Kematian kakaknya membuat Ayu memiliki hubungan percintaan dengan Angga, polisi tampan yang bertugas mengungkap kasus kematian tersebut, Herman sahabat sekaligus teman kuliah yang telah lama mencintai Ayu ternyata adalah anak dari suami almarhum kakak, apa yang terjadi selanjutnya dengan hubungan Ayu dan Herman, mungkinkah hubungan persahabatan mereka tetap terjalin baik setelah mereka tahu latar belakang masing masing, bisakah Angga mengungkap pembunuh kakak Ayu yang sesungguhnya ikuti kisah Ayu, Herman dan Angga dalam kisah mawar kali ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Robbiyana Widiyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
nggak yakin
Ayu tidak habis fikir dengan Angga yang senang sekali menggodanya. Sepertinya dia sangat menikmati melihatnya salah tingkah karena candaanya, bahkan seolah dia sengaja memancing Ayu untuk ngambek dan manja di depannya.
" Kata siapa aku bercanda, aku beneran lo Yu, daripada kamu sendirian di Semarang begini kan mending kamu di Jakarta, kamu bisa berkembang juga kamu bisa nemenin aku, aku kan juga sendirian."
" Masa gitu..."
" Habisnya gimana? kan kamu bilang gak mau tinggal bersama di apartemenku karena kita gak ada hubungan darah, ya sudah...kita nikah, beres kan?"
Ayu melihat wajah ganteng Angga yang sedang berbicara soal pernikahan begitu entengnya, seolah olah itu masalah yang sangat sepele untuk di bicarakan dengan bercanda. Ayu jadi gemes sendiri rasanya ingin menjambak rambut Angga, tapi pasti nggak bisa karena rambutnya di cukur cepak gaya militer gitu.
"Memangnya mas bisa menikah tanpa cinta?"
" Cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu."
" Yakin? gimana kalau nanti cinta itu gak mau tumbuh seperti yang di bayangkan?"
" Yakin pasti tumbuh."
" Darimana keyakinan Itu?"
" Aku ganteng, aku yakin lama lama kamu pasti jatuh cinta sama aku, kamu juga cantik nggak sulit untuk jatuh cinta sama kamu."
Ayu menatap Angga sampai melongo mendengar penuturannya, baru kali ini dia melihat ada pria yang begitu narsis memuji dirinya sendiri bahkan dengan sangat yakin, tak ayal membuat ayu tersenyum mencibir omongan Angga.
" Oo...jadi syarat jatuh cinta Itu harus ganteng sama cantik ya mas, ntar kalau sudah tidak ganteng atau cantik lagi jadi boleh di tinggalin ya, kan sudah nggak cinta lagi." kata Ayu sambil bersedekap
" Ya nggak gitu juga Yu, awalnya pasti karena pandangan mata, ketertarikan terhadap lawan jenis pasti karena rupa, setelah Itu baru mencari kenyamanan. Aku rasa kita bisa kok nyaman satu sama lain, buktinya kita bisa ngobrol santai begini."
" Ngaco ah..Mas Angga. Soal pernikahan dianggap mainan."
" Justru aku nggak lagi main main Ayu, banyak di luar sana orang pacaran bertahun tahun nggak jadi nikah, ada juga yang pacaran lama menikah ujungnya cerai, tetapi ada juga nikah yang tanpa pacaran bahkan dijodohkan tanpa saling mengenal mereka malah bisa langgeng. iya kan?"
" Emang mas Angga mau dijodohkan atau menikah tanpa pacaran."
" Kalau di jodohkan mungkin aku keberatan kalau tidak mengenal atau ngelihat dulu orangnya, tapi kalau menikah tanpa diawali pacaran aku nggak masalah selama aku merasa sudah klik."
" Memang mas Angga sudah merasa klik sama Ayu?"
"Menurutmu?"
" Ayu nggak tahu, makanya nanya."
Angga tersenyum dan mengangguk sambil menaikkan alisnya. Ayu memandang wajah Angga dengan lebih seksama, wajah Angga memang ganteng, tidak ada tampang playboy hanya ketegasan dan keseriusan yang terlihat. Ayu juga merasa heran bagaimana Angga bisa berbicara sesantai Itu dengan Ayu mengenai pernikahan.
" Tapi kan mas Angga belum benar benar mengenal Ayu, bagaimana nanti kalau ternyata ayu tidak sesuai dengan ekspektasi mas Angga."
" Kamu juga sama belum mengenal secara utuh saya, jadi posisi kita imbang, sama sama belum tahu,jadi menurutku Itu sangat adil, dan kita justru akan menemukan sesuatu yang sangat luar biasa, belajar untuk menyesuaikan diri dan saling mengenali."
" Mas aneh"
" Apanya yang aneh?"
" Sudah yuk mas, makanan kita sudah habis. Katanya mau jalan jalan." kata Ayu sambil berusaha menghindar dari pembicaraan yang menurutnya sangat membuat gerah.
" mau menghindar dari topik ini ya? hayuk kita jalan, aku bayar dulu ya." kata Angga sambil berdiri lalu berjalan menuju kasir, sementara Ayu berjalan langsung menuju parkiran. Jujur ayu sempat grogi dengan topik pembicaraan yang Angga mulai, dia merasa Angga serius, tapi dia juga merasa Angga main main. Ayu nggak mau ke ge er an dengan kata kata manis Angga. ayu juga tidak yakin Angga tidak mempunyai kekasih. Bahkan kenyataannya banyak polisi yang di cap playboy.
konflik antara Anya - Wira - William yg asli dan bener tuh gimana. Trs Wira bilang "Anya itu perempuan ular" , itu jg ga dijelasin lebih detail ularnya dimana.
trs Wira bilang "kalau ttd berkas, jgn pas terburu-buru. Jgn mudah percaya sama siapapun meski asisten pribadimu sendiri" itu jg ga dijelasin gimananya :(
Trs Wira kok tiba2 meninggal tuh gimana
huhh masih ganjel bgtt :(