NovelToon NovelToon
Wasiat Gila Asisten Suamiku

Wasiat Gila Asisten Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Hati Lilian hancur seketika setelah sang suami, "Alen" kembali dari dinas di luar kota membawa seorang perempuan hamil bersama nya.

"Siapa wanita itu mas? Kenapa kau membawanya pulang ke rumah kita?"

Tiga tahun pernikahan Lilian tidak memiliki anak, karena itu ia memiliki untuk mengabdi sebagai menantu, ipar serta istri yang baik di keluarga "Bayron" ia tidak pernah membocorkan tentang siapa dirinya dan siapa keluarganya, sehingga mereka semua menganggap Lilian sebagai yatim piatu yang tunduk dan patuh.

"Dia istri asisten ku, sesuatu terjadi di luar kota, asisten ku meninggal karena menyelamatkan ku dan sekarang istrinya hanya punya aku dan keluarga ini untuk melanjutkan hidup, atas wasiat asisiteku dia meminta ku untuk menjaga anak dan istrinya,"

Dilanda keputusan suami yang begitu menyakitkan, akan kah Lilian tetap bertahan? Apalagi setelah kedatangan wanita itu, Alen selalu mengabaikan nya.

Penasaran? Ayo baca kisah mereka di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Benar saja, tak lama setelah sang mata-mata yang saat ini sudah berubah menjadi sopir pribadi nya Lilian mengatakan kalau sebentar lagi mereka akan sampai, kini mereka benar-benar sudah sampai.

"Dimas" nama panggilan ini mungkin lebih cocok di sebut untuk sang mata-mata, karna tidak mungkin selamanya kita akan menyebut atau memanggil nya dengan kata sang mata-mata.

"Nona, kita sudah sampai," ucap Dimas yang saat ini memberhentikan mobilnya tepat di depan gerbang mansion.

"Kau tidak masuk ke dalam?" tanya Lilian yang sedikit bingung dengan Dimas, karena dia hanya mengantarkan Lilian sampai ke depan gerbang saja.

"Maaf nona, aku masih punya tugas lain dari tuan besar, jadi aku tidak bisa menemanimu masuk ke dalam," ucap Dimas lagi.

"Baiklah, aku paham," jawab Lilian yang kemudian beranjak turun dari mobil.

Setelah membantu Lilian menurunkan koper dari bagasi, Dimas pun tancap gas dan menghilang dari sana bersama mobil nya, entah tugas apa lagi yang dia kemban.

Setelah kepergian Dimas, Lilian sendiri malah bingung harus mulai dari mana, selama lima menit ia hanya menatap gerbang besar itu sambil memegang gagang koper dengan erat, ada rasa gelisah di hatinya, terutama rasa malu yang sangat besar untuk menghadapi kakak dan juga papa.

"Dulu aku menentang keluarga ku hanya demi seorang laki-laki, tapi sekarang aku malah kembali lagi ke sini, kecerobohan yang sudah aku perbuat membuat diriku sendiri merasa tidak pantas menjadi bagian dari keluarga ini," batin Lilian.

Namun di saat ia memikirkan semua itu, pintu gerbang pun terbuka secara tiba-tiba, Lilian sedikit kaget karena dia belum sempat mengetuk untuk meminta penjaga membuka nya.

Semakin besar bukaan pintu gerbang tersebut, semakin besar pula debaran di dada Lilian.

Sosok pria paruh baya yang sudah selama tiga tahun tidak ia temui kini berdiri tegak di hadapannya sambil menatap Lilian dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.

"P-papa," lirih Lilian dengan mata berkaca-kaca.

Wajah tua yang sudah semakin keriput itu kini melukis kan senyum puas yang tampak lega. Papa Ardan tidak mengatakan sepatah kata pun, dia hanya merentangkan kedua tangannya menunggu Lilian berlari kedalam pelukannya.

"Papa!" jerit Lilian yang sebenarnya sangat merindukan sang papa, ia segera berlari dan menghambur kedalam pelukan orang tua itu.

Rasa sedih, menyesal dan rasa-rasa lainya kini bercampur menjadi satu membuat Lilian menangis sampai terisak.

"Maafkan aku ma," lirih nya sambil menahan tangis.

"Sudahlah, papa sudah tau semuanya dari Dimas, jangan banyak bicara, lupakan semuanya, papa sudah lama memaafkan mu, sudah hampir pagi ayo masuk dan istirahat," bujuk sang papa sambil membalas pelukan sang putri.

Tiga puluh menit kemudian,

Setelah melepas haru dan juga rindu mereka berdua pun memutuskan untuk masuk ke dalam mansion, saat pintu utama mansion terbuka, seluruh pelayan yang berjejer rapi memberi salam hormat kepada Lilian.

"Selamat datang kembali nona Lilian," ucap mereka sambil sedikit membungkuk hormat.

"Lilian adalah anak perempuan ku satu-satunya, kini dia sudah kembali, kalian harus menjaga dan merawatnya dengan baik," instruksi papa Ardan.

"Siap tuan besar," jawab mereka serempak.

