NovelToon NovelToon
Ayah Tiriku, Sugar Daddy-ku

Ayah Tiriku, Sugar Daddy-ku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Terlarang
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wandhansari

Veliora tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah ibunya menikah dengan pria paling berbahaya di dunia elite Jakarta.
Kaelric Vorn.
Pria dingin yang dikenal sebagai penguasa bisnis internasional itu memiliki segalanya, kekuasaan, uang, dan dunia gelap yang tidak tersentuh orang biasa.
Namun di balik mansion mewah, tatapan tajam, dan nama besarnya…
Kaelric menyimpan sesuatu yang jauh lebih menakutkan.
Seekor black panther betina bernama Nyx.
Dan anehnya, binatang liar itu memilih Veliora.
Awalnya Veliora hanya ingin bertahan hidup di dunia baru yang terasa asing baginya.
Namun semakin lama dia berada di sisi Kaelric…
semakin dia menyadari bahwa pria itu bukan sekadar ayah tirinya.
Kaelric terlalu protektif.
Terlalu dominan.
Dan perlahan mulai memperlakukannya seperti sesuatu yang tidak ingin dia lepaskan.
Di tengah dunia elite penuh rahasia, pengkhianatan, dan kekuasaan…
Veliora terjebak di antara rasa cinta terhadap Ayah Tirinya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wandhansari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Rumah Yang Tak Lagi Sama

Rumah itu masih berdiri seperti biasa.

Tidak ada yang berubah dari bentuknya,

dinding yang sama, pintu yang sama, suara kipas tua yang masih berputar pelan.

Namun entah sejak kapan, semuanya terasa berbeda. Pak Atmo tidak ada lagi di sana.

Dan tanpa kehadirannya, rumah itu seperti kehilangan sesuatu yang tak bisa dijelaskan dengan Kata-kata.

Pagi itu sesuai kesepakatan, Kaelric bertandang ke rumah Pak Atmo. Dia sengaja datang untuk memastikan anaknya. Earpieces terpasang di telinganya. Karena, dia ingin mencari lintah darat yang selalu mengancam Pak Atmo dan keluarganya.

Ravian mengikutinya sejak tadi. Karena, hari ini dia sedang berusaha menuntaskan masalah di rumah Pak Atmo. Dia juga sudah berjanji pada si kecil yang pucat itu.

Pintu terbuka pelan. Kaelric Vorn turun tanpa tergesa. Langkahnya nampak tenang. Seolah tempat itu, bukan sesuatu yang asing.

Di dalam, istri Pak Atmo berdiri. Tangannya sedikit gemetar, karena memang jarang bertemu dengan Bos suaminya.

“Tu—Tuan…”

Kaelric tidak langsung menjawab. Tatapannya beralih ke arah ranjang kecil di sudut ruangan.

Seorang anak terbaring di sana. Wajahnya pucat. Tubuhnya nampak lemah.

Tapi saat melihat siapa yang datang matanya langsung berbinar.

“Om datang lagi"

Senyumnya kecil. Tulus. Tanpa beban. Untuk sesaat tidak ada yang bergerak. Kaelric pun mendekat. Langkahnya tetap sama. Tidak berubah.

Namun saat ia berdiri di samping ranjang itu,

tatapannya tidak lagi setajam biasanya.

“Bagaimana  kamu hari ini?” tanyanya singkat.

“Lebih enak kalau Om selalu datang.”

Jawaban polos itu membuat istri Pak Atmo menunduk lebih dalam. tidak berani melihat. Karena, merasa trenyuh sekaligus malu dengan ucapan anaknya.

Beberapa detik pun berlalu tanpa suara.

Kemudian...

“Masalah ayahmu akan selesai.”

Kalimat itu diucapkan datar. Tanpa penekanan.

Juga tanpa janji berlebihan. Namun justru itu yang membuatnya terasa mutlak.

Istri Pak Atmo mengangkat kepala. Matanya langsung memerah. Menahan tangis, karena suaminya dari kemarin malam tidak pulang.

“Tuan, suami saya ada masalah?”

Kaelric tidak menjawab. Ravian yang maju menjelaskan. Tapi sedikit berbohong. Karena, Kaelric sudah berpesan agar jangan menceritakan yang sesungguhnya. Karena, kondisi kesehatan anaknya tidak baik.

