"Aku yang akan menikahi Zaskia, Abi."
"Apa kamu yakin?"
"Yakin Abi. Hanya Zaskia yang Aryan mau dan Zaskia cuma butuh aku saat ini."
***
"Gus itu terlalu galak!"
"Bukan saya yang galak, tapi kamu yang bebal dan sulit di atur!"
Kisah cinta dua Gus Kembar.
Zaskia diguna-guna oleh seorang laki-laki yang menggilainya, sihir itu akan musnah jika Zaskia menikah dan berhubungan dengan suaminya. Aryan yang menikahi Zaskia meski ia tau bahwa Zaskia tidak mencintai dirinya melainkan sahabatnya-Kafa. Lantaran Kafa mundur bak pengecut.
Sedangkan Kisah Gus Arshaf, yang sudah menyerah dengan sikap nakal santriwatinya, bernama Zayna. Juga tentang Zayna yang sudah kebal dengan kegalakan dan semua hukuman dari Gus-nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fega Meilyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke Bidan
Zaskia termangu menatap wajah Aryan yang terlelap memperhatikan lebih dalam. Pikiran perempuan itu lantas berputar ke masa lalu lagi-lagi tak menyangka benarkah laki-laki yang dulu ia kenal cuek ini adalah suaminya. Zaskia benar-benar tidak habis pikir pada jalannya takdir.
Keduanya baru saja menyelesaikan ibadah suami-istri. Tubuh mereka masih polos dan hanya terbalut oleh selimut. Jari lentik Zaskia perlahan terulur memindahkan helai rambut yang menjuntai mengenai kelopak mata Aryan.
Di sela pergerakannya, kedua sudut bibir Zaskia tertarik membentuk lengkungan ke atas yang tampak teduh. Entah mengapa saat ini hanya Aryan yang menjadi topik menarik di pikirannya. Seharian tak melihat laki-laki itu, ia merasa seperti kehilangan sesuatu yang berharga.
"Kenapa belum tidur?" Suara berat Aryan membuat Zaskia terkejut.
Lekas ia menarik tangannya dari wajah Aryan. Namun Aryan malah menahan tangan Zaskia agar tak berpindah dari wajahnya seraya membuka mata.
"Mikirin apa sayang?" Suara serak laki-laki itu selanjutnya membuat jantung Zaskia berdesir aneh sekali. Bisa-bisanya ia terpesona pada suara serak yang baru saja bangun tidur.
Aryan meletakkan tangan Zaskia ke pipi. Kemudian tangan laki-laki itu menimpalinya. "Cantik," gumam Aryan.
Bibir Zaskia sontak terkulum. Ia menundukkan pandangan dengan tersipu menghindari tatapan sayu Aryan yang entah mengapa terasa menghanyutkan.
"Kenapa bangun?" Tanya Zaskia tanpa menatap orang yang sedang memandangnya
"Karena kamu yang terus ngeliatin kakak."
Zaskia tertegun bagaimana bisa Aryan tau dengan kegiatannya tadi apa dia tidak sungguh-sungguh terlelap. Benak perempuan itu mendadak riuh.
"Jadi kakak enggak beneran tidur?"
"Tidur, tapi tidur ayam."
"Kia ganggu kakak ya berarti?"
"Enggak. Terus kenapa tadi liatin kakak? Udah sadar kalau kakak ganteng."
"Dih! apaan? Pede banget!" Tawa perempuan itu renyah, mengudara memecah keheningan malam.
"Jujur aja, apalagi pas kakak di atas kan?"
"Ih!" Zaskia mencubit lengan Aryan membuat si empu badan meringis, pura-pura merasakan sakit padahal aslinya lumayan nyeri. Hihi.
"Sakit cantik. Adek enggak boleh nakal ya." Aryan menjawili pipi Zaskia.
"Kak aryan!" Protesnya pada tindakan Aryan.
"Kakak boleh tanya gak?"
"Enggak boleh, bayar dulu sini." Zaskia menodongkan tangannya tepat ke wajah Aryan.
Aryan tersenyum geli dan kemudian meletakkan wajah ke atas telapak tangan Zaskia yang tadi menodongnya. Setelah itu ia tersenyum. "Untuk sementara kakak bayar pakai senyum dulu ya."
"Oke, tapi entar bayarnya jadi dua kali lipat ya."
"Sepuluh kali lipat juga bakal kakak iyain."
Aryan berhasil membuat Zaskia kembali tersipu.
"Gombal"
"Gombal itu bukannya orang yang gak punya rumah ya."
"Itu gembel."
Aryan tergelak melihat raut muka Zaskia yang seolah sedang kesal membuat laki-laki itu gemas.
"Oke, sekarang kakak serius. Kakak mau tanya, kalau seandainya nanti kakak duluan yang dipanggil pulang, kamu gimana?"
