NovelToon NovelToon
Laraku

Laraku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintapertama / Cintamanis
Popularitas:93.2k
Nilai: 5
Nama Author: TISSA TTS

Bagaimana jadinya jika seorang wanita yang mengidam-idamkan seorang laki-laki sudah sekian lama, tiba-tiba saja ia bisa menikahi laki-laki tersebut, apakah ia bisa mendapatkan hatinya atau kah semuanya hanya cerita sesaat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TISSA TTS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membeli Banyak Baju

Rigo terlihat tengah sibuk dengan kemudinya.

"Kita mau kemana?" Tanya Lara

.

"Ingatanmu hanya 5 detik saja! Dasar bodoh!" Kata Rigo dengan pandangan nya tak ia alihkan menatap jalanan, sedangkan tangannya sibuk memegang kemudi.

"Iya, aku tahu, kita mau ke tempat beli baju, maksudku beli nya di mana, jauh apa tidak!"

Rigo menatap tajam sesaat ke arah Lara.

"Galak sekali, aku kan hanya bertanya!"

Rigo menghentikan mobilnya.

"Kenapa berhenti?" Tanya Lara lagi.

"Jika kau terus saja bertanya, kau saja yang menyetir!"

Lara membelalakkan kedua matanya.

"Kau bercanda Rigo! Aku tidak bisa menyetir!"

"Kalau Kau ingin aku menyetir, jangan berkata atau bertanya apapun! Kau mengerti!"

"Iyaaaa!" Lara berteriak.

"Galak sekali!"

Rigo menatap tajam lagi ke arah Lara.

"Iya iya, aku diam, diam!" Setelah tak ada lagi suara yang keluar dari mulut Lara, Rigo melaju kan kembali mobil berwarna hitam itu.

Sekitar 20 menit perjalanan akhirnya Rigo berhasil mendaratkan mobil yang dia kendarai di sebuah Pusat Oleh-oleh kota tersebut, ia parkiran mobilnya di sebuah butik dengan bangunan berunansa Tradisional. beberapa mobil berjajar di sana,

"Rigo!" Memanggil Rigo yang hendak membuka pintu mobil.

"Aku tidak bawa uang!" Ucap Lara.

"Bukankah Kakek Tua mu itu sudah memberikan banyak uang untukmu!" Ucap Rigo.

"Sudah habis! itu kan Kakek yang berikan, Aku ini sitri mu, jadi seharusnya Kau memberikan juga padaku!"

"Aku lupa, tujuan mu menikah denganku itu karena uang!" Rigo menyindir dengan menatap sinis kepada Lara.

"Iya, Uang dan Semua yang Kau miliki!" Tambah Lara.

"Rigo!" Panggil Lara kembali, Rigo tak menggubris, ia hanya keluar dari mobil.

"Ish!" Lara berdecak kesal, kemudian akhirnya mengikuti Rigo mengekornya di belakang.

Lara mendekati Rigo. "Aku benar-benar tidak membawa uang, uang ku di simpan di dalam koper di rumah!" Lara berusaha membujuk.

"Bagaimana aku bisa membeli baju jika tak ada uang, kau tahu kan aku tidak membawa baju ganti!" Ucap Lara.

Rigo tiba-tiba menghentikan langkah Kaki nya menatap ek arah Lara yang kini berjalan di pinggirnya, sangat dekat bahkan, bagian pinggir tangannya sesekali menempel pada bagian lengan Rigo.

"Minggri!" Rigo mendorong Lara agar menjauh.

"Jangan terlalu dekat!"  Rigo memperingati Lara.

Lara berdecak kesal, ia mematung sesaat, menatap langkah Rigo yang semakin  menjauh, setelah jarak mereka cukup jauh, Lara pun mulai melangkah kan kakinya.

"Menyebalkan!"

"Selamat Siang!" Pelayan Toko menyambut ke datangan Rigo, dengan senyuman lebar nya.

"Selamat Siang!" Kali ini giliran Lara yang mendapat sambutan, terlihat sekali memang, Rigo dan Lara seperti sepasang kekasih yang tengah bertengkar.

Lara melangkahkan kakinya masuk kedalam Toko, Udara segar langsung menyambut kedatangannya, Suasana toko yang bergaya tradisional namun tetap terkesan mewah itu membuat Lara terpana dibuatnya.

"Bagus sekali!"

"Selamat siang Nona! mau saya bantu?" Tanya pelayan wanita ketika melihat Lara mulai melihat pakaian.

"Apa di sini ada Baju Tidur?"

"Ada Nona di sebelah sini!" Pelayan tersebut mengantar Lara mencarikan pakaian untuknya.

"Berapa ini harganya?" Tanya Lara kepada pelayan, Sebuah Piyama berwarna Pink dengan motif bunga-bunga yang sangat Lara sukai.