"Pa, tidak perlu seperti ini," ucap Lilian sedikit canggung karena sudah lama tidak di perlakukan layaknya seorang nona dari keluarga kaya.

"Karena sudah kembali, jangan banyak membantah, lupakan kebiasaan mu itu yang sudah lama tingal di keluarga miskin, ini sudah malam sebaiknya kau kembali ke kamar dan istirahat, besok kita akan bertemu lagi di meja makan," ucap sang papa lagi sambil memegang pundak Lilian.

"Tapi pa, aku masih sangat merindukan mu," rengek Lilian yang merasa tidak ingin berpisah dari papa nya.

"Mulai sekarang kau akan selalu ada di keluarga ini, kita akan selalu bertemu, lihat lah tubuh kurus kering mu ini, kau harus istirahat," bujuk papa Ardan.

"Tapi aku belum bertemu kak Karen," ucap Lilian sambil mengerutkan keningnya.

Sang papa terdiam, para pelayan yang mendengar itu juga saling pandang satu sama lain.

"Masih ada waktu besok, kau, antarkan nona ke kamar," ucap papa Ardan menunjuk salah satu pelayan untuk mendampingi Lilian kembali ke kamar nya.

"Tapi pa," ujar Lilian lagi.

Sang papa menggeleng dan kemudian berlalu pergi menuju kamar nya yang ada di lantai bawah, sudah setua itu dia tidak ingin menaiki tangga atau lift untuk aktifitas apapun kecuali sangat penting.

"Nona, sudah larut sekali, ayo," sang pelayan mengambil alih koper Lilian dan kemudian membawanya pergi.

Lilian yang melihat itu mau tidak mau harus mengikutinya, namun ada satu yang membuat Lilian merasa sedikit nyaman, di dalam mansion tidak ada satupun yang berubah, semuanya masih sama seperti dulu tidak ada yang berbeda sedikitpun.

Mereka memasuki lift untuk menuju lantai atas dimana kamar Lilian berada.

"Selamat istirahat nona, kalau begitu aku permisi," ucap sang pelayan yang kemudian berlalu pergi setelah mengantar Lilian tepat di depan pintu kamar tersebut.

Lilian kembali menarik nafas panjang dan kemudian dengan sedikit gemetar tangan nya memegang gagang pintu kamar tersebut lalu mendorong nya, ternyata bukan hanya bagian luar ruangan, kamar nya pun masih sama seperti sebelumnya, tidak ada yang berubah, meskipun tidak di huni tapi kamar tersebut sangat bersih, pelayan membersihkan nya setiap satu Minggu sekali meskipun tidak kotor.

"Papa dan kakak benar-benar tidak mengubah apapun," lirih Lilian sambil berjalan menelusuri kamar tersebut dan melihat sekeliling.

Karena gerah dan lelah, ia pun segera meletakan koper di sudut lemari, mengambil handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk segera mandi dan setelah itu istirahat.

Sementara itu di kamar Karen.

Karen tau kalau sang adik telah tiba di mansion, tapi sepertinya dia sama sekali tidak berniat untuk menemui Lilian, seperti biasa, dia hanya duduk dan bersandar di kepala ranjang king size nya sambil bermain ponsel, wajah nya datar, tidak ada yang bisa menebak sifat dan apa yang sedang dia pikirkan saat itu.

Namun tak lama kemudian pintu kamar nya di ketuk dari luar oleh seseorang.

Tok... Tok... Tok...

"Siapa?" ucap nya dengan suara pelan.

Seorang pelayan membuka pintu setelah mendengar jawaban dari Karen. "Saya tuan," ucap nya.

"Ada apa?" tanya Karen singkat.

"Tuan besar menunggu di ruang kerja nya," jelas sang pelayan lagi.

"Sudah selarut ini, papa masih belum tidur?" ucap Karen sambil mengerutkan keningnya.

"Beliau meminta tuan muda turun dan menemui nya," ucap sang pelayan sambil menunduk.

"Baik," jawab Karen tanpa penolakan.

Sepuluh menit kemudian.

Karen dengan kursi roda nya kini tiba di depan pintu ruang kerja sang papa, seseorang yang ada di sana membuka pintu dan mempersilahkan Karen masuk dan kemudian kembali menutup nya.

Bersambung...