Senyum di wajah Zaskia perlahan memudar. "Kenapa ngomongnya gitu, sih!"
"Kakak cuma penasaran apa kamu bakal ngerasa kehilangan kakak atau enggak."
"Apa sih tiba-tiba ngomong gini? Tahu ah. Kia gak mau jawab."
Zaskia menarik selimut lalu menutup wajahnya.
"Kia..."
"Kakak pasti udah tau jawabannya."
"Kakak gak tau sampai sekarang kakak masih belum yakin sama perasaan kamu ke kakak, Kia. Sebelumnya, maaf. Kakak pernah gak sengaja baca buku diary kamu sebelum kita pindah ke sini."
Zaskia membalalak di balik selimut. Perlahan ia menurunkan penutup di wajahnya dan kemudian menatap bersalah ke dalam manik mata Aryan yang terlihat tenang,
"Kak."
"Gapapa, sayang. Kakak paham kok. Lagian juga diary itu kamu tulis sebelum kita menikah." Senyum di wajah Aryan kemudian tersenyum tampak hangat. Namun Zaskia merasakan kesedihan di dalamnya.
Kia memang pernah menulis buku diary, itu mengenai perasaannya pada Kafa dulu.
"Maafin Kia.... Tapi sekarang Kia benar-benar udah sayang dan..." Zaskia menggantung ucapannya lantaran ia malu untuk mengungkapkan isi hatinya yang saat ini.
"Dan?" Aryan menunggu.
Zaskia menunduk lagi menghindari bertatapan dengan Aryan. "....Cinta sama kakak. Kia gak mau kehilangan Kak Aryan. Kia gak bisa bayangin gimana dunia Kia tanpa kakak. Kakak enggak boleh kemana-mana karena selamanya Kia butuh kakak di samping Kia." Ucapan itu mengalir begitu saja keluar dari bibir Zaskia yang gemetar menahan pilu.
Aryan tersenyum setelah itu menggeser posisi agak lebih dekat dengan istrinya.
"SIni sayang." Kemudian ia meletakkan kepala Zaskia di lengannya untuk kemudian memeluk erat perempuan itu.
"Kakak gak akan kemana-mana."
"Jangan ngomong yang aneh-aneh, Kak."
"Iya sayang, iya maaf ya."
Zaskia mengangguk serayaa mengusap wajahnya.
"Kok nangis."
"Tahu ah!"
"Beneran takut kakak tinggal ya." Goda Aryan sembari membantu Zaskia membasuh sisa genangan di bawah matanya.
"Pikir aja sendiri!"
"Idih ngambek!" Aryan lantas menjawil gemas hidung zaskia yang memerah.
"Kak!"
"Gemes Kia. Muka kaya bayi gini malah mau punya bayi."
"Kakak tuh yang bikin Kia jadi punya bayi!"
Aryan tertawa seraya kembali memeluk zaskia dengan perasaan gemas.
"Kak, Kia gak bisa napas!"
Aryan melonggarkan rengkuhan, kemudian mengarahkan wajahnya ke wajah zaskia yang memerah. Laki-laki itu tersenyum lembut seraya memindahkan helai rambut yang berserakan di sekitar wajah istrinya.
"Kakak masih gak nyangka kamu bakal jadi milik kakak, Kia." Iris coklat kehitaman aryan menyelami setiap inci wajah zaskia.
Zaskia mengulum senyum dan mengangguk.
"Kamu sayang kakak?"
"Yang tadi kurang jelas?"
Aryan tergelak. "Maaf ya, kakak-"
Cup!
"Kia sayang Kakak, selalu. Jangan pernah overthinking lagi ya. Kia udah lupain semua tentang kak Kafa. Karena sekarang, surga Kia itu kakak." Ucap Zaskia usai memotong ucapan Aryan dengan kecupan singkat di bibir
Aryan tercenung. Jantungnya tiba-tiba berdebar. Terasa aneh, namun ia menikmati degupan di balik dadanya.
"I love you kak!"
Debaran yang Aryan rasakan kian mengguncang tatapannya terpaku pada wajah Zaskia yang tengah menampilkan lengkungan manis.
"Kia, jantung kakak rasanya kayak mau copot."
Zaskia tersenyum geli menampakkan gigi. "Apa sih, Kak? Lebay deh."
Aryan menarik tangan Zaskia agar menempel ke dadanya yang polos tanpa penutup apapun. Benar, degupan itu seakan ingin merembes melesak keluar.
Zaskia merasakan dengan sangat jelas ia melongo kaget. Menatap tangannya sedang disentuh Aryan di sana.
"Kia"
"Hah?" Saat ia mengangkat pandangannya ke wajah Aryan laki-laki tanpa meminta permisi memagut bibirnya. Mesra.
