NovelToon NovelToon
Tangisan Seorang Istri

Tangisan Seorang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Patahhati
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: hatimku

aku masih sangat muda saat menikahi suami ku pernikahan kmi bukan karna saling mencintai tpi karna kami saling membutuh pertolongan usia kmi pun jauh berbeda aku masih 17 tahun saat menikah sedang kn suami ku 27 thn di usia itu suami ku di paksa menikah karna orng tua nya sudah semangkin tua sedang kn aku gadis miskin yang membutuh kn bnyak biaya hidup orng tua sakit sakitan gaji ku tidak sebera jauh dari kata cukup hingga pada seatu hari aku klur makan siang tak sengaja aku membaling minuman yang tampa sengaja mengenai kepala suami ku..... maaf kan aku pak aku mohon maaf pak jngn pecat saya . tampa suara dia berlalu entah berapa langkah dia menbalikkan badan menuju arah ku. .... temui aku di ruangan ku secepat nya saat itu seluruh badan ku lemas ya allah cobaan apa lagi tampa aku sadari butiran bening mengalir di pipi ku ku langkah kn kaki menuju ruangan derektur tok tok tok. masuk suara dari dalam silang duduk sebelum aku duduk aku memohon agar pak gibran tidak memecat ku tolong lah pak jika bapak memecat saya keluarga ku mau makan apa aku ada lh tulang punggung keluarga aku berbicarapangjang lebar kmudia dia membentak ku diaaaaam kmu bisa diam kan dengar penjelasan ku ucap nya aku meringding melihat kemarahan nya. aku tertunduk sendu. saat itu aku benar benar pasrah. ...... apa km mau membantu ku ucap nya dengan Suara yang sdh lembut
tampa pikir panjang aku mengia kan. .....apa km tau apa yang akan aku. pinta dari mu aku menggeleng tanda tidak tau ......jika km setuju aku akan memjamin masadepan keluargamu mendengar itu aku bingun apa yng akan dia pinta sebagai imbalan nya...... apa yang harus saya lakukan pak....... dengan jelas dia berkata menikah lh dengan saya ketika itu aku bingun di sisi lain aku. belum siap di sisi lain keluarga ku membutuh biaya ya allah bantu aku apa yng hrus aku lakukan ....beri aku waktu pak. ......waktu mu satu minggu secepat itu ucap ku........aku berlalu dari ruangan nya semata tertuju pada ku ada yang bersorak ada yang menggungjing kn ku. ada seorang teman dia sangat baik menghampiri ku .......kenapa bos galak itu memanggil mu..... aku menggeleng tidak bersuara kta kta nya terngiang 2 di telinga ku hinggaaku tak sadar teman ku memukul bahu ku.... km knp sih ra ucap nya. ... mungkin aku akan di pecat lis

lisa. ko bisa .......hmmmmmm mungkin dah nasib batin ku....
seminggu sdh berlalu tiba lah saat nya menentu nasib ku aku pun di panhgil ke ruangan derektur.
gibran......tampa basa basi apa keputusan mu? .......ea aku setuju apa jaminan nya klo bapak tidak menipuku jawab ku...
besok

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hatimku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Terluka kembali*

"Biarkan Allah yang menentukan takdirku, aku percayakan hidup dan matiku padamu Ya Rabb" Do'a dewi usai sholat magrib.

karna merasa lapar dewi pergi ke dapur untuk memasak, setelah selesai masak, dia makan sendiri karna dia yakin kalo suami nya tidak akan pulang. tiada henti henti nya dewi manangis mengenang nasib nya yang malang, karna merasa sesak akhir nya dewi menyudahi makan malam nya, dia pun merapikan dapur, lalu bergegas ke kamar tidur nya.

dia membaringkan tubuh kecil nya di atas tempat tidur yang kecil sambil menatap langit langit kamar nya.

"hhhmmmm, apa yang harus aku lakukan? aku merasa bosan di rumah, mulai besok aku harus bangkit aku tidak boleh seperti ini, walau aku tidak berpendidikan, tapi aku yakin di luar sana masih banyak yang butuh tenaga, yaaa, aku harus melakukan ini" batin dewi menyemangatkan diri.

sampai akhirnya dewi tertidur, seperti biasa suara azan subuh seperti alarm bagi dewi, dia bangkit ke kamar mandi untuk membersih kan diri sebelum melaksanakan sholat subuh, setelah usai sholat dewi langsung menuju dapur membuat sarapan untuk dirinya sendiri karna iwan belum juga pulang.

