Menceritakan seorang gadis yang berusia 22 tahun yang bernama ASKIA PUTRI HUMAIRA, seorang muslimah cantik yang hidup dengan kesederhanaannya, memiliki sifat yang ceria dan ramah pada setiap orang.
Kehidupannya berubah saat dirinya dijodohkan dengan seorang pria yang tak pernah menganggap dirinya sebagai tempatnya pulang.
Berharap Cinta setelah menikah, malah poligami yang ia dapatkan.
Tiada hari tanpa Air mata.
Akankah dirinya bisa bertahan dengan pernikahan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yurnalis Lidar0306, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter-30
"Kamu!!!" ujar kedua nya bersamaan saat tatapan keudanya saling terkunci satu sama lain.
"Kamu ngak punya apa ya?? main nambrak seenak nya?" ujar Nia sambil berdiri.
"Maaf, saya sedang buru buru jadi tidak terlalu memperhatikan jalan" jawab laki laki itu yang tak lain adalah Bimo.
"Kamu pikir, situ aja yang terburu buru??" ucap Nia ketus.
"Iya iya maaf"
Nia tak menanggapi nya ia memilih memunguti barang barang nya yang berceceran di bawah, Bimo yang melihat itu pun ikut membantu.
"Kenapa sendiri??" tanya Bimo di sela sela memungut barang.
"Hei.. kenapa kamu diam??" ujar Bimo lagi saat tak mendapatkan jawaban dari gadis yang ia ajak bicara.
Setelah selesai Bimo menyerahkan kantong plastik pada Nia, dengan sedikit kasar Nia mengambil kantong itu dari tangan Bimo.
"Makasih" ujar Nia ketus lalu langsung pergi dari sana.
Sungguh gadis yang kasar, tapi aku suka
Bimo masih berdiri di tempat nya ia memandang kepergian gadis yang baru yang sudah beberapa kali ia lihat itu, dan pertama kali ia melihat gadis itu saat ia melihat foto pernikahan Askia dan Farhan dan kemudian ia beberapa kali bertemu dengan gadis itu dan gadis itu langsung menjuluki dirinya sebagai seorang playboy, karna memang setiap kali pertemuan dirinya dan gadis itu, ia selalu sedang bersama seorang gadis.
padahal gadis gadis itulah yang selalu mengikutinya.
Seutas senyum terbit di sudut bibir Bimo.
"Masih tetap Cantik" gumam nya, lalu ia melanjutkan langkah nya yang sempat tertunda.
"kenapa harus bertemu cowok playboy itu sih" gerutu Niasambil menyetir mobil.
"Setiap pertemuan dengan nya tidak akan ada yang berjalan lancar, hah sungguh sial" mulut gadis terus saja komat kamit hingga ia sampai di depan rumah nya sendiri.
"Assalamu'alaikum bun.. Nia pulang" ujar gadis itu seraya masuk kedalam.
"Kamu kenapa sayang? kok muka nya kusut gitu??" tanya sang bunda.
"Ngak ada bun, Nia ke atas dulu yah" sahut Nia lalu ia langsung meninggalkan bunda nya dan masuk kedalam kamarnya.
Sedangkan Bimo ia berjalan kesebuah restourant dimana teman teman nya sudah menunggu.
saat pintu ruangan VVIP itu terbuka Beberapa gadis yang ada di dalam sana saat melihat kedatanag Bimo langsung mengerubuni dirinya, Bimo yang memang memiliki sifat yang mudah akrap langsung menyambut dengan sebuah senyum yang bisa membuat para gadis meleleh, tapi tidak dengan Nia si gadis kasar. itu sih menurut Bimo 😂
"sorry gue telat" ujar Bimo yang langsung duduk di salah satu sofa yang di sediakan di sana.
"Dari mana loe lama amat" tanya taman nya.
"Macet tadi" kilah Bimo.
___________
Beberapa hari telah berlalu sesuai janji hari ini Askia dan Dimas akan melakukan fiting baju pengantin, dan di sinilah mereka di sebuah butik ternama di ibu kota.
