Update gak nentu !
Area 21+ harap bijak dalam membaca
Bagaimana jika orang indonesia jiwanya nyasar ke suatu negeri asing, yang tidak pernah ia kenali.
Lisa seorang karyawan bank swasta, si gadis bar-bar itulah sebutan untuknya. Lisa yang sudah berumur 30 tahun wajahnya pas-pasan ia belum memiliki pasangan. Hingga suatu hari ia di desak oleh kedua orang tuanya menemui teman kencannya dan menyebabkan Lisa kecelakaan.
Hingga jiwanya memasuki tubuh wanita yang hanya di gunakan sebagai tempat melahirkan bagi keturunan Kaisar.
Kaisar Kristoffer, seorang Kaisar yang terkenal kekejamanya, Kaisar Kristoffer memiliki sebuah kutukan di mana ia akan kehilangan istrinya jika sang istri memiliki seorang anak. Hingga ia memutuskan mencari wanita simpanan dan tentunya atas persetujuan Permaisurinya. Kaisar Kristoffer membuat sebuah kesepakatan, jika setiap wanita yang ia tiduri sebanyak 3 kali tidak memiliki anak, maka ia akan memenggalnya atau membuangnya.
lalu apakah Lisa akan mau melahirkan keturunannya, atau malah melarikan diri ?
ig:@riiez.kha.37
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanyalah alat
Sesampainya di kamarnya, Kaisar Cristoffer langsung mencium bibir Ava seraya memeluknya begitu erat.
Ava membalas ciuman dan pelukannya, membuat Kaisar Cristoffer enggan melepaskannya.
hosh
hosh
Ava menarik nafasnya dalam-dalam, Kaisar Cristoffer tidak bisa di tandingi dalam urusan mencium.
"Baginda."
"Aku mencintai mu Ava, aku mencintai mu " Kaisar Cristoffer kembali mencium bibir itu.
Setelah cukup lama ia menghabisi bibir Ava, tiba-tiba pedangnya terbangun. "Ava aku ingin.." Ucap Kaisar Cristoffer dengan suara seraknya.
"Tidak! Baginda. Tunggulah setelah kita menikah." Ujarnya bersemu merah.
"Baiklah kali ini kamu harus menemani ku dan besok adalah hari pernikahan kita." Kaisar Cristoffer mengangkat pinggang Ava.
Ava mencium Kaisar Cristoffer, ciuman kali ini. Dirinya lah yang memimpin permainan itu.
Ava mencium lembut bibir Kaisar Cristoffer, bermain dengan manja. Tak hanya itu, Ava semakin memperdalam ciuman itu, sampai area bawahnya merasakan sesuatu yang semakin menegang.
"Ava, aku ingin. Apa kamu tidak kasian dengan ku."
"Tidak Baginda, setidaknya biarkan Baginda tersiksa lebih dulu." Ucap Ava terkekeh, lalu kembali mencium bibir Kaisar Cristoffer dengan rakus.
Kaisar Cristoffer berjalan sambil menggendong. Mereka bergantian saling memberikan kehangatan di bibir itu.
Kaisar Cristoffer duduk di tepi ranjangnya, ia membuka gaun bagian atas di tubuh Ava.
"Baginda jangan." Ava menghentikan ciumannya, ia khawatir Kaisar Cristoffer tidak bisa menahan nafsu birahinya itu.
"Aku tidak akan memakan mu, tapi biakan aku menghiasi leher mu itu." Ucap Kaisar Cristoffer memberikan kehangatan di leher Ava.
Ava hanya pasrah memberikan lehernya asalkan jangan areanya sebelum menikah.
Kini Ava memejamkan matanya, merasa geli dan nyaman dengan kecupan Kaisar Cristoffer.
"Hah, sudahlah. Aku tidak bisa menahannya lagi. Sebaiknya aku harus menuntaskannya di kamar mandi." Ucap Kaisar Cristoffer. Dia mengalihkan Ava duduk di kasurnya. Lalu mencium keningnya.
"Sayang, apa kamu tidak mau membantu ku?" Goda Kaisar Cristoffer.
"Apa hamba perlu memanggilkan Permaisuri Berlia?" tanya Ava membuat Kaisar Cristoffer mendengus kesal.
Setelah kepergian Kaisar Cristoffer, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
"Baginda, ada Permaisuri Berlia ingin menemui Baginda." Ujar Leon.
Sementara Permaisuri Berlia, dia tidak tahan lagi. Kesabarannya sudah mencapai batasnya. Dia diam, bukan berarti dia menyerah. Kaisar Cristoffer se enaknya saja mempermainkan hatinya. Saat dia mendengar, Ava di adopsi oleh Duke Ronaf. Sudah pasti dirinya akan memiliki saingan. Kekuasaannya setara dengan Ayahnya.
Permaisuri Berlia, langsung membuka pintu itu. Dia tidak peduli jika di hukum oleh Kaisar Cristoffer.
"Baginda." Seketika matanya berkaca-kaca melihat Ava berada di atas ranjang Kaisar Cristoffer. Ava duduk di tepi ranjang itu dan tersenyum sinis.
Pakaiannya di biarkan terbuka seperti tadi. Dia memperlihatkan tanda keunguan di lehernya itu. Walaupun dia tidak tau, seberapa banyak tanda keunguan itu.
Permaisuri Berlia semakin tidak bisa menahan amarahnya, ia menuju ke arah Ava, menarik lengannya lalu melayangkan tangannya ke pipinya itu. Seketika rasa panas menjalar di pipi Ava.
"Aku membiarkan mu tidur dengan Baginda, bukan berarti kamu seenaknya Ava."
"Kamu itu hanyalah alat untuk melahirkan penerus Baginda. Wanita seperti mu tidak pantas bersama Baginda." Bentaknya lagi, ia hendak melayangkan kembali tangannya. Namun di cegah oleh Kaisar Cristoffer.
Kaisar Cristoffer menarik lengan Permaisuri Berlia dengan kasar. "Apa yang kamu lakukan? hah," Bentaknya, ia melihat ke arah pipi Ava yang memerah.
"Ava apa ini sakit?" tanya Kaisar Cristoffer mengelus pipi Ava yang memerah.
"Baginda." Ava memeluk Kaisar Cristoffer dan menangis di pelukannya.
"Beraninya kamu melakukannya Permaisuri. Rupanya aku terlalu memanjakan mu."
"Leon bawa Permaisuri Berlia dan berikan dia hukuman cambuk. Karna sudah bersikap kurang ajar pada Ratu ku." Teriaknya.
"Tidak ! sampai kapan Baginda akan percaya pada rubah licik itu. Dia tidak mencintai Baginda. Bagaimana jika dia tau tentang rahasia Baginda? apa dia akan menerima Baginda?" teriak Permaisuri Berlia.
"Bawa dia Leon."
"Ba-baik Baginda," Ucap Leon meraih tangan Permaisuri Berlia dan langsung di tepis olehnya.
dan hanya Ava yang bisa membuatnya takut