"Tak perlu khawatir nona, ini harganya sangat murah!" Ucap Pelayan.

Lara menatap ke arah Rigo. Laki-laki dengan kacamata hitam terpasang di wajahnya itu hanya duduk di sebuah Sofa yang di sediakan oleh Toko tersebut dengan satu tangannya memainkan ponsel.

"Mba, kalau ukuran Piyama laki-laki itu kira-kira ada?"

"Ada Nona, ini kebetulan bisa di pakai Piyama Couple!"

Lara mengangguk. "Aku mau Piyama ukuran M perempuan, dan Piyama ukuran laki-laki itu satu!" Ucap Lara.

Setelah  itu Lara memilih 4 Buah kaos dan dua buah celana Jeans, Lara juga membeli pakain dalam di sana.

"Sudah itu saja!" Ucap Lara.

"Untuk pembayarannya silahkan di kasir!" Ucap Pelayan.

"Ba, baik!" Lara menjawab ragu..

Lara terlihat menoleh ke arah Rigo, ia terlihat menyipitkan kedua matanya ketika seorang lelaki dengan gerak-gerik aneh terus saja menatap ke arah Rigo yang duduk di sampingnya. Lara segera menghampiri Rigo.

"Sayang! Aku sudah selesai belanja nya! Ayo temenin aku ke kasir!" Ucap Lara, mengabaikan Rigo yang menatapnya dengan tajam.

"Kau bercanda!" Jawab Rigo, Laki-laki di pinggir Rigo terus saja menatapnya.

"Sayang Ayo!" Sekuat tenaga Lara menarik Rigo, ia sangat tidak suka jika laki-laki yang menjadi suaminya itu di tatap pria atau wanita manapun.

"Sayang Ayo!"

Rigo masih sulit bergerak.

"Sayang Ayoooo!" Lara bergelayut manja di tangan Rigo, Akhirnya Rigo pun berdiri, dan mengikuti langkah kaki Lara menuju Kasir.

Rigo meraih dompetnya dan memberikan pada Lara.

"Gunakan kartu yang warna hitam!" Ucap Rigo dengan memperlihatkan raut wajahnya yang kesal, ia hendak kembali lagi ke tempat duduk, Lara menghadang nya.

"Sayang, Aku bilang temenin aku mengantri!" Lara tak membiarkan Rigo pergi, terus saja memegang tangannya, kali ini Lara dengan berani menyatukan jemarinya pada jemari Rigo, bermaksud mengunci Rigo agar tak menjauh sedikit pun dari nya.

"Kau gila? Lepaskan!" Ucap Rigo, berusaha melepaskan jarinya yang terkunci jari Lara.

"Aku bilang lepaskan!" Rigo meninggikan suaranya, membuat semua mata menatap ke arahnya.

"Deh!" Jantung Lara terasa terhantam batu yang sangat besar, Lara segera melepaskan genggaman nya pada jemari Rigo, beberapa orang menatap iba ke arah Lara, beberapa lagi mencibir Lara, Rigo terlihat berjalan ke arah pintu meninggalkan Lara sendirian di dalam toko.

"Totalnya 35 juta Nona, berkenan menggunakan apa pembayaran nya?"

Samar Lara mendengar, kemudian menanyakannya kembali.

"Berapa mba?" Tanya Lara.

" 35 juta nona!"

Lara membulatkan kedua bola matanya.

"Ti, tiga puluh lima juta!"

"Iya nona!" Jawab Kasir.

"Apa benar itu belanjaan punyaku?"

"Iya nona, sepasang piyama totalnya, 4 buah kaos, 2 buah celana jeans, dan 4 set baju dalam!"

"Sebentar mba, saya telepon suami saya dulu!" Lara terlihat meraih ponsel nya, dan melakukan panggilan pada Rigo, namun urung mendapatkan jawaban.

"Bagaimana Nona?" Tanya kasir, 2 orang yang berdiri di belakang Lara menghentakkan kakinya merasa kesal karena Lara.

Dengan ragu Lara memberikan kartu hitam milik Rigo yang sebelumnya ia ambil dari dalam dompet Rigo.

Lara terlihat memejamkan matanya ketika kasir menggesek kartu tersebut.

"Silahkan Pin Nya nona!"

"Pin?"

"Iya Pin nya Nona!"

Lara meraih kembali ponsel miliknya melakukan panggilan pada Rigo, namun urung mendapatkan jawaban.

"Mba maaf, saya cancel dulu ya, saya lupa menanyakan pinnya, silahkan yang lain dulu!"

"Baik Nona!" Ucap Kasir masih tetap ramah.

Lara mengerutkan bibirnya, ia berjalan menuju parkiran mencari keberadaan Rigo, ia mendekati mobil yang ia dan Rigo gunakan, namun nihil, tak nampak Rigo di sana.