"Pak Atmo ditugaskan Bos ke Surabaya ya bu?. Karena, ada klien disana yang ingin Pak Atmo sebagai sopirnya. Perkiraan hanya dua minggu saja bu."

Istri Pak Atmo agak kaget juga mendengarnya. Kemudian Kaelric menyuruh Ravian untuk memberi bahan makanan, terutama sembako, telur, mi instan dan bahan makan yang lain.

Si kecil yang sedari tadi masih diatas tempat tidur,  memperhatikan Kaelric. Lalu turun dan menghampirinya, kemudian menyentuh tangannya.

"Om.. Om Bos. Mana ayah?"

Tangan Kaelric diguncang-guncang oleh anak itu. Kaelric jongkok untuk bicara dengan anak itu.

"Ayah kamu baik-baik saja. Kamu gak perlu risau. Om akan membantu ayahmu.'

Anak kecil itu mengangguk.

Di luar rumah, suasana mulai berubah. Dua pria berdiri tidak jauh dari pagar. Pakaian mereka biasa. Tapi cara mereka memperhatikan tidak biasa.

Sebuah motor berhenti di ujung jalan. Dua orang turun. Wajahnya keras. Langkahnya tidak ragu. Itu adalah suruhan si Rentenir. Mereka berjalan mendekat.

Namun sebelum sempat mencapai pintu salah satu pria yang tadi berdiri di luar melangkah maju. Tidak menghalangi dengan kasar. Hanya berdiri lalu tatapan mereka bertemu.

Hanya beberapa detik. Rupanya, Kaelric menyuruh orang-orangnya mengikuti dari belakang.

Langkah dua orang itupun berhenti.

“Rumah siapa ini, aku ingin mencari yang punya rumah?” tanya salah satu dengan nada menantang.

Tidak ada jawaban panjang yang keluar dari mulut mereka. Hanya satu kalimat pelan.

"Bukan tempat kalian.”

Suasana sunyi. Tatapan itu berubah. Dari berani menjadi ragu. Mereka saling melirik dan tanpa banyak kata akhirnya mundur.

Mereka pergi begitu saja. Di dalam rumah, tidak ada yang berubah. Seolah kejadian tadi tidak pernah terjadi.

Anak itu masih tersenyum kecil. Bahagia tiada terkira. Dia pun naik ke ranjangnya lagi, kelelahan karena penyakit yang merasuk di tubuhnya.

“Om Bos nggak pergi lagi, kan?”

Kaelric menatapnya beberapa saat. Tidak langsung menjawab. Namun tangannya bergerak pelan,  kemudian menarik selimut anak itu agar lebih rapi.

“Tidak sekarang, kamu yang tenang. Om ada urusan sebentar. Kamu istirahat dulu ya?"

Anak itu mengangguk.

"Bagaimana Bos?"

"Sekarang, kita ke seberang jembatan. Aku ada janji sama mereka."

Ravian mengikuti langkah Bosnya.

"Cari tahu siapa Bos mereka. Kalau sudah dapat, bawa ke hadapanku. Ya, aku tunggu di tempat biasa."

Rupanya, Kaelric menyuruh anak buahnya mencari Bos mereka.

Mereka segera pergi menuju sebuah jembatan di seberang perbatasan desa.

"Nanti, kamu berikan koper yang berisi kertas, Ravian. Uang itu nanti serahkan ke keluarga Pak Atmo. Tapi, tolong kamu bantu istrinya. Masukkan saja ke rekening buat simpanan mereka. Aku tidak mau anak-anak itu terlantar. Dan,..."

"Iya Bos."

"Urus juga kenaikan gaji Pak Atmo. Bulan ini gajinya harus tetap diberikan. Bulan berikutnya juga. Selama dia di penjara aku tidak ingin keluarganya terlantar."

"Kamu urus juga operasi besar untuk anak itu. Kemarin aku sudah menemui dokter spesialisasinya. Tinggal kamu lanjutkan saja. Setelah itu, kamu urus juga buat renovasi rumahnya. Aku tidak ingin rumah orang kepercayaan Papiku tidak layak huni macam itu. Aku takut, arwah Papi datang dan marah padaku. Pak Atmo orang kesayangan Papi, Ravian."

"Baik, Bos. Adalagi pekerjaan saya yang lainnya, Bos?"

"Sementara, itu saja. Aku tadi sudah suruh yang lainnya mencari Bos rentenir itu."

