NovelToon NovelToon
Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Pelakor jahat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Jihan Fahira memergoki suaminya selingkuh dengan sahabatnya. saat dia kembali dari rumah sakit. Saat itu suami dan sahabatnya sedang melakukan hubungan yang tidak pantas di dalam sebuah villa.

Saat itu Jihan tewas di tangan suami dan sahabatnya sendiri. Namun keajaiban muncul dalam hidupnya. Dia di beri kesempatan kedua. Jihan kembali hidup ke enam tahun yang lalu.

Kesempatan kedua untuk membalas dendam dan mengubah kembali takdir tragis yang akan terjadi di masa depan.

Mampukah Jihan membalas dendam dan mengubah takdir tragis yang akan menimpanya ?

Follow Ig: Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4

2 jam yang lalu.

Saat itu telpon Hendrick berbunyi, panggilan dari Jihan istrinya. Enam tahun mereka telah menjadi suami-istri, awalnya mereka memang saling mencintai sampai akhirnya dia berselingkuh dengan Regina sahabat istrinya.

📳 Tut...! Tut...! Tut...!

Hendrick yang sedang berduaan dengan Regina bercumbu mesra, melihat ponselnya. Namun saat dia melihat istrinya yang menelpon dirinya dia tidak menjawab panggilan itu, dan membiarkannya.

" Siapa yang menelepon mu mas...?" tanya Regina yang duduk di samping Hendrick.

" Jihan, yang menelpon, mengganggu kita saja! " ucap Hendrick, sedikit kesal saat istrinya menelpon.

Mereka berdua sedang asyik melihat film di televisi sambil bermesraan. Namun Regina awal menyuruh Hendrick untuk mengangkat panggilan telepon dari Jihan.

" Coba kamu angkat dulu mas, dari tadi dia menelepon mu...? " ucap Regina, sedikit penasaran mengapa Jihan terus menelpon Hendrick.

Namun Hendrick tidak menghiraukan perkataan Regina, dia tidak ingin mendengar suara dari istrinya itu, yang menurut nya sudah tidak layak lagi.

" Biarkan saja, lagi pula aku malas mendengar suara nya, hanya membuat sakit telinga dan merusak suasana...!" ucap Hendrick sambil mencubit manja pipi Regina.

Hendrick menggelitik Regina, mereka tertawa. Namun karena ponselnya terus berdering nyaring membuat dirinya merasa sangat kesal.

Hendrick, mengambil ponselnya dan mematikan ponselnya, agar tidak ada yang menggangu dirinya yang sedang bermesraan dengan Regina.

" Sialan nih orang! " ucap Hendrick, mematikan ponselnya, dan menaruh ponselnya sedikit keras.

Namun tidak lama setelah itu ponsel Regina juga berbunyi.

📳 Tut...! Tut...! Tut...!

Regina melihat Tas nya, saat dia melihat layar ponsel, tertulis nama " Belahan jiwaku ♥️ " nama kontak Jihan di ponsel Regina.

" Siapa sayang...? " tanya Hendrick, saat ponsel Regina berbunyi.

" Jihan mas, dia juga menelepon ku..." jawab Regina, melihat layar ponselnya.

" Biarkan saja... Kenapa gedebong pisang itu, mengganggu saja, bukannya segera mati, supaya tidak menggangu kita...!" jawab Hendrick, dengan suara yang penuh kesal.

Hendrick kemudian mengambil ponsel Regina, dia juga mematikan ponsel milik Regina, agar tidak ada lagi yang menggangu mereka.

" Mas, kenapa di matiin telponnya...?" tanya Regina, yang awalnya ingin mengangkat panggilan telepon dari Jihan.

" Buat apa... Aku terkadang bingung sama kamu sayang...? Kenapa kamu masih peduli dengan dia, biarkan saja dia, lagi pula sekarang aku adalah milik mu... " Ucap Hendrick, mulai meraba-raba tubuh Regina.

