NovelToon NovelToon
Ditakdirkan Mencintaimu

Ditakdirkan Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Komedi / Cintapertama / Contest / Tamat
Popularitas:117k
Nilai: 5
Nama Author: Nafi'

Ini menceritakan tentang hubungan rumit, karna kesalahpahaman.

Levino Jizzy begitu menyayangi sang kakak yaitu Levanka Jizzy, sampai menyewa detektif dadakan untuk menyelidiki kasus perselingkuhan kakak iparnya sendiri. Bahkan mengikuti ide konyol dari detektif Riyan untuk mengurung gadis selingkuhan iparnya (Afsana Zaha Taima) di rumah sang nenek(Maria Selena Jizzy)

Levanka yang begitu mencintai suaminya yaitu Riki Putra Taima, tidak pernah percaya, jika suaminya tega berselingkuh. Membuat Levino semakin membenci gadis yang dianggapnya sebagai selingkuhan Riki.


Faza Nur Jizzy adik dari Levino dan Levanka, yang selalu mendapat nilai buruk di sekolah, dia begitu menyanyangi Sana layaknya sahabat.

Ketika Vino mengetahui kebenaran bahwa Sana adalah keponakan Riki, sebuah kenyataan tentang Sana terkuak. Disanalah cinta Vino mulai diuji.

Yuk, kepoin kisahnya hanya di sini! Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di tinggal

"Ya cepetan di lanjut, gimana kisahnya?" jengah Sana, sebab digantung sama cerita. Rasanya tuh kayak lagi kebelet tapi nggak nemu WC.

"Sabar dulu kenapa seh," menoel kembali pipi Sana.

Di seberang jalan, tak jauh dari bangku itu berada, ada seseorang yang melihat adegan bahagia antara paman dan ponakannya, yang dia anggap sebagai pasangan kekasih. Di mata Vino, mereka terlihat lagi dimabuk asmara. Vino menatap kesal mereka berdua. Dipukulnya pohon di tepi taman. Entah kenapa hatinya selalu merasa sakit bila melihat Sana dengan Riki. Dia mengira, pasti karna sayangnya terhadap Vinka.

"Aku tidak akan membiarkan kalian bersatu. Akan aku lakukan apapun untuk memisahkan kalian," gumam Vino lalu pergi dari tempat itu. Perasaannya berubah kacau. Ada rasa benci dan juga ada rasa kecewa. Kenapa Sana harus menyukai Riki yang memiliki istri.

"Padahal kau cantik dan lucu, kau bisa memilih siapapun untuk menjadi kekasih. Kenapa harus Riki? orang telah memiliki istri," tanpa Vino sadari, jika Arjun sudah berada di dekatnya.

"Bos!" Arjun terheran akan raut muka Vino yang berubah muram. Lebih gelap daripada mendung di musim penghujan.

"Kita, pulang!" titah Vino tanpa peduli jika Arjun dibuat bingung oleh tingkahnya itu.

"Tapi, bagaimana dengan Sana, Bos? apakah sudah ketemu?"

"Kau mau naik atau aku tinggalkan di sini," Arjun semakin heran. Vino berada di kursi belakang tapi mengancam mau meninggalkan Arjun.

"Kenapa kau bisa sekacau ini, Bos? apa masalahmu?" gumam Arjun sambil geleng kepala dia buru-buru duduk di kursi kemudi dan melajukan kendaraannya.

Di tempat pesta, Faza celingukan ke sana kemari "Di mana semua orang?" yang dimaksud adalah Vino, Arjun dan Sana. Dia melihat Maria, lalu mendekat.

"Madam Eyang, apakah Madam melihat Mas Vino?" tanya Faza setelah dekat. Nampak beberapa orang mulai pamit pulang, sehingga dia juga ingin pulang bareng, cari tumpangan gitu.

"Kasihan deh, Luh! ditinggalkan. Makannya jangan genit-genit jadi orang," cerca Saras yang tadi melihat Faza seneng banget mengumbar gombalan menggoda wanita-wanita cantik.

"Hai, gadis tua. Sirik tanda tak mampu," Faza menjulurkan lidahnya. Saras mengepalkan tangannya hendak meninju, tapi Faza menghindar.

"Kalian bisa tenang, Nggak?" seketika mereka berdua berhenti. "Nah, bagus! sekarang kita pamitan sama yang punya hajat terus pulang," titah Maria berjalan terlebih dahulu. Saras dan Faza masih saja bertengkar tanpa suara. Saras mengepalkan tangannya ke udara sambil melotot, sedangkan Faza menjulurkan lidah, lalu merangkul eyangnya.

"Beraninya berlindung di ketiak Eyang," gumam Saras yang sudah tidak didengar oleh Faza.

Beralih ke Sana dan Riki.