"I love you too, sayang," Ucap Aryan usai membuat bibir Zaskia basah.
Zaskia tersenyum. Setelah itu bibir keduanya kembali menyatu. Saling memagut di antara kelopak mata yang perlahan terkatup. Di antara ruas rasa yang menguar begitu saja. Merengkuh jiwa dua insan yang kembali menyemai benih cinta agar kian subur dan tumbuh besar.
***
Keesokan harinya, seperti yang sudah direncanakan, Zaskia dan Aryan kini berada di sebuah klinik kehamilan usai keduanya pulang dari kampus.
Setelah bidan memeriksa keadaan janin dengan meraba perlahan perut Zaskia, kini ketiganya duduk di balik satu meja.
“Alhamdulillah, kondisi janinnya bagus. Tapi untuk sementara waktu kegiatan ranjangnya dibatasi dulu ya, jangan terlalu sering. Soalnya ini masih trimester awal, kandungannya masih lemah,” papar Bidan Husna lembut.
Penjelasan itu sontak membuat Zaskia dan Aryan salah tingkah.
Keduanya saling melirik, lalu tertawa kecil tanpa suara.
“Ini buku kehamilan dan vitaminnya, ya.” Bidan Husna menyodorkan sebuah buku beserta beberapa strip vitamin. “Oh iya, ada keluhan mual berlebihan enggak?”
“Sejauh ini masih aman, Bu,” jawab Zaskia pelan. “Malah rasanya kayak gak hamil. Mualnya cuma sesekali, itu juga biasanya pagi.”
“Alhamdulillah. Berarti bayinya bisa diajak kerja sama.” Bidan Husna tersenyum. “Kalau makan masih selera?”
Zaskia mengangguk.
“Masya Allah, bagus. Ibu kasih vitamin aja biar badan enggak gampang lemas. Ini diminum sehari sekali. Bisa pagi, siang, atau malam.”
Zaskia menerima vitamin itu sambil mengucapkan terima kasih.
“Mas juga mulai siaga ya jagain istrinya, apalagi masih trimester awal,” lanjut sang bidan sambil menoleh pada Aryan.
“Iya, Bu. Pasti,” jawab Aryan mantap.
Usai obrolan itu, keduanya berpamitan setelah sebelumnya membayar biaya pemeriksaan.
Begitu keluar dari klinik, ponsel Aryan tiba-tiba berdering.
“Siapa, Kak?” tanya Zaskia.
“Andre.” Aryan melirik layar ponselnya. “Bentar ya.”
Laki-laki itu berjalan beberapa langkah menjauh untuk menerima telepon.
Sementara itu, Zaskia berjalan pelan menuju mobil Aryan yang terparkir tak jauh dari sana. Ia memutuskan menunggu di dalam mobil.
Tak lama kemudian, Aryan menyusul masuk.
“Lama ya?” tanyanya sambil menutup pintu mobil.
“Enggak kok. Kak Andre bilang apa?”
“Enggak ada yang penting banget.” Aryan memasang sabuk pengaman. “Kita langsung pulang gapapa kan?”
Zaskia menoleh pelan. “Kakak mau pergi lagi ya?”
Aryan terdiam sesaat.
Sebenarnya ia tidak enak meninggalkan Zaskia lagi seperti kemarin.
“Kamu pengen sesuatu gak?” tanyanya balik.
Bukannya menjawab, Aryan malah mengalihkan pembicaraan. Ia takut kecolongan lagi membiarkan istrinya menahan keinginan selama hamil.
Zaskia menggeleng pelan. “Kia maunya kakak di rumah aja.”
Aryan menghela napas tipis. “Oke... tapi kakak pergi bentar ya?”
“Mau ke mana?”
“Balik ke kampus.”
“Rapat lagi?”
Aryan mengangguk sambil menghidupkan mesin mobil.
Perlahan mobil keluar dari area parkir klinik lalu melaju di jalan raya.
“Bahas apa sih, Kak? Perasaan rapat terus.”
“Ya banyak yang dibahas.”
“Memangnya kakak harus ikut?”
“Iya. Kakak gak enak sama Andre.”
“Terus gimana sama Kia?”
Aryan tertegun.
Nada bicara istrinya terdengar berbeda hari ini. Lebih sensitif dari biasanya.
“Kia...” Aryan meraih tangan perempuan itu. “Kakak di sana bukan nongkrong gak jelas. Kakak lagi bahas masalah yang lagi ramai di berita sama anak-anak BEM. Kita cari solusi terbaik supaya keadilan bisa ditegakkan. Kamu harus ngerti, sayang.”
Zaskia menghela napas cepat sambil membuang pandangan ke arah jendela.
Sebenarnya ia juga tidak ingin bersikap egois.
