"Pengasuh Tuan Muda"
Kimmy, gadis usia 22 tahun yang tak sengaja menabrak seorang pria di sebuah kantor saat hendak interview, gelas kopi yang dibawanya tumpah mengenai pakaian pria tampan, seorang pemimpin kantor di tempatnya melamar.
Pria dingin, sombong, dan arogan itu meminta Kimmy untuk bertanggung jawab atas perbuatannya dengan mengganti harga baju miliknya seharga 10 Miliyar.
Kimmy merasa tak mampu membayarnya, sedangkan untuk bertahan hidup saja sudah amat susah bagi Kimmy, apalagi mengganti uang sebanyak itu. Pikirnya.
Pria bernama Lucas itu memberikan Kimmy tawaran, sebagai gantinya, Kimmy harus menjadi pengasuh di rumah utama, apabila Kimmy menolak, Kimmy harus bersedia bertanggung jawab, dimasukan ke dalam penjara.
Dengan berat hati, Kimmy menerimanya.
Bagaimana kisah Kimmy selanjutnya? Yuk, cari tahu di novel ini!
________________________________
Instagram Author : @Oktavianii_Offc
©opyright Liska Oktaviani
Visual ada di part 18
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liska Oktaviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengasuh Tuan Muda : Ch-30
Lucas duduk di sebuah sofa empuk di dalam sebuah ruangan.
“Tuan Muda, semua yang Anda pinta pada saya telah saya selidiki dengan baik dibantu oleh hancker andal Tuan Besar yang kini menetap di Australia,” tutur Albert seraya mengeluarkan berkas-berkas dari dalam sebuah map.
“Apakah dugaanku mengenai pria itu benar, Albert?” tanya Lucas, ia memegangi dagunya dengan satu tangannya.
“Semua jawaban itu adalah benar, anak dari nyonya Siren bukanlah anak kandung dari Tuan Adam, Tuan Muda. Wanita itu mengandung anak laki-laki lain tanpa diketahui oleh Tuan Adam,” jelas Albert jujur. Ia tak menyembunyikan apapun, meski sejujurnya ia sedikit terkejut dengan kenyataan sebenarnya.
“Apakah semua bukti telah kau kumpulkan untuk mengambil semua hak itu saat kita ke sana? Aku tidak ingin membuat keributan di sana, Albert. Kau tahu itu, ‘kan?” tanya Lucas, ia terkekeh kecil. Dugaannya benar, jika memang pria itu adalah anak kandung ayahnya, lantas mengapa ayahnya sama sekali tidak memberikan satu persenpun aset miliknya.
“Semua sudah saya bereskan, Tuan Muda. Untuk keberangkan kita ke Australia, ada baiknya kita infokan ke semua anak buah di sana untuk menjaga keamanan dan menginformasikan apakah keamanan sudah sangat stabil atau tidak. Kita tidak tahu apakan mereka mempunyai rencana jahat atau tidak,” saran Albert, pria itu berpikir panjang jika mengambil langkah yang ia lalui.
“Ide bagus!”
“Ini adalah semua bukti yang cukup akurat yang saya dapatkan.” Albert memberikan sebuah dokumen di dalam map kepada pria di hadapannya.
Lucas menerimanya dan segera membuka map tersebut, ia ingin melihat bukti-bukti bahwa anak yang dikatakan oleh ayahnya itu bukanlah anak kandung. Hanya ialah yang merupakan satu-satunya putra tunggal Adam Argiantara.
Pria itu memperhatikan seluruh dokumen di tangannya dengan teliti hingga tiada satupun terlewati, setelah ia melihat segalanya. Senyuman terungkir di bibir tipisnya itu, ia sudah memiliki kekuatan dan hak untuk menghancurkan orang-orang yang telah menghancurkan kebahagiaannya bersama sang ayah, mereka pantas mendapatkan rasa sakit yang setimpal.
“Apakah ayah biologis dari pria itu masih ada hidup?” tanya Lucas, ia mengangkat wajahnya menatap ke arah Albert.
“Tidak, Tuan Muda. Saat pria itu lahir ke dunia, nyonya Siren membunuhnya menggunakan racun, karena tidak ingin identitas sang anak diketahui oleh keluarga tuan besar,” jawab Albert dengan jujur.
“Bukti apa yang harus kita gunakan untuk membuka kebenaran itu? Aku yakin, ketika pria itu tahu siapa jati dirinya, maka ia akan membenci ibunya sendiri, Albert. Aku ingin wanita itu mengalami kehancuran, sebagaimana ia menghancurkan kebahagiaanku dahulu,” geram Lucas mengepalkan kedua tangannya, raut wajahnya sudah mulai berubah, tak ada senyuman terhias di wajahnya sedikitpun. Seakan lenyap begitu saja.
“Untuk bukti tentang kebenaran siapa anak itu dari tanda lahir yang sama dengan ayah biologisnya, di belakang lehernya terdapat tanda api sedikit bewarna merah,” jawab Albert serius.