"sudah satu minggu kamu meninggalkan aku, tanpa kabar berita kamu buang aku di sini, apakah ini tujuan mu membeli apartemen ini? agar kamu bisa meninggalkan aku di kota ini, "hiks hiks hiks" lagi lagi dewi menagis, sudah satu tahun dua bulan dewi menikah tapi tiada hari tanpa air mata.

kemudian dewi sadar akan rencananya semalam untuk keluar mencari kerja, dia mempercepat sarapannya lalu merapikan meja, setelah semua beres dia pun keluar rumah.

"aku pasti bisa, aku tidak bodoh, aku kuat, aku harus bisa, Ya Allah bimbinglah aku, amiiin."

langkah demi langkah ia telusuri hingga menemukan sebuah pamflet menerima karyawan, tanpa ragu dewi pun masuk membarani kan diri untuk bertanya.

"permisi, apa di sini membutuhkan karyawan?" tanya dewi.

"iya betul, ada yang bisa saya bantu?"

"saya mau melamar kerja disini bu."

"apa kamu yakin?"

"iya bu,saya yakin"

"apa sebelumnya kamu pernah bekerja?"

"pernah bu, tapi hanya buruh pabrik saja bu." jawab dewi

"Oh, baiklah, nama kamu siapa?"

"dewi bu"

"Ok, kapan kamu bisa mulai bekerja?"

"sekarang juga boleh bu, saya sudah siap"

"baik, mari ikut saya" dewi mengikuti langkah pemilik toko, setelah sampai ke sebuah ruangan dewi melihat ada beberapa karyawan yang membuat adonan kue.

Ternyata dewi kerja di tempat pembuatan kue bobo, "mari saya perkenalkan sama senior kamu" dewi mengikuti ibu pemilik toko,

"ini nama nya dewa, kepercayaan saya, ini andi tukang bakar kue, nah kalau yang bertiga ini dina, alisa, dan johan, sama seperti kamu yang akan membungkus roti nya, apa sudah jelas wi?"

"Oh iya sudah bu"

"perhatian semua, dia karyawan baru kita" "hai, selamat datang di tempat kami dewi" ucap mereka semua di hari pertama dewi bekerja, dewi masih malu malu.

tiba waktu nya makan siang, "ayo makan wi" panggil dewa, "iya kak,terimakasih".

"Dewi di sini kita keluarga jangan sungkan" "terimakasih ya kalian semua baik pada ku" jawab dewi.

Hari sudah sore waktunya pulang, semua karyawan punya kendaraan, kecuali dewi. dewa yang melihat dewi sendirian menawarkan tumpangan, "ayo saya antar", ajak dewa.

"gak usah kak,saya tinggal gak jauh dari sini"

"oh gitu,aku duluan ya wi" pamit dewa.

"iya kak, hati hati, terimakasih" dewi tersenyum kecil, dewa hanya melambai kan tangannya.

Sementara di apartemen iwan mencari dewi kemana mana, "kemana dia pergi, kok jam segini belum pulang" batin iwan khawatir.

tak lama pintu di buka oleh dewi, dewi tau kalau iwan ada di rumah karna mobil nya sudah kelihatan, "assalamualaikum"

"waalaikumsalam" jawab iwan.

"kamu dari mana kenapa lama sekali baru

pulang?" iwan langsung melontarkan pertanyaan.

Dewi tidak langsung mejawab, "memang nya kenapa kalau aku gak pulang, apa peduli mu? kamu aja ga pulang aku baik baik saja kok" batin dewi.

"aku pergi kerja" jawab dewi singkat.

"kamu kenapa wi?"

"gak apa apa kak"

"buat apa kamu kerja wi,kamu butuh uang? bilang saja akan aku berikan"

"gak usah repot repot kak,aku masih bisa kerja kok, lagian aku juga bosan di rumah gak ngapa ngapain"

"apa kamu marah karna aku gak pulang dalam beberapa hari ini?"

"buat apa saya marah saya tidak ada hak buat marah, saya hanya pembantu mu, penjaga rumah mu". dewi pun berlalu masuk kamar nya, iwan semangkin marah karna melihat dewi masuk kekamar pembantu. sebelum sempat iwan menghentikan langkah, dewi terlebih dahulu masuk ke kamar.

"kenapa kamu memakai kamar ini wi? buka dulu wi, kita perlu bicara" iwan berbicara dari depan pintu kamar.

"tidak ada yang perlu di bicarakan kak, biarkan saya seperti ini, maaf saya mau istrihat dulu" jawab dewi dan langsung mematikan lampu kamarnya, iwan naik keatas menuju kamar nya dan meriksa pakaian dewi ternyata semua pakaian sudah tidak ada di lemari, "dia sudah berani keluar rumah, jangan sampai ada yang tau kalau dia istriku, aku yakin pasti dia cuma jadi pembantu dia gak punya sekolah" batin iwan.

