NovelToon NovelToon
Saat Aku Memilih Pergi

Saat Aku Memilih Pergi

Status: tamat
Genre:Poligami / Tamat
Popularitas:35.7k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Nadia Tujuah tahun menikah dengan Raka
mengurus Ibu mertuanya dengan baik
mengurus anak adopsi dengan baik
selalu bersabar karena dia hanyalah anak yatim piatu
Namun tepat di usia pernikahannya yang ke tujuh
Raka malam menikah lagi Dengan Ratna Sepupunya sendiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sap 34

Nadia mendongak perlahan. Matanya menangkap pemandangan yang membuat dadanya terasa sesak sesaat. Ratna menempel pada Raka seperti perangko yang melekat erat di amplop. Lengan perempuan itu melingkar manja di tangan lelaki yang pernah menjadi suaminya selama bertahun-tahun.

Sementara itu, Raka terlihat canggung. Bahunya tampak menegang, bibirnya bergerak tipis seperti ingin mengatakan sesuatu, tetapi urung.

“Bukan urusan kamu,” Nadia menjawab dengan tenang.

Nada suaranya datar. Nyaris tanpa emosi. Tangannya tetap tenang membalik lembaran majalah di pangkuan, meski jemarinya sempat menegang sesaat.

“Memang bukan urusan kamu, tapi melihat kamu melamar jadi sales mobil apa enggak lebih baik kamu balik lagi ke Raka?”

Raka menatap Nadia dengan wajah bersalah. Sorot matanya turun sesaat, menghindari tatapan perempuan itu.

“Benar, Nadia. Daripada kamu jadi sales mobil, mending kamu balik saja ke rumah.”

“Aku tidak sedang melamar pekerjaan,” jawab Nadia tenang sambil tetap duduk.

“Udah, Nadia, enggak usah gengsi,” ucap Ratna dengan senyum sinis. Bibirnya melengkung tipis, matanya menatap Nadia dari atas ke bawah. “Kamu tahu tidak, Mas Raka hari ini mau beli mobil untukku karena dia dapat bonus dari perusahaan.”

“Bukan urusanku,” jawab Nadia.

“Memang bukan urusanmu, tapi aku hanya ingin memberi tahu kamu saja. Kalau beda istri itu beda rezeki. Belum satu bulan aku menikah dengan Mas Raka dia sudah mendapatkan rezeki yang besar. Sedangkan sama kamu, Mas Raka mobilnya saja tak pernah ganti.”

Nadia mengangkat pandangan perlahan. Matanya menatap lurus ke arah Ratna. Wajahnya tetap tenang.

“Satu bulan menikah dan tujuh tahun kalian berzina, dan sekarang kalian membanggakan diri kalian di depanku? Kalian pikir aku iri?”

Decihannya pelan, tetapi cukup membuat udara di sekitar terasa menegang.

Gigi Raka bergemertak menahan kesal. Rahangnya mengeras, tetapi dia memaksa menampilkan wajah ceria di depan Nadia.

“Nadia, jangan terus ungkit hal itu. Aku benar-benar menyesal,” ucap Raka.

“Nadia, itu hanya masa lalu. Kalau kamu tidak mandul mana mungkin Mas Raka pindah padaku.”

Kalimat itu meluncur begitu saja.

Dada Nadia terasa seperti dihantam sesuatu. Sesaat.

Hanya sesaat.

Namun perempuan itu memilih diam. Tidak menanggapi. Nadia kembali duduk sambil membaca majalah, seolah kata-kata tadi hanya angin yang lewat.

“Nadia, Mas Raka baru dapat bonus lima puluh juta dan akan membelikanku mobil. Kamu layanin saja kami, kamu pasti diterima langsung dan kamu akan mendapat bonus.”

“Benar saran Ratna, Nadia,” ucap Raka cepat. “Kalau kamu tidak mau kembali sebaiknya kamu layanin saja kami.”

“Sudah kubilang aku sedang tidak melamar pekerjaan.”

“Masih saja tak mau mengaku. Kalau tidak melamar menjadi sales mobil lalu kamu ke sini mau ngapain? Kan enggak mungkin juga kamu beli mobil.”

“Iya, Nadia, jangan memaksakan kehendak. Walau selama ini uang yang aku berikan cukup banyak untuk kamu dan kamu sudah menabung sekian lama, sebaiknya gunakan dengan bijak.”

Nadia menutup majalahnya perlahan.

Tatapannya menajam.

“Kamu bukan siapa-siapa aku lagi, tidak usah mengatur hidupku.”

Ratna baru saja membuka mulut ketika seorang pria dengan kemeja rapi berjalan mendekat ke arah Nadia sambil membawa amplop cokelat.

“Pak, Anda pasti sales senior di sini, kan? Tolong Anda terima saudara saya jadi pekerja di sini. Kasihan dia tidak punya suami lagi.”

Kalimat itu terdengar seperti simpati, tetapi senyum tipis di wajah Ratna menunjukkan sebaliknya.

Pria itu tertegun. Dahinya berkerut kebingungan.

“Iya, Pak, saya mau ambil mobil di sini. Tolong bonusnya berikan pada Nadia,” ucap Raka.

“Maaf, Bapak dan Ibu salah sangka. Mbak Nadia bukan pekerja kami dan bukan orang yang melamar pekerjaan.”

Ratna mengedip beberapa kali.

“Lalu untuk apa dia ke sini?”

Pria itu tersenyum sambil menunjukkan amplop di tangannya.

“Bu Nadia baru saja membeli mobil dari kami, mobil Honda HRV.”

Ratna dan Raka tertegun.

Wajah keduanya seketika membeku.

Nadia beli mobil baru?

HRV lagi?

