NovelToon NovelToon
Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teen Angst / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:20.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: SHy

Berawal dari kebohongan yang Hana ciptakan dengan mengaku-ngaku jika Dika adalah kekasihnya, membuat hidup Dika yang awalnya datar berubah menjadi bewarna.

Kebohongan yang diciptakan Hana pun membuat seorang Dika yang terkenal dingin dan kaku terjebak dalam cinta Hana. Rasa cinta pun mengalir begitu saja di hati mereka dan membuat mereka menjalin hubungan hingga tiga tahun lamanya.

Namun akhirnya hubungan yang mereka jalin pun putus begitu saja setelah Hana membuat kebohongan yang baru dan hilang begitu saja.

Enam tahun kemudian Dika dan Hana pun kembali dipertemukan dalam status yang berbeda dan keadaan yang berbeda. Hingga suatu insiden membuat mereka harus terjebak dalam pernikahan yang kembali mengikat cinta mereka yang belum usai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita yang tidak memilihnya

Niat Hana pun berhasil. Dika yang merasa tersindir itu pun memutar kepalanya ke belakang lalu menatap Hana dengan wajah dinginnya.

Hana melebarkan kedua matanya. Merasa tidak takut dengan tatapan pria itu.

Apa? Begitulah seolah arti tatapan Hana pada Dika.

Dika tak berekspresi apa-apa. Ia lebih memilih kembali memutar kepalanya seolah tatapan dan ucapan Hana tidak penting untuknya.

"Hana... jaga ucapanmu. Dia bisa tersinggung!" Ucap Amel merasa tidak enak dengan sikap Hana.

"Memangnya aku berbicara apa?" Tanya Hana dengan acuh lalu kembali memainkan ponsel di tangannya.

"Astaga Hana... kau ini benar-benar." Amel hanya bisa menggeleng melihat sikap sahabatnya.

*

Sore itu di sebuah ruangan samping kampus fakultas kedokteran tengah diadakan perkumpulan mahasiswa baru fakultas kedokteran yang bertujuan untuk memilih ketua tingkat angkatan mereka. Perwakilan senior setiap angkatan pun turut hadir untuk membantu pemilihan ketua tingkat angkatan mereka.

"Kenapa tidak sejak awal saja sih diadakan pemilihan seperti ini?" Decak Hana merasa sistem mereka sangat lambat.

"Sejak awal sudah dilakukan, tapi kau tahu sendiri bukan jika kandidatnya belum sesuai kriteria." Balas Amel.

Lidah Hana berdecak. "Itu karena kalian saja yang terlalu banyak pilih." Balas Hana.

Kepala Amel menggeleng. "Bagaimana tidak banyak pilih. Kau lihat saja jika yang mau dipilih itu sangat banyak. Dan sekaranglah waktu pemilihan dari kandidat terbaiknya." Jelas Amel.

"Ya, ya. Terserah kau saja." Balas Hana lagi yang sudah tidak ingin berdebat.

Acara rapat hari itu pun dimulai dengan santai. Hana, Amel dan teman-teman mereka yang lainnya pun mendengarkan dengan seksama arahan dari senior mereka tentang pemilihan ketua tingkat mereka.

Dua orang kandidat terbaik pun telah maju ke depan.

"Siapa kandidat yang satu lagi?" Bisik Amel di telinga Hana.

Hana mengangkat kedua bahunya. "Aku juga tidak tahu." Balasnya.

Tak lama suara kebisingan pun mulai memenuhi ruangan rapat saat seorang pria yang menjadi idola di angkatan mereka turut maju ke depan bersama kandidat yang lainnya.

"Kau lihat itu Hana? Dika juga menjadi kandidat di pemilihan ini!" Seru Amel tanpa sadar sambil bertepuk tangan.

Hana mendengus melihat sikap sahabatnya yang berlebihan. "Aku tidak melihatnya." Balas Hana.

"Sepertinya kau benar-benar tidak menggunakan organ tubuhmu dengan benar!" Balas Amel merasa jengah dengan sikap sahabatnya.

Dunia ini memang aneh. Bisa-bisanya kulkas dua belas pintu sepertinya turut dijadikan kandidat menjadi kating? Yang benar saja. Apa mereka ingin menjadikan angkatan ini menjadi angkatan es batu? Rutuk batin Hana.

Dua puluh menit memberikan kata sambutan serta visi misi mereka untuk kemajuan angkatan mereka, akhirnya voting pun dilakukan.

"Hana, kau memilih siapa?" Bisik Amel sambil menekan pilihannya di layar ponselnya.

Hana mengangkat kedua bahunya. "Aku bahkan tidak berminat memilih." Balasnya tak sesuai dengan ketikan jempolnya.

Lima menit berlalu, voting pun selesai. Jumlah vote yang sudah berikan pun sudah terkumpul di ponsel pembawa acara.

"Wah... ternyata hanya ada satu kaum hawa yang tidak memilih pria tampan di sebelah saya ini." Seloroh pembawa acara itu tertuju pada Dika yang kini berdiri di sampingnya.

Hanya ada satu kaum hawa yang tidak memilihnya? Apa itu aku? Tanya Hana dalam hati sambil memperhatikan teman-teman wanitanya yang nampak bersemu merah menatap ke arah Dika yang kini tengah tersenyum tipis. Sangat tipis sekali hingga hanya Dika dan Tuhan yang mengetahui adanya senyuman di wajah Dika.

***

Lanjut? Komen dulu yuk🌹

Mohon berikan gift, vote dan likenya juga ya agar aku lebih semangat nulisnya. Ehee🌹

1
Zyfia
Adiknya Cilla udah lahir deh kayaknya
Zyfia
Gregetan deh mreka berdua kan sama2 dokter yaa masa gak nyadar tanda2 hamil 😤
Lanilalaa
klise
Nelly Suheda
,,.,
Emai
ak seneng ceritanya ringan tapi seru
Emai
yang nguping atau tidak sengaja dengar pertengkaran Hana dan Liza saat itu adalah mama nya Dika to. dia dah tau kebenarannya. tapi tidak langsung kasih tahu dika
Emai
jare kembar kok malah Rey Rachel?
Emai
bukannya wisuda bareng?
Emai
goblok
Emai
Liza ya itu yg dorong??
Emai
hahahaha kau terlalu hana
Ulin Garwonipun Erwan
Biasa
Ulin Garwonipun Erwan
Kecewa
Jeissi
aneh banget permintaan hana, sudah melakukan penganiayaan ya harus di hukum dong masa dibiarkan begitu saja.
Anto New
Buruk
Yuli Ana
Luar biasa
Sita Sit
udah dikasih virgin nya Hana tuh dik,jangan dingin2 sama Hana ntar ditinggal lagi kamu
Khoerun Nisa
tor knp belum ada kisah anak Dika ma hana
Khoerun Nisa
ada yg tau celvin ma Bianca di novel mn lupa aku..
filis 12
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!