NovelToon NovelToon
Love Story Of Azizah

Love Story Of Azizah

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Srie Moelyanie

Hai...

salam kenal dari saya, penghuni baru Noveltoon.
Saya coba up karya saya, semoga bisa menghibur.

Cerita tentang dua pria yang bersahabat dan mencintai satu gadis yang sama, namun akhirnya salah satu dari mereka harus mengalah demi sahabatnya.

Wanita itu adalah Azizah yang dari pertama sudah menyukai Gibran namun cinta mereka gagal bersemi, dan kedua lelaki tampan itu adalah Gibran dan Gery, mereka telah bersahabat sedari kecil karena ayah mereka bekerja pada satu bidang yang sama yaitu pejabat pemerintahan dikotanya.

Gibranpun harus merelakan Azizah untuk Gery, namun ternyata sifat Gery yang playboy masih saja melekat padanya meskipun ia sudah memperistri Azizah yang pernah Gibran cintai.

Lalu bagaimana cerita selanjutnya?
check it out gaesss....

happy reading....😍😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Srie Moelyanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siska cemburu

Mentari masih belum menampakkan sinarnya pada penduduk bumi yang artinya saat ini masih gelap menjelang pagi, Azizah sudah terbangun untuk menyiapkan sarapan. Walau bagaimanapun saat ini Gery masih berstatus suaminya, jadi Azizah berfikir masih akan terus memasak untuknya dan melakukan hal lainnya seperti biasa namun tidak untuk tidur bersama.

Azizah membuka lemari pendingin yang ada didapur, dan ternyata masih banyak persediaan bahan makanan yang bisa digunakan hari ini, karena setelah Azizah meninggalkan rumah, Gery tak pernah memasak apapun, setiap ia mau makan pasti akan keluar untuk membeli makanan atau hanya memesan melalui aplikasi pada ponsel pintarnya.

Satu jam didapur sudah membuat Azizah menyeselaikan pekerjaannya, sarapan sudah siap dan dapur pun kembali bersih dan tertata rapi.

Azizah mulai menata makanan diatas meja makan, sudah lama ia tak melakukan hal ini karena pelariannya membuat ia rindu dengan kegiatan memasak dan beberes rumah.

Setelah semuanya selesai, Azizah tak membangunkan Gery yang masih tertidur pulas, sepertinya semalam Gery sulit terpejam membuatnya saat ini masih terlelap dalam buaian mimpi.

Perasaan bersalah sempat hinggap dalam benak wanita cantik yang satu ini, namun karena rasa sakit yang teramat dalam telah ditorehkan oleh Gery sebanyak dua kali membuat luka hati Azizah kembali menganga bahkan saat ini lebih perih dari rasa sakit perselingkuhan Gery yang pertama.

Azizah meninggalkan sepucuk surat diatas meja makan yang dibebani oleh gelas agar tidak terbang ketika tertiup angin, lalu ia segera pergi untuk berangkat kerja yang sebelumnya sudah janjian sama Gibran untuk bertemu disuatu tempat.

Ia sadar bahwa kelakuannya ini salah, namun itulah manusia yang terkadang tidak bisa selalu bersikap seperti Malaikat yang tidak pernah salah dan berbuat Khilaf.

Azizah berjalan sampai diujung gang rumahnya, disana ternyata Gibran sudah menunggu dan merekapun pergi bersama untuk mencari sarapan dan kemudian mengantarkan Azizah bekerja ke restoran.

" Sarapannya beli nasi kuning didepan kostan Zizah aja ya Kak, nanti motornya masukin aja ke pagar kostan."

Tawar Azizah pada Gibran dan langsung mendapat anggukan darinya.

" Nasi kuning nya dua di bungkus saja Pak.!"

Setelah selesai tukang nasi kuning membungkus pesanan Azizah dan Gibran, lalu Gibran mengeluarkan uang dari saku celananya.

Azizah berjalan disamping kiri Gibran memasuki kost.

" nanti kalo aku gajian aku ganti ya, Kak.!"

Azizah memberikan piring dan sendok pada Gibran.

" apa sih, gak usah dipikirin."

" Kak, Zizah mau ngomong."

" dari tadi kan kamu emang udah ngomong!"

Gibran mencandai Azizah yang wajahnya tampak serius.

" nanti sore Azizah mau pulang kerumah Mas Gery." Azizah menatap lekat pada Gibran, membuatnya sejenak menghentikan suapan nasi kuning kemulutnya, kemudian ia mengangguk-anggukkan kepala.

" ga apa-apa kan Kak!"