Jantung Raka berdegup lebih cepat. Alisnya bertaut. Dalam pikirannya, Nadia paling hanya memiliki tabungan puluhan juta.

“Nadia, kamu jangan gila. Nanti setoran bulannya bagaimana sedangkan kamu tidak punya penghasilan?” ucap Raka dengan nada khawatir.

“Benar, Nadia. Jangan memaksakan diri membeli mobil hanya karena kamu ingin terlihat sukses setelah bercerai. Hidup harus apa adanya saja, enggak usah neko-neko. Lebih baik kamu gunakan uang kamu untuk sewa kontrakan dan usaha kecil-kecilan saja, Nadia,” ucap Ratna memberi nasihat.

Nadia menatap mereka datar.

“Apa mau beli apa saja tidak ada hubungannya dengan kamu.”

“Pak, tolong batalkan saja pembeliannya. Percaya sama saya, Nadia tidak akan lancar setoran bulanannya,” ucap Raka cepat.

Pria berkemeja rapi itu tersenyum sopan.

“Maaf, Bapak dan Ibu. Mbak Nadia membeli mobilnya cash, tidak kredit, jadi kami tidak khawatir kalau cicilannya tidak lancar.”

Ratna dan Raka terdiam.

Mata mereka membulat.

“Anda pasti bohong, kan?” sangkal Raka.

“Benar, Anda pasti bohong. Anda jangan asal percaya omongan dia memang besar. Sekarang dia bilang akan membeli mobil, tahu-tahu uangnya enggak ada.”

“Maaf, Bu, sekali lagi. Mbak Nadia sudah membayarnya dengan lunas.”

Jantung Ratna hampir saja copot mendengar hal itu.

Tubuhnya terasa kaku.

Tangannya yang memegang tas perlahan mengepal.

“Pak Johan,” ucap Nadia pada pria berkemeja rapi itu, “saya tidak nyaman dengan kondisi ini. Apakah Anda bisa memberi saya tempat yang nyaman?”

Raut muka Johan berubah panik. Nadia adalah pelanggannya, dan sudah membeli secara tunai. Dia tidak boleh mengecewakan Nadia.

“Kalau begitu mari ke ruang private, Mbak.”

Johan menunjukkan jalan.

Ratna dan Raka hendak mengikuti, tetapi Johan mengangkat tangan menghalangi.

“Bapak dan Ibu jangan membuat keributan atau nanti saya panggilkan security.”

Raka dan Ratna terdiam.

Namun hati mereka justru semakin panas.

Johan dan Nadia melangkah meninggalkan mereka.

“Mas, kamu beri uang Nadia berapa?” tanya Ratna geram.

“Ya lima juta per bulan.”

“Bohong kamu, Mas!” ucap Ratna. “Tidak mungkin Nadia bisa mempunyai uang banyak. Kamu pasti memberi Nadia tanpa sepengetahuan aku, kan?”

“Astaga, Ratna. Bahkan semua pengeluaran aku saja sudah kamu kontrol jauh sebelum kita menikah. Nadia saja waktu masih jadi istriku tidak tahu berapa penghasilanku.”

“Terus Nadia dapat uang dari mana?”

“Ya entahlah.”

Raka juga bingung.

“Pokoknya aku enggak mau tahu. Aku mau beli mobil kayak Nadia, mobil HRV.”

“Jangan gila kamu, Ratna. Gajiku enggak akan cukup untuk bayar cicilannya.”

“Pokoknya aku mau mobil kayak Nadia. Kamu bisa korupsikan nanti.”

Raka menatap Ratna tidak percaya.

“Kamu gila, Ratna.”

“Pokoknya aku mau mobil kayak Nadia. Kalau enggak aku akan bilang sama Nanda kalau dia anak haram.”

1
Talnis Marsy
semangat thor
Talnis Marsy
lho kok
nunik rahyuni
klo suami menunjukan hal2 yg diluar kebiasaan secara terus menerus itu perlu di curigai..knp g kmu selidiki..ikuti pkai taksi online kan bisa ..jgn terlalu oon..duit kan banyak..buntuti selidiki jgn mau di bodohi terus
nunik rahyuni
kebiasaandiam malah di injak injak terus ..
melawan itu perlu demi kewarasan..kesehatan mental biar g jadi orang yg lemah ...aq paling benci kli melihat orang diam kli di singgung di kata katai mkinya klo mertua yg ngatai..langsung q lawan..g ada istilah mertua julid hatus di hormati..yg ada harus dihindari biar sehat jiwa raga
Marni Marlina
lnjuut
fatmiatun sahono
heran juga ma si Nadia. dia TDK sadar apa itu muda Nanda mirip siapa krg peka sama sekitar nya ne....
Marni Marlina
lnjuut
siswati etty
lha dah tamat to.....
selamat berkarya Thor ditunggu cerita seru selanjutnya....tetap semangat Thor 💪💪
Alim
lo kok tamat thor
Anonim
Jujur aja andre biarin novi tau siapa ibu nya ,pasti novi milih nadia nanti
Suanti
semoga cepat punya baby 🤭
Suanti
ayok novi bantu papa nya tolak wanita yg mau jodoh kan jadi mama baru mu 🤭🤣🤣🤣
Alim
hah kok cepet mati thor🤭🤭🤭
siswati etty
ternyata...... dari atasnya gak benar jadinya gak benar jg seterusnya...
SOPYAN KAMALGrab
menyedihkan
Alim
apa yg trjadi
Alim
lsnjutkan thor
Inarrr Ulfah
semgat KA 💪
siswati etty
tetep semangat... ditunggu lanjutannya thor
Machmudah
semangat othor.....jd semangat jg bacanya kl upnya banyak....Bagus ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!