Sinopsis:
Aku Rendy Purnomo, seorang pria biasa yang mendapatkan aplikasi yang tidak diduga yaitu Aplikasi Oracle. Aplikasi ini adalah aplikasi chat yang bisa menjawab pertanyaan apapun yang kita ajukan.
Selain itu, aku juga terpilih menjadi Agen Oracle yang dimana aku akan mendapatkan hadiah poin yang bisa ditukarkan dengan aplikasi-aplikasi yang tidak masuk akal lainnya seperti Camera Indigo, sebuah aplikasi yang mampu melihat makhluk tak kasat mata dan masih banyak lainnya.
Aplikasi Oracle itu didapatkan olehku disaat aku dan sekeluarga mengalami kecelakaan namun dalam kecelakaan itu hanya aku yang selamat. Saat pemakaman, aku bertemu dengan paman Andika yang tinggal di Fukuoka, Jepang dan mengajak diriku untuk tinggal bersama di sana.
Aku pun menyetujuinya dan kembali ke rumah. Saat itulah, tiba-tiba ponsel pintar milik ibuku menyala sendiri dan muncul aplikasi Oracle. Setelah mempelajari aplikasi tersebut. Aku barulah tahu bahwa diriku telah mendapatkan System di dunia nyata seperti didalam novel atau Anime.
Dan inilah kehidupanku dengan adanya System di Smartphone milik Ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengajak Adine bergabung di band
ilustrasi Kim Hyun Shin ( Ma Dong Seok ):
Chapter 29. Mengajak Adine bergabung di band.
Aku Rendy purnomo, saat ini sedang berada disalah satu café studio musik bernama Myugen.
Disini, aku bertemu dengan teman band dan sekolah dari Ryutaro. Mereka adalah Erika dan Kenzo. Setibanya disana, kami pun berlatih untuk menyanyikan beberapa lagu.
Aku dalam band itu memainkan gitar listrik, Ryutaro memainkan bass, Kenzo memegang drum dan Erika memainkan organ terkadang juga sebagai vokalis. Lagu yang bisa aku mainkan yaitu Himawari dari Mr. Children. Pada lagu itu, Erikalah yang menjadi vokalisnya.
♪ Yasashi no shinigeshou de.
♪ Watteru you ni miseteru.
♪ Kimi no kakugo ga wakarisugiru kara.
♪ Boku wa sotto te wo furu dake.
….
♪ Sukitooru hodo massugu ni.
♪ Asu e kogidasu kimi ga iru.
♪ Mabushikute kirei de kurushiku naru.
♪ Kuragari de saiteru himawari.
♪ Arashi ga satta ato no hidamari.
♪ Sonna kimi ni boku wa koi shiteta.
Lagu pun berakhir dan aku menghentikan petikan gitar. Meski, beberapa kali kami mengalami kegagalan, pada akhirnya berhasil menyanyikan lagu tersebut.
“Kerennn!” ucap Kenzo sambil memberikan tanda jempolnya kepadaku.
Erika juga menatapku dengan melipatkan tangannya.
“Ren, kamu memang berbakat dan selamat datang di band hanabi ini!” ucap Erika.
“Band Hanabi?”
“Benar, itu nama band kami,” ucap Ryutaro.
“Oh, ya. Ya. Ya sudah, aku pergi dahulu!” ucapku sambil melepaskan dan menaruh gitar.
“Eh? Ren, kamu mau kemana?” tanya heran Ryutaro.
“Aku ingin menjenguk Adine dahulu.”
“Adine, siapa?” tanya Erika yang bingung dan memiringkan sedikit kepalanya.
“Dia adalah kekasihnya Rendy,” ucap ledek Ryutaro.
“Ehh?! Kekasih…” ucap kaget Erika.
“Uso?” kaget Kenzo.
“Tidak. Bukan-bukan. Dia hanya temanku,” ucap mengelak ku.
“Ma… mungkin nanti ya!” sambung ledek Kenzo.
“Uruse (berisik)!” ucap balas ledekku dengan tawa kecil.
Ryutaro dan lainnya tertawa kecil. Lalu, Erika pun menyambung pembicaraanku.
“Nee … bagaimana kalau kamu memperkenalkan kami kepada Sakura?”
“Eh?”
“Benar, aku jadi menasaran dengan sosok Adine ini,” ucap Kenzo.
“Dia sangat imut, bukan kah begitu, Ren?!” ucap ledek Ryutaro.
”Ehh?! Aku jadi penasaran,” ucap Erika.
“Aku juga,” ucap Kenzo.
“Bagaimana, Ren? Ajak kami kesana untuk menjenguk Adine!” ucap Ryutaro.
“Ahufuu … baiklah, ayo!” ucapku sambil menghela nafas saat mendengar pembicaraan mereka.
“Yattaaaa!” seru senang Kenzo dengan meluruskan tangannya keatas.
Sesudah itu, mereka merapihkan alat musiknya dan kami keluar ruangan. Saat kami keluar, Hyun Shin menyapa kami.
