusus klan dengan esensi alam. Kapan ayah akan mengizinkan ku membuka meridian.? Ia bahkan tidak pernah melihat dan melatihku sekalipun. Bocah itu terdengar sangat kesal dengan ayahnya.

"Bocah itu tidak penting saat ini."

"Apa paman bilang?! tidak penting, paman ini hal paling penting di dunia saat ini. Saatnya aku bersinar dan

Dikenal di dunia kultivator sebagai pendekar jenius." ucapnya dengan nada sedikit sombong.

Takk,

"Aduh... paman apa yang kau lakukan? Memangnya aku salah apa?"

"Haish,,, nak kau tidak boleh sombong untuk apa yang akan kau capai. Ku akui kau memang jenius, tapi saat kau merasa sudah sangat hebat, saat itulah kau akan mulai kesulitan untuk berkembang. Ingat perkataanku ini baik-baik."

Huang Kai tersenyum mendengar perkataan paman yang lebih mirip sosok ayah baginya. Ia hanya menganggukkan kepala sebagai balasan.

Yunshang memberikan kendi air pada Huang Kai, "Minumlah dulu, besok kau tidak akan berlatih."

"Hah, memang kenapa paman? Aku tidak ada masalah atau tidak sedang terluka."

"Besok tunanganmu dan keluarganya akan datang berkunjung."

Uhugk..... Huang Kai sampai tersedak mendengar ucapan pamannya.

66 Apa paman bilang? TUNANGAN!

"Aku punya tunangan" tanya Huang Kai sambil menunjuk ke dirinya sendiri.

Yunshang hanya menggelengkan kepala tanpa menjawab pertanyaan keponakannya itu. Ia tidak menyangka walau hubungan Huang Kai dan ayahnya tidak erat, "paling tidak ayahnya mestilah pernah memberitahukan masalah ini pada Kai'er," batinnya merasa tidak berdaya.

1
Nanik S
Lanjutkan Tor .. walau sayang ada perjodohan
azizan zizan
alur yang membingungkan blok blak blok blak blok blak blok blak tak ada hujung pangkal tau2 cerita beralih ke padang dewa...lah 🤔🤔🤔 ini orang gila ka hapa yang buat novel Nih..
azizan zizan
ini cerita undur kembali kebelakang kah...pantasan like nol...
Nanik S
Kenapa mesti ada perjodohan masih kecil .. kadang cerita seperti ini amat membosankan
Nanik S
Lanjut terus Tor
Nanik S
Cukup menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!