"Menyebalkan, kemana sih dia!" Terik matahari pagi itu membuat kepala Lara semakin memanas, Rasa kesal, dan marahnya kepada Rigo semakin memuncak tatkala ia tak menemukan Rigo di dalam mobil.

"Menyebalkan! Hiks!" Akhirnya airmata nya mengalir begitu saja tak bisa ia tahan.

Ketika itu, kunci mobil terdengar terbuka, seseorang yang tak lain adalah Rigo membuka kunci mobil tersebut dan berjalan ke arahnya, Lara segera masuk ke dalam mobil, Rigo menyusul kemudian.

"Kembalikan dompetku!" Ucap Rigo.

Lara tak berbicara, melemparkan nya dengan kasar.

Rigo menatap ke arah Lara yang duduk di kursi penumpang, sedangkan tatapannya ke arah jendela, Lara memunggunginya.

"Berapa banyak yang kau gunakan?" Tanya Rigo, sambil melihat transaksi mbanking pada ponselnya.

Rigo mengangkat alisnya sambil menatap punggung Lara, Lara benar-benar tak menggunakan kartunya untuk transaksi belanja nya.

Lara diam tak bergeming.

"Jangan pura-pura tidak mendengarku!"

Rigo menatap ke arah Lara, biasanya wanita itu selalu berisik jika bersamanya, namun kali ini benar-benar hening.

Lara mengusap matanya yang sesekali menumpahkan air mata, Rigo menyadari akan hal itu.

"Kau bercanda, aku hanya tidak mengangkat telepon mu dan kau menangis? yang benar saja!" Ucap Rigo.

Lara benar-benar tak berbicara.

"Menyebalkan!" Rigo terlihat turun dari mobil, ia terlihat masuk kembali ke dalam toko, Rigo berjalan menghampiri Kasir, mengabaikan orang-orang di belakang nya.

"Permisi tuan ada yang bisa di bantu!"

Rigo memberikan kartu Hitamnya.

"Untuk menebus belanjaan wanita yang tadi!" Ucap Rigo.

Kasir terlihat berfikir untuk sesaat, "O baik tuan, Nona yang tadi ya, belanjaannya dua buah Piyama, empat kaos, dua celana jeans dan baju dalam!" Kasir tak begitu spesifik menjelaskan bagian baju dalam yang di beli Lara.

Tak lama, belanjaan Lara beralih pada tangan Rigo, ia pun berjalan kembali menuju mobil tempat Lara menunggu.

"Bruk!" Belanjaan yang di pegang Rigo di banting ke pangkuan Lara.

Lara cukup terkejut, namun ia tak meng indahkannya, ia tak merubah posisi membelakangi Rigo dengan mulut nya terkunci rapat.

"Kau tidak mau? baiklah, lebih baik di buang saja! pakai saja baju mu itu sampai seminggu!" Ucap Rigo sambil meraih belanjaan di pangkuan Lara, namun Lara menghentikan tangan Rigo, Lara buru-buru mendekap tas belanjaan tersebut.

Rigo menarik kedua sudut bibirnya melihat tingkah Lara.

"Aku akan melaporkan pada Kakek, kalau kau telah bersikap kurang ajar kepadaku, bahkan kau tidak mengangkat teleponku, aku yakin kau tahu kan aku meneleponmu berkali-kali!" Lara berkata masih dengan posisi yang sama membelakangi Rigo.

"Kau seperti orang gila, bicara pada pintu!" Rigo tak mengindahkan perkataan Lara.

Lara Seketika membalikkan badannya menatap ke arah Rigo.

"Tidak, aku tidak bicara pada pintu, aku bicara pada orang gila!"

1
Milah Rossa77
bagus
Nurdin Nurdin
cerita
Nurdin Nurdin
seru
Nurdin Nurdin
hebat
Nurdin Nurdin
seru
Nurdin Nurdin
asik
Nurdin Nurdin
seru banget
Nurdin Nurdin
semaking seru aja cerita ini
Nurdin Nurdin
cerita yg bagus
Zahwa Nisa
sangat bagus
rio
lanjut up-nya tor 🙏
Muhammad Refli
jangan lama2 tor upnya😁😁
yah lama lagi nih nunggu upnya
Oktavia Utomo
buat rigo bucin sama lara Thor , aqu gemes sama rigo...pengen tak jitak tu orang tak berperasaan
up lagi dong....
kenapa lama kali up nya thor...
padahal tiap hari diintip
Oktavia Utomo
akhirnya up juga Thor setelah sekian purnama....yuk tak tunggu upnya
Beby AMy
Kirain sdh tamat ceritanya
ngilang authornya
Zubaidah Baidah
mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!