NovelToon NovelToon
DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:875
Nilai: 5
Nama Author: Argo Sujendro

Di dunia di mana batas tertinggi manusia hanyalah Saint Rank, Sander Duster—putra ketiga keluarga militer terkuat di Elegrand Kingdom—dianggap gagal karena tidak memiliki bakat Life Energy seperti para ksatria lain. Namun takdirnya berubah saat ia menyelamatkan seekor kucing hitam misterius di tengah badai salju.

Kucing itu ternyata adalah Behemoth, salah satu Legendary Beast pemegang Hukum Devouring yang hampir memusnahkan dunia di masa lalu.

Melalui ikatan Soul Resonance yang tak disengaja, Sander perlahan memperoleh kekuatan fisik abnormal yang melampaui logika manusia biasa. Di balik kehidupan akademi, intrik politik bangsawan, ancaman perang antar kerajaan, dan kebangkitan monster legendaris mulai mengguncang dunia.

Saat semua orang memperebutkan kekuasaan, Sander justru berjalan menuju sesuatu yang belum pernah dicapai siapa pun dalam sejarah—

God Rank, ranah sang Dewa Perang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Argo Sujendro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Ujian Kelompok

Aula pertemuan utama Elegrand Royal Academy kembali dipadati oleh ribuan murid tahun pertama tidak lama setelah lonceng menara pusat berhenti berdentang. Namun, berbeda dengan atmosfer ujian pertama yang dipenuhi rasa penasaran individu, suasana kali ini terasa jauh lebih dinamis sekaligus penuh dengan kalkulasi politik antar-faksi bangsawan. Meja-meja panjang di podium atas telah diisi oleh barisan profesor instruktur, dengan Profesor Darius Blackthorn berdiri paling depan sembari memegang sebuah gulungan perkamen sihir berukuran besar.

Sander Duster berjalan memasuki aula bersama Elena Aurelius, Sylvia Frost, dan Gideon Valentine. Langkah kaki mereka yang teratur langsung memicu riak bisik-bisik di antara kerumunan murid yang telah berkumpul di tribun bawah. Di atas bahu kiri Sander, Behemoth duduk dengan posisi melingkar yang malas, sepasang mata emasnya melirik setengah terbuka ke arah barisan murid faksi selatan yang dipimpin oleh Damian von Drake. Damian tampak berdiri dengan congkak di barisannya, membiarkan seulas seringai tajam menghiasi wajah beringasnya saat melihat Sander melintas.

Perhatian untuk seluruh murid tahun pertama, suara bariton Profesor Darius Blackthorn menggema lantang membelah keriuhan aula, diperkuat oleh lingkaran sihir pengeras suara di langit-langit bangunan. Hari ini, akademi resmi mengumumkan Ujian Lapangan Pertama semester ini. Institusi ini tidak hanya menilai bagaimana cara kalian mengayunkan senjata secara individu di atas arena batu yang aman. Seorang ksatria sejati harus mampu berkoordinasi, bertahan, dan menaklukkan ancaman nyata di bawah situasi medan perang yang tidak menentu.

Darius Blackthorn membentangkan perkamen sihir di tangannya, memicu proyeksi peta ilusi raksasa di tengah ruangan yang menampilkan wilayah hutan lebat dengan dahan-dahan legam yang saling bertautan.

Ujian lapangan kali ini akan mengambil tempat di Hutan Arden, sebuah wilayah latihan luar yang dihuni oleh berbagai kawanan binatang buas dan monster liar, lanjut Profesor Darius dengan nada tegas. Batasan mutlak dari ujian ini adalah formasi kelompok. Setiap murid diwajibkan membentuk sebuah tim yang terdiri dari maksimal empat orang. Kalian diberikan waktu satu jam dari sekarang untuk mendaftarkan nama kelompok kalian ke meja administrasi. Murid yang tidak memiliki kelompok hingga batas waktu habis secara otomatis dinyatakan gagal dan akan menerima pengurangan alokasi sumber daya latihan selama satu semester ke depan.

Begitu kata kelompok diumumkan secara resmi, riak kehebohan langsung meledak hebat di seluruh penjuru aula tribun. Para murid dari faksi bangsawan tengah dan selatan dengan sangat cepat mulai bergerak, saling melempar kode sirkulasi energi, dan mengunci kemitraan dengan anak-anak klan ksatria berpotensi tinggi demi mengamankan poin tertinggi dalam ujian lapangan nanti.

Damian von Drake langsung dikerumuni oleh beberapa murid berbakat dari faksi selatan yang ingin memanfaatkan kehebatan elemen api kegelapan miliknya. Dengan ekspresi angkuh, Damian dengan cepat menyusun tim inti yang terdiri dari para ksatria pengguna zirah aura Bronze Rank tingkat tinggi, menciptakan salah satu kelompok terkuat di angkatan tahun pertama tersebut.

Di sudut lain tribun tengah, Sander tetap berdiri dengan tenang bersama ketiga sahabatnya. Sebelum Elena atau Gideon sempat membuka suara untuk mendaftarkan nama mereka berempat sebagai satu tim, beberapa murid dari klan ksatria menengah berjalan melintas di dekat posisi mereka sembari melemparkan pandangan mata yang dipenuhi penilaian dingin ke arah Sander.