Bedahal nya saat pernikahan pertama, Askia hanya memilih gaun yang sederhana, namun beda dengan sekarang,
Di temanani sang calon suami Dimas dan juga sang sahabat Nia, Askia memilih gaun yang sangat indah dan terkesan elegant.
Begitu juga dengan Dimas ia juga memilih tuxedo berwarna senada dengan gaun milik Askia.
Mereka keluar secara bersamaan, Nia yang sedari tadi menunggu di luar seketika melongo melihat keduanya,
"Ya tuhan, kalian berdua sungguh sangat serasi" ujar Nia masih terpesona.
"Iya, benar nona dan tuan sungguh sangat cantik dan tampan" ujar salah satu pegawai.
dan Beberapa lagi pujian pujian yang terlontarkan untuk mereka berdua.
Askia melihat kearah Dimas begitu juga dengan Dimas, mereka sama sama terpesona dengan penampilan mereka masing masing.
kompak mereka saling memalingkan wajah kearah yang lain, jika di lihat sudah jelas tampak rona merah di wajah kedua nya.
Nia dan para pegawai yang melayani mereka pun terkekeh melihat tinggkah keduanya.
Setelah selesai, mereka beranjak ke toko perhiasan yang tak jauh dari butik yang mereka kunjungi tadi, kembali Nia di buat heboh.
Ia sangat antusias saat melihat lihat cincin yang begitu indah.
"Wah ini sangat bagus, kok jadi pengen menikah juga yah, " ujar Nia.
"Kalau kau ingin menikah ayo aku siap jadi pendamping nya" sahut seseorang yang muncul entah dari mana.
Sontak mereka bertiga milihat kearah asal suara.
"Bimo" ujar Askia.
Bimo hanya tersenyum membalas sapaan mantan ipar nya itu.
"Siapa juga yang mau sama playboy kayak kamu" ujar Nia ketus.
"Jadi jika aku tidak playboy lagi, berarti kamu mau sama aku??" tanya Bimo sambil menaik turunkan alisnya.
"Amit amit" balas Nia.
Askia dan Dimas hanya menggelengkan kepalanya melihat keduanya.
"Kenapa kamu ada di sini Bim??" tanya Askia .
"Ah iya, tadi aku sedang mengadakan rapat di sekitaran sini, dan tidak sengaja aku melihat kalian di sini jadi aku samperin, bagaimana kabar kalin?" tanya Bimo.
"Alhamdulillah baik" balas Askia.
"Selamat ya, atas pernikahan kalian, semoga langgeng" ujar Bimo menjabat tangan Dimas.
"Terimakasih" ujar Dimas membalas uluruan tangan Bimo.
"Begitu juga dengan kamu, semoga cepat nyusul" sambung Askia.
"Itu pasti jika calon nya udah siap" sahut Bimo seraya melirik ke arah Nia .
"Apa liat liat" ujar Nia ketus.
Bimo hanya tersenyum, ia sangat suka menghoda gadis ini, sedangkan Askia dan Dimas kembali memilih cincin pernikahan mereka dan pilihan mereka jatuh pada cincin yang elegant
Setelah selesai mereka pun berpisah, mengapa Begitu?? karna Askia berencana akan kembali kerumah Dimas terlebih dulu, Dan Nia bersama dengan Bimo walapun ada pertengkaran kecil sebentar namun dengan terpaksa Nia harus di antar oleh Bimo.
Sesampai nya di depan rumah Nia, gadis itu langsung turun tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Bimo.
Bimo menggelengkan kepalanya, ia tahu kalau gadis itu tidak suka dengannya sejak awal perjumpaan mereka, namun ia tetap akan berusaha mendekati nya ia yakin suatu saat nanti ia pasti bisa menaklukkan hati gadis itu.
BERSMBUNG.....
jangan lupa tinggalkan jejak kalian sayang sayangku 😘 😘 😘 TERIMAKASIH
Humaira yg Sabar yah...
Lanjuuut Thooor..