“Persiapkan semuanya, Albert. Siang ini kita akan berangkat ke sana, aku ingin menyelesaikan semuanya dengan cepat!” titahnya penuh penegasan kepada pria itu, Lucas ingin segera mengambil apa yang sudah menjadi haknya.
Albert mengangguk pelan, pria itu segera melenggang pergi meninggalkan ruangan, ia harus mempersiapkan segala apa yang dibutuhkan untuk berangkat ke Australia. Dan tentunya, Albert harus memberikan informasi kepada seluruh anak buah untuk mempersiapkan tempat peristirahatan untuk tuan muda saat setelah sampai di sana.
“Apa ada yang perlu saya persiapkan, Tuan Muda?” tanya Antoni melirik ke arah Lucas berada.
“Tidak! Bawa saja dirimu nanti!” kekehnya.
Lucas bangkit dari sofa, ia segera keluar dari dalam ruangan hendak menuju ke kamarnya. Rasanya ia ingin kembali tidur di pangkuan Kimmy, berada di sisu wanita itu sangat membuat hatinya terasa damai.
Pria itu menelusuri anak tangga dengan cepat, agar segera sampai ke kamar pribadinya. Sesampainya di depan kamar, Lucas melangkahkan kedua kakinya masuk, terlihat Kimmy tengah asik bersantai di atas sofa menikmati pemandangan indah di pagi hari.
Lucas menutup pintu kamar kembali dan menguncinya, ia berjalan mendekat ke arah Kimmy.
“Nona Kim,” panggilnya.
Kimmy menoleh, melihat siapa yang datang. “Ada apa, Tuan Muda?” tanya Kim, saat pria itu sudah mulai dekat dengannya.
“Pindahlah ke ranjangku sekarang! Kau lupa dengan tugasmu, Nona Kim?” hardik Lucas, ia tersenyum menyeringai.
Laki-laki itu memutar langkahnya menuju ranjang, ia duduk di tepian ranjang seraya menunggu Kimmy untuk duduk di ranjang, ia ingin tidur di atas pangkuan Kimmy untuk pagi ini sebelum keberangkatan mereka ke Australia.
Kimmy berjalan mendekat ke ranjang, lalu ia naik ke ranjang dan mendudukan dirinya, ia memposisikan dirinya agar duduknya merasa lebih nyaman untuk membuat pria itu tidur di atas pangkuannya.
“Kemarilah, Tuan Muda!” seru Kimmy, ia tersenyum manis.
Lucas mengembuskan nafasnya sedikit kasar, lalu ia segera merebahkan tubuh, Kimmy menaruh kepala pria itu di atas pangkuannya, ia mengelus lembut pucuk kepala pria itu dengan telapak tangannya.
Pria itu merasa nyaman diperlakukan oleh Kimmy, wanita itu sudah sangat terlatih sepertinya. Tangan halus wanita itu menyentuh permukaan kulit wajahnya, terasa begitu lembut.
“Nona Kim ... Siang hari ini, aku akan pergi ke Australia,” ucapnya tiba-tiba memecahkan keheningan.
“Baiklah, Anda harus lebih berhati-hati di sana,” ucap Kimmy masih dengan hal yang sama, ia mengelus pucuk kepala pria itu dengan tangannya.
“Apakah kau tidak ingin ikut denganku ke sana?” deham Lucas, pria itu menutup matanya.
“Tidak, Tuan Muda. Lebih baik saya di sini saja,” tolak Kimmy pelan, ia tidak ingin merepotkan pria itu jika membawanya.
“Kau menolakku?” Lucas membuka matanya, ia tidak suka dengan jawaban Kimmy.
“Ekhm ... Bukan seperti itu, Tuan Muda.” Kimmy merasa sedikit canggung, entah apa yang harus ia katakan saat ini.
“Ikut aku ke Australia!” ajaknya dengan penekanan. “Tidak ada penolakkan, Nona Kim!” imbuhnya tegas.
Kimmy menghela nafas berat, laki-laki satu ini sangat suka memaksa kehendaknya. Ya, karena sudah menjadi konsekuensi bagi Kim untuk ikut ke manapun pria itu pergi, sebah ia adalah pengasuh pribadi pria sialan ini.
“Kim, aku ingin meminta pendapatmu, apa boleh?” saat suasana canggung, Lucas membuka kembali pembicaraan.
“Apa itu?”
“Jika hatimu terluka terlalu dalam karena seseorang, mampukah kau memaafkan orang itu tanpa kau membalaskan rasa sakit?” tanya Lucas pada Kim nada lirih.
Kimmy mencerna semua kalimat itu dengan saksama, apa maksud dari ucapan pria itu? Akankah pria ini masih mengingat mantan kekasihnya kala itu?
“Apakah Anda kembali teringat dengan mantan kekasih Anda, Tuan Muda?” tanya Kim sedikit lirih.
Akankah di hati pria itu tak ada tempat untuknya? Meskipun sedikit saja?