Azizah mendekatkan wajahnya ke wajah Gibran yang membuatnya menghentikan acara suapan nasi kuning ke mulutnya.

" ga apa-apa."

Gibran menatap Azizah dengan senyum tipis.

" Kakak, gak marah?"

Azizah mencondongkan tubuhnya kearah Gibran, lalu Gibran menyentuh punggung tangan Azizah yang sedang memegangi sendok, dan menatap Azizah lekat-lekat.

" Za, itu hak kamu, mana mungkin aku marah. Aku hanya ingin kamu bahagia, dengan siapapun itu tidak terkecuali dwngan Gery, suamimu."

Perkataan Gibran membuat mata Azizah berkaca-kaca, hampir saja manik bening itu jatuh namun Gibran segera mengatasinya.

" Hei manis, jangan nangis..."

Gibran mengusap sudut mata Azizah dengan ujung jarinya.

"kalo nangis nanti manisnya ilang dimakan semut.! hmm.."

Gibran tersenyum dan kemudian Azizah ikut tersenyum.

" Sudah jangan banyak bicara, sekarang kamu habiskan sarapannya biar kuat hadapi kenyataan."

Gibran kembali membuat Azizah tersenyum simpul.

" Nanti sore Zizah mau bawa tas dan perlengkapan lainnya dari sini."

" Aku akan membantumu."

Pukul 07.30.

Azizah bergegas menuju resto tempatnya bekerja diantar oleh Gibran yang mengendarai motor kesayangannya, jarak tempuh dari kostan Azizah menuju Restoran hanya sekitar 5 menit jika ditempuh oleh kendaraan bermotor, namun jika dwngan berjalan kaki bisa memakan waktu 20-30 menit tergantung kecepatan langkah.

Pikul 07.35

Azizah sudah sampai didepan Resto, Gibran segera undur diri untuk pulang dan akan menjemputnya saat jam kerja Azizah sudah habis.

Seperti biasa, Azizah selalu disambut oleh Algi dipintu samping resto khusus untuk para karyawan, putra dari pemilik resto itu memang sangat perhatian pada Azizah.

" Za, kamu udah datang?"

Algi yang sudah duduk dikursi samping Resto menyapa Azizah yang baru saja sampai didepan pintu samping resto.

" iya, Pak."

Azizah mengangguk sopan pada Algi.

" oia kamu udah tahu belum, kalo hari ini kamu udah gajian?"

Algi selalu saja mencari topik pembicaraan agar bisa mengobrol dengan Azizah.

" Hah, seriusan Pak?"

ekspresi wajah Azizah sangat menampakkan kegembiraan.

" kamu emang belum cek m-banking kamu?"

" belum Pak, ya udah Zizah siap-siap dulu ya Pak. permisi."

Azizah membungkukkan badannya tanda menghormati sang bos dan berjalan memasuki resto hingga tubuhnya hilang dibalik pintu.

" kebetulan masih ada sedikit waktu, Zizah coba buka m-banking dulu."

Gumamnya dallam hati dan langsung mengambil ponsel dari dalam tasnya.

" Wahh.. bener, Alhamdulillah Bisa bayar sama Kak Gibran gantiin uangnya yang kepake buat bayar kost."

Azizah kegirangan setelah melihat nominal pada rekeningnya.

Dengan hati riang Azizah mulai bekerja, desas-desus kedekatan Azizah dengan Algi sang pewaris Restoran sudah sampai ketelinga Siska, wanita yang telah dijodohkan dengan Algi, bahkan ada kabar yang mengatakan bahwa Algi sangat menspesialkan Azizah dibanding karyawan lainnya, hal ini sangat membuat hati Siska terbakar api cemburu.

Siska mendatangi Mirna yang sedang berada didapur.

" Hei Mirna, mana yang namanya Azizah?"

Wajah Siska sangat ketus dan matanya seolah memicing untuk segera menerkam mangsa.

" eh, Mbak Siska. Ada apa ya nanyain Azizah?"

Mirna kembali bertanya dengan sopan pada calon istri bosnya itu.

" ditanya malah balik nanya, cepetan dimana Azizah?" nadanya meninggi seolah sedang terjadi pergolakan didalam darahnya yang mulai mendidih.

" i..itu, lagi bersihin meja-meja."

Mirna seperti ketakutan melihat wajah Siska yang sudah merah membara.

Siska langsung menatap wanita cantik bertubuh mungil yang sedang membersihkan meja dan kursi resto kemudian menghampiri Azizah.

" Kamu yang namanya Azizah?"