Ujian di Hutan Arden membutuhkan sirkulasi elemen yang solid untuk menahan hantaman monster, ucap salah seorang murid bertubuh tinggi dengan lencana perunggu di dadanya, berbicara dengan nada suara yang sengaja dikeras-keraskan agar terdengar oleh sekitar. Membawa seseorang yang tidak memiliki setetes pun energi pertahanan tradisional ke dalam hutan seperti itu tidak lebih dari sekadar membawa beban mati yang akan menyeret seluruh poin tim ke dasar jurang.

Kau benar. Siapa pun yang waras pasti akan menolak mentah-mentah untuk menerima manusia tanpa energi di dalam kelompok mereka, sahut murid lain di sampingnya sembari tertawa meremehkan secara halus, sebelum mereka melangkah pergi menjauh menuju meja administrasi.

Bisikan-bisikan miring yang bernada penolakan tersebut dengan cepat merembes ke seluruh penjuru aula. Banyak kelompok murid lain yang awalnya memandang segan ke arah nama besar klan Duster, kini secara terang-terangan mulai buang muka setiap kali tatapan mata mereka berpapasan dengan Sander. Di mata mayoritas murid akademi yang terbiasa dengan hierarki ksatria tradisional, ketiadaan Life Energy dalam tubuh Sander telah mengunci statusnya sebagai partner tanding yang paling dihindari untuk ujian lapangan berbahaya.

Meningkatnya gelombang penolakan yang terjadi di sekeliling mereka membuat raut wajah Sylvia Frost seketika beralih menjadi kaku. Sepasang mata birunya memancarkan kilatan hawa dingin es murni yang membuat udara di sekitar kaki mereka sempat bergetar tipis. Elena Aurelius juga menghentikan senyumannya, wajah cantiknya memancarkan tekanan wibawa kerajaan yang sangat tegas, siap untuk menegur kelancangan para murid bangsawan tersebut.

Namun, sebelum situasi sosial di sekitar mereka semakin memojokkan posisi Sander, Gideon Valentine sudah melangkah maju satu langkah ke depan, menghentikan kasak-kusuk dengan pembawaannya yang luar biasa tenang namun sarat akan wibawa penguasa Barat. Sebuah senyuman tipis yang sangat dingin mengembang di wajah tampannya sembari menatap lurus ke arah papan dokumen sihir administrasi.

Kumpulan manusia fana di tempat ini benar-benar tidak memiliki kapabilitas untuk membaca arah strategi jangka panjang, ucap Gideon dengan nada suara yang sangat halus, jernih, namun memiliki ketajaman yang sanggup membungkam riak berisik di dekat mereka. Ia menoleh ke arah Sander, lalu menepuk pundak tegap pemuda Duster itu dengan kehangatan persahabatan yang jujur. Apakah mereka lupa bahwa kepadatan struktur fisik murni yang kau miliki adalah sebuah benteng pertahanan terbaik yang bahkan tidak bisa dihancurkan oleh tebasan fisik monster biasa, Sander?

Elena Aurelius langsung melangkah mendekati posisi Sander, sepasang mata biru langitnya kembali bersinar terang dengan kegembiraan yang tulus. Ia mengibaskan jubah emas putihnya dengan gerakan yang anggun sebelum mengeluarkan suara lantang yang terdengar oleh kelompok-kelompok di sekitar mereka.

Gideon benar, Sander! Kelompok lain boleh saja sibuk menghitung warna pendaran batu penguji fana mereka, namun kelompok pertama dan terbaik di angkatan ini sudah terkunci di tempat ini, seru Elena dengan senyuman cerianya yang biasa. Aku, Elena Aurelius, secara resmi menyatakan diri untuk bergabung dalam satu tim bersamamu untuk ujian lapangan di Hutan Arden nanti!

Sylvia Frost melangkah mendekati sisi kiri Sander dengan gerakan yang sangat halus, meremas buku catatan taktis di pelukannya sembari memberikan seulas anggukan kepala yang sangat tegas dan penuh dengan kesetiaan klan perbatasan. Saya... Sylvia Frost, juga akan selalu berdiri di samping Anda, Sander. Elemen es murni milik saya akan memastikan tidak ada satu pun monster yang bisa mengganggu pergerakan fisik Anda di dalam hutan.

Gideon tersenyum sangat santai, langsung mengeluarkan selembar dokumen pendaftaran resmi dari balik jubah abu-abunya. Dengan kehadiran Putri Pertama kerajaan, pewaris es Utara, dan kecerdasan strategi Barat, tim kita sudah memiliki komposisi yang jauh berada di luar hierarki standar mereka. Sander, mari kita daftarkan nama kelompok kita sekarang juga.

