NovelToon NovelToon
Turun Ranjang

Turun Ranjang

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Seorang CEO muda yang ambisius seperti Kenzo Praditya tidak pernah punya rencana untuk menikah dalam waktu dekat, apalagi dengan Anindya, janda dari kakaknya sendiri.

​"Jangan pernah berharap aku akan menyentuhmu. Aku melakukan ini hanya demi wasiat Kakak," ucap Kenzo dingin di malam pertama mereka.

​Anindya hanya bisa menelan kepahitan. Ia bertahan demi satu alasan, buah hatinya yang membutuhkan perlindungan keluarga Praditya.

Namun, tembok es yang dibangun Kenzo perlahan runtuh saat ia melihat ketegaran Anindya menghadapi badai fitnah dari luar.

​Saat rasa peduli mulai berubah menjadi obsesi, Kenzo dihadapkan pada satu kenyataan pahit. Ia mulai mencintai wanita yang seharusnya tidak boleh ia miliki.

Simak Kisah Selanjutnya di Cerita Novel => Turun Ranjang.
By: Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Ruang makan keluarga Praditya malam itu terasa lebih dingin dari biasanya. Suara denting sendok dan garpu yang beradu dengan piring porselen terdengar nyaring, mengisi keheningan yang menyesakkan.

Tidak ada percakapan. Tidak ada tawa Elang karena anak itu sudah lebih dulu diberi makan di kamarnya oleh pengasuh baru pilihan Kenzo.

Anindya duduk tegak, namun tatapannya kosong mengarah pada piringnya yang masih penuh. Di seberangnya, Kenzo memotong steaknya dengan gerakan presisi, seolah setiap sayatan daging itu adalah simbol kendalinya atas rumah ini.

"Makanlah, Anin. Besok jadwalmu sangat padat. Desainer akan datang pukul sembilan pagi untuk mengepas gaunmu," ucap Kenzo tanpa mengalihkan pandangan dari makanannya.

Anindya tidak menjawab. Bibirnya terkatup rapat, bukan karena tidak ada yang ingin dikatakan, melainkan karena ia sadar bahwa kata-katanya kini tidak lebih dari sekadar angin lalu bagi pria di depannya.

Ia telah belajar dari siang tadi, saat ia berteriak histeris melihat koper-koper Arlan dibawa pergi, bahwa semakin ia melawan, semakin Kenzo akan menunjukkan taringnya.

"Kau dengar aku?" Kenzo meletakkan garpunya. Suaranya merendah, tanda peringatan.

Anindya perlahan mengangkat sendoknya, menyuapkan sesuap nasi ke dalam mulutnya yang terasa pahit. Ia mengunyah dengan gerakan mekanis, tanpa rasa, tanpa selera. Ia hanya ingin sesi siksaan ini cepat berakhir.

Kenzo memperhatikan setiap gerak-gerik Anindya. Ia menyukai kepatuhan ini, namun di sudut hatinya yang paling gelap, ada rasa tidak puas melihat tatapan mati di mata istrinya. Ia ingin Anindya tunduk, tapi ia juga ingin Anindya merasakan kehadirannya.

"Bagus," puji Kenzo dengan seringai tipis. "Jadilah istri yang penurut, maka hidupmu dan Elang akan sangat nyaman di sini."

Setelah makan malam yang terasa seperti upacara pemakaman itu berakhir, Anindya langsung beranjak menuju kamar Elang.

Ia membelai rambut putranya yang sudah terlelap, menghirup aroma bedak bayi yang masih murni, satu-satunya hal yang mengingatkannya pada kewarasannya. Namun, ketenangannya hanya bertahan sekejap.

Pintu kamar itu terbuka sedikit. Kenzo berdiri di sana, bersandar pada kusen pintu dengan kemeja yang sudah ditanggalkan kancing atasnya.

"Pindah ke kamar utama, Anin. Sekarang."

Anindya tidak membantah. Ia berdiri, mengecup dahi Elang untuk terakhir kalinya malam itu, lalu berjalan melewati Kenzo menuju kamar yang kini ia benci lebih dari apa pun di dunia ini.

Kamar utama itu kini sudah berubah total. Aroma parfum maskulin Kenzo yang tajam telah mengusir sisa-sisa wangi Arlan. Anindya berdiri di tepi ranjang king size yang kini terasa seperti altar pengorbanan baginya.

Kenzo masuk dan langsung mengunci pintu. Ia berjalan mendekat, setiap langkahnya memancarkan aura predator yang dominan.