"Lalu, aku masuk dan menunggui Vinka, aku melihat para dokter dan perawat sudah bersiap dengan alat-alat mereka. "Kamu yang kuat, ya, Sayang. Semua akan baik-baik saja." Ucapku kepada Vinka, dia nampak kesakitan, bahkan dia berulang kali meremas tanganku." Riki masih menatap langit.

"Lalu!" Sana sudah merasa jika kesabarannya kini sudah mencapai puncak gunung Himalaya, tingkat tinggi. Riki masih santai sambil senyum-senyum sendiri.

"Ayolah, Om."

"Kau, tahu Sana, hatiku rasanya seperti dicabik-cabik melihat Vinka selalu mengerang kesakitan. Dan dokter itu nampak tenang memberikan suntikan. Aku ingin keluar saja dari sana. Tapi, aku sudah berjanji kepada Vinka. Bahwa aku akan menemani dirinya saat operasi."

Sana tanpa berkedip menyimak setiap kata yang diucapkan oleh Riki. Dia merasa dadanya sesak, membayangkan bagaimana Vinka melawan rasa sakitnya.

"Pasti sakit sekali, ya, Om?" tanya Sana, jangan tanya mukanya sekarang berubah memerah dan matanya berkaca-kaca.

"Iya, tapi semua itu terbalas setelah mendengar suara tangisan bayi."

"Maksud, Om? selama ini Bimud perutnya membesar sebab hamil?" tanya Sana bahagia dan juga terharu. Riki menganggukkan kepalanya berulang kali.

"Selamat, ya, Om!" Memeluk Riki begitu erat.

"Terima kasih, Sana! aku juga tidak mengira, jika membesarnya perut Vinka disebabkan oleh adanya janin di dalamnya. Padahal, kami sudah periksa sebanyak empat kali, tapi tetap saja hasilnya sama. Mereka bilang Vinka tidak kenapa-kenapa. Aku pikir, itu mungkin karna Vinka gemuk jadi perutnya juga besar."

"Apa Bimud tidak pernah mengalami ngidam?" tanya Sana lagi.

"Entahlah, mungkin juga lupa. Eh, ada mungkin satu kali ketika kita berada di rumah temannya, dia ingin makan es krim yang sama dengan yang dimakan sama anak temannya. Bahkan sampai berebut. Aku bahkan sampai memarahi dirinya. Andai saja waktu itu, tahu kalau dia hamil tentu aku akan mencarikan untuknya. Tapi, eskrim itu buatan rumahan. Temannya buat hanya untuk anak-anak mereka." terang Riki yang membuat Sana tertawa lepas.

"Ada cerita yang kayak gitu Ternyata, Om?" Riki mengangguk sambil tersenyum. Seperti mendapatkan harta karun, Riki begitu bahagia menceritakan kenangan Vinka saat hamil, tapi malah dianggap sebagai penyakit.

"Kasihan sekali, sepupu kecil aku ya, Om," gumam Sana yang masih terdengar jelas oleh Riki.

"Maksudnya?"

"Di perut sudah dianggap penyakit seh."

"Auwwhh, kenapa dipukul seh, Om!"

"Makannya kalau bicara jangan asal." Sana hanya cemberut mengusap lengannya yang sedikit sakit. Tak berapa lama terdengar handphone Riki berbunyi.

"Ya, Sayang ada apa?" ucap Riki saat menerima telpon. Sana menduga jika itu pasti Vinka.

…...

"Ini, lagi sama ... " Sana langsung meletakkan telunjuknya di bibir. Lalu Sana ikut menguping.

"Sama siapa? apa belum kelar meeting-nya? lama benget seh? cepat pulang dong!" rengek Vinka seperti anak kecil.

"Ada deh, nanti aku bawa pulang. Biar jadi kejutan buat kamu," ucap Riki sambil tersenyum.

"Ya udah, buruan pulang!"

Panggilan tertutup.

"Bimud sekarang kok radak manja gitu ya, Om!" Sana tersenyum geli mendengarnya.

"Mungkin balas dendam, karna pas hamil tidak ada yang tahu. Jadi pas ngelahirin dia jadi manja," Riki terkekeh. "Tapi, aku sangat bahagia. Dia wanita yang kuat. Berbulan-bulan dia merasakan tidak enak badan dengan penyakit yang tidak jelas. Tapi, dia tetap menjalani perannya sebagai istri dengan baik. Bahkan jarang sekali dia mengeluh," Riki terlihat begitu bangga saat menceritakan istrinya.

"Sepertinya aku harus belajar banyak sama Bimud, nih. Agar menjadi istri yang Sholehah dan berbakti pada suami," ucap Sana sambil tersenyum.

"Hijab di pakai dahulu, yang Istiqomah, biar terlihat Sholehah-nya," seloroh Riki.