“Kalian sudah selesai?” tanya Hyun Shin.
Saat Hyun Shin bertanya itu, Kenzo menghampirinya.
“Hyun Shin –san, kamu tahu kita akan kemana?” ucap Kenzo.
“Entah!” jawab santai Hyun Shin.
“Pacarnya, Rendy!” ucap Kenzo.
“Oo, begitukah, Rendy?” tanya Hyun Shin.
“Bukan, dia hanya temanku,” ngelak ku yang berada di dekat Kenzo.
“Kenzo, Ren. Ayo kita berangkat!” seru Erika.
“Iya, ya,” jawab datar Kenzo.
Aku dan Kenzo pun menyusul Erika yang sudah ada di dekat pintu masuk bersama Ryutaro.
“Rendy, salam sama pacarmu!” ucap Hyun Shin dari belakangku.
“Iya, ya. Terserah kalian saja!” gumamku sambil menundukan kepala.
Hyun Shin dan semua tertawa kecil saat ucapan itu dilontarkan.
Sesudah itu, kami pun pergi ke rumah sakit dengan mengunakan sepeda. Meski, jarang yang kami tempuh cukup jauh namun kami tidak mempermasalahkannya.
Tidak lama, kami pun tiba di rumah sakit dan langsung pergi menuju ruangan Adine dirawat.
Krekk!
Setibanya disana, Adine melihat kedatangan kami dan sedikit terkejut.
“Rendy, Ryutaro! Kalian datang dan …” ucap Adine yang berhenti karena dia tidak mengenali Erika dan Kenzo.
“Adine, perkenalkan dia adalah Erika dan Kenzo!” ucapku yang memperkenalkan mereka.
“Hai, salam kenal!” ucap Erika.
“Hai,” sapa Kenzo dengan melambaikan tangan.
Sesuai perkenalan, Erika mendekati Adine dan menatap wajahnya dengan tersenyum.
“Wuaah … Kawaiiii!” ucap Erika.
“Eh? Iya. Arigatou!” jawab Adine.
“Maaf, Adine. Aku telah membawa mereka.”
Aku mengucapkan itu karena rasa bersalahku karena kegaduhan dari Erika.
“Tidak, aku senang berkenalan dengan mereka,” ucap Adine dengan bahasa Indonesia.
Ucapan Adine itu membuat bingung Erika dan Kenzo namun aku yang melihat itu maka kuterjemahkan kedalam bahasa jepang.
“Ohh, begitu. Aku juga senang,” ucap Erika dengan bahasa jepang.
Adine sedikit pengerti dengan apa yang dikatakan oleh Erika dan dia tersenyum lebar. Setelah itu, dia menoleh kearah serta tersenyum kepadaku
“Apa?”
“Rendy, kamu sudah bisa lagu Miwa – Aoikuri?” tanya Adine.
“Hm, aku sudah kuasai.”
Saat Adine bertanya itu, pandangan semua orang kearahku.
“Eh? Ada apa?”
“Ohh, begitu! Pantas saja di rumah Ren selalu berlatih lagu itu,” ucap Ryutaro.
“Ohh, jadi begitu!” jawab serempak Erika dan Kenzo.
“Apa kalian ini?”
Mereka semua mengabaikan pertanyaanku itu dan Erika melihat kearah Adine kembali.
“Nee … Adine, kamu bisa bernyanyi Jepang?” tanya Erika.
“Sedikit dan itu hanya lagu Aoikuri - Miwa,” jawab Adine malu-malu.
“Yoooshhhh! Kuputuskan! Adine, kamu direkrut sebagai vokalis band Hanabi!” ucap Erika sambil menunjuk kearah Adine.
“Band?Aku?” ucap kaget Adine yang menunjuk kearah dirinya sendiri.
“Benar, kamu! Kami akan mengisi acara festival pantai yang akan diadakan seminggu lagi,” jawab semangat Erika sambil memberikan brosur festival.
“Ohh … festival! Band! Wuaaa… sepertinya menyenangkan!” jawab senang Adine sambil menerima brosur tersebut.
“Tapi…”
Saat melihat hal itu, aku merasa khawatir namun Adine melihat kearahku dengan anggukan kepala serta senyuman.
“Iya, terima kasih. Mohon bimbingannya!” ucap Adine sambil membungkukan badannya.
Aku pun masih khawatir dengan keadaan Adine jika dia terlalu lelah namun Ryutaro memegang bahuku dari belakang. Aku yang menyadari itu menoleh kearah Ryutaro dan dia memberikan kode anggukan kepala.
Entah kenapa aku merasa Ryutaro mengerti akan kecemasanku itu? terlebih aku melihat senyuman senang dan tawa saat dia mengobrol dengan Erika membuatku menerima keputusannya.
Aku harap semua akan berakhir dengan kebahagiaan.
biar mcnya dpt kekayaan juga
wiklworpp