Ia berdiri tepat di belakang Anindya, melingkarkan lengannya di pinggang wanita itu, dan membenamkan wajahnya di ceruk leher Anindya.

"Kau sangat wangi malam ini," bisik Kenzo parau. "Aroma sabun baru yang kupilihkan sangat cocok untuk kulitmu."

Anindya hanya diam. Ia tidak meronta saat tangan Kenzo mulai meraba permukaan kulit lengannya. Ia tidak bersuara saat bibir Kenzo mulai menjelajahi bahunya yang terbuka. Ia membiarkan dirinya ditarik ke dalam pelukan yang menyesakkan itu.

Kenzo membalikkan tubuh Anindya, memaksanya untuk menatap matanya. Ia mencari percikan amarah atau benci, namun yang ia temukan hanyalah kehampaan.

Hal itu justru memicu kegelapan di dalam dirinya. Kenzo mencium Anindya dengan kasar, sebuah ciuman yang menuntut kepatuhan total.

Anindya tetap tidak beraksi. Ia membiarkan Kenzo membawanya ke atas ranjang. Di bawah penerangan lampu tidur yang remang-remang, Kenzo menguasai tubuh istrinya dengan gairah yang meluap-luap.

Ia menyentuh setiap inci tubuh Anindya seolah ingin menghapus jejak tangan Arlan yang pernah ada di sana.

"Sebut namaku, Anin," tuntut Kenzo di tengah napasnya yang memburu. "Sebut namaku, bukan namanya."

Anindya tetap bungkam. Matanya menatap langit-langit kamar dengan pandangan hampa.

Meskipun tubuhnya bereaksi secara biologis terhadap sentuhan ahli Kenzo, sensasi panas yang menjalar dan debaran jantung yang tak terkendali, namun jiwanya tetap terkunci di tempat yang sangat jauh.

Kenzo semakin menggila. Gairahnya yang meledak-ledak menyatukan mereka dalam sebuah badai sensual yang intens.

Ia bergerak dengan ritme yang dominan, membawa mereka berdua ke puncak kenikmatan fisik yang luar biasa, namun penuh dengan kepahitan emosional. Bagi Kenzo, ini adalah penaklukan. Bagi Anindya, ini adalah pemerkosaan terhadap jiwanya.

Di tengah puncak gairah yang membara, Kenzo mengerang, membisikkan kata-kata obsesif yang selama sepuluh tahun hanya berani ia simpan dalam hati.

"Kau milikku... selamanya milikku. Aku tidak akan pernah membiarkanmu melihat pria lain lagi."

Beberapa saat kemudian, Kenzo terbaring di samping Anindya, napasnya perlahan mulai teratur. Ia menarik tubuh polos Anindya ke dalam pelukannya, mendekapnya erat seolah takut wanita itu akan menguap jika ia melepaskannya sedikit saja.

Anindya tidak bergerak sedikit pun. Ia merasa seperti boneka porselen yang baru saja digunakan dan diletakkan kembali ke tempatnya. Air mata tunggal mengalir di sudut matanya, membasahi bantal sutra yang dingin.

"Kenapa kau tidak melawanku lagi?" tanya Kenzo lirih.

Tangannya membelai rambut Anindya dengan lembut, bertolak belakang dengan kekasaran yang ia tunjukkan sebelumnya.

Anindya akhirnya bersuara, suaranya terdengar seperti berasal dari tempat yang sangat dalam dan gelap.

"Untuk apa? Kau sudah mengambil tubuhku, hartaku, dan masa depanku. Yang tersisa hanya jasad ini. Kau boleh memilikinya, Kenzo. Tapi kau tidak akan pernah memiliki hatiku."

Kenzo terdiam. Rahangnya mengeras. Ia mempererat pelukannya hingga Anindya sulit bernapas.

"Aku tidak butuh hatimu sekarang, Anin. Aku punya seluruh waktu di dunia ini untuk membuatmu melupakan Arlan. Dan jika aku harus menghancurkanmu berkali-kali untuk melakukannya, maka aku akan melakukannya."

Kenzo mematikan lampu, menenggelamkan mereka dalam kegelapan yang pekat.

Esok harinya, Anindya terbangun sebelum fajar menyingsing. Ia melihat Kenzo masih tertidur lelap di sampingnya, wajahnya yang tampan terlihat sangat tenang, hampir menyerupai Arlan jika saja ia tidak tahu betapa kejamnya pria ini.

