Jelita pergi dari rumah dengan membawa pedih dan luka, setelah mendapati kenyataan pahit. Ayahnya telah mengkhianati sang ibu dengan menikahi wanita simpanannya dan membawa wanita itu beserta seorang putri hasil perselingkuhan mereka, yang termasuk saudara tiri Jelita.
Malam dimana Jelita seharusnya mendapat cinta penuh dan tanggung jawab dari Chandra Adi Prama, Nyatanya membuat Jelita makin terluka setelah dengan terang-terangan, Chandra, pria yang dicintainya itu, menyatakan akan menikahi saudara tiri Jelita.
Ditambah lagi dengan sang ibu yang juga telah berpulang ke pangkuan yang maha kuasa, membuat Jelita tepaksa membekukan hatinya.
Hingga jelita pergi membawa luka dan membawa satu-satunya keluarga yang akan menemani jelita selamanya, Membuat hati jelita terasa beku dan enggan mengakui memiliki keluarga.
~Penasaran kisahnya?
Jangan lupa dukung dengan tap love, like, comment and vote yaa....~
Mohon perhatian....
Bagi siapapun yang melihat karya saya di plagiat di aplikasi lain, mohon segera memberi tahu saya.
Kebijakan ini berdasarkan karya saya PESONA ANAK PEMBANTU pernah di plagiat di aplikasi lain dan saya tidak mau mengulangi hal serupa atas cerita ini.
Terima kasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istia akhtar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
"Kakak, bagilah roti mu padaku. Roti ku habis. Aku masih mau lagi",
Ucap Ariana sembari mengejar Arlan yang berlarian mengitari kolam ikan di halaman belakang rumah kediaman Reksa Adi Prama.
"Tidak akan.
Siapa suruh rotimu kau buang di kolam ikan, bukannya di makan",
cibir Arlan pada adiknya.
"Aku juga masih kurang", Lanjutnya lagi.
Seorang wanita paruh baya muncul dari pintu yang menghubungkan dapur dan halaman belakang. Dia membawa nampan berisikan roti selai coklat kacang kesukaan si kembar.
Dia adalah nyonya Ratna Adi Prama.
Kebahagiaan ini lah yang ia tunggu. Menyaksikan cucu-cucunya berebut makanan dan tangis tawa mereka memenuhi seluruh sudut ruangan di kediaman nya.
Sepuluh tahun sudah Chandra dan Dewi mengarungi bahtera ruang tangga yang bahagia, namun tak satu pun bayi yang berhasil Dewi lahirkan.
Setahun sudah.....
Setahun sudah semenjak Arlan dan Ariana tumbuh dalam asuhannya, bahkan tak sekali pun nyonya Ratna mengunjungi menantunya.
Menantu nya lah yang sesekali datang mengunjungi nya dan menengok keadaan si kembar Arlan, dan Ariana.
"Arlan.... Ariana, kemarilah sayang.
Oma membawakan kalian roti yang baru".
Ucapnya lembut.
Sontak Arlan dan Ariana berlarian menghampiri sang nenek.
"Jangan berebut, semua pasti dapat jatah", Lanjutnya lagi dengan di sertai senyum lebar. Hatinya terlampau bahagia melihat cucu-cucunya.
"Terima kasih, Oma", ucap si kembar bersamaan.
"Arlan, kanapa tadi berebut makanan dengan adikmu? Jangan bertengkar. Oma tidak suka kalau cucu-cucu Oma bertengkar hanya karna berebut makanan.", Lanjutnya lagi dengan senyum lembut yang tak pernah luntur dari bibir tipisnya.
"Ariana memberikan roti nya pada ikan-ikan di kolam itu, Oma. Saat dia kelaparan dan merasa kurang, Ariana memintanya pada Arlan. Bukankah mama pernah bilang, jangan menyia-nyiakan apa yang kita miliki selagi kita memilikinya?".
Degg...
Jantung nyonya Ratna mendadak berdegup kencang. Belum sempat nyonya Ratna tersadar dari keterkejutannya, Ariana tiba-tiba menyela.
"Tapi papa Radhi ku yang tampan bilang, Kita tidak seharusnya pelit pada sesama. Bukankah berbagi itu indah? Asal tidak berbagi kasih dengan orang lain yang tidak pantas menerimanya." Jawab Ariana.
Degg....
Nyonya Ratna kembali terkejut dengan penuturan Ariana.
Mereka masih terlalu kecil untuk memahami segala permasalahan orang dewasa, Namun jelita dan Radhi telah mengajarkan mereka sedemikian rupa?
Mungkinkah masa lalu pahit Jelita dengan putranya, Chandra..... yang melatar belakangi didikan jelita terhadap putra putrinya?
Jika memang iya, itu artinya sudah terlampau dalam luka yang Jelita rasakan akibat kebodohan Chandra.
'Oh ya tuhan.....
Bukan aku egois. Aku jua seorang wanita.
Jauh dari putra putriku, jelas bukan keinginanku apalagi sebuah pilihan.
Tapi aku tak bisa berbuat banyak.
Jelita pasti tengah berduka karna di pisahkan dari anak-anaknya.