"Oke, Bos."

Mobil yang dikendarai Ravian bergerak halus di jalanan kampung. Menuju arah perbatasan desa.

Setelah sampai tidak jauh dari jembatan, mobil berhenti. Kaelric memperhatikan sekeliling tempat itu. Anak buahnya berada di titik lokasi yang tidak jauh dari situ.

Ravian lalu melemparkan koper besar berisi kertas. Suruhan rentenir itu segera mengambil kopernya. Lalu dibuka. Mereka marah bukan main. Karena, yang diambilnya adalah lembaran kertas bukan uang yang seperti dijanjikan Kaelric.

"Kamu membohongi kami. Bunuh orang itu."

Namun, belum sampai orang suruhan rentenir itu bergerak, anak buah Kaelric keluar dari persembunyiannya masing-masing. Ternyata, mereka menyamar.

"Jangan kalian macam-macam. Kalian akan celaka!"

Ujar seorang anak buah Kaelric.

"Bedeb*h!. Apa yang aku takutkan dari kalian?"

Mereka berkelahi di tempat itu.

Kaelric segera mengeluarkan Glock semi otomatisnya. Lalu ditembakkan ke udara.

Cukup untuk menghentikan perkelahian itu. Suruhan rentenir itu berhenti sejenak, memandang kearah Kaelric dengan tatapan tak percaya. Orang didepan mereka, tentu bukan orang sembarangan. Hingga punya senjata semi otomatis. Mereka melangkah mundur sedikit.

"Bos kalian aku ambil. Kalau kalian macam-macam denganku, sekali aku hubungi polisi kalian pasti masuk penjara."

Inilah, awal mula kenapa rumah Pak Atmo ada yang jaga, ya rentenir ini plus anak buahnya-lah yang ikut menjaganya. Secara, mereka kalah telak dengan Kaelric. Hehehe...

Mereka terdiam, nyali mereka pun ikut menciut.

Salah satu dari mereka angkat bicara.

"Baiklah, meski Bos kami saat ini tidak ada disini. Kami menyerah Tuan. Kami tidak akan menggangu Pak Atmo lagi beserta keluarganya. Orang-orangku akan kutarik mundur."

"Bagus!"

Hanya itu yang diucapkan Kaelric. Tak berselang lama, datanglah rentenir itu. Dia dibawa paksa oleh anak buah Kaelric.

Benar-benar tak berdaya dirinya kali ini. Apalagi setelah melihat wajah Kaelric. Sepertinya dia pernah berurusan dengan pria ini hingga dia harus kehilangan nyawa beberapa anak buahnya.

"Kamu, anak buahmu sudah menyerah pada Bos kami. Kamu ingin tetap mengganggu Pak Atmo dan keluarganya?"

Ravian yang bicara. Sedangkan Kaelric hanya memperhatikan saja.

"Baiklah, aku tidak akan menagih pada Pak Atmo lagi. Juga tidak akan mengganggu mereka."

"Kalau kamu bersedia, bisa bergabung dengan Bos kami. Hidupmu juga anak buah kamu itu pasti terjamin."

Akhirnya, mereka mau bergabung dengan Kaelric.

Dua minggu selepas itu. Pak Atmo dikeluarkan dari penjara. Pengacara Kaelric yang mengurusnya.

Dia terkejut melihat perubahan yang terjadi di rumahnya. Nampak orang-orang bangunan bekerja disana. Anaknya yang kecil, meski masih pucat menyambutnya dengan gembira.

"Satu minggu lagi aku akan sembuh ayah. Om yang kaya itu akan mengobati aku."

Pak Atmo agak trenyuh mendengarnya. Bosnya yang dingin dan tegas. Sungguh, kontras dengan Papinya. Papinya penyabar, murah senyum. Begitu baik pada bawahannya.

Kaelric tak begitu jauh dengan Papinya, tapi hanya pada orang-orang tertentu saja. Apalagi, orang yang sudah bertahun-tahun mengabdikan dirinya untuk keluarganya. Selebihnya, jika memang orang itu menyusahkannya pasti akan disingkirkan.

Sejak saat itu, kondisi mereka mulaii membaik. Anak Pak Atmo juga sudah dioperasi. Dan, dinyatakan sembuh oleh dokter.

Waktu pun berjalan sesuai garis takdirnya.. Membawa manusia pada kehidupan selanjutnya...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!