"Kalau itu mah Sana belum mampu. Sana belum dapat wangsit yang menyakinkan," ucap Sana sambil nyengir. Riki menghela nafas panjang.

"Terserah kamu, yuk, pulang."

Sana menggandeng lengan Riki, kini keduanya telah sampai di tepi jalan tempat mobil Riki berada.

"Riki, Kamu di sini? lalu Vinka sama siapa?" tiba-tiba ada sebuah suara yang mengagetkan mereka berdua.

"Apa hubungan kalian berdua? apakah selingkuh?"

deg...

**Bersambung....

Catatan

Cerita Vinka aku ambil dari kisah nyata**

...Jadi, waktu itu seorang pemilik meubel yang memiliki istri pengidap obesitas. Selama dua tahun tidak haid, tapi merasa ada perubahan di tubuhnya yaitu perut yang semakin membesar. Saat di periksa dokter bilang dia menginap kanker. Lalu pindah berobat ke rumah sakit malah bilangnya kena tumor kandungan dan di suruh menyediakan sejumlah uang untuk melakukan Operasi....

...Saat beberapa bulan kemudian, menjelang hari operasi, suaminya menjual meubel miliknya untuk membayar Operasi sang istri. Tapi ternyata sebelum meubel itu jatuh ke tangan pembeli. Sang istri sudah merasakan sakit yang luar biasa di perutnya....

...Saat sampai di rumah sakit, semua petugas ketakutan sebab darah yang keluar tidak wajar banyaknya. Bahkan ada yang mengira kemungkinan dia tidak selamat. Seorang dokter kandungan yang sudah mulai udzur datang dan bilang "Ini, bukan karna penyakit, tapi pembukaan, ibu hamil, ya!" ucap dokter itu tiba-tiba....

...Dan Ternyata benar. Keluarlah bayi laki-laki yang diberi nama Ajib. Tetangga aku yang sekarang sudah kelas satu SMP....

...Jangan lupa dukungannya berupa...

...**Komentar...

...Like...

...Rate 5...

...Hadiah...

...juga Vote...

...Terima kasih bagi yang sudah membaca...

...ikuti IG author @Nafi_Rosyida**...

1
gegechan (ig:@aboutgege_)
Salam dari Arcturus, mari mampir🖤
gegechan (ig:@aboutgege_)
Semangatt kakkk
Ais Eka Prasyawati
aku pernah ngerasain yg nama nya cinta bertepuk sebelah tangan, rasa nya sakit banget, aku mencintai dia tp dia hanya menanggap ku sebagai teman nggak lebih. sakit nggak tu
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
oh ternyata si Faza juga cinta Rindi ya
Tuch si Martha kena batunya,suka ngatain orang sich
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
move on donk Rin,khan ada Mike
sama Faza best friend forever aja
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
biar lelah hayati yg terpenting eksperimennya jadi khan
Keyboard Harapan
keren kaka
Nafi' thook: terima kasih, kaka
total 1 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
mama Risya inih,cenayang ya
Nafi' thook: mungkin, kak! hehe
total 1 replies
R.F
aku udah lupa ceritanya
Nafi' thook: makanya, tak up lagi biar kamu ingat. cieee
total 1 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
Semoga beneran hamil si Sana
Nafi' thook: amiin, terima kasih kak
total 1 replies
Ais Eka Prasyawati
semangat kak nyicil nya
Ais Eka Prasyawati: sama²😊😊😊
total 2 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
duh...mentang" musim ujan
Vino bercocok tanam melulu ya..
Yaudah dech,semoga segera panen ya dgn hadirnya si Vino junior
Nafi' thook: iya, maunya yang anget anget
total 1 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
Jangan" bapaknya Sawitri meninggal ya,koq dia nangis gitu
Nafi' thook: mungkin juga sih, mungkin juga tidak hehe
total 1 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
Wah wah..minta disunat lagi nich si Faza...
nyebelin amat sich,mbok ada empati dikit kek sama anak kecil gak mw kalah
Nafi' thook: iya tuh.

terima kasih kak sudah mau mampir
total 1 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
gethok aja si Faza pake ulegan,biar nyadar dikit.Boleh khan
Nafi' thook: betul banget itu kaka. terima kasih ya, sudah mampir
total 1 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
wah mantap Vino n Sana,ngadon melulu,suasananya juga mendukung karena lagi musim hujan
Semoga aja lekas jadi ya adonannya jadi bayi yg lucu
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
waddduhh....yg ditabrak mati kah,koq sampai si Faza jadi mabuk"an
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
Faza patah hati malah mabok...
Hadddehh..kayak gakda cewek laen aja Za Za
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
iihhh gangguin aja,lagi asyik bercocok tanam juga eh Faza nongol..
re
Next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!