Aku juga seorang ibu.......
Namun, di sinilah sisi egoisku.
Aku juga mendamba cucu-cucuku di sisiku...."
"Sudah....
Jangan berebut lagi, di dalam masih banyak stok makanan.
Ayo di makan lagi. Arlan dan Ariana harus selalu rukun ya?".
"Tentu, Oma. Oh iya, bukankah om Chandra berkata bahwa mama Lita akan segera menjemput kami?", tanya Arlan tiba-tiba.
"Iya. Bukankah ini telah lama sekali?", lanjut Ariana.
Ratna bingung.
Ratna tak tau harus menjawab apa.
Inilah yang Ratna takutkan.
Bahkan hingga saat ini, Arlan dan Ariana tak mau memanggil Chandra dengan sebutan papa.
Bagi Arlan dan Ariana, Radhi lah satu-satunya papa bagi mereka. Dan Jelita lah satu-satunya mama bagi mereka.
"Nanti akan Oma tanyakan lagi pada om Chandra, ya?", ucap Ratna kemudian untuk menenangkan cucu-cucunya.
*****
Dewi tengah menghampiri mamanya yang sibuk menyirami tanaman sayur dan berbagai macam bunga di sudut halaman belakang yang di jadikan kebun.
Suasana di sana sangat nampak asri.
Namun sayang, tidak mampu menenangkan hati gundah sang majikan pemilik kebun mungil itu.
Berbagai tanaman hias dan aneka jenis mawar, tertanam indah dan berbunga bermekaran di sana.
Namun juga banyak bunga yang masih kuncup.
"Mama?", Dewi menghampiri mamanya yang sibuk.
Sukma hanya menoleh sekilas dan tersenyum, kemudian fokusnya kembali pada tanaman yang di siraminya.
"Ada apa wi?", Tanya Sukma tanpa menoleh pada putrinya.
"Aku ingin bercerita sesuatu pada mama. Ini tentang, kak Lita yang telah kembali". Ucap Dewi.
Spontan Sukma menghentikan aktifitasnya dan segera menuntun sang putri ke gazebo yang tak jauh dari mereka berdiri.
Dan.....
Mengalirkan segala cerita dari Dewi.
Tak satu pun yang di kurangi Dewi. Semua di ceritakan secara detail.
Nyonya Sukma mendengarkan dengan teliti.
Dewi.....
Menceritakan segalanya dengan kepedihan yang mendalam.
Cerita itu....
Menjadi luka tersendiri bagi Sukma.
Seumur hidup, Yusman tak pernah berlaku kasar pada nya. Alih-alih berbuat kasar, Yusman justru memperlakukan Sukma dengan kelembutan.
Hatinya kian hancur saat Sukma mendengar dari putrinya, bahwa Chandra sudah mulai berani bermain tangan pada putrinya.
Ibu mana yang rela melihat putrinya terluka?
Ibu mana yang tega melihat putrinya di perlakukan demikian kasar dan kekerasan menyakiti fisik?
Ibu mana yang ikhlas jika putrinya harus menanggung beban dosa dan karma masa lalu akibat keegoisan orang tuanya?
Sekali lagi.....
Sukma kalah....
Kemenangannya hanya saat ia berhasil menjadi satu-satunya istri orang terpandang, Yusman Nugroho.
Namun setelahnya, hidup dan masa depan nya lah yang menjadi korban.
"Bagaimana bila kak Lita nanti merebut mas Chandra seperti mama merebut papa sepenuhnya dari mama Ambar?
Apakah Dewi terlahir hanya di takdir kan sebagai penerima karma masa lalu yang tak Dewi kehendaki, mama?
Apa yang Harus dewi lakukan untuk meyakinkan mas Chandra agar tetap bertahan di sisi Dewi?
Bahkan semakin hari, mas Chandra semakin jauh dari Dewi.
Dia seperti bukan lagi Chandra yang dulu Dewi kenal, ma"
Dewi terisak pilu.
Hatinya demikian tersayat tatkala mendapati kenyataan, suami nya berpaling dan lebih memilih saudaranya.
"Ini kah yang kak Lita rasakan dulu saat Dewi mengambil mas Chandra yang kak Lita cintai?
Pasti lebih pedih apalagi saat itu kak Lita mengandung Arlan dan Ariana.
Luka ini demikian perih merengkuh hati dan menyayat batin.
Katakan pada Dewi bahwa ini hanya mimpi dan esok semua akan kembali baik-baik saja, ma"
Sukma tak mampu menjawab.
Ia hanya mendekap erat putrinya tanpa kata.
'Mengapa.....?
Mengapa kami yang saling mencintai harus menerima karmanya?
Jika mereka berkata bahwa mencinta itu indah,
tidak demikian bagi kami yang terlanjur luka di tengah bara api nestapa yang membakar habis seluruh kebahagiaan masa depan'
Batin Sukma terisak pilu.
Menikmati tiap rasa sakit yang membara membakar seluruh kebahagiaan yang terasa keramat baginya.
Menerbangkan tawa yang dulu menggelegar dan justru mendatangkan tangis penuh kesakitan.
🍁🌺🍁