Regina merasakan kenikmatan dari sentuhan dan belaian hangat dari suami sahabatnya sendiri, tangan Hendrick meraba-raba sampai membuat dirinya mendesah.

" Argh mas... Sudah... Aku tidak tahan lagi...! Bukannya tadi siang sudah...? A-akh...!" Suara Regina, meringis.

Regina menggigit bibirnya, sambil memeluk tubuh Hendrick. Matanya melek saat Hendrick mengecup lehernya.

Suara dekat jantung, kehangatan dan nafas, serta nafsu birahinya yang membara diantara keduanya, memuncak.

Regina meringis matanya perem-melek.

" A-akh... Mas, enak mas!" tangan nya menjambak rambut Hendrick, saat dia meraba dan meremas melon miliknya.

" Bagaimana sayang... Enak bukan...!" bisik Hendrick di telinga Regina. Tangannya terus merayap dan membelai tubuh Regina.

" Shut... Baby... Akh..."

Disaat nafsu birahi mereka memuncak dan Regina mulai membuka kancing baju Hendrick. Tiba-tiba bel pintu berbunyi.

🚪 Ting...! Tung...!

Sontak mereka berdua berhenti. Wajah Regina yang memerah dan nafsu Hendrick yang memuncak. Membuat mereka tampak sangat kesal dengan kedatangan tamu.

" What the fvck... Siapa yang datang...?" ucap Hendrick dengan suara yang penuh kesal, kemudian berdiri, dan mengancingkan baju nya.

Regina juga kembali merapikan pakaiannya.

Hendrick, kemudian berjalan menuju pintu, dengan perasaan kesal dengan kedatangan pengganggu dia membuka pintu.

Dia membuka pintu dan melihat pegawai properti yang datang memberikan dokumen pembelian sebuah villa kepada Hendrik.

" Permisi dengan pak Hendrick " ucap pegawai properti.

" Ia, ada apa...! " jawab Hendrick, dengan nada suara yang meninggi tinggi karena masih kesal.

" Saya agen properti, saya datang memberikan sertifikat, pembelian sebuah villa atas nama bapak." ucap agen properti.

Saat itu Hendrick mengingatkan bahwa, malam ini dia akan pergi ke villa yang sudah dia beli dengan uang asuransi milik istrinya.

Hendrick kemudian mengambil dokumen dan menandatangani surat pembelian sebuah villa tersebut, setelah itu agen properti itu mengatakan bahwa dia bisa menempati villa itu sekarang.

Setelah itu agen properti itu pergi, Hendrick juga masuk kedalam, dia menutup pintu dengan sangat keras, walaupun kesal dia sedikit senang karena malam ini dia bisa pergi ke villa itu dan menghabiskan waktu bersama dengan Regina tanpa ada yang menggangu.

Hendrick kembali masuk kedalam, saat itu Regina bertanya kepada Hendrick siapa tadi orang yang datang kerumahnya.

" Siapa tadi sayang...?" tanya tanya Regina. Dia melihat Hendrick yang membawa sebuah amplop besar berwarna coklat muda di tangannya.

" Agen properti sayang, malam ini kita pergi kesana, disana tidak akan ada orang yang akan menggangu kesenangan kita." ucap Hendrick, mengajak Regina untuk pergi bersamanya.

" Akhirnya... Sekarang semuanya akan menjadi milik ku... " ucap Regina dalam hati. Dia tersenyum penuh kemenangan dengan apa yang dia dapatkan.

Dia berhasil mendapatkan semua yang dimiliki oleh Jihan, mulai dari pekerjaan, uang rumah dan juga laki-laki, semua yang dimiliki oleh Jihan berhasil dia dapatkan.

Dia mendapatkan semuanya dengan menghalalkan segala cara, dan mulai memanipulasi kehidupan Jihan demi keuntungan dirinya.

" Serius mas, kita akan pergi kesana...!" ucap Regina, walaupun sebenarnya dia sudah tahu sebelumnya.