Sander Duster berdiri diam di tengah-tengah ketiga sahabatnya, menatap wajah Elena, Sylvia, dan Gideon secara bergantian dengan sepasang mata hitamnya yang memancarkan kilatan emosi yang sangat mendalam dan jernih. Rasa hangat yang sangat padat merambat memenuhi rongga dadanya, menghancurkan sisa-sisa riak cemoohan yang dilemparkan oleh faksi Damian sejak tadi. Di tengah lingkungan akademi yang penuh dengan perhitungan status kekuatan, ketulusan dan kepercayaan mutlak yang ditunjukkan oleh ketiga orang ini adalah sebuah hadiah terbesar yang mengunci fondasi mentalnya untuk selalu berdiri tegak di bawah langit benua Asteria.

Namun, kebersamaan hangat kelompok mereka mendadak terusik oleh suara dengkur batin yang penuh dengan keangkuhan absolut dari arah atas bahu kirinya. Behemoth, yang sejak tadi berpura-pura memejamkan mata, mendadak membuka sepasang mata emas kosmiknya dengan pendaran cahaya redup yang sangat pekat. Sebuah komunikasi batin yang sarat akan nada penghinaan alami terhadap manusia-manusia di sekitar mereka kembali menggema keras di dalam kepala Sander.

(Hahaha! Manusia-manusia cacing di tribun bawah itu benar-benar makhluk yang sangat bodoh dan berpandangan sempit, Sander! Mereka menolak keberadaanmu karena menganggap wadah fisik murnimu sebagai beban mati? Sungguh sebuah lelucon kosmik yang sangat menggelikan! Mereka tidak tahu bahwa sirkulasi energi hukum hitam keperakan yang baru saja bernavyut di dalam pembuluh darahmu semalaman memiliki kerapatan massa yang sanggup melahap seluruh inti energi monster di dalam hutan itu dalam sekali remas! Biarkan mereka tertawa sekarang, karena begitu kita menginjakkan kaki di Hutan Arden, aku bersumpah akan memastikan seluruh kelompok fana mereka melihat kekuatan sejati!)

Sander secara perlahan mengulurkan jari tangan kanannya, memberikan usapan lembut di bagian belakang telinga kecil Behemoth untuk meredakan riak amarah sang mantan raja binatang kosmik tersebut. Wajah pemuda berusia empat belas tahun itu tetap datar, tenang, dan tidak menunjukkan fluktuasi emosi miring sedikit pun.

(Tenanglah, Behemoth. Biarkan mereka berpikir apa pun yang mereka inginkan saat ini. Hutan Arden akan menjadi tempat pembuktian yang sesungguhnya bagi hasil latihan pagi kita, bukan tempat untuk berdebat kata-kata kosong.)

Behemoth mendengus pendek di dalam kepala Sander, memalingkan wajah kecil berbulu hitamnya dengan keangkuhan yang khas, lalu kembali melipat sepasang cakar depannya dan berpura-pura tidur, meskipun sepasang telinga kecilnya tetap berdiri tegak demi mendeteksi setiap fluktuasi energi terkecil yang ada di sekitar area aula.

Gideon melangkah mantap menuju meja administrasi di bawah podium profesor, menyerahkan lembaran dokumen pendaftaran yang telah ditandatangani oleh mereka berempat. Asisten profesor yang menerima dokumen tersebut sempat terbelalak kaget saat membaca kombinasi nama yang tertera di atas kertas sihir: Elena Aurelius, Gideon Valentine, Sylvia Frost, dan Sander Duster. Sebuah kombinasi kelompok yang sangat aneh, kontras, namun memancarkan pengaruh politik dan potensi tersembunyi yang luar biasa besar.

Damian von Drake yang mengawasi proses pendaftaran dari arah kejauhan hanya menyipitkan mata merah beringasnya, mengepalkan kedua tangannya hingga mengeluarkan percikan api kegelapan kecil akibat gelombang rasa tidak puas yang mendidih di dalam dadanya saat melihat Sander diselamatkan oleh pengaruh Elena dan Gideon.

Nikmatilah sisa perlindungan dari faksi kerajaanmu selama kalian masih berada di dalam area aman aula ini, Sander Duster, desis Damian dengan seringai kejamnya yang kembali mengembang penuh antisipasi. Begitu gerbang sihir dibuka besok pagi, aku akan memastikan kelompokku mengumpulkan poin tercepat, dan membiarkan hutan itu meremukkan seluruh tubuh tanpa energimu itu sampai kau merangkak menangis meminta bantuan!

Sander membalikkan badannya setelah pendaftaran kelompok mereka resmi dicatat oleh akademi, mengabaikan seluruh pandangan mata meremehkan serta provokasi dari faksi selatan dengan ketenangan ksatria Utara yang tidak akan pernah bisa digoyahkan oleh badai apa pun. Dengan punggung yang tetap tegak lurus, langkah kaki yang mantap, dan didampingi oleh tiga orang sahabat sejatinya, tim pertama mereka resmi terbentuk di bawah langit Elegrand Royal Academy, siap melangkah keluar dari aula besar untuk menyongsong awal dari ujian lapangan yang sesungguhnya.

1
Manusia Ikan 🫪
bagus bagus, aku kasih nawar untuk kamu/Chuckle//Rose/

folback aku yah ehehe
Argo Sujendro: termakasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!