Angan Kaina hancur ketika sosok Zidan muncul dan masuk ke kehidupannya. Imajinasi indah yang selama ini ia dambakan, hancur seketika.
Takdir mempermainkan perasaannya dengan kejam. Ia harus hidup dalam pernikahan yang tak diinginkan. Tidur satu ranjang dan berbaring bersama dengan laki-laki asing.
Setelah ia mulai bisa menerima situasinya, sekali lagi—takdir mempermainkannya. Hati nya dipatahkan, rasa percayanya dikhianati oleh orang yang selama ini ia sukai.
Sosok suami yang tak dicintai selalu ada, memberi dukungan, menyalurkan rasa aman dan nyaman. Perlahan Kaina sadar, Zidan adalah takdir dari Tuhan yang seharusnya ia cintai sepenuh hati.
Jalan hidup tak selalu mulus, seringkali lubang yang sangat dalam menyapamu di depan.
Lubang apa yang akan menyapa Kaina di masa depan?
Siapa yang akan bersama Kaina pada akhirnya?
Joshua?
Zidan?
Ataukah Hanif?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Możhe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kiss (?)
"Hidung kamu panjang—aku suka." tutur Kaina seraya jemarinya menyentuh lembut hidung panjang milik Zidan.
Zidan memangku Kaina di bibir ranjang karena gadis itu tidak mau di turunkan.
"Aku tidak percaya ini milikku." kali ini Kaina menyentuh bibir merah Zidan, menyekanya lembut dengan ibu jari.
Menimbulkan rasa geli bagi pemiliknya. "Kamu tidak boleh melakukan itu."
"Hah?"
"Ini milikku, kenapa tidak boleh?"
"Kamu sedang mabuk sayang.. Aku tidak bisa memanfaatkan keadaan ini." ucap Zidan, kemudian memaksa Kaina turun dari pangkuannya.
Ia membaringkan tubuh Kaina di atas ranjang. Bau wine masih melekat pada gadis itu, menusuk brutal indera penciuman Zidan.
"Kenapa kamu meninggalkan ku?"
"Ayo kita bersenang-senang!" Kaina menarik Zidan mendekat.
Tidak ada lagi jarak yang membatasi keduanya, tubuh mereka saling bersentuhan.
Nafas Kaina terasa dengan jelas menerpa kulit wajah Zidan.
"Ciuman pertamaku adalah milikmu." ujar Kaina, mendaratkan bibirnya ke bibir Zidan.
"Ini sangat manis kan?"
"Joshua?" gumam Kaina menyebut nama Joshua.
Zidan lantas mendorong Kaina, membuat gadis itu kembali berbaring di ranjang. Kemudian ia pergi.
Bahkan dalam keadaan tak sadar seperti ini yang diingat Kaina adalah Joshua. Apakah tidak ada sedikit ruang untuk tempat Zidan dihatinya?
Apa seluruh ruang itu telah sepenuhnya diisi oleh Joshua?
Zidan merasakan sesak dadanya.
.......
.......
Kaina merasa sangat mual begitu ia terbangun dari tidur. Lantas gadis itu berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkan semua isi perutnya.
Kepalanya terasa agak pusing.
"Sial! Gue mabuk?" ia bermonolog dan berusaha mengingat hal apa saja yang terjadi saat pesta tadi siang.
"Kamu sudah bangun?" suara Zidan mengejutkan Kaina yang baru akan menyeka mulutnya, memberikannya dari sisa muntahan.
"Pusing? Apa perlu kita pergi ke dokter?" tanya Zidan.
"Nope."
"Akan reda sendiri besok." lanjutnya.
"Saat mabuk, apa saya melakukan sesuatu? Hal memalukan mungkin? Atau kekacauan lain?" tanya Kaina.
Karena dari pengalaman sebelumnya, ketika ia mabuk selalu membuat kekacauan yang cukup parah. Barangkali kali ini ia juga melakukan yang sama.
"Tidak." jawab Zidan, ia berbohong. Jelas Kaina melakukan kekacauan pada dirinya.
"Serius?" Kaina tidak percaya.
"Iya, kamu tidak melakukan apapun."
"Eum, baguslah." katanya kemudian melewati Zidan yang berdiri di ambang pintu.
Kaina mencari ponselnya.
Ia membaca beberapa pesan yang masuk dari Joshua, Icha dan Faris.
Pesan yang intinya hampir sama, yaitu menanyakan apakah dirinya baik-baik saja dan pulang dengan selamat.
"Kenapa?" tanya Zidan ketika Kaina terdiam cukup lama dan pandangannya tak lepas dari layar ponsel.
"Bapak tidak mengatakan apapun pada Joshua kan?" tanya Kaina, menunggu jawaban dari Zidan dengan was-was.
"Memangnya kenapa? Apa dia bertanya suatu hal pada kamu?"
Kaina mengangguk. "Dia bertanya apakah saya sudah punya pacar."
"Bapak tidak mengaku sebagai pacar saya kan?"
"Saya mengatakan bahwa kamu sudah punya pacar yang se-iman dan se-Tuhan." jawab Zidan setelah terdiam cukup lama.
"Pacar? Yak! Kenapa Bapak mengatakan seperti itu?"
"Lalu kamu mau saya mengatakan apa? Fakta bahwa saya adalah suami kamu? Iya?"
Kaina mendengus dengan jelas di hadapan Zidan. "Bapak membuat hubungan saya dengan Joshua jadi canggung sekarang!"
"Bagus." balas Zidan.
"Menyebalkan! Sangat menyebalkan!"
"Zidan, you pissed me off!" teriak Kaina meluapkan rasa kesalnya.
Alih-alih marah, Zidan malah menikmati kekesalan istrinya itu. Menikmati bagaimana Kaina menyebut namanya dan berteriak.
"Bapak tidak tahu perjuangan saya untuk Joshua! Bertahun-tahun saya menyukai dia, sampai pada titik dimana saya mati-matian melupakan dia tapi Tuhan kembali mempertemukan kami."
"Nga tau kan gimana rasa porak-porandanya?"
"Tentu saja Bapak tidak tahu! Karena Bapak adalah orang kuno yang terjebak dalam perjodohan!" cibir Kaina habis-habisan pada Zidan.
"Tentu saja saya tahu." batin Zidan.
mampir juga yuk ke karyaku Human's Adventure & Preman Cantik 🤗
mampir juga yuk di Kisah Cinta Syakila
aku tunggu