Mereka kemudian bersiap, mereka kemudian keluar dari rumah. Kemudian pergi kesana dengan mobil milik Regina. Mereka kemudian pergi menuju villa yang sudah di beli oleh Hendrick.

Namun yang mereka tidak tahu bahwa Jihan mengikuti mereka dari belakang dengan sebuah taksi.

Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh mereka kemudian sampai di villa tersebut. Mereka masuk kedalam villa tersebut.

" Wah... Mas, villa ini kamu yang beli...?" ucap Regina, melihat villa yang cukup besar dan mewah, matanya terkagum-kagum melihat villa tersebut.

" Bagaimana apa kamu suka dengan villa ini...?" tanya Hendrick, melihat Regina yang terkagum-kagum dengan villa yang dia beli.

" Suka banget mas, makasih mas, aku semakin cinta sama kamu...!" ucap Regina, kemudian mencium pipi Hendrick.

Hendrick kemudian memeluk tubuh Regina, kemudian mencium dan mengk0k0p bibir regina dengan brutal. Tangan nya memegang pipi Regina sambil terus mengk0k0p.

Hendrick kemudian menggendong Regina, sambil terus mencium, dia kemudian membawa Regina masuk kedalam kamar untuk melanjutkan hasrat birahi mereka yang tadi tertunda.

...•••☘☘☘•••...

Di pinggir jalan, Jihan yang mengikuti Hendrick dan Regina sampai di depan villa. Dia kemudian turun dari taksi.

" Ini pak, terimakasih sudah mengantar saya" ucap Jihan sambil memberikan ongkos mobil.

" Terima kasih mbak! " ucap sang sopir kemudian pergi meninggalkan Jihan.

Saat itu Jihan melihat villa tersebut, villa itu adalah villa yang dia inginkan waktu dulu, saat dia masih sehat dan masih berkerja.

" Kenapa mereka berdua pergi kesini...?" ucap Jihan dengan perasaan penuh curiga, kemudian berjalan masuk menuju villa.

Dia berjalan perlahan dengan menahan sakit, kebetulan saat itu Hendrick dan Regina tidak mengunci pintunya.

Dia melihat sepatu milik suami dan sahabatnya di depan pintu. Perasaan curiga semakin menumpuk di dalam hatinya.

Saat dia berjalan masuk, dia mendengar suara desahan, seorang wanita di dalam kamar villa. Dia berjalan menuju kamar.

Setelah, itu dia mengumpulkan keberaniannya untuk membuka pintu kamar. Saat dia membuka pintu kamar.

BRUGGG...!

Jihan membuka pintu kamar depan sangat keras, dan dia melihat hal yang tidak bisa dia bayangkan.

" HAAAAA!!! "

Teriak Jihan dengan sangat keras, melihat sesuatu yang menjijikkan, dan tidak dapat dia percaya saat itu.

𝐵ℯ𝓇𝓈𝒶𝓂𝒷𝓊𝓃ℊ...ღ

1
Sandrina
cocok, emang munafik banget, sahabat macam apa itu 🤬🤬🤬
Sandrina
greget banget sama sahabat nya ini, playing fictim
Sandrina
astaghfirullah, baru baca udah di suguhin yg kayak gini 😭
Nana✨
Tabiat sahabatmu yang sangat kau percaya, Jihan🥺
Rahma
ini lagi
Rahma
astaga 😭 baru baru baca, udah di kasih yg becekbecek😭
Tina
Kopi untukmu Thor 🤗
Tina
Bisa²nya pembukaan aku langsung reflek istighfar 😭
Sishrye
ohhhhh......
Nana✨
Belahan jiwa maksudnya belahan suami apa gimana, jir!
한스Hans: , emm, makasih udah mampir kak🙏, pantai terus ya ceritanya, nanti ada
total 1 replies
Nana✨
Astaghfirullah😭😭
pojok_kulon
Jangan sampai Regina yang menjadi madunya 🤭🤭
한스Hans: 🤣 Kaka bisa aja🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!