NovelToon NovelToon
DERAI AIR MATA

DERAI AIR MATA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Contest / Patahhati / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.4
Nama Author: ulfatun khasanah

Masih ingat dengan saya kan? Ya Jihan aulia dan suami saya Zain Musthofa

Hm.... di season ke 2 ini, cukup ngeri ya judulnya , tapi gak papa, mudah mudahan banyak juga pembacanya Amin...

Okey... Sepulang dari ibadah haji, keromantisan kami makin bertambah, apa lagi bang Zain, semakin hari semakin bucin dan lengkat dengan gue, begitu juga dengan gue yang makin bucin dan gak mau jauh dari beliau

Dan gue pikir itu akan berlangsung dan terus romantis dan makin bucin sampai tua nanti, apa lagi kejutan demi kejutan yang sering kami berikan secara bergantian , kebahagiaan yang terus kami dapatkan setiap saat setiap hari, ditambah putra kami Muhammad Haidar Al-Musthofa yang makin aktif dan lucu tentu menjadi pelengkap kebahagiaan keluarga kami

Tapi... Rencana,Ujian dan Rahasia Allah tidak pernah ada yang tau,

Ya.... di tengah kebahagiaan keluarga kami, Ujian dan cobaan yang luar biasa datang, yang membuat DERAI AIR MATA yang luar biasa

Gimana kisahnya...??
Hayuk pantengin terus novel nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulfatun khasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayangan

Zain kini udah pergi dari kamar hotel yang untuk menjebaknya dengan iblis yang luknut itu,

Tawa rani pecah setelah kepergian Zain, Rani merasa menang saat itu, Rani merasa rencananya berjalan dengan lancar, dan tinggal selangkah lagi dia akan memiliki Zain beserta hartanya

Zain langsung menuju ke resepsionis untuk meminta penjelasan siapa yang membawanya kesana

" Maaf mbak... " ucap Zain saat menemui petugas resepsionis

" Iya pak ada yang bisa kami bantu?" jawab sang resepsionis

" Oh ya kalau boleh tau tadi siapa yang membawa saya kekamar hotel 28 ya,?" tanya Zain dengan peasaan yang sangat gundah

" Kamar 28 ya, denga pak Muhammad Zain Mushofa" jawab sang resepsionis

" Itu nama saya mbak, " ucap Zain kaget

" Iya berarti bapak sendiri yang booking, dan ini kartu identitas yang bapak berikan pada kami semalam" jawab sang petugas menjelaskan

Zain makin bingung di buatnya, pikirannya makin kacau, rencana bejat Rani berhasil kali ini, bayangan kesakitan rumah tangganya menghampirinya kembali,

Pikiran Zain saat ini terus tertuju kepada sosok wanita cantik dan hebat yang selalu di sampingnya, wanita yang gak pernah berbuat salah kepadanya,

Zain kemudian bermaksud langsung pulang dan ingin memeluk erat istri tercintanya, untuk masalah menyelidiki bisa di lanjutkan besok, karena jam 2 malam seperti dengan pikirannya yang sudah semrawut Zain hanya ingin memeluk erat istrinya hanya tertuju pada Jihan,

Zai kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan kilat, apa lagi dengan jalanan tengah malam yang sangat sepi

Dengan 2 menit Zain sampai di rumahnya, dan segera berlari menuju kamarnya dan ingin segera membawa istrinya kedalam dekapannya

" Bang.... Baru pulang?" ucap Jihan saat melihat Zain masuk rumah

Zain tidak menjawab dan langsung mendekat pada istrinya dan mencium serta memeluk Jihan

" He'em.... Adek kok belum bobok" jawab Zain lirih dengan perasaan yang terus merasa bersalah

" Iya tadi baby Al rewel terbangun dan rewel saat Abang kembali tadi, dan baru jam setengah 1 tidur lagi, " jawab Jihan membalas pelukan Zain

Jihan tidak curiga sama sekali dengan Zain, karena kebiasaan setiap hari Zain juga begitu saat di rumah, selalu menggulat dan memeluk Jihan

Dan Jihan juga memaklumi kalau suaminya baru pulang dini hari seperti ini, karena memang kalau lagi kumpul dengan para teman teman mereka sering kali lupa waktu

" Tapi kenapa Adek gak menghungi Abang tadi?" tanya Zain lirih dengan mengelus kepala Jihan