Anindya bangkit, mengenakan jubah mandinya, dan berjalan ke arah jendela besar yang menghadap ke halaman belakang.

Di bawah sana, di tempat yang dulu sering digunakan Arlan untuk bermain bola dengan Elang, kini hanya ada taman yang sepi dengan penjagaan ketat di setiap sudutnya.

Ia menyentuh kaca jendela yang dingin. Ia menyadari satu hal yang pasti. Kenzo tidak hanya menikahinya karena wasiat atau karena ingin menyelamatkan keluarga. Kenzo telah merencanakan ini semua.

Pernikahan ini bukan sekadar turun ranjang, melainkan sebuah rencana matang untuk memiliki wanita yang tidak pernah bisa ia dapatkan dengan cara yang benar.

Tiba-tiba, sebuah tangan melingkar di lehernya. Kenzo sudah bangun. Ia mencium pundak Anindya, memberikan sensasi dingin yang membuatnya bergidik.

"Selamat pagi, istriku. Hari ini adalah hari besar bagi kita. Bersiaplah, karena dunia akan melihat siapa pemilik sah Anindya Praditya yang sebenarnya."

Anindya hanya bisa mengangguk pelan. Ia telah menjadi tawanan di istananya sendiri, dikurung dalam kemewahan yang terasa seperti neraka, dipaksa mencintai sang tiran dalam diam.

...----------------...

**To Be Continue** ....

1
Yuliana Tunru
akhir dr hudupnu kenzo dan.itu setimpal sgn jejahatan mu krn aju yakin arlan pun dibunuh okeh kenzo
nani rahayu
lanjut thoor seru cerita nya
Miss Ra: 💪

siaaappp
total 1 replies
Nabitha Azizah
ceritanya nggak membosankan
Miss Ra: 🤗

thank u ratingnya kakak...
/Kiss//Rose/
total 1 replies
Nabitha Azizah
thorr ceritanya bagus...semangat sampai akhir/Heart/
Miss Ra: 🤗

thank u kakak
/Rose//Kiss/
total 1 replies
Mundri Astuti
lanjutin aja Thor .... seru ko ceritanya
Mundri Astuti
kemarin" nyepelein, pas di dtgin takut, gimana sih anin
Yuliana Tunru
akhir x up jg thorr s3nang baca x ..aplg saat kenzo di tangkap ikut bernapas lega ..smoga bab 20 hingga 80 lancar jaya 💪💪💪
Miss Ra: 🤗🤲

amiiin....
makasih banyak doanya kakak...
total 1 replies
nani rahayu
Anin sudah benar berada di samping Zayed, lanjut thorr cerita mu menarik 👍
Soraya
mampir thor
Miss Ra: 🤗

thank u kakak
total 1 replies
Yuliana Tunru
cerita mu bikin tegang to candu thorr beharqo kenzo dan valeirie diculik dan dikurung hingga tak bisa pulang lg ..syykur anin beetemu irang2 baik .. thor smoga ini bab terbaik mu 💪💪💪vote buat mu
nani rahayu: lanjut thoor seru, aku suka cerita mu, semoga thoor sehat selalu semangat nulis nya 👍
total 2 replies
Mundri Astuti
tetep hati" Anin, jaga elang juga, jangan sampai digunakan Kenzo sebagai alat buat kamu balik ke dia
Dew666
🥰🥰🥰
Miss Ra: 🤗

makasih ratingnya kakak
total 1 replies
Dew666
🍎🍎🍎
Miss Ra: 🤗🤗🤗

thank u kakak
total 1 replies
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Miss Ra: 💪🤗

siaaappp
total 1 replies
siti Syamsiar
lanjut thor 👍👍👍👍👍
Mundri Astuti
saudara kandung kah Kenzo dan Arlan 🤔, papanya juga kayanya lebih ke Kenzo ya
Eva Karmita
biarkan Kenzo berjuang mengejar cinta nya ya otor ngk usah ada orang baru lagi ... pengen lihat bagaimana Kenzo menaklukkan hati Anin 😅🥰
Eva Karmita
bingung mau komen apa 🤔🤔😅
Eva Karmita
kalau di lihat disini yg jahat bapaknya Kenzo menurutku orangnya ambisius...
Eva Karmita
selamat tinggal jakarta hiduplah dengan tenang dan damai Anin elang... semoga saja di pelarian mu ini kamu tidak membawa benihnya Kenzo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!