Novel ini adalah bentuk revisi dari novel awal yang berjudul My Journeu too Immortality yang terpaksa harus direvisi.
Kultivasi adalah jalanku
Meraih Kekuatan Keinginanku
Menembus Surga Impianku
Dengan Pedang di Tangan
Dengan Kekuatan milikku
Akan kugapai Surga
Kan Kuukir Legenda
Xi Suja, tuan muda kelima klan Xi yang terus saja sial. jalan keabadian yang dia tempuh sangat curam dan terjal, masalah datang terus-menerus bahkan sejak dia melewati kota pertama dalam pengembaraannya.
dengan bantuan para hewan kontraknya, dan keluarga serta teman-teman yang dia temui dalam perjalanan, dia mendaki gunung terjal demi meraih kekuatan.
.
.
.
jangan lupa berikan vote, komentar, like, share, dan ikuti perjalanannya yaa..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suja Andy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28 - Mendatangi Sekte Harimau Putih
"Patriark…!!!?? Apa yang terjadi Patriark…??"
Penatua Xin dan Xi Yi yang baru kembali ke penginapan begitu terkejut saat melihat Mo Ouyang dan sepuluh murid sekte Harimau Putih tergeletak di lantai, selain itu mereka juga bisa memastikan kalau Mo Ouyang dan para murid sekte itu telah dihilangkan kultivasi-nya.
"Paman Xin, ibunda dan Xian'er diculik oleh mereka dan sebagian murid sekte Harimau sampah telah membawa mereka ke sana. Nisa dan Nia saat ini mungkin sedang bermain dengan mereka, jadi apa yang akan paman lakukan sekarang?" Ujar Suja menjawab pertanyaan itu.
"Apa!? Beraninya mereka menculik nyonya! Saudaraku, biarkan aku saja yang ke sana untuk menjemput saudari Ming Mei dan nona Xian. Kau tunggulah kabar baik di sini dengan tenang, aku tidak akan mengecewakanmu saudaraku." Ujar paman Xin.
"Xin, aku menerima usulanmu namun kita akan pergi bersama. Biarkan aku sendiri yang menjemput istri dan putriku, dan kalian bebas mau melakukan hal apapun pada sekte sampah keparat itu!" Balas Xi Yang.
Penatua Xin mengangguk pelan, kemudian Xi Yang dan mereka semua pergi ke sekte Harimau Putih dengan membawa tubuh murid dan Tetua Agung sekte itu.
Suja yang masih belum bisa terbang karena praktiknya yang tertahan di Alam Pemula tingkat 18 dan belum menjalani ujian petir surgawi terpaksa harus menggunakan Singa Api Biru miliknya, sedangkan mereka yang lain terbang dengan Qi mereka sendiri menuju sekte Harimau Putih kecuali Xi Yi si bungsu yang ditugaskan untuk mengatur kota Bambu Perak untuk sementara waktu.
Jarak antara kota Bambu Perak dengan sekte Harimau Putih sekitar lima bulan perjalanan jika untuk orang biasa, bagi kultivator terutama mereka yang sudah mencapai Alam Peralihan tentunya sudah mampu terbang dengan Qi sehingga jarak bisa dipangkas setengahnya, namun jika mereka sudah mencapai Alam Jiwa maka Qi milik mereka akan sangat besar sehingga mereka bisa sampai lebih cepat lagi.
"Ayah, saat kita sampai di sana nanti apa yang akan ayah lakukan?" Tanya Suja.
"Tentunya menyelamatkan ibu dan adikmu, selain itu ayah akan melenyapkan orang-orang yang terlibat dengan rencana sampah busuk ini!" Jawab Xi Yang.
"Lalu bagaimana dengan murid-murid mereka ayah?"
"Entahlah, ayah tidak tahu apa yang harus ayah lakukan pada mereka. Jika saja mereka dari aliran hitam tentunya akan lebih mudah, apa kalian ada saran?"
Penatua Xin dan keempat kakak Suja menggeleng pelan, sementara Xi Suja mulai tersenyum senang karena memikirkan sesuatu.
"Ayah, bagaimana kalau mereka kita jadikan sebagai budak kita? Tentunya mereka akan kita lepaskan saat mereka sudah bukan lagi ancaman bagi klan kita." Ujar Suja.