" Abang baru pergi lho, masak Iya Adek ganggu gak enak sama teman teman Abang" jawab Jihan santai

" Paling Baby Al tau Bang, kalau besok mau Adek tinggal lama" tambah Jihan lagi

" Bukan sayang.... Anak kita tau kalau Abahnya dalam bahaya" batin Zain kembali merasa bersalah

Zain tentu tidak akan mengakui semuanya sekarang, dia akan mencari dan menyelidiki bukti bukti terlebih dahulu,

" Ya Udah bobok gih, Sini Abang peluk" ucap Zain dan Jihan mengangguk serta tersenyum

Dan benar kenyamanan pelukan sang suami tidak ada yang bisa menggantikan, dengan sejenak Jihan sudah tertidur di pelukan suaminya

Zain terus membelai lembut rambut Jihan, Perasaan Zain makin kacau, bayang bayang mengerikan melintas di benaknya, bila mana dia tidak dapat membuktikan semuanya

Zain merasa menjadi suami yang brengsek saat ini, walau kesalahan yang barusan dia alami semua murni jebakan dan tidak kesalahan dia, dia merasa sebagai suami yang hanya bisa menyakiti hati istrinya,

Zain sampai tidak bisa menahan air matanya, karena sangat merasa takut, takut akan kehilangan Jihan untuk kesekian kalinya,

" Maaf sayang... Maaf.." ucap Zain lirih sembar memper erat pelukannya

" Ya Allah... Ridhoi hambamu ini untuk mencari kebenaran ya Allah, jauhkan Ujian yang menimpa keluarga Hamba yang gak pernah kami bisa lewati Ya Allah.." batin Zain dengan penuh mendalam

Zain tidak bisa ikut tidur pikirannya terus tebanyang dengan bayangan horor rumah tangganya

Keesokan harinya di hari minggu seperti ini, Zain masih tertidur dengan memeluk putranya, selain merasa bersalah dengan Jihan Zain sangat takut akan bayangan yang mana dirinya akan di jauhkan juga dengan putranya,

Setelah sholat jamaah dengan Jihan saat subuh tadi, Zain kembali tidur dengan memeluk putranya,

Sore harinya, Zain dan Jihan akan pamit dengan baby Al yang di titipkan pada Charir dan Toha, Zain sendiri yang sebenarnya di rumah juga tidak sepenuhnya bisa jagain baby Al, karena dia jiga harus sering pergi keluar kota untuk memenuhi undangan

" Nitip jagoan gue ya Om, awas jangan sampai lecet" ucap Zain bergurau

" Loe gak ingat, Istri loe gue jagain dari kecil sampe gede, gede gede loe ambil tanpa permisi sama gue, jangankan cuman baby Al, gampang" jawab Toha santai

" Umi sekolah dulu ya sayang, baik baik sama Oma Liloh" ucap Jihan mencium putranya dengan haru

Sebenarnya Jihan berangkatnya masih nanti pagi, tapi Zain minta pada Jihan untuk berdua saja semalam, sebelum tugas Jihan yang cukup lama, Jihan sebagai istri yang sholihah, gak mau membantah kemauan suaminya,

Setelah pamitan keduanya kembali pulang, denga Jihan yang cukup berat meninggalkan buah hatinya

" Udah jangan nangis ya, Adek tenang aja, baby Al aman sama mereka, yang penting Adek fokus ya dengan tugas tugas Adek" ucap Zain kembali fokus pada jalanan yang cukup ramai karena minggu sore

Malam harinya di rumah yang cukup sepi karena gak ada celotehan baby Al, kini keduanya saling bermesraan menghabiskan malam terakhir sebelum kepergian Jihan

Zain melupakan sejenak masalahnya, dan fokus dengan indahnya malam panjang bersama dengan istri tercintanya

Zain memberikan kepuasan pada Jihan malam ini, hingga beronde ronde mereka melakukan malam yang panjang, sebagai pengganti saat Jihan pergi nanti

Pagi harinya tepat jam 6 pagi Zain sudah mengantarkan Jihan kekampus, padahal Jihan bawa mobil sendiri tapi Zain gak mau melewatkan, Zain memelih pulang dengan menggunakan taxi nantinya