Pagi hari pun tiba seperti biasa melaksanakan tugas harian nya membuat sarapan, pagi kali ini dia juga menyiap kan buat suami nya dan meletakkan di atas meja sebelum dia berangkat kerja.

sementara iwan masih tertidur pulas diranjangnya, dia tak menyadari kalau hari sudah siang, perlahan lahan dia membuka mata nya, betapa terkejut nya dia hari sudah jam 10 pagi, dia pun bergegas menuju kamar mandi, karna hari ini ada meeting pukul 11.00 siang iwan pun memanggil dewi berulang ulang, dia lupa kalau dewi sudah bekerja. ternyata dia sudah berangkat, iwan masuk kekamar dewi melihat keadaan kamar nya,

"ini kah kamar istriku?, apa sebenar nya yang ku lakukan, masih bagus kamar bi irah dari kamar istriku" batin iwan.

karna ego nya yang tinggi, ia pun berlalu sambil berkata "itu kan pilihan mu, terserah aku tak perduli" sepanjang perjalanan dia berfikir dimana dewi bekerja dan sebagai apa dia, "ahhhh" dia memukul setir nya karna kesal.

Ditempat kerja dewi terlihat bahagia bertemu teman baru nya, melupakan masalah nya, sementara dewa selalu memperhatikannya dari jauh.

"aku yakin dewi ada banyak masalah, kelihatan dari wajah nya" batin dewa sambil memandang wajah dewi.

"Dewaaaaa" andi memanggil nya, membuat semua yang ada di ruangngan itu melihat ke arah mereka.

Bu tati yang mendengar itu berlari kecil melihat ke arah suara andi " kamu kenapa ndi?"

"tidak apa apa bu, cuma bercanda mau ngerjain dewa" andi cengengesan.

"berhasil gak kamu ngerjain dia?"

"gak bu, malah yang lain yang terkejut, maaf ya bu"

"lain kali jangan kamu ulang lagi" jawab bu tati.

semua karyawan menunduk tanda mengerti, bu tati pun berlalu dongkol melihat kejadian itu.

Hari hari di lalui dewi penuh ceria, diapun suda memaaf kan suami nya.

hubungn dewi dan iwan semangkin jauh saja, tak terasa sudah satu setengah tahun mereka menikah, tapi tidak ada tanda tanda mereka saling jatuh cinta.

Hari ini dewi libur kerja, rencana nya mau bersantai sejenak, mumpung libur.

melupakan masalah nya, seharian dewi tiduran di kamar nya, iwan tidak tau kalau dewi libur, hari ini iwan pulang awal sengaja menunggu dewi pulang kerja.

padahal dewi sudah pulang dan sedang tidur pulas di kamarnya.

mohon maaf ya kalo tulisan kurang menarik mohon saran ya sobat ,,

1
Ma'rifatul Hasanah
🤔🤔🤔🤔🤔
Denni Siahaan
dasar gak bisa di ajak kompromi Thor jadi kecewa bacanya
Denni Siahaan
buat sebuah mukjizat Thor kasian Iwan pliss
Denni Siahaan
jangan sampai meninggal Dewi ya Thor buat ceritanya harmonis
Denni Siahaan
semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah jangan sampai ada pelakor
Sitikhumairoh
ceritanya bagus.... sayangnya Ndak ada titik koma
...kadang suka bingung g sih bacanya
Bunda Dira
bukan kurang menarik cuman nulisnya harus lebih diperhatikan belepotan
Yus Gerin
tulisannya ngga ada spasi...ngga ada titik koma jalan kayak kereta api. 🙏
Bundasarah Ibt
lanjut thor
Hanny Hartoko
boleh nggak bawa sandara ke sini .. biar aku yang habisin pelakor
chusnul chotimah
thor lanjut thor...cerita mu bagus thor
Deni Oden
ceritanya menarik sih, tspi tulisanya gak ada titik komanya thor
tiikaaaa
cerita aneh skip dan bye!!!
Selita Awini
apa sih tujuan iwan nikahi dewi
Suprihatingsih
cerita nya bagus bingit
Suprihatingsih
lanjut dong thor
Selita Awini
dewi bodoh knpa ngak pulang aj sih kekeluarganya
Rena Agustina
apa si Dewi gak dikasih jatah bulanan ya..ya walaupun kerja kan mesti dapat jatah bulanan
Evi Andriani
lanjutt dgn Sandra, ceritanya bagus tapi banyak salah ketik huruf dan ketepatan tanda baca.
Siti Fatimah
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!