Namun entah mengapa, beberapa hari ini hatinya dipenuhi firasat buruk yang sulit dijelaskan.
“Kia?”
“Yaudah, terserah kakak.”
“Serius kita harus ribut cuma gara-gara ini?”
Zaskia diam.
Aryan kembali menggenggam tangannya lalu mengusap punggung tangan itu perlahan. “Sayang...”
Zaskia mengembuskan napas panjang. “Oke. Tapi janji ya nanti sore udah di rumah. Kalau kakak pulang malam lagi, Kia bakal pulang ke rumah Bunda sendiri.”
Aryan langsung menghela napas lega lalu mengangguk. “Iya. Selesai rapat kakak langsung pulang.”
Kemudian laki-laki itu tersenyum jahil. “Jangan cemberut dong. Senyum...”
Tangannya beralih mencubit pelan pipi Zaskia sambil menariknya gemas.
“Kak Aryan!” Zaskia buru-buru melepaskan tangan suaminya.
Aryan malah tertawa puas lalu mengusap kepala perempuan itu lembut penuh sayang.
“Istri kakak lucu banget kalau ngambek.”
“Tau!”
“Oh iya, coba kamu cek grup keluarga.”
“Ada apa, Kak?”
“Cek aja.”
Karena penasaran, Zaskia segera mengambil ponselnya dari dalam tas.
Ia membuka grup keluarga yang beranggotakan dirinya, Aryan, Arshaf, Zaid, kedua orang tuanya, dan juga orang tua Aryan.
Begitu membaca isi chat terbaru, mata Zaskia langsung membelalak lebar.
Ternyata Aryan mengirim foto tangan Zaskia yang sedang memegang tespek dengan dua garis merah samar disertai caption:
Bismillah, calon ayah muda izin gabung.
“Kakak?!”
“Kenapa?” Aryan pura-pura polos sambil fokus menyetir.
“Kok kakak kirim beginian sih!”
Aryan malah tertawa puas. “Gapapa. Mereka harus tau kalau sebentar lagi kita bakal punya bayi.”
“Huh! Pantesan semalam kakak foto tangan Kia sambil nyuruh pegang tespek!”
Refleks Zaskia menepuk paha Aryan pelan.
“Aduh!” Aryan terkekeh. “Main kasar sama suami sendiri.”
Zaskia mendengus malu lalu kembali menatap layar ponselnya.
Satu per satu pesan di grup membuat sudut bibirnya perlahan terangkat.
Bunda Ayesha: MASYA ALLAH Bunda jadi nenek muda ini mah.
Ayah Zhafran: Alhamdulillah. Jaga Zaskia baik-baik ya, Yan.
Uma Azzura: YA ALLAHHHH. Alhamdulillah. Uma baru mau tidur malah dikasih kabar begini.
Arshaf kalah cepat ternyata.
Arshaf: ASTAGHFIRULLAH. Gue baru kemarin dikira hamil sama Uma, sekarang malah beneran jadi om om.
Zaskia langsung tertawa kecil membaca pesan itu.
Aryan melirik sekilas.
“Kenapa?”
“Kak Arshaf.”
Tak lama muncul lagi pesan baru.
Zaid: Hah serius? Berarti Zaid dipanggil om dong? Padahal masih SMA.
Uma Azzura: Makanya cepat nikah juga kamu, Shaf.
Arshaf: UMAAA :'(
Aryan ikut tertawa mendengar Zaskia membacakan isi chat grup.
Kemudian muncul voice note dari Bunda Ayesha.
Zaskia memutarnya.
Suara perempuan itu langsung terdengar penuh haru.
“Ya Allah, bunda seneng banget. Jaga kesehatan ya, Kia. Aryan jangan bikin istrinya capek-capek. Nanti akhir pekan kalian pulang rumah ya. Bunda mau peluk calon cucu bunda.”
Zaskia langsung tersenyum hangat.
Dadanya terasa menghangat mendengar antusias keluarga mereka.
Tak lama kemudian muncul lagi chat baru dari Arshaf.
Arshaf: Yan, jangan kasih nama anak aneh-aneh ya.
Kalau cowok jangan “Arshaf Junior”.
Aryan langsung mengambil ponsel Zaskia sebentar lalu mengetik cepat sambil tertawa.
Aryan: Tenang. Kalau cowok namanya Arshafina.
“KAk!” Zaskia langsung tertawa geli.
Beberapa detik kemudian grup keluarga mendadak ramai oleh spam emoji ketawa dari semua anggota keluarga.
Di tengah suasana hangat itu, hati Zaskia perlahan ikut terasa tenang.
Setidaknya sekarang, ia tau bahwa bayi kecil di rahimnya akan lahir di tengah keluarga yang penuh kasih sayang.
ini pasti slah stu suruhan sikuruptor tuh
ya allah