Siska sudah ada dibelakang Azizah yang sedang membungkukka badannya karena mengelap kursi, mendengar suara dari arah belakangnya, Azizah pun langsung menengok kebelakang.

" iya, maaf, Mbak siapa ya?"

Dengan nada lembut Azizah keheranan.

" Saya calon istrinya Algi, jadi kalau kamu masih mau bekerja disini jangan macam-macam sama calon suami saya"

Siska menunjuk hidung Azizah sampai ia mundur dan bokongnya terbentur meja.

" maksud Mbak apa sih? saya gak ngerti!"

Azizah semakin keheranan.

" halah, sini kamu ikut saya."

Siska menarik paksa Azizah untuk mengikutinya menuju salah satu gazebo yang terletak disalah satu sudut resto.

" jangan sok polos kamu, saya udah denger dari karyawan lain bahwa kamu suka cari-cari perhatian sama Algi."

Siska mendorong tubub Azizah sampai mentok ke sudut Gazebo.

" Mbak salah faham, saya gak pernah seperti itu Mbak, saya sama Pak Algi gak ada apa-apa, kedekatan kami hanya sebatas teman waktu SMA, dan Pak Algi itu Kakak kelas saya."

Azizah mencoba menjelaskan pada Siska, namun Siska tak begitu saja percaya pada Azizah.

Hingga terdengar suara derap langkah kaki menuju mereka.

" Siska...?"

Algi sedikit terkejut melihat Siska seperti sedang menyudutkan tubuh Azizah kesudut gazebo, kemudian Siska berpura tidak terjadi apa-apa.

" kalian lagi ngapain disini?"

Algi lanjut bertanya pada kedua wanita cantik itu.

" ah enggak lagi ngapa-ngapain Pak,"

Azizah segera melangkah menghindari Siska.

" permisi Pak," ia segera kembali masuk Resto.

Dari dalam resto, Mirna sudah menunggu untuk bertanya pada Azizah mengenai Siska yang menanyakannya.

" Heh, Za... Siska mau ngapain nanyain kamu? kayaknya dia marah banget!"

Tanya Mirna penasaran.

" enggak, tahu Mbak, masa Zizah disangka macem-macem sama Pak Algi?"

bibir Azizah merengut kesal.

" emang semenjak kamu kerja disini, Pak Algi jadi setiap hari datang kesini, padahal sebelum kamu kerja disini Pak Algi paling dua atau tiga hari ngecek kesini."

" masa sih Mbak, terus Siska itu siapanya Pak Algi?"

" mereka dijodohin, dan seminggu lagi ijab qobulnya, keliatannya sih Pak Algi emang kurang suka sama Siska soalnya dia tuh jutek banget, senyumnya mahal."

" ohhh.."

Azizah hanya membulatkan bibirnya.

Sementara di gazebo sedang ada pertengkaran seru antara Siska dan Algi, hingga membuat Siska begitu murka dan mengepalkan tangannya dan berkata:

" Awas kau wanita jalang!"

1
SM Channel
novel aku yang ini, kok, hilang dari akun aku, ya?
Labuh Ardianto
kapan up LG....??? LG seru nih
SM Channel: dah tamat, Kak!
total 1 replies
Putri Handayani
aku mampir ya Thor jangan lupa mampir juga di ceritaku cinta yang terhalang
SM Channel: 👍👍👍😍😍😍
total 1 replies
MouthofMexico
Yok jangan kasih kendor updatenya!
SM Channel: insyAllah.. kak
total 1 replies
Waria
Lanjutannya yang banyak yang thor hahaha *banyak nawarnya
SM Channel: gak dosa ini kok Kak, kalo cuma banyak nawar...hihi
total 1 replies
angels_basket
cerita ya bagus tapi harus lebih hati hati dengan tulisanya. jangan sampai salah Dan tertukar.
SM Channel: makasih atas masukannya Kak.
total 1 replies
coastbycoast
Thor, kalau capek, istirahat dulu, minum dulu, besok kita lanjut lagi ya :) Aku selalu nunggu author kok!
SM Channel: asiap Kak
total 1 replies
꧁༒☬Sa̶d̶B∆Y☬༒꧂
cerita ini lebih lucu dibanding yg lain
SM Channel: ...😊😊😊...
total 1 replies
floufrouu
Thor update crazy dong ...... author baik.. pinter... update crazy ya 😙👍👍
SM Channel: udah 63 episode Kak..💓💓💓
total 1 replies
arata ryuka
ehehehe cover novel nya hampir mirip punya ku hehehe,tapi gapapa semangat ya bikin nya😤💪
arata ryuka: iya kak gapapa santai aja hehehehe😆😆😆
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!