"Tidak! Mereka adalah manusia yang memiliki hak sama seperti kita, dengan menjadikan mereka sebagai budak maka kita tidak ada bedanya dengan apa yang orang lain lakukan!" Balas Xi Yang tajam.
Xi Yang tidak menyangka putra bungsunya akan memiliki pemikiran seperti itu yang tentunya berbeda dari apa yang diajarkan selama ini oleh klan Xi, Penatua Xin dan keempat kakaknya juga menatap Suja dengan tatapan tidak percaya.
"Adik, dari mana kamu mempunyai pikiran seperti itu? Klan Xi kita adalah klan terhormat yang tidak pernah mengajarkan perbudakan melainkan menentang perbudakan, apa yang kamu katakan tadi bukanlah sesuatu yang diajarkan di klan kita." Ujar kakak ke-empatnya.
"Terserah kalian ayah, kakak, tapi aku tetap akan membuat murid mereka sebagai budak milikku terutama murid perempuan mereka.
Mereka yang lebih dulu mengatakan akan menjadikan ibunda dan Xian'er sebagai pelacur di sekte mereka, maka apa yang sampah ini katakan akan dialami murid perempuan mereka." Ujar Suja pelan dan tidak mengindahkan perkataan ayah dan kakaknya.
"Xi'er! Ayah tidak pernah mengajarkan hal seperti itu! Jika kamu melakukan hal itu, kamu akan ayah berikan hukuman berat!" Ancam Xi Yang.
"Ayah, jika ayah melakukan ingin itu maka lewati dulu semua hewan kontrakku. Dan jangan menghentikanku ayah, kakak, karena aku akan melakukan apapun yang kuinginkan bahkan melenyapkan kekaisaran sekalipun!
Tentu saja aku tidak akan menyerang kekaisaran, namun jika mereka yang menyinggungku aku tentu akan membalas mereka dua kali lipat.
Namun untuk urusan ini, kalian tidak akan bisa menghentikanku! Leon, ayo terbang lebih cepat!"
Singa Api Biru terbang mendahului rombongan Xi Yang, dia membawa tuannya menuju sekte yang sudah diketahui lokasinya berdasarkan aura yang dilepaskan Nisa dan Nia sebagai petunjuk.
Xi Yang dan semua yang berada di dekatnya tidak bisa menghentikan kepergian mereka karena Leon mengeluarkan aura intimidasi yang sekaligus menunjukkan kekuatannya, Xi Yang sendiri bisa dengan jelas mengukur kalau kekuatan Singa yang dinaiki putra bungsunya itu sudah berada di puncak Alam Jiwa Agung yang tentu saja tidak bisa dia lawan.
"Apakah dia benar-benar adik kami ayah?" Tanya Kakak pertama Suja.
"Entahlah, dia memang adik kalian. Tapi ayah tidak menyangka dia memiliki kepribadian seperti itu, bukankah kalian selama satu tahun bersama dengannya di salam dimensi miliknya? Apakah dia melakukan hal-hal aneh selama di dalam sana?" Ujar Xi Yang membalas pertanyaan anaknya, keempat kakak Xi Suja menggeleng tidak tahu.
………….
Di tempat lain, tepatnya di dalam aula pertemuan sekte Harimau Putih terlihat banyak orang berkumpul.
Terlihat ada dua puluh lima kursi yang berjajar membentuk setengah lingkaran dengan banyak orang yang mengisi semua kursi, selain kursi-kursi itu ada dua kursi yang berbeda di depan semua kursi sebelumnya.
Salah satu kursi berwarna putih dengan hiasan kepala harimau di atasnya tampak diduduki oleh seseorang, sedangkan kursi di sebelah kiri yang memiliki hiasan harimau putih dengan belang hitam tidak terlihat pemiliknya.
Kedua kursi itu adalah milik Patriark dan Tetua Agung sekte Harimau Putih sementara 25 kursi lainnya adalah milik para Tetua lainnya, hanya Tetua Agung yang tidak berada di dalam aula itu.
Selain mereka semua, ada dua orang perempuan lagi yang berada di sana, mereka adalah Ming Mei dan putrinya Xi Xian yang duduk terikat di depan mereka.
"Patriark, akan kita apakan dua jalang ini?" Tanya Tetua yang duduk di kursi nomor satu.
Setiap kursi milik Tetua sekte terdapat sebuah angka di atasnya yang menunjukkan tingkatannya, Tetua pertama dengan kursi nomor satu dan seterusnya.