1
Soraya
lanjut thor
Author Nadia🪷
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Kar Genjreng
karena Kakak mau ketemu dengan Ryan kah 🤣 yang di kira bencis padahal pria tulen dan pria sejati apa akan di jodohkan dengan Lilian kah ehhh kakak nya baik banget padahal kecelakaan juga karena mencarinya tetapi iklas toh masih bisa bertemu dan masih bisa berjalan ya walaupun dengan bantuan kursi roda,,, tetapi sang Kakak kliatan bahagia sekali berbeda satu atap lagi dengan gadis kecilnya,,,bukan gadis maaf tapi Jendes elegan,,👍👍🤣🤣
Author Nadia🪷: anu kak, siapa pulak Rian?
total 1 replies
Soraya
typo thor lanjut
Kar Genjreng
biar merasakan badai tornado nmelanra rumah dan seisinya,,hari ini bisa makan apa atau beli. tetapi besok kelaparan. di
rasa rasa enakan kan ketika ada Lilian,,,uang lancar dapur ngebul rumah bersih,,,tapi kalian jahat lupa semua itu sumbernya dari mana dan merdeka' Lilian kalian kelaparan kapokkk Modarrrr,,,Karin tinggal di mana kalau di Jawa Surabaya ,,,naik saja kereta exekutif gubeng gambir,,,jawa tengah naik argo lawu ,,,
Kar Genjreng
banget penisirin🤣 apa coba apakah mata mata Keren Erlan itu tunggu. berapa lama lagi nih ,,, semoga besok update deh kalau entar mlam besok ngerek bendera jadi ga sempat baca haha Mak mak mau balap karung 🤩🤭
Kar Genjreng
setelah tiada. biarlah menyesal,,,karin dan Julian temannya.liliane. tadinya kan bertiga kalau ga salah lupa ingat,,,ga skip bacanya cum lupa,,,ini Valen dan keluarga nya bersepekulasi burung tentang lilian. tau kalian ,Lilian bukan yatim piatu,,, tetapi ayahnya sultan tu. ge mana seandainya tau,,,dan kalian tidak paham selama dua ni kalian hidup uang dari lilian,,dan tunggu waktu bom meledak dahsyat,,,nah nanti kalian tau siapa itu lilian Tasya impianmu kocar kacir,,, bermimpi jadi wanita tajir melintir ga tau keluar Valen elit,,, ekonomi sulit,,,, OK lanjut dong Kak Nad. Doble update dong bonus gitu,,,
Kar Genjreng
tasya senang karena akan menjadi nyonya valen yang katanya tajir,,,, ternyata elit ekonomi sulit karena sudah semua di tarik kembali oleh lilian🤣 nikmati saja yaaaaa,,,😩😩😩 betapa bahagia nya,,, sekarang Lilian sudah kembali kepada orang tua nya yang tajir melintir good looking good rekening,,, keren to
👍👍👍👍
Kar Genjreng
Lilian bisa tidur nyenyak tanpa hambatan tanpa perintah dari ipar suami dan mertua,,,, semuanya dilayani di rumah orang tua nya,,,,di lain tempat ya tempat mantan mertua Liliana lagi heboh kehidupan nya susah pelayanan tidak ada menanti pun sudah ga punya ada si pELaKoR 🤣nah 👍👍 nikmatilah
Kar Genjreng
ini belum update Kak Nad
Author Nadia🪷: aku baru aja update bab 17 tapi masih di review, maaf ya, soalnya aku gak ada tabungan bab jadi nya kalian harus menunggu, beberapa hari aku sibuk ada acara keluarga jadi tabungan bab nya sudah habis 🙏😭
total 1 replies
Kar Genjreng
ada rahasia besar mungkin yang akan di bicarakan bersama putranya,,, terpenting kedua Anaknya sudah berkumpul jadi mudah untuk mengeksekusi para penghianat,,,Valen siap siap lah bersama keluarganya bahkan sang pELaKoR,,,
Kar Genjreng
🤣Tasya menang mendapatkan aren tetapi kebahagiaan nya tidak akan lama. karena sudah bisa di pastikan perusahaan nya akan mengalami kismin,,,
mama
kelamaan kurang sat set..
Author Nadia🪷: maaf kak ini novel bukan cerpen
total 1 replies
Kar Genjreng
pokonya sekarang nikmati apa yang ada di depan mata kalian semua,,,karena setelah Lilian pergi barulah terasa ternyata semuanya. yi di nikmati adalah hasil jerih payahnya Lilian,,,dan paling bikin terkejut lagi nanti semua aset ny menghilang,,,,😈😈
Soraya
lanjut
Kar Genjreng
berati Alen yang mondal mandul,,,nah kebetulan pulang dan pergi lah tanda tangan. saja berkasnya kasi Alen lngsung biar terkejut 🥺🥺🏃🏃🏃🏃
Soraya
lanjut thor
Kar Genjreng
silahkan berteduh di istana yang tak lama lagi akan runtuh raya saat ulang sudah tidak mengalir lagi,, itulah ya Alen di pungut di junjung tinggi malah lupa ingat selalu beda istri beda rezeki,, coba saja bercerai dengan Lilian dan nikahilah si pELaKoR langsung bangkrut,😭
Kar Genjreng
yahhh satu bab saja yang,,, double update dong bikin TREMOSI Alen itu dan Tasya sedang merasakan kemenangan nya belum tau dari mana sumber kekayaan yang kalian nikmati,,, setelah Lilian pergi kalian akan menjadi gembel semua aset di tarik oleh orang tua Lilian bodoh di piara,,merasa paling hebat mengambil wanita jalang berkedok hamil tanpa ayah ya sudah nikmati selagi ada kesempatan ya,,,dan siapa menabur dan siapa menuai,,
Kar Genjreng
ko double up si
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!