" Adek berapa orang nanti klompoknya?" tanya Zain saat didalam mobil

" Berapa ya? 15 lah kayaknya, 9 cewek 6 cowok" jawab Jihan santai

" Bawa kendaraan sendiri sendiri nanti?" tanya Zai lagi

" Gak sih, Adek yang bawa mobil , dan ada 2 yang bawa motor, ya senggaknya kalau untuk keluar cari keperluan gak harus pinjam punya warga lah, biar gak terlalu ngerepotin warga sana juga " jawab Jihan menjelaskan

" Terus yang lainnya?" tanya Zain

" Kan udah di sediakan bus sayang, mereka sebagian ada yang naik bus, karena yang lainnya kan cuman tetangga desa aja, jadi sekalian jalan" jawab Jihan dan Zain mengangguk faham

Sesampainya di kampus mereka tak langsung turun, sikap Zain yang manja kembli menjadi, Zain masih ingin memeluk Jihan, Zain maaih belum mau berpisah dengan istrinya

Zain masih belum faham kalau pergian tugas Jihan saat ini adalah tugas dari fakultas Bisnis management, bukan dari kedoktaran dan Zain juga gak tanya banyak banyak jadi Jihan gak perlu menjelaskan dan rahasianya masih aman dan siap memberi mejutan untuk Zain nanti

Seperginya Jihan, Zain langsung menuju hotel untuk mencari bukti bukti kejahatan dan sikap licik Rani kemaren

1
Alina Bams
yak, cerita sampah🤭
Mayfi Ifriyanti
mantaaap 👍, makanya jadi orang orang kok mulut lemes ya Zain padahal ustadz
Mayfi Ifriyanti
mantap tu Jihan jlep langsung ke hati 👍
♨ˢᶜ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦zc❖ ༄༅⃟𝐐🍁Henny❣️
pzt kaya kapal pecah tuh dapur 😂😂😂
persis kaya bojo ku klu pkai dapur
Eity setyowati
gedeg juga ya baca ,mosok masalah kaya gini ndk kelar ,jihan jenius zain ustad kok pada ndk jelas cari sulusinya. ya terserah yg nulis lah mau gimana lagi hehehe
Bunda Murniati
knp Zaid gak jujur aja klw mau ketemuan sama rani
Sabilnur Alif
kebahagiaan dtg,tp aqu penasaran gmna cerita nya Zain tau klo baby IL anak nya🤔🤔
Sabilnur Alif
jd nya mereka kata anak kembar 🤗
Sabilnur Alif
🤣🤣🤣perut aqu sakit..liat tingkah dua bocah
Sabilnur Alif
lagi sedeng"terharu nya..aqu ngakak sendiri liat kesetiaan pak Irfan yg kadang nyeleneh 🤣🤣
Sabilnur Alif
😭😭😭 subhanallah ya Allah..luar biasa Jihan mempertahan kan rmh tangga nya..ya Allah, semoga aqu bisa sprt Jihan,mempertahan kan rmh tangga 😭😭
Sabilnur Alif
Luar biasa
Sabilnur Alif
si Rani sma Ema nya di bikin dr apa yahh..kalah"di buat dr api neraka annjjiirr 😡😡
Sabilnur Alif
sampe punya kejeniusan,bukan di gunakan jihaannnn 😬😬ngapain sihh msh mau pertahankan
Sabilnur Alif
🤦🤦pindah judul ajj x yahh klo gni😬😬males aqu sma si zaiin..knp bukan cerita Jihan ajj sih sma anak"nya
Sabilnur Alif
awal cinta istiqoroh,tp di sakitin Mulu...kaga suka aqu jd nyaahh 😡😡😡cinta sejati setan Zain cuma sma setan Rani tuh😡😡
Sabilnur Alif
jgn dl jihaaaaaannnn😬😬😬😡😡😡😭😭aqu ajj nangis liat penderitaan penghinaan cacian makian yg suami Lo lontarin
Sabilnur Alif
😡😡😡istri udh berkorban bnyak buat dia,juga keluarga besar nya..nih lg ajj balesan nya..udh Jihan bnran x ni tinggalin
Sabilnur Alif
kebakaran jenggot, istri nya di deketin cowok..kaga sadar tuh si Zein sma bacot nya,klo nyakitin istri nya 😡😡
Sabilnur Alif
iihh..kalau saja aqu bisa sprt Jihan,ya Allah seneng nya hati quu.. sayang aqu nga bisa.. semangat jihan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!