"Apalagi yang akan kita lakukan selain menikmati tubuh perempuan cantik ini Tetua pertama? Lihatlah, meskipun usianya sudah sepuh tapi tubuhnya masih seperti anak gadis belasan tahun, pastinya akan sangat nikmat rasanya saat di atas ranjang nanti hahahaa….." Patriark sekte Harimau Putih tertawa begitu senangnya.
Dia mulai membayangkan betapa banyaknya sumber daya dan juga perempuan-perempuan muda baik yang sudah tidak suci maupun yang masih suci yang akan mereka dapatkan tanpa perlu bersusah payah, mereka tinggal meminta pada klan Xi dan semuanya akan segera mereka miliki.
"Tapi Patriark, kita adalah orang aliran putih dan tidak seharusnya kita melakukan itu. Mereka berdua berasal dari klan Xi, jika kita menyinggung mereka sama saja dengan membuat sekte akan dalam kondisi tidak baik." Tetua kelima yang merupakan salah satu dari sebelas tetua perempuan tampak tidak setuju dengan ucapan Patriark sekte-nya.
Bukan hanya dia, tapi semua tetua perempuan juga tidak setuju begitu juga dengan tetua ke-24 dan 25 yang merupakan dua orang pria sepuh, bisa terlihat bahwa ada 13 orang tetua yang tidak setuju dengan ucapan Patriark mereka sedangkan sisanya menunjukkan persetujuan.
"Apakah kalian akan melanggar perintahku!?" Ujar Patriark sekte dengan nada tajam dan aura membunuh pekat.
"Benar, kami tidak setuju dengan perkataan anda Patriark. Kita bukanlah aliran hitam yang selalu melakukan hal itu, tapi kita adalah orang aliran putih. Jadi jangan salahkan kami jika melarang kalian melakukan perbuatan hina seperti itu!" Balas tetua ke-25 dengan keras.
"Kita? Aliran putih? Hahahaha…….!!!! Kita bukanlah orang aliran putih, tapi kita adalah orang aliran hitam yang menyamar menjadi aliran putih hahaha….!!!!" Patriark dan semua tetua yang mendukungnya tertawa merendahkan semua tetua yang melarang mereka.
"Ap?! Tidak mungkin! Bukankah leluhur sudah mengatakah bahwa kita adalah sekte aliran putih?! Apakah Patriark akan melanggar perintah leluhur kita!?" Ujar tetua perempuan yang merupakan tetua ke-16.
"Benar, kita akan beralih menjadi aliran hitam. Dan karena kalian telah menyinggung kami, maka kalian akan mati sebentar lagi! Tentu saja setelah kalian semua kami nikmati sepuas kami hahaha…..!!!" Tetua kedua membalas ucapan tetua keenam belas dengan seringai bejatnya, dia tampak tidak sabar menikmati tubuh salah satu tetua perempuan yang ada di sana.
"Bangsat! Berani sekali kalian melanggar perintah leluhur sekte! Jangan harap kalian akan bisa melihat matahari kembali saat pasukan klan Xi datang ke sini!" Teriak tetua ke-24 dengan keras.
Perseteruan para tetua sekte berakhir dengan dilumpuhkan semua tetua yang tidak setuju dengan anyang dilakukan Patriark dan sebagian tetua lainnya, sementara itu mereka diikat dan ditelanjangi sampai polos dan mulai dilecehkan oleh tetua yang setuju dengan usulan Patriark sekte.
1.pemurnian qi
2.pembentukan tubuh
3.inti emas
4.jiwa baru lahir.
5.formasi jiwa
......
2 tingkat pertama tentang traformasi tubuh, sedangkan 3 tingkat terakhir tentang Trang jiwa,dalam teknik budidaya immortal kelas primer traformasi jiwa disebut sebagai traformasi essence soul atau esensi jiwa.
aku suka deskripsi kultivasi nya, gabungan antara budidaya immortal (jiwa) dan martial(gerbang).
baru kali ketemu novel sperti ini.apakah novel author berhubungan dengan novel legenda pendekar naga?heavensal,dari dunia Xiao Chen sama dengan heavensal dinovel ini?
owh ya aku juga buat novel, kembalinya sang legenda, dibaca ya🙏
salam dari Kasturia : Kisah Abyad Dari Anhala.